Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 71


__ADS_3

Semenjak kejadian Bagas mendatangi rumahnya, Nindy menjadi was-was sendiri. Dia takut kalau sewaktu-waktu Bagas mendatangi rumahnya lagi.


Dan semenjak kejadian itu juga,hubungan Nindy dan Ardan mengalami peningkatan. Setelah kepulangan Ardan , Nindy menepati janjinya dengan menghubungi nomor Ardan malam harinya.


Ardan yang memang sudah menunggu-nunggu Langsung bersorak gembira. Akhirnya ada kemajuan dengan Nindy, karena selama ini Ardan memang susah untuk menghubungi Nindy. sebenarnya gampang saja mendapat nomor Nindy,tinggal menyuruh bawahannya untuk mencari dan voila....dalam sekejap mata Ardan bisa mengantongi nomor Nindy.


Tapi Ardan tidak mau melakukan nya, karena sama saja bohong. Dengan Nindy yang menghubunginya terlebih dahulu barulah ini lebih terasa menarik. karena Ardan ingin ada tantangannya dalam menaklukkan hati nindy, wanita seperti Nindy memang pantas untuk di perjuangkan cintanya. Bodoh sekali bagi lelaki yang telah menyia-nyiakan Nindy, susatu saat pasti orang itu akan menyesal telah meninggalkan nindy. Dan saat itu terjadi ,Ardan berharap semoga Nindy sudah menjadi miliknya.


Drrrtt drrrtt


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saat Ardan sedang memikirkan Nindy, teryata wanita itu menghubungi nya . Senyum Ardan langsung merekah tak bisa di kontrol, bahkan Ardan sampai bersorak saking senengnya. sadar dari euforia nya, Ardan berdehem untuk membersihkan tenggorokan nya agar suaranya teelihat biasa saja. Bisa-bisa nindy akan menganggap nya aneh jika tahu kalau Ardan bahagia hanya karena nindy menghubunginya.


Klik


***Assalamualaikum mas Ardan


^^^wa'alaikumsalam Dy. Ada apa?^^^


Ehm...begini... apa..Mas Ardan besok lusa ada ...acara***..?


Dengan suara terbata-bata nindy bertanya kepada Ardan. Ardan yang menyadari ada yang aneh dengan suara nindy sampai mengerutkan dahi nya bingung.


^^^***Sebentar, saya cek dulu yah Dy..^^^


Iya mas. Tapi kalau emang mas Ardan sibuk nggak usah mas. saya hanya ber....


^^^Stop. wait a minite***.^^^


Potong Ardan cepat karena melihat kalau Nindy seperti nya tidak sabar karena takut mengganggu kerja Ardan. Memang sekarang masih jam kerja, buktinya Ardan masih duduk di kursi kebesaran nya sambil mencoba menghubungi sekertaris nya lewat telfon kantor. Setelah menanyakan jadwalnya besok lusa pada Doni, ternyata besok lusa dia ada rapat penting dengan investor dari Malaysia. Ardan kmeudia mengambil ponselnya yang masih terhubung dengan Nindy.


^^^Kalau boleh tahu ada apa dy?^^^


Emmmm .. sebenarnya itu..apa..


^^^Iya kenapa Dy? Kamu baik baik saja kan..?^^^


Aku nggak apa-apa mas, maksudnya saya baik-baik saja mas Ardan.


^^^Kkkk. Sepertinya aku lebih suka jika kita berbicara santai saja. Aku dan kamu....itu lebih baik. hehehe^^^

__ADS_1


Ah itu....pokoknya kalau emang mas Ardan sibuk nggak...


^^^Jawab dulu ada acara apa besok lusa?^^^


Sebenarnya aku mau mengundang mas Ardan untuk makan malam dirumah... Tapi sepertinya mas ar...


^^^ckckck, jangan suka mengambil kesimpulan sendiri Dy. Baiklah besok aku usahakan datang tepat waktu kerumah kamu.^^^


Maaf yah mas....


^^^Kenapa minta maaf Dy? Kamu nggak berbuat salah, kenapa harus minta maaf.^^^


ini..ada lagi..


^^^ada apa Dy? katakan saja.^^^


Mas Ardan sibuk nggak?


Ardan melihat tumpukan Map yang ada di atas mejanya, tapi tak mungkin dia berbicara jujur kalau dia sedang sibuk sekarang.


^^^Nggak Dy,,ada apa?^^^


^^^iya..Arya kenapa Dy? Arya sakit atau Gimana..?^^^


Bukan bukan mas. Arya baik-baik saja. Ini dari kemaren Arya nyariin mas Ardan terus sampai nangis-nangis, sudah aku beritahu kalau mas Ardan lagi sibuk tapi Arya tetap menangis.


Sambil menggigit bibirnya nindy mengungkapkan keluh kesah nya tentang Arya yang selalu mencari cari keberadaan Ardan. Nindy saja sampai kewalahan buat nenangin tangisan Arya. Ardan yang mendengar kalau Arya mencarinya dan sampai menangis jadi tidak tega melihatnya.


^^^***Kenapa kamu tidak beritahu aku dari kemarin Dy? Aku kan bisa datang dan menemui Arya. Kasihan sekali Arya sampai menangis seperti itu. Sekarang Arya dimana Dy?^^^


Ini mas Arya lagi mainan.


^^^kita ganti Vidio call saja yah, siapa tahu arya akan suka melihat nya..?^^^


Bisa mas. Maaf yah mas jadi merepotkan.


^^^Nggak sama sekali. Aku juga malah senang bisa melihat Arya lagi***.^^^


Ardan mengalihkan panggilan telfon nya menjadi panggilan video. Setelah tersambung wajah Arya mendominasi layar ponsel Ardan. Arya yang melihat wajah Ardan langsung tertawa bahagia, bahkan Arya sampai memukul mukul ponsel nindy.

__ADS_1


Hatinya berdesir melihat Arya yang begitu antusias menatao wajahnya. Seperti ada sesuatu yang menyentuh hatinya. Apalagi saat Arya dengan berulang kali memanggil nya dengan sebutan papa, Ardan jadi merasa tersentuh. Andai saja Nindy mau membuka hatinya untuknya pasti arfan akan dengan senang hati menjadi ayah sambung buat Arya.


Tapi Ardan tetap bersabar menunggu nindy mau membuka hatinya untuk menerima cinta Ardan.


Kebahagiaan seorang ibu adalah bisa melihat anaknya tersenyum , ada sesuatu yang menyentil hatinya ketika melihat interaksi antar Ardan dan juga anaknya. Nindy melihat sendiri bagaimana antusiasnya Arya menatap wajah Ardan walaupun lewat video call saja.


Apa Nindy harus mau membuka hatinya kembali untuk menerima lelaki lain di hatinya, apa dia siap kalau suatu saat akan tersakiti lagi..


Nindy tidak sadar wajahnya kini sudah terpampang jelas di dalam layar ponsel nya. Ardan yang melihat wajah cantik nindy yang sedang termenung , tidak bisa menahan decak kagumnya. Walaupdirumah nindy tetap memakai hijabnya, karena nindy pikir mungkin tiba-tiba ada seseorang yang datang kerumahnya makanya Nindy selalu standby memakai hijabnya.


^^^Apa yang sedang kamu pikirkan Dy? ^^^


Nindy terkesiap mendengar pertanyaan dari Ardan. Nindy juga kaget karena sekarang wajahnya terpampang dengan jelas di layar ponselnya.


***Nggak ada mas. kalau begitu nindy matiin yah mas? Sepertinya arya sudah mengantuk mau tidur siang. Terima kasih sebelumnya karena sudah menyempatkan mengobrol dengan Arya yah mas. Selamat bekerja yah mas. Assalamualaikum.


^^^Wa'alaikumsalam Dy. sama-sama aku juga seneng bisa melihat Arya tertawa. Aku akan usahakan untuk mampir sebentar ke rumah kamu nanti setelah pulang kerja. Sampai jumpa Dy***.^^^


Nindy menatap ponselnya yang kini sudah berganti layar dengan foto dirinya dan arya yang sedang tersenyum menghadap kamera. Nindy tidak menduga hatinya akan berdebar setelah mendengar bahwa Ardan akan kerumahnya nanti setelah pulang kerja.


Dia melihat keadaan rumahnya yang cukup berantakan karena belum sempat dia bereskan. Karena hari ini Arya memang tidak mau ditinggal oleh nya. Jadi mau nggak mau Nindy mengalah dan menemani Arya sampai tidak sempat beberes rumah.


Nindy membawa Arya kedalam dekapannya dan membawanya kedalam kamar. Dia akan menidurkan Arya dikamar. Setelah beberapa menit akhirnya Arya tertidur,dan Nindy bergegas bangun untuk merapihkan kekacauan yang dibuat oleh anaknya.


Walaupun melelahkan tapi Nindy menikmati kehidupannya yang sekarang. Nindy juga tidak bisa mengeluh kepada siapapun, yang Nindy lakukan jika sednag lelah adalah sholat dan berdoa kepada Allah untuk diberikan kesehatan agar dia bisa menjaga anaknya sampai besar nanti. Nindy juga berdoa agar anaknya selalu dilindungi dari orang-orang yang berniat jahat kepada mereka.


Jam menunjukkan pukul setengah lima, dan Nindy belum masak. Dan Nindy tidak tahu jam berapa Ardan pulang kerja, mumpung Arya masih tidur nindy bergegas masak menu seadanya. Ada ayam goreng dan juga tumis kangkung yang dia beli tadi pagi dan belum sempat di masak olehnya. Nindy juga berniat membuat sambal untuk pelengkap masakannya.


Sambil menunggu ayam nya di ungkep, Nindy mandi sebentar di kamarnya. Dia melihat posisi tidur Arya yang terlentang sambil membuka mulutnya, nindy buru-buru masuk kedalam kamar mandi supaya setelah selesai mandi dia bisa melanjutkan memasaknya. Selesai mandi nindy memakai baju nya dan berniat ke dapur meneruskan memasaknya. Ketika dia sudah sampai dapur tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Nindy melangkahkan kakinya menuju pintu depan dan melihat siapa tamunya hari ini.


Nindy terkejut melihat Ardan yang kini masih mengenakan setelan jas nya yang mahal berdiri di depan pagar rumahnya.


Ting tong


Nindy bergegas membuka pintu rumahnya ,dan berjalan ke depan untuk membuka pagarnya. Ardan yang melihat penampilan nindy yang sepertinya sudah mandi langsung tersenyum manis, Ardan mengangkat tangannya yang menjinjing kantong kresek berisi buah yang dia beli tadi.


Sebenarnya tadi Doni yang membelinya setelah tahu Ardan akan berkunjung kerumah Nindy ,dia buru-buru menyuruh Doni untuk membeli buah untuk dibawanya kerumah Nindy.


Nindy tersenyum menyambut kedatangan Ardan, dia mempersilahkan Ardan masuk kedalam rumahnya. Setelah sampai diruang tamu nindy mendwnagr suara Arya yang menangis, dia buru-buru masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan Ardan duduk di ruang tamu. Ardan sendiri tidak keberatan di tinggal oleh Nindy , justru ardan malah tersenyum lebar membayangkan kalau suatu saat nanti, dia bisa menikah dengan Nindy dan ketika pulang kerja nindy dan Arya menyambutnya di depan pintu.

__ADS_1


Ya Allah bahagia sekali jika saya bisa menikah dengan Nindy. melihat senyumnya ketika menyambut kedatangan ku membuat lelahku langsung hilang diganti dengan rasa bahagia bisa melihat wajah nya yang cantik. Saya tidak sabar untuk membuat nya menjadi istri ku.


__ADS_2