
'' mas,, aku gak mau di jarum..'' ujar Yuna takut akan hal ia akan terkena jarum suntik
tidak terbayang kan bagi Yuna, bagai mana jarum suntik tersebut menembus kulit nya, betapa sakit bagi Yuna sebuah jarum akan menembus ke kulit mulus nya
'' kalau demi kebaikan dan kesehatan mu, kenapa menolak..'' ujar ata seraya tersenyum kepada Yuna
ia tak mau Yuna menjadi bedmod setelah nanti harus menerima kulit nya akan tertusuk jarum,
setelah menunggu antrian, nama Yuna yang di panggil untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ,
'' silah kan masuk pak. buk..'' ujar sang suster dengan ramah kepada Yuna dan ata
'' terimakasih..'' saut ata
mereka pun masuk ke dalam ruangan dokter umum, dan berjalan ke arah dokter yang akan memeriksa Yuna di bantu dengan sang suster
'' apa keluhan nya buk..'' tanya ibu dokter kepada Yuna
'' kepala saya sakit dok, perut saya gak enak di bawa makan..'' ujar Yuna
'' silah kan naik buk, biar saya periksa lebih dulu..'' ucap dokter tersebut dengan ramah
Yuna hanya bisa menurut dan pasrah, ketika dokter menyaran kan untuk nya agar berbaring, begitu Yuna berbaring, dokter pun memeriksa apa yang di rasa kan oleh Yuna
setelah selesai memeriksa Yuna, dokter tersebut pun tersenyum ke arah ata, sedang kan Yuna di bantu untuk duduk oleh sang suster
'' ada penyakit serius kah istri saya dok..'' tanya ata cepat
'' iya.. pak,, ini sangat-sangat serius sekali penyakit nya..'' ujar dokter sambil terkekeh kecil
sedang kan ata yang mendengar hal itu, sudah tegang terlebih dahulu, ia takut Yuna mengalami penyakit yang tak bisa di ssembuh kan
'' kalau boleh saya tau,, istri saya terkena penyakit apa ya...dok..'' ujar ata lagi dengan serius
'' kalau penyakit yang ini, bapak harus tau dong,, karena ini harus ada peran bapak di dalam nya..'' ujar dokter tersebut membuat ata bingung
'' makin pusing saya ini dok..'' ujar ata
'' menurut pemeriksaan saya, istri anda hamil pak.. selamat ya.. ini anak yang keberapa..'' tanya sang dokter mengulur kan tangan pada ata
'' oh.. hanya hamil toh..'' ujar ata menyambut uluran tangan sang dokter
__ADS_1
'' eh.. apa tadi..'' ujar ata tersadar dari lamunan nya
'' istri anda sedang hamil pak,, kalau boleh tau, ini anak keberapa..'' tanya sang dokter lagi
'' apaaa... istri saya hamil dok.. '' ucap ata terkejut mendengar hal tersebut
'' iya pak,, kalau kurang jelas,, silah kan bapak bawa ibu nya ke dokter kandungan saja.. agar bisa lebih jelas..'' ucap sang dokter sambil menganggu kan kepala nya berulang kali
'' iya.. Bu dokter, saya akan bawa istri saya ke dokter kandungan, biar lebih jelas lagi..'' ujar ata seraya tersenyum lebar
selesai mengurus semua nya, ata pun membawa Yuna keluar dari dokter umum tersebut dan berpindah ke dokter kandungan sesuai rekomendasi dokter umum tersebut
siang hari setelah semua penjelasan dan menebus obat, ata membawa Yuna pulang ke rumah dengan senyum yang mengambang begitu jelas terukir di wajah tampan ata
'' hati-hati yang..'' ujar ata membantu Yuna turun dari dalam mobil nya
'' wah... ada pelakor yang baru pulang nih..' celetuk kaila yang melihat Yuna dan ata baru keluar dari dalam mobil
'' mas,, bukan kah itu kaila..?'' tanya Yuna sedikit penasaran
'' iya.. kamu benar, mereka tinggal di rumah kita,,..'' ujar ata menatap sinis ke arah kaila
'' dia berbicara dengan siapa mas..'' tanya Yuna penasaran
karena selama ini, Yuna tidak tau apa-apa masalah yang ada di rumah, ia selalu mengikut kemana langkah kaki ata pergi
'' sudah abai kan saja, tidak terlalu penting dia nya..'' ucap ata mencoba menuli kan telinga nya demi kebaikan Yuna
'' aku berbicara pada kalian..'' teriak kaila menggema di seluruh halam rumah
'' CK.. apa lagi yang kau ingin kan.. haa..'' ujar ata sedikit kesal melihat ke arah kaila
'' aku ingin kau ber....
'' sudah lah.. jangan banyak ribut kau di situ, lebih baik kau diam, sebelum aku menghabisi mu saat ini juga..' potong ata sedikit geram
ia tak mau terjadi apa-apa kepada Yuna, apa lagi di usia kandungan Yuna yang rentan dan takut nya akan berpengaruh ke dalam kehidupan kaila
'' tapi aku belum selesai ngomong ata..'' ujar kaila lagi
'' ada apa sih mas,, kenapa dengan nya sih..'' ujar Yuna sedikit kurang paham apa yang terjadi di depan mata nya
__ADS_1
'' aku tidak perduli dengan mu, urus saja hidup mu, sebelum aku akan menghabisi mu,..camkan itu..'' ujar ata mengancam kembali kaila
'' ada apa ini mas..'' tanya Yuna lagi
'' lebih baik kita masuk, abai kan saja dia nya..'' ujar ata lagi,
membuat Yuna kebingungan atas apa yang di ucap kan oleh ata, ia sekilas menatap ke arah kaila yang memasang wajah garang dan marah
teriakan kaila tidak di dengar sama sekali oleh ata, ia tetap membawa Yuna masuk ke dalam rumah mertua nya
sesampai nya di dalam, ata pun membantu Yuna untuk duduk, dan ia pun berlalu mengambil kan minum untuk Yuna meminum obat
'' sudah pulang kalian,, apa hasil nya, Yuna kena lambung kah..'' berondong leana dengan berbagai macam pertanyaan
'' sudah mi,, baru saja pulang,, Yuna tidak sedang sakit apa-apa kok mi,,..'' ujar ata mengambang kan senyuman nya
'' syukur lah kalau begitu,, tapi? kenapa harus meminum obat sebanyak itu.. berarti kamu menipu mami ya..'' ujar leana menatap ke arah menantu nya tersebut
'' hehehe....bentar lagi mami akan memiliki cucu baru lagi..'' ujar ata seraya tersenyum lebar
'' apaa... Yuna hamil lagi..'' ujar leana berjalan cepat meninggal kan ata yang sedang mengambil minum untuk Yuna
'' yun.. Yuna,, kamu di mana..'' teriak leana penasaran dengan berita bahagia yang baru saja ia dengar
'' di ruang tamu ma... mah.. Davina ada di mana..'' tanya Yuna, ia sedikit rindu dengan rumah kampung halaman nya
'' Davina sedang tidur ata,, kau jangan buat keributan ata..'' ujar leana mendengar suara bantingan gelas yang ada di belakang dapur
'' maaf mi... gelas koleksi mami pecah satu ini..'' ujar ata merasa bersalah kepada leana
'' aduh... gelas yang mana pecah..'' ujar leana berjalan ke arah dapur untuk menemui menanti nya yang meme a
'' hehehe.. gelas kesayangan Mami'' ujar merasa
'aduh... rugi dong mamla...''celetuk leana seraya membantu membersih kan serpihan gelas yang berserakan di lantai juga
sore hari, Yuna pun menyeka keringat dengan air hangat, di bantu oleh ata, ata begitu telaten dan rapih, mengurus Yuna, ia tidak menyangka, bisa mendapat kan suami yang penyayang , melebihi keluarga nya sendiri
Yuna patut bersyukur karena hidup nya yang sekarang, tidak seperti dulu lagi, di mana setiap ada kesempatan, pasti Yuna guna kan untuk sekedar menemani ata yang sedang makan
...****************...
__ADS_1