
Setelah merapi kan semua barang - barang Indah, memutuskan untuk duduk di dalam kamar, dia sanat melihat wajah ayahnya yang sangat menyebalkan itu.
"Bagaimana akunharus mnghadapi mereka besok, pasti banyak cerita saat kami pindah kemaren."gumam Indah, mengusapnwajahnya gusar.
Sapri berencana besok ia akan mendaftarkan kedua putrinya ke sekolah lama mereka, walau pun sedikit jauh tapi hanya di sana Maya mau melanjutkan sekolahnya.
Indah sudah membayangkan betapa kesalnya para teman sekelasnya besok. Mereka yang sudah bahagian akan kepindahannya, pasti akan menjadi kesal.
Indah duduk di tepi jendela sambil melihat bulan yang sedang menerangi alam semesta.
"Apa kamu tau bulan, jika aku bisa memilih aku lebih baik nggak udah sekolah sekalian dari pada pindah pindah seperti ini"ucap Indah berbicara dengan bulan.
"Bulan, kenapa aku tiba - tiba mengingat dirinya."Indah yang tiba - tiba kepikiran Dika. Indah tadi melihat bagaimana Dika yang berusaha mengejar mobil mereka.
"Semoga kamu bisa menemukan aku Dik, dan semoga saat kita di pertemukan kelak, kamu lah jodohku."gumam Indah.
___
Seperti biasa Indah sudah bangun pagi - pagi untuk menyiapkan sarapan dan berberes rumah, Indah melakukan semua pekerjaan itu seorang diri karena percuma kalau dia minta tolong dengan adiknya Maya. Bundanya tidak pernah memperbolehkan Maya untuk melakukan pekerjaan karena menurut bunda Maya itu masih anak kecil. Sedangkan dirinya dari kelas 3 sd dia sudah di suruh bundanya untuk menyapu dan mencuci piring.
"Akhirnya selesai juga."ucapnya, setelah menyusun sarapan di atas meja. Indah bergegas untuk mandi dan siap - siap.
Setelah dia selesai mengenakan pakaian sekolahnya, Indah pun membangun kan Maya, menyuruh adiknya itu mandi dan bersiap.
Indah berjalan ke kamar orang tuannya, Indah membangunkan ayah dan bundanya.
"Ayah ayo bangun, nanti ayah telat ngantar kami ke sekolah, kita jauh loh ya." ucap Indah.
"Iya..."saut Sapri.
Setelah mendengar jawaban dari ayahnya, Indah pun kembali ke dapur dan mengambil sarapan untuknya, dia memakan sarpaannya sambil mengenakan sepatu.
Pukul 07.00 Sapri mengantar kedua putrinya ke sekolah, dia mengurus surat kepindahan mereka.
Semua bayangan Indah akan reaksi teman - temannya pun tidak meleset, mereka semua memandang indah dengan tatapan tidak suka.
"Ngapain kamu ke sini lagi?"tanya Santi dengan nada tak suka.
"Kenapa? Apa kau tak suka aku kembali?"kata Indah balik bertanya.
"Menyebalkan"dengus Santi.
"Eh Indah, kamu balik lagi nak?"tanya guru agamanya.
__ADS_1
"Iya bu, aku pimdah lagi kesini"jawab Indah mencium tangan guru agamanya itu.
"Kenapa? Apa mereka tidak menyukai kalian?"tanya gurunya itu.
"Maksud ibu?"tanya Indah yang tidak mengerti maksud dari perkataan gurunya itu.
"Bukan apa - apa? Ibu ke kantor dulu ya."ucap guru itu.
"Anak dan bapak sama saja, sama - sama merepotkan" gumam Guru itu pelan, namun masih bisa di dengar Indah.
"Ada apa ini? Kenapa mereka bersikap seolah - olah kami membuat salah sama mereka?" Indah bertanya - tanya dalam hati.
Tanpa memperdulikan ucapan mereka Indah masuk kedalam kelasnya, setelah tadi dia dan Maya sudah resmi jadi murid di sekolah ini lagi.
"Ririn kemana? Kenapa dia belum datang?"Indah melihat kesekeliling kelas.
Hanya Ririn yang bisa memberinya jawaban atas pertanyaannya. Tak lama Ririn pun masuk ke kelas, dia kaget saat melihat Indah yang duduk di sebelah bangkunya.
"Indahhhh..." Teriak Ririn berlari memeluk sahabatnya itu.
"Kamu apa kabar?"tanya Ririn
"Aku baik - baik aja, Rin. Kamu gimana, semua baikkan?"tanya Indah balik, Ririn pun mengangguk. Dia melepaskan pelukannya.
"Kamu sekolah di sini lagi?"tanya Ririn, Indah mengangguk.
"Apa maksudmu punya teman lagi?"tanya Indah
"Apa setelah aku pindah kau tidk memiliki teman?"tanya Indah.
"Indah..."
Teng.... Teng... Teng...
Perkataan Ririn terpotong dengan bunyi lonceng masuk.
"Sebaiknya kita mengobrolnya nanti saja."ucap Ririn
"Baiklah."balas Indah. Mereka duduk di bangku mereka masing - masing.
Semua murid masuk, hampir semua siswa yang masuk menatap Indah dengan tatapan tak suka. Indah sangat bingung dengan semua ini, seingatnya dulu sebelum pindah Indah tidak ada membuat ke salahan pada siapa pun.
Indah menoleh pada Ririn, Ririn memberi kode agar Indah sabar dan diam saja.
__ADS_1
Tak lama guru seni budaya pun masuk dalam kelas itu. "Selamat pagi anak - anak"ucap buk Desi.
"pagi bukk"jawab mereka kompak. Buk Desi pun mulai mengabsen, semua nama pun di panggil hanya nama Indah yang belum
"Mm... Maaf bu, nama saya belum ibu panggil"kata Indah.
Bu Desi melihat kearah Indah." Kamu balik lagi, Ndah?"tanya bu Desi.
"Iya bu."jawab Indah.
"Kenapa balik lagi sih, lihat ni nama kamu itu udah ibu coret sekarang ibu harus bikin namamu lagi, bikin kotor buku absen aja kamu" kata bu Desi. Indah sangat kaget mendengar perkataan sang guru.
"Kalau pindah tu cukup satu kali aja, nggak usah terus terusan, kamu kira ini sekolah nenek kamu bisa masuk dan keluar seenaknya"sambung bu Desi.
Indah hanya bisa menundukkan kepalanya, hati sangat sakit mendengar ucapan sang guru. Ririn memegang tangan Indah dan memberinya semangat.
____
Saat jam istirahat Indah memutuskan untuk berdiam diri di dalam kelas saja, dia malas untuk melihat ketidak sukaan teman - temannya itu. Indah menyuruh Ririn untuk membelikannya makanan.
"Ada apa dengan mereka semua? Kenapa sikap mereka seperti itu?"tanya Indah
Indah mengusap wajahnya frustasi, baru 3 jam dia berada di kelas ini tapi Indah sudah merasa tidak betah dan ingon cepat - cepat pulang saja.
Ririn datang dengan membawa makanan pesanan Indah. Ririn duduk di samping Indah
"Sudah nggak usah di pikirkan, biarkan saja mereka"kata Ririn
"Rin, aku nggak tau deh, aku salah apa sampe satu sekolah kayak benci banget gitu sama aku, dan aku nggak habis pikirnya guru pun ikut membenciku"kata Indah.
"Sebenarnya ini bukan salahmu Indah, ini salah ayahmu"ucap Ririn.
"maksudnya? Ada apa dengan ayahku?"tanya Indah.
"Sebenarnya saat kalian sudah pindah, ayahmu datang kemari..."
"Ngapain?"tanya Indah memotong ucapan Ririn.
"Ayahmu datang menanyakan tentang uang tabunganmu dan bu Desi selaku wali kelas kita sudah mengatakan kalau semua uang tabungan kalian sudah diambil sama bunda Arin dan ayah kamu tidak bisa menerima itu semua..."
"Apa?"
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜