Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 122


__ADS_3

Tiga hari berlalu, namun Yuna belum juga membaik, malah semakin parah, membuat ata sendiri kebingungan, mana ia tengah jauh dari mertua nya


'' kita pulang ke kota E saja ya..'' bujuk ata kepada Yuna yang tenga berbaring di atas ranjang


'' mau nya sih.. gitu mas,, tapi? apa gak masalah..'' tanya Yuna sedikit khawatir dengan kondisi suasa di kota E


karena sampai sekarang pun mereka tidak pernah lepas dari teror dari mama mertua nya, sesekali Yuna pun sedikit khawatir akan ata akan pergi meninggal kan nya


'' kita sudah lama meninggal kan rumah,, lagian apa kita harus lari dari masalah terus..'' ujar ata bimbang karena ia pun juga takut akan sang mama berbuat nekad


'' aku ikut mas saja,, tapi Yuna gak mau pisah dari mas..'' ujar Yuna sendu


'' gak akan,, apa pun yang akan terjadi, mas, aka selalu ada di samping kamu..'' ujar ata mencoba membuat Yuna sedikit tenang


padahal dalam lubuk hati ata yang paling dalam, ia pun sedikit takut akan hal itu, apa lagi ketika nanti sang mama akan memaksa nya


'' terserah mas saja lah..'' ucap Yuna pasrah akan keputusan ata


'' tunggu sebentar ya.. mas, akan siap-siap dulu..'' ujar ata meninggal kan Yuna


sedang kan Davina masih tertidur nyenyak di sebelah Yuna


walau pun Davina sudah berusia empat tahun, tapi ata tak membiar kan nya tidur sendiri, mungkin ketika Davina masuk sekolah sd baru lah ata akan melepas kan putri tercinta nya tersebut


'' mau ambil apa aja ini,, apa mau di bawa semua..'' tanya ata menatap ke arah Yuna sejenak


'' gak usah semua mas,, mana tau kita kesini lagi..'' ucap Yuna


'' memang nya kita mau kemana lagi,, mas, betah loh disini..'' ujar ata terkekeh kecil


'' Yuna juga mas,, di sini jauh dari keramaian,, jadi Yuna betah..'' ujar Yuna lagi


selama ata berkemas, Yuna hanya bisa menatap ata sambil duduk bersandar di ranjang, sesekali Yuna melirik ke arah Davina yang tidur lelap di samping nya


'' sudah siap,, tapi Davina nya belum bangun ya..'' ujar ata menoleh sebelah pipi Davina


'' iya mas,, pules kali tidur nya, tadi malam begadang sih..'' ucap Yuna


'' iya.. sampai mas, gak bisa ambil jatah..'' celetuk ata

__ADS_1


'' di pisah aja kamar nya mas,, biar mas bebas..'' ucap Yuna tertawa kecil


'' gak boleh,, dia masih kecil,, kasian kalau di pindah kamar nya,, nanti aja, kalau udah masuk TK atau SD sekalian..'' bantah ata


'' ya.. kalau begitu,, harus tanggung resiko nya dong..'' ucap Yuna


'' hhmm.. iya sih..'' saut ata lesu


ata pun mencoba membangun kan Davina, agar mereka bisa cepat berkemas, walau pun jarak tempuh nya tidak terlalu jauh, namun memerlukan waktu tiga jam juga agar sampai di kota E


setengah jam ata berusaha membangun kan Davina, Hinga akhir nya ata pun berhasil membangun kan nya dan membawa Davina ke arah kamar mandi


'' papa.. Vina mau mandi sendiri aja,..'' pinta Davina pada ata


'' loh.. kenapa gitu nak,, tapi? kalao sama mama mau aja tuh,, lagian kan, papa juga sering mandi kan Davina juga..'' heran ata melihat anak nya yang menolak ia yang akan memandi kan Davina


'' mama kan, sama kayak Vina,, tapi kalau papa kan beda,, kita gak mukrim tau..'' ujar Davina sambil bersengut


hahahah


seketika tawa ata pecah, mendengar celoteh sang putri tercinta, padahal itu tidak masalah, dan membuat ata semakin tertawa, karena ata tidak pernah mengajar kan Davina berkata seperti itu


'' papa kan hanya ingin memandi kan Davina saja..'' ujar ata kepada Davina lagi


'' baik lah,, papa tunggu di sini saja..'' ujar ata berdiri di ambang pintu kamar mandi


'' Vina malu papa..'' teriakan Davina membuat ata langsung terkejut, ia pun menoleh ke arah Davina yang sudah berkacak pinggang


'' jadi papa harus di mana..'' tanya ata


'' papa temani mama saja..'' ujar Davina menunjuk ke arah luar menggunakan gayung


ata hanya menatap sejenak, lalu ia pun menuruti apa yang di ucap kan Davina, ia berjalan ke arah luar, dan di sambut dengan tatapan aneh dari Yuna


'' kamu kenapa mas,, tanya Yuna heran


'' anak gadis ku, tidak mau aku ikut serta dengan nya..'' ucap ata ambigu


membuat Yuna semakin bingung di buat oleh perkataan ata,

__ADS_1


'' apa sih mas,, aku gak ngerti..'' ucap Yuna lagi bertanya apa maksud dari perkataan ata


'' Davina ingin mandi sendiri, ia sudah tidak mau lagi aku yang memandi kan nya .'' kata ata


'' oh..'' saut Yuna singkat


'' kamu kok? gak terkejut..'' tanya ata keheranan


'' aku yang mengajar kan nya untuk mandi sendiri,, agar ia bisa mandiri..'' ucap Yuna menjelas kan


'' dia masih kecil loh Yang,, gak belum seharus nya ia mandi sendiri.. nanti kalau dia nya kepelset atau jatuh bagai mana..'' ucap ata tak terima dengan Yuna yang sudah mengajar kan anak nya mandiri


'' gak akan,, kita percaya saja apa yang terbaik untuk nya..'' ujar Yuna dengan lembut


'' gak bisa gitu Yang,, apa kamu gak lihat tuh,, banyak kejadian anak nya masuk ke dalam bak mandi dan tenggelam..'' ujar ata menghawatir kan Davina


'' gak usah berlebihan gitu mas,, yuna sudah ajar kan Davina bagai mana hidup tidak bergantungan dengan orang lain,, seharus nya itu, mas bersyukur, jangan malah membuat Davina malas untuk melakukan aktivitas dan lain nya..''ucao Yuna lagi


setelah drama panjang yang mereka bertiga lalui dengan segala macam hal, kini ata menaik kan semua ransel dan juga membantu Yuna masuk ke dalam mobil


sedang kan Davina memilih duduk di belakang sendiri, selesai semua, ata pun melajukan mobil nya ke arah jaran raya


'' mau kemana kita papa..'' tanya Davina yang memang aktif bertanya


'' kita mau ke rumah nenek..''ujar ata menoleh ke arah belakang


'' ke rumah nenek.... yee ..'' ujar Davina senang bukan main


membuat Yuna ikut tersenyum dengan kebahagian sang putri tercinta nya, hari berlalu begitu cepat, tanpa terasa kini mobil ata terparkir manis di halaman rumah sang mama


pemandangan sunyi sudah biasa Yuna lihat, begitu juga dengan ata, terkadang mereka kasian kepada sang mama, namun apa boleh buat,


sang mama lebih memilih untuk hidup mandiri, dan mencari nafkah sendiri juga, leana tak pernah mau ikut dengan Yuna,,


kalau di tanya, pasti jawaban nya hanya itu dakadari pada ikut hidup dengan nya, kadang Yuna berpikir, apa kah ia banyak


'' ayo turun...'' ajak ata pada Davina


begitu Davina turun, ia langsung melarikan diri ke pintu rumah leana

__ADS_1


''.assalamualaikum...'' teriak Davina kencang, darimluuar sana


...****************...


__ADS_2