Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 49


__ADS_3

Pagi ini kami akan pergi ke bandara untuk melakukan penerbangan ke Changi airport Singapore. Kami di antar oleh ayah dan ibu mertua dengan naik mobil, mereka sudah berpesan untuk bersenang-senang di sana tidak susah memikirkan hal lain.


Setelah sampai bandara Ayah dan Ibu hanya bisa mengantar sampai tempat boarding pass saja. Aku memeluk ibu dan mencium tangan ayah mertuaku.


"Ayah dan ibu jaga kesehatan baik-baik yah. Jangan sampai lupa minum vitamin dan olahraga."


"Iya sayang. Kamu sama Bagas nggak usah mikirin masalah itu, yang penting kalian disana cukup bersenang-senang saja. Oke..!"


"Baik bu..ayah..Kami pamit dulu yah. Assalamualaikum "


"Iya . hati-hati yah. Wa'alaikumsalam."


Mas Bagas merangkul bahuku sambil menyeret kopernya , dan aku hanya membawa tas kecil yang berisi kosmetik dan juga ponsel dan lainnya.


Oh iya, untuk masalah Nayla dan Rian. Aku diminta Nayla kerumahnya untuk menemaninya menjelaskan masalah kemarin, dan setelah mendapatkan persetujuan dari mas Bagas aku langsung kerumahnya dengan naik ojol karena mas Bagas sudah berangkat kerja.


Waktu pertama kali tahu kalau Nayla hamil, orang tua Nayla sangat kecewa kepada anaknya. Nyokap Nayla sampai jatuh pingsan dan Bokap Nayla langsung menampar anaknya. Walaupun tidak tega melihatnya , tapi aku hanya bisa diam sambil membantu Nyokap nay yang sedang pingsan.


Bokap Nayla sangat marah kepada anaknya, dia sampai tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menatap anaknya sambil meneteskan air mata kecewa.


Orang tua mana yang tidak marah kalau anaknya telah berbuat zina apalagi sampai hamil. Pasti mereka akan marah dan kecewa sekali dengan anaknya, tapi semarah-marahnya orang tua pasti akan tetap menolong anaknya.


Nayla yang masih diam menangis di kursi hanya bisa duduk bersimpuh di kaki Bokapnya sambil meminta maaf. Tapi sepertinya mereka belum bisa menerima ini semua, Bokap Nayla pergi meninggalkan Nayla yang sedang meraung raung memanggil namanya.


Setelah beberapa saat nyokap Nayla akhirnya sadar dan langsung bertanya padaku, apakah benar kalau tadi yang Nayla ucapkan. Dan aku hanya bisa mengangguk sedih, Nyokap Nayla langsung menangis sejadi-jadinya, dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa mendidik anaknya dengan baik.


Aku yang melihatnya langsung memeluknya,aku tidak tega melihat sosoknya yang biasanya begitu cantik dan anggun kini duduk di lantai sambil menangis tersedu-sedu. Rambutnya yang berantakan karena di Jambak olehnya sendiri, aku mencoba menarik tangannya dan merengkuhnya kedalam pelukanku.

__ADS_1


Sementara Nayla yang tahu nyokapnya seperti itu hanya bisa meminta maaf sambil bersimpuh di kakinya. Tak bisa kubayangkan kalau ini akan terjadi di keluarga mereka, aku ikut menangis dengan mereka.


Hari itu kami belum mendapatkan kepastian dari orang tua Nayla,karena Bokap Nayla yang masih diam selama seharian. Jadi akhirnya aku menginap dirumahnya untuk menemani Nayla ,karena Nayla tidak mau sendirian dan tidak mengijinkan ku untuk pergi.


Pagi harinya kami makan bersama di ruang makan dalam diam. Setelah selesai barulah Bokap Nayla menyuruh Rian untuk kerumahnya nanti siang bersama orang tua Rian juga. Sepertinya mereka akan membahas masalah anak mereka.


Setelah pertemuan yang cukup menegangkan akhirnya sudah diputuskan,nayla dan Rian akan menikah sekitar 3 Minggu lagi. Aku dan Nayla akhirnya bisa bernafas lega. Nayla memutuskan untuk keluar kerja saat itu juga, secara dia mengalami morning sicknes jadi dia tidak sanggup kalau di suruh kerja.


Sorenya barulah mas Bagas menjemputku di kediaman orang tua nayla dengan motornya. Aku menyambutnya dengan senyum cerah,karena sudah mendapatkan kabar yang baik. Kami memutuskan untuk langsung pulang karena kami harus mengurus urusan kami yang akan pergi honeymoon.


***


"Mas...?"


"Iya sayang. ada apa? Kamu butuh sesuatu?"


Mas Bagas langsung menyentil hidungku pelan, dan aku langsung terkekeh kecil dibuatnya. Aku makin mengeratkan genggaman tangannya, kami sekarang sedang berjalan menyusuri pantai sore hari sambil menunggu matahari terbenam.


Setelah sampai tadi di hotel kami memutuskan untuk makan di sebuah tempat makan yang dekat dengan pantai,jadi ketika sudah selesai makan kami memutuskan untuk berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan indah pantai di sore hari.


"Mas juga merasa beruntung bisa mendapatkan wanita secantik kamu dan Sholehah juga. Mas janji akan selalu membuatmu bahagia karena sudah mau menikah dengan mas. kamu tahu sayang?"


"Hmmm...?"


"Kamu itu adalah wanita yang sangat kuat dan berani. Kamu berani hidup di kota orang sendirian tanpa adanya sanak saudara yang membantumu,itu membuat mas tuh bangga dan juga terkesan sama sifat gigih kamu yang pantang menyerah. Dulu waktu Mas memutuskan untuk hidup mandiri,ayah dan ibu selalu merecokiku dengan datang setiap beberapa hari sekali. Kadang dulu malah setiap hari, mereka masih kekeh untuk membuat mas tinggal bareng dengan mereka. Tapi mas pikir,kalau mas tinggal dengan orang tua terus kapan mas bisa hidup mandiri dan mas juga nggak bisa mengandalkan mereka terus."


"Tapi setelah di bujuk rayu ,akhirnya mereka setuju dan rela aku tinggal sendirian. Dulu mas juga ngekos bareng teman-teman kampus, tapi lama kelamaan mas milih untuk mencari tempat yang lebih besar dan mas berpikir untuk membuka usaha sendiri."

__ADS_1


Kami berjalan bersisian di tepi pantai sambil saling menautkan jari tangan kami. Aku menyandarkan kepalaku di lengannya, aku tersenyum mendengar kisah perjuangan suamiku.


"Waktu pertama kali mas buka usaha itu mas coba jualan minuman minuman yang sedang trend saat itu di kalangan anak muda. Terus dirasa sudah mulai banyak peminatnya, mas bekerja sama dengan teman mas untuk jualan makanan kecil, seperti yang tertera sekarang di menu cafe. Tapi ya gitu...butuh waktu yang tidak sedikit untuk mencapai seperti sekarang ini. Walaupun tidak membuat mas kaya mendadak, seengganya mas bisa bantu mereka yang butuh pekerjaan hehehe."


"Aku dulu juga sempet punya cita-cita ingin mempunyai sebuah cafe mas. Dengan banyak kursi dan meja, dan dia atasnya ada lampu gantung yang membuat setiap pengunjung yang datang merasa nyaman. Apalagi di tambah penyanyi yang sedang membawakan lagu-lagu melow, duuhhhhh pokoknya enak deh kalau buat nongkrong bareng temen atau pacar."


"Dan sekarang cita-cita kamu sudah terwujud sayang. Karena sekarang kamu sudah menjadi istri dari seorang owners cafe yang kamu impikan."


Sreettt


Aku menghentikan langkahku dan membuat mas Bagas juga ikut berhenti. Aku menariknya untuk duduk di atas pasir pantai yang kering, aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Aku menggenggam erat tangan suamiku sambil menatap matahari yang mulai terbenam.


"Iya mas. Terima kasih karena kamu sudah mewujudkan impian ku. Dan kini Aku bisa hidup bahagia karena mu, bisa merasakan kasih sayang lagi seperti dulu, menemaniku disaat aku bersedih, dan mau menjadi sandaran hidupku. Aku......." Ku tatap wajahnya yang sekarang sedang menatap mataku. ku dekatkan bibirku dan kukecup bibirnya.


"I love you sayang. Semoga kebahagiaan akan selalu menyertai kita mas. Dan jika ada kalanya kita mempunyai masalah, semoga kita bisa mengatasinya dengan baik. Aamiin..!!"


"Aamiin."


Kami menikmati suasana matahari terbenam di pantai. Banyak pasangan yang juga menikmatinya seperti kami.


Setelah lelah kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Setelah tiba di kamar,aku berniat mandi di kamar mandi. Tapi sepertinya itu tidak akan terwujud,karena mas Bagas sudah memenjarakan ku dan membawaku ke atas ranjang.


"Waktunya untuk bersenang-senang yang sesungguhnya sayang." Aku bergidik mendengar suara mas Bagas yang begitu dekat di telingaku. Aku melingkarkan tanganku ke lehernya dan....


Ctak


Tbc

__ADS_1


__ADS_2