Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 112


__ADS_3

oek..oeeekkk...


kini wajah tegang dan panik langsung berdiri mendengar suara tangis bayi yang ada di dalam sana


dua jam menunggu, akhir nya semua bisa bernafas lega, ketika mendengar suara tangisan yang membuat semua orang bahagia


kepanikan yang sesaat terjadi, kini datang lah kebahagiaan yang menyelimuti ke dua pasang yang baru memiliki buah hati tercinta,


'' Alhamdulillah... anak kita sudah lahir sayang..'' ucap ata begitu senang nya,


ia menciumi setiap inci wajah Yuna, dan memeluk Yuna begitu erat nya, sedang kan wajah Yuna kini penuh dengan peluh keringat yang membanjiri akibat pertarungan nya memberikan sang suami tercinta buah hati


Yuna hanya tersenyum manis, ketika ata berkali-kali mengecup dan memeluk nya, ia bahagia mendapat kan suami yang begitu sayang pada nya


'' bapak.. tolong ikut saya, untuk mengazani putri bapak..'' ucap suster yang bertugas membersih kan bayi


sedang kan dokter dan perawat lain nya membersih kan sisa-sisa kotoran yang ada di tubuh Yuna


'' baik sus...'' ujar ata menatap sekilas sang suster


Yuna tak bisa banyak berkata, karena kondisi nya yang kurang memungkin kan, ia masih lemas dan lelah, mata mengantuk semua menjadi satu


'' mohon ibu nya jangan tidur lebih dulu,, sebelum aba-aba dari saya..'' ucap dokter melarang Yuna memejam kan mata saat ia sudah mengantuk sangat amat berat


'' saya mengantuk sekali dok..'' Yuna berkata lirih


'' sus... tolong kamu ajak berbicara ibu nya..'' suruh dokter tersebut kepada salah satu suster nya


selang berapa menit, Yuna pun di pindah kan dari ruang bersalin, ke ruang inap, kini di ruangan Yuna begitu banyak teman berbicara nya


'' aku lapar ma..'' ucap Yuna lirih,


leana yang berada di samping Yuna pun menoleh ke arah Yuna, dan menatap Yuna


'' apa yang kau ingin kan nak..'' tanya leana lembut, karena ia tidak mendengar apa yang di ucap kan Yuna tadi


'' aku lapar ma.. mau makan..'' ucap Yuna pelan mengulangi permintaan nya


'' Yuna minta apa kak..'' mama ata mendekat kepada leana dan juga Yuna


'' Yuna lapar,, ia meminta makan..'' ujar leana


ia pun hendak bangkit dari duduk nya, ia hendak mengambil kan makan untuk yuna, namun di tahan oleh mama ata

__ADS_1


'' ada apa..'' tanya leana heran menatap mama ata


'' biar aku saja kak.. lagian kakak sedari tadi sudah lelah..'' tahan mama ata, ia pun mengganti kan leana mengambil kan makan untuk sang menantu


***


pagi hari ini Yuna sudah di perboleh kan pulang oleh sang dokter ya g menangani nya


'' papa kenapa tidak kunjung kemari ya..'' heran mama ata ketika sang suami tak kunjung datang setelah mendapat kabar kelahiran sang cucu


'' salah mama juga sih,, tak mau di ajak pulang..'' ujar ata sambil terkekeh kecil


'' papa mu aja yang mementing kan pekerjaan nya dari pada keluarga nya..'' elak mama ata yang tak mau di salah kan


'' itu juga kan demi mama... kalau papa tidak kerja mana mungkin mama bisa menikmati hasil nya seperti sekarang ini..'' ucap ata


'' apa beda nya dengan kamu..'' tuding mama ata pada diri nya


'' aku jelas beda dong ma,, aku juga ikut bekerja, terkadang membantu papa dari rumah..'' ucap ata membela diri


oek..oeekk...


tangisan pecah dari anak ata membuat ke dua orang yang sedang bertengkar menghentikan sejenak perdebatan nya


'' mama sih... ribut,, lihat kan jadi menangis..'' ucap ata seraya mengangkat putri nya


'' kok? jadi mama yang di salah kan, ini salah kamu juga tau..'' ujar mama ata menatap anak nya dengan tatapan tajam


oeeeeekkkkkk......


tangisan yang semakin kencang, membuat dua orang yang tengah berdebat menjadi menghentikan pertikaian nya


'' aduh kalian ini, bukan nya mendiam kan cucu ku, malah membuat nya semakin menangis..'' omel leana menatap besan dan menantu nya secara bergantian


ata yang di salah kan oleh mertua nya hanya tersenyum kuda sambil menggaruk pelipis nya yang tidak gatal


'' aduh cucu Oma... kenapa menangis..'' ucap leana menghampiri Yuna dan anak nya


'' mungkin masih haus ma,, susu Yuna belum sepenuh nya keluar..'' ujar Yuna menatap iba kepada sang anak


'' mama buat kan susu formula saja, biar kenyang..'' leana pun bangkit dan membuat kan susu untuk anak Yuna


sedang kan ke dua orang yang berdebat tadi hanya terdiam sambil melihat apa yang di kerjakan oleh Leana

__ADS_1


'' mau di beri nama siapa anak kalian..'' tanya leana sembari menyerah kan botol susu kepada Yuna


'' belum ada kepikiran ma,, entah mas ata..'' ujar Yuna menatap ata


leana pun menatap ata, sembari menunggu apa jawaban dari menantu nya itu


'' Davina mi,, bagus tidak..'' tanya kepada leana


'' hanya Davina saja,, tidak ada yang lain nya..'' tanya leana lagi


'' ata tidak terlalu memikir kan nya mi,, jadi hanya itu saja yang ada di pikiran ata saat ini..'' ucap ata


'' kamu tidak ada kepikiran nama anak mu Yuna..'' tanya leana menatap kembali Yuna


'' gak ada ma,, Yuna gak ada kepikiran tentang menyiap kan nama nya..'' ujar Yuna menatap leana dan ata secara bergantian


'' bagai mana kalau nama nya Davina nazifa saja..'' ujar mama ata yang semula diam memberikan usulan


'' apa arti nya ma..'' ata menoleh ke arah sang mama


'' Davina itu kan,, arti nya perempuan. atau wanita... sedang kan nazifa itu arti nya cerdas..'' ucap mama ata


'' jadi..kalau di gabung kan ke dua nya, Davina nazifa, dalam artian nya yaitu.. wanita atau perempuan yang cerdas..'' lanjut mama ata


'' perempuan cerdas ya....'' ujar ata seraya mengelus dagu semabri berpikir


'' mama mau anak ata jadi wanita cerdas gitu..'' ucap ata menoleh ke arah sang mama


'' cukup bagus juga nama,, aku setuju saja kalau nama itu di pakai,, apa salah nya kalau wanita itu cerdas..'' ucap Yuna satu pendapat dengan sang mama mertua


'' baik lah,, kalau itu mau kamu..'' ucap ata lagi,


'' nama yang cukup bagus,, tidak ada tambahan lain nya kan..'' tanya leana kembali


'' tidak ada mi...bpalingan juga nama belakang keluarga ata, itu pun kalau mau di pakai, kalau tidak, ya.. juga gak papa..'' ujar ata menatap sang mama


'' pakai saja lah, walau pun cucu ku perempuan, tapi kan,, dia tetap lah pewaris dari keluarga kita ata,, tidak ada lagi selain kamu dan anak-anak mu nanti yang mewarisi harta keluarga kita..'' ujar mama ata menatap anak nya sinis


'' ata kan hanya bilang begitu ma, kenapa mama langsung main marah saja..'' ujar ata


'' assalamualaikum....''


teriakan kuat dari luar sana membuat ke empat orang yang berada di dalam kamar menoleh ke arah pintu kamar

__ADS_1


...****************...


__ADS_2