
Setahun telah berlalu dengan pernikahan Yuna yang cukup bahagia, walau terkadang masalah datang menghampiri mereka, namun semua terlewati dengan mudah
'' akhir nya.. kita bisa pindah ke rumah impian kita.. kamu senang tidak..'' ata merangkul Yuna masuk ke dalam dekapan nya
'' tentu saja aku senang mas, apa lagi di sini banyak anak kecil nya..'' kata Yuna menerawang jauh tentang keributan anak kecil di rumah mereka
'' yang sabar ya.. mungkin Allah belum mengijin kan kita untuk memiliki seorang anak..'' ucap ata sembari mengelus pipi mulus Yuna
'' kamu benar, tapi sekarang aku kesepian, Daren sudah tidak ada lagi di rumah mama,..'' ucap Yuna sedih,
rejeki Yudis berlimpah, semenjak kehadiran Daren, kini mereka menempati rumah milik mereka yang tak jauh dari kota E
sedang kan Yuda, akhir bulan mengabari tentang pernikahan nya yang begitu mengejut kan, setelah sekian lama tak kunjung terlihat, namun dengan berita pernikahan nya yang membuat seluruh keluarga Yuna heboh sekaligus senang
'' hei.. sedang melamuni apa sih..'' ata menarik pangkal hidung Yuna dengan gemas
'' apa sih,, aku hanya memikir kan bang Yuda saja, tumben ia mengabari keluarga nya, setelah sekian lama tidak pernah terdengar kembali..'' ucap Yuna bertopang dagu
kini mereka berdua tengah bersantai di ruang tamu, tak ada yang menarik sama sekali di mata Yuna untuk saat ini,
rumah yang begitu megah, ternyata membuat Yuna terkadang suka kesepian, Yuna berharap, suatu hari nanti, rumah yang ia tempati memiliki cerita nya sendiri
'' CK.. ngelamun lagi..'' ata berdecak kesal
'' apa sih mas,, ganggu aja,'' ucap yuna menoleh ke arah sang suami yang duduk di samping nya
'' kamu ngelamuni apa sih,, kamu sedari tadi melamun tidak jelas..'' ucap ata menarik ke dua pipi Yuna berlainan arah
'' sakit mas... pikir nya tidak sakit apa..'' Yuna berdecak kesal, ketika mengetahui sang suami nya terus menjahili nya
'' aduh.. sayang nya mas ini..'' ucap ata memeluk Yuna ke dalam dekapan nya
'' jangan dekat-dekat deh mas..Yuna takut mas cubit lagi..'' ucap Yuna sambil mendorong ata agar sedikit menjauh dari nya
'' iss... jangan marah dong, mas hanya bercanda doang kok?'' ucap ata tak melepas kan Yuna sedikit pun,
ata yang gemas kepada Yuna, memeluk dan menc**i Yuna di dalam pelukan nya,
__ADS_1
'' pengap mas,, gak bisa nafas ini..'' ujar yuna lagi sambil mendorong tubuh ata sedikit menjauh
'' yang...?'' panggil ata, membuat Yuna menoleh ke arah sejenak
'' kenapa mas..'' tanya Yuna cepat
bukan nya menjawab, ata malah mendekat kan diri nya ke arah Yuna, secepat kilat ata menyambar b***r ranum yuna yang sangat menggoda
'' ayo pindah Yang..'' ajak ata ketika c**man mereka terlepas
Yuna pun hanya mengangguk setuju, ata pun membawa Yuna ke kamar mereka yang berada tidak jauh dari ruang tamu,
***
hari ini ata dan Yuna menyempat kan diri untuk berkunjung ke rumah Yudis, sekedar say Hay dengan Daren, sebelum mereka berangkat bekerja seperti biasa
'' anak ganteng mami sudah mandi..?'' Yuna menciumi seluruh wajah Daren tanpa ada ya b terlewat kan sama sekali
'' jangan gitu Yang, lihat itu pipi nya sudah memerah..'' larang ata yang melihat Yuna begitu gemas nya dengan Daren
'' gemes ma.. aku bawa pulang aja lah..'' ujar Yuna sambil tersenyum pada Daren yang anteng dengan mainan yang Yuna bawa
'' apa itu,, mami tidak tau sayang..'' ucap Yuna keheranan dengan bahasa Daren yang belum terlalu pas
'' Ais mi..'' ucap nya lagi
'' Dania... Daren minta apa...'' Yuna menatap Dania yang hanya tersenyum saja ketika melihat Yuna ke ingungan sendiri
'' iihh... malah tertawa sih,, ini Daren ngomong apa Dania, mbak gak paham..'' sentak Yuna ketika Dania hanya tersenyum sendiri melihat nya
'' minta es mbak,, gitu aja gak ngerti..'' ucap Dania tertawa kecil
'' owalah... es toh.., ya.. udah, ayo beli es...'' ajak Yuna meraih Daren
ketika Yuna mengulur kan tangan nya, di sambut dengan Daren yang begitu riang, ketika Yuna mengajak nya untuk membeli apa yang ia ingin kan
'' Dania, di mana di sini jualan nya.. yang paling dekat..'' tanya Yuna kepada Dania
__ADS_1
'' di depan juga ada mbak, gak jauh dari komplek ini kok?'' ucap Dania pada Yuna
Yuna pun segera membawa Daren, sedang kan Dania tetap tinggal, tidak dengan ata, tentu saja ia ikut dengan yuna kemana pun Yuna pergi
sepanjang perjalanan, Yuna mendengar kan ocehan Daren yang mulai aktif, namun belum terlalu jelas, namun masih bisa sedikit demi sedikit Yuna pahami
'' mau beli apa lagi Yang..'' ata bertanya kepada Yuna yang sedang memilih jajanan yang ada di depan yuna
'' ini kayak nya enak deh mas, boleh ambil yang ini ya..'' tunjuk Yuna sambil tersenyum ceria menatap ata
'' itu pedas loh Yang,, nanti kamu sakit perut loh..'' larang ata, agar Yuna tidak jadi mengambil jajanan ringan,
menurut ata itu terlalu pedas dan tidak baik mengkonsumsi makanan ringan terlalu banyak
'' jangan yang itu Yuna, cari yang lain saja..'' kata ata sambil menarik Yuna menjauh dari tempat yang Yuna berdiri
'' tapi Yuna mau yang itu, satu aja mas... ya.. ya.. plisss..'' ucap Yuna merayu ata, agar ata mengijin kan Yuna mengambil satu saja
'' gak boleh Yang..letak kan, nanti perut mu sakit, itu terlalu pedas..'' larang ata membuat Yuna mengurung kan niat nya untuk mengambil cemilan yang membuat Yuna tergoda
selesai membeli es krim, Yuna kembali membawa Daren pulang, dengan ata tepat di belakang nya sambil menenteng barang belanjaan Yuna
'' beli apa aja mbak..'' Dania melonggok kan kepala nya ke arah barang bawaan Yuna
'' mainan Daren, sama perlengkapan dapur juga ada, entah kenapa, mbak kepengen di masakin kamu..'' ujar Yuna tertawa lebar
Dania yang mendengar itu hanya bisa menggeleng kan kepala saja, tidak ada pilihan lain bagi Dania, selain mengambil apa yang Yuna bawa dan membawa nya ke dapur untuk di kelola
'' Yudis biasa pulang jam berapa Nia..'' tanya Yuna ketika Yuna menghampiri Dania di dapur
'' gak tau juga mbak, kadang cepat kadang lama, tergantung pekerjaan nya juga, kalau cepat siap, ya... cepat pulang..'' saut Dania menoleh ke arah Yuna yang berjalan di samping nya
'' oh.. kamu gak takut, hanya berdua dengan Daren aja di rumah,, apa lagi ini tetangga nya lumayan jauh jarak nya dari rumah kamu..'' tanya Yuna lagi
'' mau gimana lagi, tapi ya..mbak, kalau kita sudah berkeluarga, enakan rumah sendiri ya..'' ucap Dania sambil terkekeh
'' tentu saja, mau apa tidak ada yang melarang, mau masak atau tidak, tidak akan ada yang marah..'' ucap Yuna menyetujui pendapat Dania
__ADS_1
selama menunggu dania memasak, Yuna hanya membantu sekedar nya saja, setelah semua matang, Yuna Dania dan ata pun menyantap makan siang yang telah terhidang, setelah itu mereka berdua pun pulang ke rumah
...****************...