Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 120


__ADS_3

'' ata... kamu harus mencerai kan yuna, dan ikut mama pulang ke tempat asal kita..'' ujar mama ata di sela mereka sudah selesai makan penuh drama. tersebut


'' apaa... '' ujar ata terkejut dengan ucapan sang mama barusan


'' kamu harus cerai kan istri mu itu,, selalu saja tidak mematuhi perintah mama..'' ujar mama yang mengejek Yuna lagi


'' mama ngomong sama siapa .'' tanya ata terkekeh kecil


'' ya..tentu sama kamu lah, ... kalau kamu tidak mau menurut sama mama dan papa... mama akan paksa kamu..'' ujar mama ata menatap anak nya tajam


ata yang mendengar itu, hanya berdecak kesal pada sang mama, ia menatap secara bergantian, dua orang tua yang ada di hadapan nya saat ini


'' oh.. begitu ya.. ma..'' ujar ata singkat


'' iya..? dan kamu tidak boleh menolak permintaan mama, karena mama yang telah melahirkan kan dan membesar kan mu sampai seperti ini..'' ujar mama ata dengan congkak angkuh nya


'' oh.. kalau begitu,, silah kan mama dan papa keluar dari rumah ata ini,, dan ata tidak mau lagi bertemu dengan mama dan papa,, asal mama tau ya.. ata sudah menikah, ada yang harus ata tentang jika itu salah, dan mama tidak bisa menggenggam ata seperti dulu lagi..'' ujar ata masih merendah kan emosi nya


'' kamu ini apa-apaan sih..ma,, jangan karena orang lain? kamu mempertaruh kan rumah tangga anak sendiri..'' ujar papa ata yang sedari tadi diam memperhati kan ke dua nya bersiteru


'' loh.. mama kan benar pa.. lagian ata kan harus berbakti pada mama, karena mama yang telah mengandung dan melahir kan dia..'' ujar mama ata tak mau kalah


'' berbakti ya.. hhmm...baik lah.. kalau itu kemauan mama..'' ujar ata sambil geleng kepala


'' kamu mau.. menuruti permintaan mama sayang..'' ujar mama ata begitu senang nya


'' mulai saat ini,, jangan pernah usik rumah tangga ata lagi,, jangan temui anak ata lagi,, dan ata tidak mengijin kan mama berada di rumah ata lagi,,''


'' ada yang harus mama tau, ata sudah memilih Yuna, dan ata sudah dewasa ma,, ata sudah punya tanggungan hidup, keluarga ata telah menanti ata,, kalau cara mama seperti ini,, mama yang mencari peperangan dalam keluarga mama sendiri,, mulai saat ini.. ata tidak ingin melihat mama lagi..''


'' pintu ada di depan,, asal mama tau,, sudah terbuka lebar untuk keluar sekarang juga..'' ujar ata geram


'' kamu mengusir mama ata..'' tanya sang mama tak percaya atas penolakan ata


'' ya.. dan itu,, kalau mama mau pergi,, kalau tidak,, biar ata yang keluar dari rumah ata sendiri..'' ujar ata berlalu pergi

__ADS_1


'' mama apa-apaan sih... mementing kaila dari pada anak sendiri,, sadar ma... mama sudah tua,, siapa nanti yang akan mengurus kita kalau bukan ata dan Yuna,, anak kita cuma satu ma,, jangan karena sikap egois mama,, nanti kita tua jadi susah karena mama..'' ujar papa ata yang tersulut emosi


'' mama tetap ingin kaila menjadi menantu mama,, bukan Yuna yang pembangkang itu..'' ujar mama ata lagi dengan angkuh nya


'' terserah mama,, papa lama-lama pusing lihat mama,, jangan sampai menyesal mama dengan keputusan mama ya..'' peringati papa ata,,


sedang kan ata kini melangkah kan kaki nya menuju ke arah dapur, ia mencari keberadaan Yuna, namun langkah nya harus sia-sia, karena Yuna tak lagi berada di dapur


kini ata melangkah kan kaki nya menuju ke arah kamar, berharap di sana ada yuna, dan benar saja, Yuna sedang memakai kan baju kepada Davina


'' Yang... kemasi pakaian Davina..'' ujar ata begitu ia masuk ke dalam kamar


'' mau kemana mas..'' tanya Yuna penasaran


'' udah,, ikut aja..'' ujar ata lagi


'' tapi aku masih memakai kan baju pada Davina mas..'' ucap Yuna mengangkat baju Davina


'' ya.. sudah,, terus kan saja,, biar mas. yang berkemas..'' ucap ata,,


'' aneh sekali,, ada apa dengan mu mas.. kenapa wajah mu muram seperti itu..'' ujar Yuna dalam hati, ia masih curi-curi pandang pada ata yang tengah serius berkemas


'' sudah siap mas.. sini biar Yuna bantu..'' tanya Yuna ketika ia telah selesai memakai kan baju untuk Davina


'' pakai hijab mu Yang.. Davina juga .'' ucap ata lagi-lagi membuat Yuna semakin kebingungan


'' ada apa mas,, kok? kayak mau pindahan aja..'' celetuk Yuna


'' iya.. kita akan pindahan,, mencari tempat yang damai,, jauh dari orang-orang yang itu pada kita..'' ujar ata ambigu,, membuat Yuna semakin kebingungan


'' aneh kamu mas..'' ujar Yuna ia pun melangkah kan kaki nya ke arah lemari hijab, mengambil hijab dan beberapa untuk Davina juga


selesai semua,, ata pun menggandeng tangan Yuna dan sambil membawa dua ransel besar, berjalan ke arah keluar rumah


'' kalian mau kemana..'' tanya papa ata,, namun tak di hirau kan oleh ata

__ADS_1


Yuna yang hendak menjawab saja tidak sempat, karena atablangsung membawa nya keluar dari rumah,,


'' mas.. kasian itu papa,, kenapa gak di jawab..'' ujar Yuna bingung dengan perubahan sikap sang suami


'' biar kan saja..'' ujar ata, memasuk kan Yuna ke dalam mobil, ia lalu memasuk kan ransel ke bangku belakang


'' ini kita mau kemana sih mas.. jangan buat Yuna bingung..'' ucap Yuna lagi


'' nanti juga kami tau..'' ucap ata tanpa ekspresi


dua jam perjalanan, ata maupun Yuna hanya diam saja, Karena berulang kali Yuna mencoba bertanya pada ata, namun tidak satu pun perkataan nya di jawab oleh ata


'' ayo turun..'' ajak ata ketika mereka sudah sampai di tujuan


'' kita ada di mana ini mas... kok? gak asing yang..'' ujar Yuna menatap jejeran bangunan yang ada di depan mata nya


'' di penginapan om Adam..'' saut ata singkat


oh iya. Yuna baru ingat,, Yuna dulu pernah kemari, Aldo pernah membawa Yuna kemari, dan kini ata yang membawa nya kemari


'' ah.. baru ingat,, kenapa mas, membawa ku kemari..'' tanya Yuna heran


'' di rumah gak enak,, ada yang mau memisah kan kita..'' ucap ata ketika ia sudah berhasil membuka pintu penginapan


'' hah...''


'' maksud mas apa..'' ujar Yuna terkejut dan shok mendengar apa yang di ucap kan ata barusan


'' sudah.. masuk dulu,, kasian Davina,, nanti baru mas, jelas kan pada mu..'' ucap ata mengambil dua ransel yang ia taruh di jok belakang


Yuna hanya bisa menuruti apa mau ata, karena bagi nya kini, hanya ata lah yang benar-benar sayang dan memperhati kan nya


'' untuk sementara,, kita tinggal di sini, butik mu,, biar di hendlel yang lain..'' ucap ata


'' terserah kamu mas,, aku ikut yang terbaik menurut kamu saja..'' ucap Yuna seraya tersenyum, walau pun ia tak tau apa akar permasalahan yang ada

__ADS_1


...****************...


__ADS_2