
Setelah menghubungi Rey, Indah pun memutuskan untuk menghubungi Rendy. Indah juga menceritakan semuanya pada Rendy, tapi respon Rendi tidak sama seperti Reyhan, dia seperti sudah tau kalau hal ini akan terjadi, dan Rendi juga mengatakan tidak bisa menemui bundanya.
Indah sudah tau kalau Rendi tidak akan membantu nya, karena memang Rendi selalu memihak ayahnya, dan Rendi juga tidak bisa menerima saat ini seperti menjelek - jelekkan ayahnya.
"Terserah kalau dia nggak percaya sama aku, tapi akan aku pastiin kamu akan menyesal kak"gumam Indah yang sangat kesal dengan respon Rendi.
"Dasar tidak berguna"
Malam hari nya Reyhan dan Dini pun datang, mereka berbagi tugas. Dini membantu adik - adiknya untuk berkemas, sementara Reyhan menemui bundanya.
Reyhan menanyakan semuanya dan karena tidak sanggup menahanya lagi, Arin pun menceritakan semuanya pada putra sulungnya itu.
Reyhan sangat marah dan hancur mendengarnya, dia merasa gagal menjadi anak laki - laki tertua di rumahnya. Bahkan masalah seperti ini dia tidak tau.
Yang Reyhan tau selama ini hanyalah, kelakuan ayahnya yang bermain wanita, tapi tidak sampai ingin menikah dan paling parahnya keluarga ayah yang juga ikut menyerang bunda dan adiknya.
"Bund, bunda kali ini dengerin Rey ya. Sekarang ayo kita pergi dari sini, nggaka ada gunanya juga kita ada di sini."ucap Reyhan
Arin mengangguk, sebenarnya sedari dulu, Reyhan mengajaknya pindah tapi Arin masih saja mencoba untuk mempertahankan hubungannya ini. Tapi sekarang tekat Arin sudah bulat dia akan pergi meninggalkan lukanya.
Reyhan menatap adik bayinya, Dia mengambil adiknya itu dan membawanya keluar.
Dini yang melihatnya pun langsung mengambil ahli adik bayi itu.
"Sini biar aku yang bawa, kamu masukkan lah barang - barangnya ke dalam bagasi."ucap Dini. Reyhan megangguk
___
Reyhan membawa bunda dan adik - adiknya kerumah lama Istrinya, yang kebetulan tidak di tinggali.
"Bunda tinggal di sini aja, kalau bunda tinggal sama Rey, nanti ayah bisa tau dan tolong jangan kasih tau ke siapa pun alamat rumah ini, ya"pesan Reyhan. Arin mengangguk mengerti.
Setelah Reyhan dan Dini pulang, Indah pun mulai membersihkan rumah tersebut. Dia mengerjakannya sendiri, karena besok dia belum mulai sekolah jadi tidak apa - apa kalau dia terlambat tidur.
Setelah memastikan semuanya sudah bersih dan rapi Indah pergi ke kamar Bundanya, dia melihat bundanya sedang tertidur sambil menyusui adiknya.
Indah yang sudah bisa mengendong adiknya pun memutuskan untuk membawa sang adik ke kamarnya, agar bundanya bisa tidur dengan nyenyak, bundanya pasti sangat stres dengan semua kejadian yang datang beruntun pada kehidupannya.
"Adik kakak yang cakep dan baik, malam ini tidur sama kakak aja ya, jangan nakal ya,"ucap Indah menidurkan adiknya.
__ADS_1
____
Keesokan paginya, indah terbangun karena suara adzan yang sangat keras sampai rumahnya. Indah bangun dan menunaikan ibadah subuhnya.
Pergi kedapur, berencana ingin membuatkan sarapan. Inadah lupa kalau mereka baru pindah dan tidak ada bahan makanan sedikitpun.
Indah pergi ke kamar bundanya, dia melihat bundanya masih tertidur. Dengan pelan Indah mengambil dompet bundanya, ia melihat hanya 1 lembar uang merah yang ada di dalamnya. Indah jadi ingat dengan cerita bundanya kalau ayahnya sudah membawa semua uang simpanan bundanya.
Indah menghela napas, dengan berat dia terpaksa mengambil uang itu dan pergi ke pasar.
Indah pergi ke pasar dengan berjalan kaki, tapi Indah tidak tau dimana pasarnya. Indah melihat seorang ibu c ibu yang sedang menyapu halaman. Indah memutuskan untuk bertanya pada ibu itu.
"Permisi bu,"ucap Indah sopan. Ibu itu menoleh kearah Indah
"Iya, ada apa dek?"tanya ibu itu.
"Mau nanya, pasar di mana ya bu?"tanya Indah
"Pasar? Kalau dari sini pasar sangat jauh, memangnya kamu mau ngapain ke pasar?"tanya ibu itu.
"Aku mau belanja beli sayur bu."jawab Indah.
"Kamu sepertinya baru ya di sini?"tanya ibu itu lagi, karena dia tidak pernah melihat Indah sebelumnya.
"Bunda saya habis melahirkan bu. Iya kami baru pindah tadi malam bu makanya saya tidak tau tempat belanja di mana?"kata Indah.
"Ooo... Pantesan saya tidak pernah liat, itu kamu bisa belanja di sana. Warung itu sangat lengkap dan murah"kata ibu itu. Indah tersenyum
"Makasohbya bu, kalau gitu saya permisi"ucap Indah sopan dan berlalu pergi dari situ.
Benar kata ibu tadi kalau di warung itu semua barang murah - murah. Indah membeli bahan makan untuk 2 hari. Spertinya dia harus berhemat dan kalau bisa dia harus bisa cari kerjaan. Tapi kerja apa, mana ada orang yang mau memperkerjakan anak kecil sepertinya.
Setelah selesai memasak, indah membangunkan Maya dan dia juga memandikan adik bayinya.
"Bunda tadi aku ambi uang buat beli sayur dan sisanya udah aku taruh lagi di dompet."kata Indah saat memasangkan baju untuk adik bayinya.
"Iya, hemat - hemat ya nak, uang kita tinggal itu"ucap Bunda. Indah mengangguk.
"Bunda, tadi kak Rey bilang kalau dia akan mengurus surat pindah sekolah kami hari ini dan sepertinya kami akan mulai sekolah besok." ucap Indah
__ADS_1
"Iya, Maafin bunda ya. Karena bunda nggak bisa membantu."ucap Arin mulai berkaca - kaca.
"Bundahh..."Indah memeluk bundanya,
"kita pasti bisa bund, aku yakin "ucap Indah.
____
Sapri begitu bahagia hari ini, karena dia bisa menikahi kekasihnya. Dia juga senang karena hubunganya sangat di dukung oleh keluarga.
"Mas yuk mulai siap - siap, sebentar lagi penghulunya datang."ucap adiknya, Sapri pun mulai bersiap.
Pukul sepuluh penghulu pun datang, namun pengantin wanitanya belum juga datang.
"Pak tunggu sebentar ya, mempelai wanitanya belum datang"ucap Sapri.
Sapri mulai gelisa, dia terus menghubungi Dona sang kekasih.
"Ini kenapa sih, kok nggak diangkat?"tanya Sapri yang mulai kesal.
Kekhawatiran merasukiny, tidak mungkin kan kalau pengantinnya kabur?
"Mas ini, Donanya mana?"tanya adik perempuannya.
"Aku jugga nggak tau, dari tadi dia nggak menerima telponku"ucap Sapri yang sedang mengetik pesan untuk Dona.
"Ini gimana? Apa masih lama? Saya juga masih ada orang yang mau di nikahkan"tanya pak Penghulu yang mulai bosan menunggu.
"Pak tunggu sebentar lagi ya"ucap Sapri.
"Baiklah saya akan menunggu 30 menit lagi"ucap pak penghulu.
Orang - orang pun mulai berbisik - bisik, sebagian dari mereka banyak yang menertawakan dan menceeh. Mereka bersyukur kalau pernikahannya batal, karena mereka tau kalau Arin sang istri Sapri pasti sangat menderita.
Hampir semua orang di sana sangat tidak suka dengan keluarga Sapri yang suka menzolimi Arin.
Padahal Arin adalah tipe istri Idaman, dia penurut dan snagat sholeha. Kenapa dengan teganya Sapri dan keluarganya menelntarkan wanita itu.
Sekarang bagaimana keadaan Arin apa yang akan di lakukan oleh wanita itu. Kenapa dia tidak datang untuk mencegah pernikahan ini.
__ADS_1
...****************...