
semua wanita pasti akan mengingin kan hidup bahagia di dampingi orang yang tepat, dan begitu sangat di sayangi dengan orang yang juga kita sayang
begitu meriah acara pesta pernikahan yu a dan ata, siapa sangka, cinta yang Yuna anggap adalah sebagai mainan di waktu kecil, kini menjadi cinta yang sesungguh nya
'' kau bahagia..'' tanya ata sambil menggenggam tangan Yuna di atas pelaminan
di mana semua mata tertuju ke pada dua insan yang tengah di mabuk asmara
'' tentu saja aku bahagia..'' ujar Yuna seraya tersenyum lebar
kali ini, senyum yang Yuna pancar kan, bukan senyum palsu, seperti saat ketika ia menikah dengan Bram, kini ia sangat bahagia
senyum yang terukir indah, begitu membuat semua para tamu undangan merasa kan kebahagian dua pengantin yang bersanding
suka duka yang Yuna lalui selama ini sangat membuat Yuna menjadi pribadi yang kuat dan wanita yang tegar, namun hati ini, ia merasakan bahagia nya hidup, jika berdampingan dengan pria yang sangat mencintai kita
'' aku harap, senyum mu tak kan pudar, bila bersama ku,..'' ujar ata mengagumi wajah Yuna yang begitu indah dan menawan
di setiap acara, semua terkalui, di samping kiri Yuna ada keluarga nya yang selalu setia mendampingi nya,
sang mama leana tak pernah melewat kan hari bahagia Yuna, ia selalu siap siaga di samping Yuna, begitu pun dengan Yudis dan Dania, tak lupa pula dengan Daren, si anak manja yang selalu bergelanyut manja pada Yuna
'' anak mami.. tanpa sekali hari ini..'' ujar Yuna meraih Daren ke dalam dekapan nya
mereka mengabadi kan kebersamaan mereka bertiga, tanpa ada rasa cemburu di hati ata, ia dengan senang hati juga ikut berpose bersama Daren dan Yuna
'' tentu saja dia tampan, ayah nya juga tampan begini..'' ujar Yudis percaya diri
membuat Yuna berdecak sebal menatap sang adik yang bertingkah berlebihan menurut Yuna, namun ia tetap menyayangi Yudis seperti adik kecil yang selalu membutuh kan pertolongan nya
'' mama tidak ikut bersama kami, di sini..'' pinta Yuna melambai kan tangan pada sang mama
__ADS_1
'' tentu, mama akan ikut apa yang kau mau.. asal kau bahagia, mama juga ikut bahagia..'' ujar leana mendekat ke arah Yuna
ketika semua keluarga berfoto bersama, namun tiba-tiba saja, acara begitu riuh nya kedatangan tamu tak terduga,
membuat ata terkekeh kecil ke arah depan, tempat menerima para tamu undangan
'' ternyata mereka datang juga..'' ujar ata tertawa mengejek ke arah Tami yang baru datang
'' kau ini, tidak boleh begitu, bagai mana pun mereka tetap lah orang tua mu..'' ujar Yuna menyikut lengan ata
'' aku tau itu, tapi lihat lah wajah mereka, aku tengah bahagia, mereka kenapa muram seperti itu..'' ata berdecak kesal melihat raut wajah ke dua orang tua nya yang muram
'' siapa mereka Yuna..'' tanya leana menatap Yuna sejenak
'' mama papa nya ata ma..'' saut leana cepat
'' bukan kah mereka? tetangga kita dulu kan..'' ujar Yudis
sedang kan yang di omeli hanya tertawa kecil, melihat hal itu, ata semakin kesal pada Yudis,
'' awas saja kau, akan ku lari kan anak mu bersama Yuna..'' ancam ata membuat Yudis bungkam seketika
'' jangan berbicara begitu, Yudis pernah merasa kan kehilangan anak nya, sampai saat ini belum di temu kan juga..'' bisik Yuna membuat ata merasa bersalah pada Yudis
'' maaf kan aku, Abang tidak bermaksud menyinggung mu..'' ujar ata merasa bersalah pada Yudis
'' tak apa bang, lagian Abang tidak tau kebenaran nya, wajar saja Abang berucap seperti itu..'' tutur Yudis tersenyum terpaksa
'' hei.. sudah? jangan di ingat lagi, ingat? kita sekarang sudah ada Daren, kita hanya perlu mendoa kan nya, kalau masih hidup semoga di tangan orang yang tepat, jika sudah tiada, semoga anak kita di dalam surga dalam ke adaan bahagia..'' ujar Dania mengelus dada Yudis
'' terima kasih sayang, sudah mengingat kan ku,, makin tambah sayang deh gue jadi nya..'' ujar Yudis merangkul Dania ke dalam dekapan nya
__ADS_1
satu yang membuat leana merasa kurang bahagia, karena kualrang nya kehadiran anak pertama nya, yang kini entah kemana pergi nya,
'' kau anak yang menyebal kan..'' mama ata datang mendekap anak nya sambil terus memukuli ata
'' apa sih ma,, kenapa memukuli ku begitu,, mama dan papa sendiri yang memutus kan untuk tidak menerima kehadiran Yuna di samping ku, aku sebagai anak, tak mau terlalu durhaka, jadi? aku memilih untuk pergi saja, dari pada aku menderita batin. menikah dengan wanita yang tidak aku cintai..'' ujar ata sedikit menjauh kan tangan sang mama yang terus mengayun pada nya
'' tapi tidak dengan menutup akses begini, papa mu hampir prustasi untuk mencari keberadaan mu..'' sungut sang mama
'' itu salah mama sendiri, membuat ata harus berbuat nekad..'' ucap ata tak mau di salah kan
'' maaf kan mama Yuna, mama terlalu melukai hati mu, untuk pertama kali berkunjung ke rumah mama, kau begitu tersakiti oleh sikap mama..'' ujar mama ata sedikit menyesal dengan tindakan nya tenpo hari
'' tak apa ma,, Yuna sudah melupa kan hal itu..'' ujar Yuna seraya tersenyum lebar
'' apa kabar kak.. aku mohon maaf untuk terlambat hadir..'' kini mama ata berpindah pada leana yang ada di dekat Yudis
'' tak apa Weni... aku memaklumi hal itu..'' ucap leana lembut kepada mama ata
'' aku juga meminta maaf kak,, aku salah sangka kepada keluarga kalian, aku tidak tau, bahwa Yuna itu adalah anak bang Tio..'' ujar Rendi memeluk leana
'' eh.. iya.. kemana pergi nya bang Tio..'' tanya Rendi kembali, ketika ia tersadar, bahwa tidak ada orang yang barusan ia sebut tadi
'' mas Tio sudah lama meninggal kan kami, keluarga kami hanya tinggal berempat saja..'' ucap leana membuat Weni dan Rendi terkejut
'' maaf kak,, rendi tidak tau akan hal itu.. aku bahkan belum sempat mengucap kan terima kasih pada nya, aku sangat bersyukur, dulu kalau tidak ada keluarga kakak, mungkin kami masih menjadi gembel di jalanan..'' ucap Rendi mengingat masa lalu nya
'' hei.. kenapa jadi tangis-tangisan begini, ini hati bahagia ku, aku tak mau ada air mata dalam kebahagiaan ku ini..'' ujar ata menyudahi sesi darma ku menangis
mereka semua pun menghenti kan tangis mereka seperti apa yang di pinta ata pada mereka, kini keluarga ata lengkap berdiri gagah di samping ata,
tak lupa dengan keluarga satu-satu nya leana sebagai pengganti orang tua dan suami nya, yaitu Adam, mereka kini berkumpul dan berfoto bersama
__ADS_1
...****************...