
Undangan sudah di sebar luaskan dan acara pernikahan sebentar lagi akan di laksanakan, hari ini nindy akan melepaskan status janda nya dan akan menyandang status nyonya Ardiansyah.
Nindy kini sedang duduk menunggu di sebuah ruangan besar sambil memandang bunga yang ada dalam genggaman nya. .
(Maaf saya hanya meminjam foto saja, dan maaf juga wajahnya sya tutup sticker. Jadi kalian bisa bayangin sendiri wajah visual nindy sendiri-sendiri.)
ceklek
terbukalah pintu ruangan dan menampakan sosok sang mantan ibu mertua, dia berjalan mendekati Nindy yang kini sedang menatapnya sambil berkaca-kaca. Nindy berdiri dan menyambut uluran tangan mantan mertuanya itu dan di ciumnya punggung tangan nya.
Dia memandang sendu Nindy, andai Bagas tidak meninggalkan Nindy pasti Nindy sekarang masih menjadi menantunya. Dia begitu merasa kehilangan sosok anak perempuan ketika Nindy berpisah dengan Bagas.
Hiks...
Tak bisa menahan lajur air matanya , dia menangis sambil memeluk erat nindy.
"Ya Allah nin. Maaf kan Mama yah sayang, maafin kesalahan Mama yang tidak bisa mempertahankan kamu menjadi mantu Mama. Mama sangat menyesal melepaskan kamu nin,hiks... " Nindy berusaha menahan tangisnya agar riasan make up sudah menghiasi wajahnya tidak luntur. Dengan sabar nindy menepuk pelan punggung mantan mertuanya itu.
"Mama nggak salah mah. ini semua memang sudah suratan takdir Allah, bahwa Nindy belum berjodoh dengan mas Bagas. Kali ini Mama harus mengikhlaskan nindy untuk bersanding dengan suami Nindy yang baru. Tolong doakan Nindy supaya bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah.".
"Tentu sayang. Mama pasti akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan keluarga kamu nanti. Berbahagialah sayang. semoga mas Ardan bisa menjadi jodoh terakhir kamu yah sayang...?"
"Aamiin mas. makasih doanya.!" Nindy melepaskan dekapan nya dan menghapus air mata yang ada di wajah mantan mertuanya. mereka lalu tersenyum untuk saling menguatkan.
"Mama pergi dulu yah nin. assalamualaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam mah." Nindy melihat kepergian mantan mertuanya dengan nafas yang lega, akhirnya mantan mertuanya mau mengikhlaskan nindy bersama Ardan.
Nindy melihat kedatangan Nayla, rita dan juga Dinda. mereka tersenyum bahagia melihat untuk kedua kalinya Nindy melepaskan masa lajangnya.
Nayla menghampiri Nindy yang kini sedang mengulurkan tangan nya dan di sambut baik oleh Nayla. Mereka saling berpelukan satu sama lain.
"Kali ini gue berharap banget kalau Ardan adalah lelaki terakhir yang akan menemani kamu sampai maut memisahkan kalian nin. Gue nggak mau datang lagi ke acara pernikahan lo lagi nanti. mengerti...!"
"Aamiin nay. gue juga berharap kali ini pilihan gue nggak salah lagi nay. Gue juga nggak mau lagi di sakuti lagi , cukup kemarin saja aku merasakan sakit."
"iya nin. gue juga nggak mau ngabisin duit gue lagi buat beliin lo kado nikahan lagi. Gue aja belum lo kasih kado nikahan, lah lo malah udah 2 kali aja.!" Timpal Rita kepada Nindy. sedangkan Dinda hanya bisa ikut berbahagia melihat teman nya ini akan menikah lagi. Untuk masalah Bagas, mereka sudah tidak mau membahas nya lagi. Bagas sudah masa lalu bagi mereka semua.
Semenjak perceraian nindy dan Bagas, sekarang Bagas sudah keluar dari pabrik tempat mereka kerja dulu. Entah kemana Bagas berada sekarang, mereka juga tidak mau memperdulikannya lagi.
"Sialan lo pada. Doa nya pada jelek-jelek banget sih."
"Lah bener dong gue ngomong tadi. Di antara kita berempat baru lo Sama Nayla yang udah merried, sedangkan gue sama Dinda kita masih adem ayem nih."
"dasar lo dindot.. Nggak setia kawan lo." Rita menggerutu kepada dinda. Nindy akhirnya tersenyum melihat tingkah kocak teman-teman nya dulu, andai waktu bisa di putar nindy ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan mereka semua.
ketika nindy dan teman-teman nya sedang bernostalgia, ada seorang perempuan berbaju batik yang memasuki ruangan nindy, nindy yang menyadari kehadiran perempuan itu langsung tersenyum.
" nyonya nindy di harap ikut saya karena acara ijab qobul akan segera di mulai." Nindy Langsung menggenggam tangan nayala dan Dinda yang ada di dekatnya. Nindy jadi gugup di buatnya, walaupun ini bukan pernikahan pertama untuk nya tapi tetap saja Nindy gugup di buatnya.
"Rileks aja nin."
"Tarik nafas lo, terus lo buang pelan-pelan."
__ADS_1
Nindy mengikuti saran teman-teman nya dan setelah di rasa cukup tenang, Nindy berdiri dan melangkah mengikuti wanita tadi. teman-teman nya ikut berjalanendampingi nindy. Saat mereka sudah mulai memasuki sebuah ruangan besar yang sudah di sulap sedemikian cantiknya.
Tangan Nindy mulai panas dingin, Nayla yang berada di sampingnya mengeratkan genggamannya untuk menguatkan nindy.
"Lo pasti bisa nin. Semangat. jangan sampai Li pingsan di acara pernikahan lo."
"Ehm.." Nindy hanya bergumam sambil menatap sosok Ardan yang ada di depan sana sedang menunggunya sambil tersenyum manis padanya.
Ardan menatap wajah Nindy yang kini sedang berjalan mendekatinya, ketika sudah dekat Ardan tersenyum menyambut kedatangan nindy, dia menarik kursi untuk Nindy duduk di kursi iajb qabulnya.
Ardan masih terpesona dengan kecantukan nindy yang begitu menawan. Nindy yang di tatap sedemikian rupa langsung menoleh ke arah ardan dan mengingatkannya untuk fokus. Ardan sudah benar-benar gemas ingin mencium wajah Nindy, jadi dengan segera setelah penghulu mintanya untuk mengucapkan ijab qobul Ardan dengan semangat 45 mengucapkannya dengan lantang dan tegas.
"Sah......"
"Alhamdulillah, sekarang waktunya mba Nindy untuk mencium tangan mas Ardan dan sebaliknya mas Ardan bisa mencium kening istrinya." Dengan malu-malu nindy mencium punggung tangan suaminya, dan ardan langsung mencium kening nindy sambil berdoa semoga dia bisa membahagiakan nindy sampai maut memisahkan mereka.
Setelah acara ijab qobul selesai , mereka melanjutkan acara resepsi di waktu itu juga,, para tamu undangan mulai bergiliran untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
"Tes..tes..hai semua perkenalkan nama saya adalah Nayla, saya berdiri disini untuk mengucapkan selamat kepada sahabat terbaik saya , Nindy. Dan saya berdiri disini juga atas permintaan sang mempelai juga, kkkk. Mempelai wanita kita ,nindy akan mempersembahkan sebuah lagu untuk suaminya. " Ardan langsung menatap nindy yang kini sedang tersenyum malu sambil menundukkan kepala,ardan menarik wajah Nindy dan meminta penjelasan apa benar kalau Nindy akan bernyanyi untuknya.
"Sayang,, kamu beneran mau mempersembahkan lagu untuk ku...?" Ardan mengusap wajah nindy dengan sayang. Nindy mengangguk malu sebagai jawabannya. Ardan langsung tersenyum lebar dan mencium pipi nindy.
Cup
__ADS_1
"Hei hei kalian bisa melanjutkan bermesraan nya nanti malam saja." Para tamu undangan langsung tertawa melihat Nayla yang menegur pengantin baru kita yang sedang bermesraan di atas pelaminan.
Tbc