Penantian Cinta

Penantian Cinta
Bad mood


__ADS_3

Saat jam istirahat makan siang, Indah dan Lala makan bersama. Dari tadi Lala terus saja memaksa Indah untuk bercerita pada nya. Lala orangnya, memang pekaan dan penasaran. Dia tidak akan berhenti mencari tau, sebelum dia mendapatkan info yang dia inginkan.


" Kenapa nggak makan? Ayo cepat makan! Nanti jam istirahat kita keburu habis." kata Lala, yang melihat indah hanya memandang makanannya.


"Aku lagi nggak selera, mbak." ucap Indah.


" Kalau mbak mau, mbak boleh ambil bagianku." kata Indah lagi, ia mendorong pelan piringnya ke depan Lala.


"Kamu kenapa sih sebenarnya?" ucap Lala.


"Aku lagi pusing mbak." ucap Indah pelan.


"Pusing? Kenapa? Apa ada kau punya masalah?" tanya Lala.


"Aku membutuhkan uang 100 jt dalam waktu dekat ini." ucap indah pelan. Sebenarnya dia sangat tidak mau berbagi masalahnya pada siapa pun. Tapi, kali ini dia tidak bisa menahan dan memendam semuanya sendiri lagi. Dan Indah berharap dengan dia berceri dengan Lala, siapa tahu Lala memiliki solusi untuk masalahnya.


"APA? 100 jt? Untuk apa Indah?" Lala sangat kaget dengan nominal yang d ucapkan oleh teman baru nya itu.


"Ayahku sakit dan butuh biaya besar mbak." kata Indah


"Tapi bagaimana caramu untuk mendapatkan uang sebanyak itu? 100 jt itu bukan sedikit Ndah." kata Lala.


"Aku juga nggak tau mbak"ucap Indah frustasi.


"Tapi rencananya aku mau cari kerja tambahan gitu mulai nanti."Lanjutnya.


Lala menatap Indah ibah, dia ingin membantu tapi perekonomiannya sekarang pun sedang tidak baik.


"Nanti, mbak coba tanya - tanya sama teman mbak ya, siapa tau mereka ada kerjaan buat kamu"kata Lala


"Iya mbak, makasih ya"ucap Indah.


___


Dika masuk ke dalam ruangan Baim dengan raut wajh yang sangat sulit untuk di artikan. Menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di dalam ruangan Baim.

__ADS_1


"Kenapa lagi?"tanya Baim, sambil mengecek data keuangan beberapa Cafe nya.


"Bete gue"ucap Dika.


"Perasaan lu, selalu bete deh kalau ke sini"ujarnya.


"Terus kenapa? Gue nggak boleh kesini? Ok gue cabut"ucap Dika, berdiri dan hendak membuka pintu..


"Kampret"umpat Baim, melemparkan penanya kearah Dika dan sukses mengenai kepala pria itu.


"Lo balik kesini atau gue timpuk lagi!"ancam Baim


"Tapi tadi katanya ,gue nggak boleh kesini"dengus Dika kesal.


"Sok nurut lo, biasanya juga gue usir tapi nggak mempan, kenapa sekarang mala jadi nurut? Kesambet setan apa lu?"tanya Baim, menatap sahabatnya itu.


"Kan udah gue bilang, kalau gue lagi bete."kesal Dika.


"Kenapa lagi?"


"Gue di desak sama ayah, dan lo tau gue di kasih waktu 2 hari buat ngenalin calon istri kedia"kata Dika sambil mengusap wajahnya gusar.


"Apa paman masih sehat? Terus rencana lu apa?"tanya Baim.


"Nggak ada, tapi gue dapat saran dari Lana..."


"Apa, Lana nelpon lo? Kapan?"tanya Baim memotong ucapan Dika.


"Tadi malam, kenapa lu kaget gitu?"tanya Dika heran.


"Apa lu tahu, kalau tu bocah udah sebulan nggak ada ngehubungi gue "


"Ah pilih kasih banget sih tu bocah"dengus Baim.


"Kenapa jadi bahas Lana, sih?"ucap Dika dengan nafa kesal

__ADS_1


"Jadi, sarannya apa?"tanya Baim


"Dia nyuruh gue, buat cari cewek bayaran. Kayak nikah kontrak gitu"kata Dika.


"What Nikah kontrak? Kayak di sinetron - sinetron aja"


"Terus gimana? Apa lu setuju?"lanjut Baim


"Nggak tau, gue juga masih ragu"ucap Dika.


Tok - tok...


Mereka berdua mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Masuk!"seru Baim.


Karyawannya bernama Lala pun masuk, mengantarkan pesanan minuman yang di pesasn oleh Baim.


Lala masuk, berjalan menuju ke meja Baim. Meletakkan 2 gelas minuma .


"Ini pak minumannya, silahkan di nikmati"ucap Lala


"Makasih ya, La"ucap Baim, Lala pun tersenyum, lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Saat hendak membuka pintu, Lala tanpa sengaja mendengar percakapan Baim dan juga Dika.


"Gue harus cari cewek di mana coba yang mai gitu gue?.." Lala pun tersenyum, ia mengurungkan niatnya untuk keluar. Ia kemali berbalik dan berjalan menghampiri Kedua pria itu.


"Hmm.. Maaf sebelumnya, apa tadi bapak bilang sedang cari orang?"tanya Lala.


"Iya, dan kenapa kamu masih ada di sini?"


"Mm... Saya ada teman, dan dia itu sedang membutuhkan uang, saya yakin kalau dia akan menerimanya karena di sedang membutuhkan uang"kata Lala


"Benarkah?"tanya Dika semangat

__ADS_1


"Iya, apa bapak mu saya kenalkan sekarang?"tanya Lala.


...****************...


__ADS_2