Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 114


__ADS_3

" semua nya sudah,, apa lagi yang harus di beli atau di pesan ma.." ata mendongak ke arah sang mama untuk bertanya persiapan syukuran anak nya, yang menginjak usia dua Minggu


Papa ata memaksa melaksanan kan pesta syukuran untuk cucu pertama nya, kini di rumah ata tengah di ada kan pesta syukuran besar-besaran,


" Mama mau ada artis atau apa lah.. di undang untuk memeria kan pesta syukuran Davina.." ujar mama ata menatap ata serius


" Kalau yang ini.. Yuna tidak setuju ma... Lebih baik undang ustadz aja, terserah mau undang ustadz mana, yang penting jangan artis..." Larang Yuna yang kurang setuju dengan permintaan sang mama mertua


" Iya ma.. ini kan acara syukuran, bukan acara arisan, ata juga gak setuju kalau yang satu ini.." ucap ata geleng kepala menolak permintaan sang mama


" Tapi.. sebagian tamu yang mama undang itu non muslim ata.. teman relasi bisnis papa mu.." ujar sang mama masih mempertahan kan permintaan nya


" Kalau mama masih tetap kekeh, ya sudah... Acara nya kita batal kan saja.." ujar ata tegas


Ia tak mau, acara anak nya menjadi ajang dosa, di mana para artis papan atas yang di undang tidak menggunakan pakaian yang tertutup, mengumbar aurat, di acara syukuran,


dan membuat semua mata tertuju melihat dan mengagumi kemolek kan artis tersebut, membuat ata menjadi bahan dosa


" Ya.. ampun ata.. mama hanya ingin itu saja, kenapa kamu tidak menuruti nya.." ujar nya dengan nada kesal


" Aku gak mau menuruti nya, kalau mama tetap dengan permintaan mama, lebih baik acara ini di batal kan saja.." tantang ata


Membuat sang mama berengut kesal, ia hanya ingin kemeriahan di acara syukuran cucu pertama nya, namun menantu dan anak nya tidak menyetujui usulan yang ia buat


" Semua nya, kan,, mama yang membiayai ata,, jadi terserah mama dong, harus mau undang siapa..." Ujar nya masih dengan keras kepala

__ADS_1


Membuat ata dan Yuna menghela nafas berat, Yuna yang melihat sang mertua tetap kekeh, hanya bisa menatap suami nya saja


" Ya... Kalau mau buka acara pun,, ata mampu ma.. ini karena menghargai mama dan papa saja,, ingin acara besar-besaran... Jadi apa salah nya ata turuti.. tapi permintaan mama yang satu ini,, ata kurang setuju.. lebih tepat nya,, ata tidak setuju sama sekali.." kata ata dengan nada tegas


" Ada apa ini,, kenapa pada ribut sih.." papa ata datang bersama cucu nya, entah dari mana ia membawa cucu nya itu


" Gini pa.. mama kan,, mau undang artis,,, tapi.. ata dan Yuna tidak menyetujui nya? mereka bilang, lebih baik undang ustadz aja dari pada artis,,, sedang kan mama kan.. mau nya undang artis pa,.. biar teman bisnis papa itu senang.." adu sang istri


" Mama ini,, mau menyenang kan anak dan cucu,, atau mau menyenang kan teman bisnis papa.." tatapan tajam itu teralih ke arah sang istri,


Papa ata tak habis pikir dengan pikiran istri nya 6ang keras kepala itu, entah apa yang sedang di pikir kan oleh istri nya itu, sampai mau melihat para tamu undangan senang,


Papa ata pun mendelik tajam, tidak suka dengan perkataan sang istri, yang semula ia membelai Davina, kini ia menatap tajam ke arah istri nya yang mencari keributan dengan anak dan menantu nya


" Iss.. papa... Bukan nya ngedukung mama... Malah menolak ke inginan mama,, nanti kalau mama mati, kepingin artis gimana.." ucap mama ata merajuk


" Permintaan macam apa itu, apa ada hantu akan gentayangan jika permintaan nya tidak di turuti ." Sentak papa ata


Ata pun mulai kesal dengan


amereka berdua kini tersenyum simpul, mendapati sang mama terlihat kesal


" Mana mungkin orang mau mati kepingin artis,, ada saja mama ini..," ujar papa ata


" Kalau arwah mama gentayangan kepingin artis tapi gak di turuti, bagai mana, papa mau arwah mama gentayangan.. karena keinginan nya semasa hidup nya tak di turuti..." Ucap mama ata menangis palsu

__ADS_1


" Lebai mama,, mana ada hantu gentayangan karena kepingin artis.." sela papa ata tegas


Membuat mama ata berengut kesal, sak kesal kesal nya, mau tak mau, ia harus menuruti apa kata sang suami, bukan nya mendapat dukungan dari sang suami, ternyata ia malah mendapat kan penolakan juga


Dengan berat hati, mama ata pun hanya bisa tertunduk diam, tak mau acara syukuran gagal, ia pun ikut apa kata anak dan suami nya


'' ya.. udah deh,, terserah papa aja.. mama ikut apa kata papa dan ata saja..'' ujar mama ata pasrah


'' nah.. gitu dong... papa senang denger nya, itu baru, sayang anak dan menantu...''


'' walau pun ini semua yang mengada kan acara pakai uang kita, tapi tak sepatut nya kita berhak berkata demikian, itu akan membuat menantu kita akan sakit hati kepada kita,. masih syukur, kita bisa melihat cucu kita tanpa ada yang menghalangi nya,, kamu itu ma.. harus banyak bersyukur, jangan seperti itu... kalau kamu seperti itu, kamu sama saja seperti kebanyakan mertua di luar sana, semena-mena sama menantu nya..''


'' memang mama mau, di bilang mertua yang tidak baik, mertua jahat atau apa lah itu,, apa mama mau itu,, kalau mau, silah kan terus kan sikap egois mama itu..'' ucap papa ata menasehati sang istri


'' mama gak mau pa,, mama gak mau di bilang mertua jahat... amit-amit jauh-jauh dari mama..'' ujar mama ata bergidik takut


'' maka nya, apa yang menantu kita tidak ingin kan, jangan kita buat, selagi menantu kita benar? apa salah nya kita turuti keinginan nya, walau pun itu pakai uang kita,, lagian kan, menantu kita ini adalah tanggung jawab kita sepenuh nya..'' ujar papa ata lagi


'' maaf pa.. mama hilaf..'' ujar mama ata merasa diri nya sepenuh nya memang bersalah dan sudah mengatakan perkataan yang tidak sepatu nya di ucap kan kepada menantu nya


'' mama harus nya minta maaf pada menantu mama.. bukan sama papa..'' ujar papa ata menunjuk Yuna 6ang ada di atas ranjang


ata belum sepenuh nya membuat kan Yuna berjalan sendiri, atau mengerjakan hal apa pun, padahal Yuna sudah tidak merasa kan sakit lagi


'' maaf kan mama Yuna,, mama salah,, mama berjanji tidak akan mengulangi nya lagi..'' ujar mama ata seraya memeluk Yuna sambil menangis

__ADS_1


'' Yuna sudah memaaf kan mama..? mama jangan khawatir, maaf Yuna lebar kok..'' ujar Yuna yang biasa saja


...****************...


__ADS_2