Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 107


__ADS_3

kepanikan di tengah kebahagian anak-anak membuat leana bingung harus berbuat apa, kini ia memilih ikut dengan ata sang. menantu yang membawa anak nya ke arah mobil yang terparkir di halaman samping


'' tuan... mobil nya tidak bisa di keluar kan, karena banyak nya kendaraan tamu yang terparkir..'' ucap supir Yuda pada ata


'' bagai mana ini ata, aduh.. Yuna kenapa kamu nak..'' ucap leana. ingung harus berbuat apa


'' cari taksi aja mii..'' seru ata berjalan ke luar dari aula sambil mengangkat tubuh Yuna yang sudah terkulai lemas


'' aah.. kenapa tidak dari tadi saja..'' ucap leana berjalan cepat mendahului ata, ia akan menyetop taksi yang melintas lebih dulu


setalah mendapat kan taksi, ata pun masuk ke dalam di bantu dengan sang ibu mertua, leana memilih ikut, sedang kan Yudis, jelas saja tertinggal, mana mungkin keluarga mereka meninggal kan pesta pernikahan Yuda begitu saja


sesampai nya di rumah sakit terdekat, ata membawa Yuna masuk, dengan masih posisi yang sama, sedang kan leana mengurus pembayaran taksi,


para satpam yang berjaga, melihat ata berlari pun, masuk ke dalam untuk mengambil brangkar agar Yuna bisa di baring kan


'' bapak silah kan tunggu di luar saja..'' pinta suster yang membantu ata tadi


mendengar hal itu, tentu saja ata semakin panik, ia tidak bisa melihat sang istri tercinta,


'' bagai mana ata..'' tanya leana ketika sudah di samping ata


'' masih dalam pemeriksaan mi...'' ucap ata menghembus kan nafas berat


'' ayo duduk sini, biar kan para dokter dan suster yang bekerja, kau lebih baik tenang kan pikiran mu, jangan sampai kau juga ikutan sakit nanti nya..'' ucap leana menarik lengan menantu nya itu agar duduk di kursi tunggu bersama nya


'' bagai mana Yuna mi,, ata tidak tenang, jika ata tidak tau kondisi nya, padahal Yuna tidak dengan sama sekali mi..'' ucap ata yang mengetahui kondisi tubuh sang istri


'' Yuna kalau sedang kelelahan memang begitu, semoga tidak ada hal yang buruk terjadi pada nya, lebih baik kita banyak berdoa saja..'' ucap leana mencoba menenang kan ata

__ADS_1


padahal diri nya sendiri juga khawatir, leana takut, kejadian beberapa tahun yang lalu akan menimpah Yuna kembali,


kalau itu sempat terjadi, leana tidak tau harus berbuat apa, leana hanya ingin yang terbaik untuk putri tercinta yang selama ini tersakiti


'' tapi Yuna tidak pernah kelelahan mi.. baru kali ini ata teledor mi.. ata tidak memperhati kan kondisi Yuna..'' ucap ata merasa bersalah karena tidak becus menjaga sang istri tercinta


'' jangan menyalah kan diri mu, lebih baik kita banyak-banyak berdoa saja..'' ucap leana lagi


namun tak berapa lama, dokter pun keluar dari dalam, ata dan leana pun dengan cepat menghampiri sang dokter


'' bagai mana kondisi istri saya dok..'' tanya ata cepat kepada sang dokter


'' anda suami dari ibu yang baru saya periksa barusan...'' tanya dokter tersebut sambil tersenyum ke arah ata


'' iya.. dok, saya suami nya, istri saya sakit apa dok, apa penyakit nya serius..'' tanya ata lagi dengan suara panik dan cemas


'' iya.. istri anda memang sakit parah, harus lebih ektra menjaga nya, jangan biar kan istri bapak kelelahan, dan jangan mengerjakan pekerjaan yang berat..'' ucap sang dokter


'' penyakit anak ibu tidak ada yang serius? hanya saja, anak ibu harus banyak beristirahat dan tidak boleh mengerjakan pekerjaan berat.. hanya itu saja..'' ucap dokter


'' syukur lah kalau begitu,, tapi? tidak ada tindak lanjutan lain nya kan dok..'' tanya ata kembali


'' tidak ada, tapi setelah istri bapak siuman, tolong bawa ke dokter kandungan, apa kah dugaan saya benar atau tidak, karena saya hanya dokter umum saja.. saya tidak terlalu banyak mengetahui tentang kandungan dan kehamilan..'' ucap dokter smtersebut dengan ramah


membuat ata sedikit terkejut, begitu juga dengan leana, antara senang dan tidak percaya, dengan. perkataan sang dokter yang ada di hadapan mereka saat ini


'' maksud dokter? istri saya hamil dok..?'' tanya ata lagi untuk memasti kan kebenaran nya


'' perdisi saya si begitu, namun kalau mau lebih jelas nya, bapak bawa saja istri bapak ke dokter kandungan, nanti saya yang akan merekomendasikan ke dokter kandungan nya..'' ucap sang dokter

__ADS_1


'' kalau begitu, saya permisi undur diri.. pak buk..'' ucap dokter tersebut sebelum melangkah kan kaki nya menjauh dari ata dan leana


'' iya dok,, terima kasih banyak..'' saut ata, yang amhanya di balas dengan senyuman saja


setelah kepergian sang dokter, ata dan leana pun masuk ke dalam ruang inap Yuna, kini Yuna sudah di pundak kan ke ruang rawat yang Khusus untuk Pasian tinggal saja,


itu atas permintaan ata, agar mereka tidak berdesakan di dalam ruang inap yang di isi empat orang


'' mami mau cari minum dulu ata, sama mau cari cemilan untuk kita, , kau mau nitip apa dengan mami..'' tanya leana menatap ke arah ata yang sedang pokus ke arah Yuna yang sedang terbaring lemas


'' aku tidak kepingin apa pun mi, aku hanya ingin Yuna cepat pulih seperti sedia kala..'' ucap ata Tampa sadar, air mata nya mengalir di pipi nya


'' ya.. sudah kalau begitu, mami titip Yuna,, jaga Yuna baik-baik..'' ucap leana meninggal kan ata seorang diri


'' Yang bangun, jangan buat mas? merasa bersalah karena lalai menjaga mu..'' ucap ata sambil mengelus lengan Yuna yang ia genggam sejak tadi


'' kita akan memiliki anak sayang, apa kah kau tidak senang mendengar berita bahagia ini, berita yang selalu kau ingin kan, sejak pernikahan kita..'' ucap ata,


ia teramat takut di tinggal kan oleh yuna, ia tidak tau, jika suatu saat nanti Yuna akan meninggal kan nya kembali, cukup ia yang dulu pergi tanpa kabar, ia tak ingin berpisah kembali dengan Yuna


'' bangun Yang,, yang kamu harap kan telah hadir di sini, rumah kita akan di penuhi oleh suara tangis nya kelak..'' ucap ata lagi sambil mengelus perut Yuna yang masih rata


lama ata berbicara sendiri, sampai Yuna mengerjap kan mata nya berulang kali, membuat ata begitu senang bukan main melihat Yuna sudah membuka mata


'' kamu sudah sadar Yang..'' ucap ata begitu antusias nya


'' aku ada di mana ini mas..'' tanya Yuna sambil memegangi kepala nya yang sedikit berat


'' kamu ada di rumah sakit Yang, tadi kamu pingsang, mas panik, jadi? kamu mas bawa kemari..'' jelas ata dengan lembut

__ADS_1


...****************...


__ADS_2