Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 67


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Kini Arya sudah berumur genap satu tahun. Nindy membuat acara syukuran buat orang terdekatnya saja, dari Nayla dan keluarga,dan juga mantan mertuanya. Sedangkan untuk tamu lain hanya dari tetangga di perumahan itu sendiri.


Para tamu sudah datang dan acarapun dimulai, walaupun tidak mengundang banyak tamu tapi keadaan rumah nayla yang disulap menjadi sedemikian rupa sekarang sudah penuh sesak oleh para ibu-ibu yang mengantar anak nya mengikuti acara syukuran Arya.


Sedangkan Bagas sendiri sengaja tidak diundang,karena nindy yang melarang nya. Lagian buat apa mengundang orang yang sudah tidak perduli pada kita.


Suara tepuk tangan riuh memenuhi rumah Nindy yang tidak terlalu besar, Arya tertawa bahagia karena melihat banyak sekali balon warna-warni yang ada di atas langit langit rumah nya.


Nindy ikut bahagia melihat keceriaan anaknya, tidak terasa dia bisa melalui tahun ini dengan suka cita, yang pasti karena kehadiran dari Arya anaknya. Banyak tangis air mata yang sudah terbuang sia-sia karena menangisi sesuatu hal yang memang tidak selayaknya Nindy tangisi.


Pluk


"Udah nggak usah nangis..!! Lo harus nya itu seneng karena anak lo lagi bahagia." Nayla menghampiri sahabatnya yang kini sedang menangis.


"Gue juga bahagia nay, dan ini tuh juga air mata bahagia." Balas nindy kepada Nayla.


Sampai di akhir acara Arya sama sekali tidak rewel,dia malah kelihatan antusias sekali. Apalagi waktu acara potong kue,arya paling semangat.


Dan kini setelah acara selesai para tamu undangan sudah mulai pulang dari rumah Nindy, sedangkan Nindy dan Arya yang berada di gendongannya minta turun kemudian dia berlari ke arah seorang lelaki yang kini sedang berdiri di depan rumah Nindy.


"Pa..pa.." Seru Arya pada sosok yang kini sedang membawa sebuah kotak hadiah yang cukup besar kedalam pelukannya.


"Hai jagoan... pelan-pelan sayang jangan lari-lari."


"Pa..ndong...pa.." Seakan mengerti kemauan dari Arya, lelaki itu menggendongnya pake sebelah tangannya sedang tangan satunya memeluk hadiahnya.


Nindy berjalan menghampiri sosok lelaki itu yang kini sedang menatap dirinya, sesampainya di hadapan mereka nindy tersenyum menyambut kedatangan tamu tak diundang nya.


"Maaf saya telat,,,, Tadi saya juga buru-buru nyari hadiahnya makanya jadi telat. " Ucap lelaki itu salah tingkah karena ditatap intens oleh Nindy. Sementara Nindy sendiri menghela nafas mencoba memahami maksud baik dari lelaki tersebut.


Ini pasti kelakuan Nayla yang main undang orang lain tanpa memberitahu ku


"Nggak apa-apa mas. Silahkan masuk.!"


"Ohya Dy ,ini ada hadiah kecil buat Arya."


"Ckckck kecil dari mananya orang gede banget kok. Emang isinya apa sih...?"


"Buka sendiri nanti kalau saya udah pulang." Akhirnya Nindy mengalah dan mengambil hadiah dari oelukan sang pemiliknya.


Hup

__ADS_1


Setelah berhasil membawa kotak hadiah yang cukup besar,nindy membimbing tamunya untuk masuk kedalam rumahnya. Karena di dalam rumah masih ada Nayla dan mantan mertuanya makanya nindy berani menyuruh tamunya untuk masuk.


"Assalamualaikum.."


"Wa'alaikumsalam. Duh kok baru Dateng sih, kan acaranya sudah selesai tadi." Ucap Nayla menyambut kedatangan tamu agung. Nindy yang melihat Nayla mengedipkan mata padanya hanya berlalu acuh.


"Iya tadi nyari kado dulu makanya telat. "


"Hehehe, Salah saya juga karena ngundang nya telat. Maklum kalau bukan saya yang berinisiatif ngundang kamu , sang tuan rumah nggak bakalan mau ngundang kamu. Maksud saya, kamu tahu sendiri kan kalau Nindy orangnya kayak gimana ...?" Terang Nayla pada Ardan sang tamu istimewa Kita.


Ardan yang sudah tau sifat Nindy hanya bisa memaklumi, Lagian dia kan belum ada hubungan apa-apa dengan nindy makanya Nindy tidak mau mengundangnya.


"Silahkan diminum mas..!! Atau mas Ardan mau minuman yang lain ,biar nanti saya ambilkan."


Greebbb


"Udah ini aja udah cukup Dy, kamu duduk aja. Kamu juga pasti sudah capek ngurusin ini itu dari tadi." Nindy yang merasa tidak nyaman mencoba melepaskan tarikan tangan Ardan di lengan bajunya. Ardan yang seakan mengerti langsung meminta maaf dan melepaskan tarikan tangannya.


Sementara itu sang mantan mertua yang baru kembali dari dapur mengernyitkan keningnya heran ,melihat kedatangan tamu lelaki yang kini sedang memangku cucunya. Padahal dia tahu sendiri kalau cucunya jarang mau dekat dengan orang yang tidak dikenalnya.


Nindy yang melihat kedatangan sang mantan mertua berdiri dan menyuruhnya untuk duduk bersama mereka.


"Siapa lelaki itu sayang..?" Biaik sang ibu kepada mantan mantunya.


"Oh.. tapi sepertinya ibu pernah melihat wajahnya, tapi kapan yah?"


"Dulu ibu pernah bertemu dengannya waktu pemeriksaan kehamilan nindy bun, ingat nggak Bun...? Tanya balik nindy pada sang ibu.


Mantan meetuanya mencoba menggali ingatannya kembali tentang sosok lelaki tampan yang kini sedang bermain dengan cucunya.


"Ah...Dia itu yang dulu nolongin kamu waktu terpeleset kan Sayang..?"


"Iya bener Bun..."


"Loh kenapa tidak bilang dari tadi sih sayang...!! Kalau ibu tau kan ibu nggak perlu berfikir yang macem-macem." Nindy melihat kembali Arya yang kini sangat nyaman berada di pangkuan ardan, tak pernah terfikir oleh nindy kalau anaknya akan langsung nempel kepada Ardan.


"Hei ,,,malah nmelamun lagi.T uh liat seperti nya mantan mertua lo juga setuju kalau lo deket sama si Ardan. Wah jarang-jarang nih mantan mertua mau ngerestuin mantan menantunya untuk dekat dengan lelaki lain selain anaknya. Tapi kok bisa sih mantan mertua lo bisa baik banget sama lo...? Beda banget sama anaknya yang...!!" Nayla menghentikan ucapannya karena melihat Nindy yang melotot padanya.


"Nggak usah bahas itu deh nay...!!"


"Iya iya maaf deh keceplosan. Ya udah yuk kita beresin dulu kekacauan yang ada dirumah lo. Kasihan kalau gue nggak bantuin lo nanti li nangus lagi...!"

__ADS_1


"Ckckck ..." Nindy berdecak melihat kelakuan sahabatnya yang tidak pernah berubah. Nindy mendekati Ardan dan mantan mertuanya.


"Bun saya mau nitip Arya dulu yah, nindy mau beres-beres dulu."


"Ya sayang." Nindy melirik Ardan yang kini sedang memperhatikannya.


"Emmm mas Ardan , saya tinggal dulu yah sebentar. Nanti kalau butuh sesuatu bisa panggil saya."


"Iya Dy, santai saja." Balas Ardan smabil tetap melihat ke arah Nindy yang kini sedang membereskan rumahnya yang cukup berantakan karena acara tadi.


"Apa kamu suka dengan anak saya ..." Ardan melihat ke arah sosok yang mengaku sebagai ibu dari nindy, sedangkan yang Ardan tahu kalau dia itu adalah ibu dari mantan suami Nindy.


"Maksud saya ...Kamu suka sama manta menantu ibu..?" Ratna ,mantan mertua dari nindy mencoba menjelaskan maksud dari pertanyaannya tadi. Karena yang dia lihat sepertinya leleki didepannya itu mencintai nindy.


Ratna tidak mau manampik rasa sakit yang menyerang hatinya, jika sampai ada lelaki lain yang merebut nindy darinya. Sejujurnya Ratna masih mengharapkan bahwa nindy menjadi menantu dirumahnya kembali, tapi itu tidak mungkin terjadi karena anaknya sudah memberikan luka yang begitu dalam di hati nindy.


Sedangkan Ardan sendiri yang ditanya seperti itu oleh mantan mertua dari nindy hanya bisa mengangguk yakin. Ardan cukup percaya diri untuk merebut nindy dari anaknya Ratna.


"Iya Tante. saya sebenarnya sudah menyukai nindy cukup lama, tapi karena saya tidak mau merebut nindy dari suaminya dulu jadi saya hanya mengalah dan berpasrah kepada Allah. Dan ketika tau Nindy sudah berpisah dari anak ibu kemaren, saya mulai mendekati Nindy kembali. Tapi kalau Nindy memang tidak suka dengan saya,,, saya tidak akan memaksa nya." Terang Ardan kepada Ratna, yang kini sedang menatapnya penuh rasa syukur.


"Ibu nggak akan melarang siapapun untuk mendekati nindy, justru ibu sangat merasa bersalah karena kelakuan anak ibu dulu. Makanya jika memang nak Ardan benar benar serius kepada Nindy, kamu bisa menikahinya. Dan sepertinya nak Ardan ini juga bukan orang sembarangan yah..??"


"Tidak Tante. Saya hanya orang biasa saja yang sama-sama mencari uang dengan bekerja giat.hehehe.."


"Tante tau kok,kalau kamu ini seorang pengusaha kan? Jujur saja sama Tante...?" Tanya Ratna kepada Ardan yang kini sedang salah tingkah.


"Ya Alhamdulillah Tante, usaha kecil-kecilan Kok."


"Ckckck nggak usah ngelak. Tante juga sepertinya pernah bertemu dengan kamu waktu di acara baksos di panti asuhan, iya kan?" Bagas yang sudah tersudut oleh Ratna sang mantan mertua nindy hanya bisa menggaruk belakang kepalanya.


"Iya Tante,,, saya hanya meneruskan kerja keras dari orang tua saya."


"Senang sekali orang tua kamu bisa mempunyai anak seperti kamu. Kalau boleh tahu umur kamu berapa sekarang? "


"31 tahun Tante." Jawab Ardan tidak enak. Melihat reaksi dari Ratna , Ardan menjadi was-was. Apa sang mantan mertua tidak memperbolehkan Ardan untuk mendekati mantan menantunya.


**TBC


Jangan lupa like dan dukungannya yah. Dan kalian bisa mampir juga di ceritaku yang lain berjudul TENTANG AKU DAN KAMU**.


__ADS_1


Kalian bisa membaca cerita tentang Lili si gadis ceria yang aktif dan juga Andra si pria tampan yang cukup pendiam. Walaupun baru up, tapi insya Allah ceritanya nggak kalah seru dari PENANTIAN CINTA Nindy.


__ADS_2