Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 109


__ADS_3

" Syukur lah,, kalau tidak terjadi apa-apa pada mu.." ucap leana merasa lega


Ia pikir ada sesuatu yang menimpah putri kesayangan nya tersebut, namun ternyata hanya merasa bosan saja.


" Sini duduk di dekat mama,.." leana menepuk sofa di sebelah nya, mengingin kan Yuna duduk di sebelah nya


Ia tau Yuna tidak di perboleh kan keluar kamar tanpa ada nya ata di samping nya, ia pun tau, betapa sayang nya menantu nya tersebut kepada putri tercinta nya itu


'' titip Yuna mi.. ata mau ke bawah, mau cari buah untuk Yuna..'' ucap ata setelah menduduk kan Yuna duduk di samping sang mama mertua


'' iya..'' saut singkat dari leana


'' mami mau titip sesuatu tidak..'' tanya ata sejenak menatap sang mama mertua


'' tidak ada seperti nya,. kalau pun ada, pasti mami akan meminta nya pada mu..'' ucap leana


'' ya.. sudah kalau begitu, ata kebawah sebentar,.'' ata pun meninggal kan Yuna bersama leana yang sedang asik melihat televisi sambil mengobrol bersama


****


Tiga bulan menetap di kota yang sama dengan Yuda, kini mereka akan kembali ke kota E, dengan kondisi Yuna yang sehat walalfiat dan keadaan calon anak mereka juga sehat,


Pagi ini leana di sibuk kan dengan berbenah pakaian mereka, begitu juga dengan ata, Yuna.. hanya di suruh duduk diam melihati ata yang sibuk sendiri memasuk kan semua pakaian yang ia miliki dan juga milik Yuna


'' ata.. ini mami,.. mami boleh masuk atau tidak..'' tanya leana mengetuk pintu kamar milik Yuna


'' masuk aja mam, tidak di kunci, ata sedang berkemas..'' ucap ata menoleh ke arah pintu kamar


leana perlahan mendorong pintu kamar Yuna, ia menatap Yuna hanya duduk sembari menatap ata yang sedang berkemas,


leana tau, putri nya tidak membantu bukan karena Yuna malas, namun karena sang menantu lah yang melarang nya,


'' ada apa mam.. apa membutuh kan sesuatu..'' tanya ata sejenak menoleh ke arah ibu mertua nya yang tersenyum menatap nya


'' tidak, mami hanya ingin melihat kalian saja, sudah siap atau belum, mami sudah selesai dari tadi,. mami pikir, lebih baik membantu mu, dari pada duduk diam sendirian di ruang tamu..'' ucap leana mendekat ke arah ata

__ADS_1


sedang kan Yuna sejak tadi sudah menekuk wajah masam nya, ia tak bisa membantu kesibukan sang suami, karena larangan suami nya sendiri


'' ata sudah hampir selesai kok mi.. lebih. baik, mami temani Yuna saja, lihat tuh.. wajah nya sudah mau jatuh..'' ucap ata menunjuk ke arah Yuna dengan dagu nya sambil terkekeh kecil


'' loh.. anak mama kenapa..'' leana berpura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi pada sang putri


'' mama... ata jahat, Yuna tidak boleh bergerak dari sini..'' adu Yuna menatap ke arah sang mama


leana yang mendengar aduan Yuna, bukan nya ikut sedih, ia malah tersenyum melihat Yuna sudah seperti anak kecil yang tidak kebagian permen


'' cup..cup..cup... sudah, jangan menangis seperti itu, bersyukur dong, dapet suami penyayang seperti itu..'' ucap leana sambil mengelus punggung Yuna


'' tapi Yuna bosan ma, tidak memiliki kegiatan sama sekali..'' ucap Yuna lagi


'' yang sabar nak, lagian kan, kamu memang belum pulih betul, yang kasian sama anak nya Yuna..'' ucap leana menasehati Yuna


membuat Yuna tak lagi berkata, ia hanya diam dan menangis di dekapan leana, ia memandang sinis ke arah ata


ata yang menatap sorot kebencian dari mata Yuna, bukan nya takut, ia malah terkekeh kecil melihat mata tajam yang tengah menyorot nya


selesai berkamas dan menitip kan kunci ke pengurus apartemen yang mereka sewa, kini Yuda sudah menyambut mereka di depan


'' bentar lagi bang, masih ada waktu setengah jam lagi..'' ucap ata melirik arloji yang ada di pergelangan tangan nya


'' masih ada waktu, ayo masuk, nanti terlambat pula..'' ajak Yuda menyuruh ata dan Yuna masuk


'' mama sudah makan..'' tanya menantu baru leana pada nya


'' sudah nak, kalian bagai mana, sepagi ini sudah menjemput kami..'' tanya leana gantian


'' kami sudah sarapan tadi ma, mama tenang saja.. kami tidak akan kelaparan.'' saut Yuda, yang tau bagai mana sipat mama nya


'' syukur lah, mama takut kalian belum makan.'' ucap leana seraya tersenyum


mereka pun masuk ke dalam mobil yang Yuda bawa, pagi ini Yuda menyempat kan waktu nya mengantar kan sang mama dan sang adik ke bandara

__ADS_1


hanya membutuh kan waktu lima belas menit, kini mereka sudah sampai di bandara, Meraka pun berpamitan pada Yuda dan sang istri Reni,


'' mama titip anak mama pada mu ya.. mama harap kalian baik-baik saja di sini..'' ucap leana memeluk menantu baru nya


'' iiss., mama, harus nya, Yuda yang menjaga Reni, bukan Reni yang menjaga Yuda..'' protes Yuda pada sang mama


'' tak apa Yuda, lagian kan, kalian tinggal di daerah Reni, jadi Reni lah yang tau seluk beluk daerah sini, mama takut terjadi sesuatu dengan kalian di sini..'' ucap leana cemas


'' mama tidak perlu khawatir, Reni akan menjaga mas Yuda dengan baik..'' ucap Reni mencoba membuat sang mertua sedikit tenang


'' terima kasih Reni, mama bersyukur, Yuda mendapat kan jodoh sebaik kamu..'' ucap leana seraya memeluk Reni untuk terakhir kali nya sebelum keberangkatan mereka pulang


sedang kan Yuna pun ikut memeluk kakak ipar baru nya tersebut dan juga sang Abang, ia juga ikut bersyukur, karena Yuda sudah tidak berhubungan lagi dengan Sinta


setalah semua berpamitan, kini mereka pun memulai perjalanan panjang mereka kembali ke kota tercinta mereka


'' mi.. titip Yuna, ata mau ke kamar mandi..'' pinta ata pada leana


'' iya.. mami ada di sini kok..'' saut leana


sedang kan Yuna sudah tepat sejak tadi, ia tak tahan menahan kantuk, sepanjang perjalanan pulang Yuna hanya tertidur saja di dekat ata, sedang kan leana hanya sesekali melirik ke arah yuna dan ata


sesampai nya di kota E, kini Meraka bertiga menaiki taksi menuju rumah ata, sedang kan leana memilih untuk ikut dengan ata saja


'' mama gak mau mampir ke rumah butik dulu..'' tanya Yuna pada sang mama


'' mama gak bisa membiarbkan mu di sana, walau pun ada ata, tapi mama masih tetap khawatir pada mu..'' ucap leana


membuat Yuna hanya bisa tersenyum, di saat seperti ini, sang mama tak mau beranjak sedikit pun dari sisi nya,


'' mama seperti nya ada di rumah kita Yang..'' ucap ata menunjuk kan pesan singkat dari sang mama mertua nya


'' tumben sekali mereka mau berkunjung ke rumah ku yang mau roboh..'' lanjut ata lagi


'' enak saja, mas bilang rumah kita mau roboh, baru di bangung itu loh..'' ucap yuna berdecak kesal

__ADS_1


ata hanya terkekeh kecil saja menanggapi kemaraha Yuna pada nya


...****************...


__ADS_2