Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 115


__ADS_3

'' acara nya kayak sunyi gini ya..'' ujar Aldo pada Hani ketika menghadiri acara syukuran anak Yuna


'' iya mas.. kemana semua orang nya..'' tanya Hani keheranan


'' gak tau,, ayo masuk aja ke dalam..'' ajak aldo pada Hani


bersyukur, mereka bisa pergi berdua, anak-anak mereka di titip kan kepada Oma ana yang senang tiada Tara, jika di suruh menjaga cucu-cucu nya


'' mama apa gak kemari ma..'' tanya Hani


'' kemari dong, mana mungkin mama gak kemari..'' ucap Aldo pada hani


mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah, namun begitu sampai di ambang pintu, mereka mendengar suara yang begitu riuh nya dari dalam


'' ternyata ramai juga Yang..'' ujar Aldo menaut kan jemari nya pada Hani


'' iya mas,, aku kira gak ada orang, ternyata pada di dalam..'' ujar Hani cengengesan sendiri,


prasangka mereka ternyata salah, mereka kira tidak ada tamu yang datang, tapi siapa sangka, bahwa tamu mereka full sampai ke depan pintu


tamu sengaja di taruh di dalam, karena mendengar kan tausiyah yang di sampai kan oleh ustadz ternama, membuat semua kini pokus pada sang ustadz


Aldo pun membawa Hani melipir, dari pinggiran, menuju yang punya hajat, untung rumah Yuna begitu luas, jadi para tamu tidak terlalu pengap berada di dalam


'' hai.. sini..'' panggil Yuna ketika ia melihat Hani dan Aldo mendekat ke arah mereka


'' selamat ya.. aku ikut senang nya saja.. semoga di beri rezeki yang lancar kesehatan yang banyak dan serta menjadi anak yang berbakti pada ke dua orang tua dan agama nya..'' ujar Hani memberi kata-kata pada Yuna


'' aminn....'' saut Yuna sambil tersenyum bahagia, begitu juga dengan ata


'' ini untuk beli popok nya, aku tidak sempat melihat mu pas lahiran, ini Beby nya apa nih,, cewek atau cowok..'' tanya Hani antusias


'' cewek dong... cantik seperti mama nya..'' ujar ata membangga kan sang anak


membuat Aldo dan Hani hanya tertawa kecil, kebahagian Yuna kini terpancar dari wajah Yuna yang begitu bahagia nya


'' ayo di nikmati hidangan dan jamuan nya, jangan sungkan, ambil apa aja yang mau di ambil..'' ujar ata mempersilah kan Aldo dan Hani untuk makan

__ADS_1


'' mama ada di mana Yuna..'' tanya Aldo pada Yuna


'' ada di bagian dapur seperti nya, mengatur anak panti untuk makan, kasian kalau harus berdesakan nanti, jadi di duluan kan lebih dulu mereka untuk makan..'' ujar Yuna sambil menunjuk ke arah prasmanan di dekat dapur


'' oh.. ngundang anak panti juga ya..'' tanya Aldo


'' iya dong, ini kan hari bahagia ku, pasti nya aku ingin juga berbagi kebahagian dengan mereka..'' ujar Yuna mengambang kan senyum terbaik nya


'' Yang.. senyum nya hanya untuk ku,, jangan beri kan pada orang lain..'' Rajuk ata


membuat Aldo membulat kan mata nya ketika mendengar perkataan ata barusan, ternyata ada juga yang sama dengan nya,, sama-sama bucin


'' apa sih mas,, sama Aldo juga, lihat tuh.. istri nya jauh lebih cantik dari aku..'' ujar Yuna tak habis pikir dengan suami nya barusan


ata menilik Hani dari atas sampai kebawah, ia melihat Hani secara detail, setalah itu ia pun berucap demikian


'' memang sih.. lebih cantikan dia dari pada kamu...


'' kan apa ku bilang, cantikan istri nya dari kan aku..'' potong Yuna cepat


'' tapi... di mata aku, tetap kamu yang paling canti Yang..'' ucap ata


'' Yang,, kondisi kan suara mu, lihat tuh.. semua yang pokus mendengar kan tausiyah nya. jadi melihat ke arah mu..'' tegur Aldo pada Hani


membuat Hani diam seketika, ia pun mengikuti apa yang di katakan oleh Aldo pada nya, ternyata benar, kini semua mata tertuju kepada nya


'' ayo makan saja, dari pada kita di sini buat onar terus..'' ajak Aldo membawa Hani pergi dari hadapan Yuna dan ata


'' mereka itu siapa kamu..'' tanya ata, ia lupa-lupa ingat, tentang Aldo


'' itu anak nya om Adam,, masak kamu lupa sih..'' tanya Yuna heran


'' loh.. itu anak nya om Adam, aku malah gak tau,, kenapa gak bilang dari tadi..'' ujar ata berdecak kesal


'' kamu gak nanyak dari tadi, ngapain juga aku bilang sama kamu..'' ujar Yuna menatap ke arah suami nya yang sedang di samping nya


acara demi acar pun telah usai, tausiyah demi tausiyah pun telah selesai, pembagian makan untuk anak panti dan sedikit amplop pun sudah terbagi, kini para tetangga dan saudara jauh lah yang masih berkumpul dengan mereka

__ADS_1


Yuna lebih dulu mendahulukan tamu anak panti nya dari pada yang lain, Yuna juga tak lupa menghambur kan uang ata untuk anak-anak panti tersebut


'' aduh Yang... bangkrut aku..'' ujar ata memandangi dompet nya yang sudah kosong


'' baru segitu aja, udah ngeluh kamu,, coba aja kamu ngomong lagi, biar aku tarik sekalian mulut kamu itu, awas aja kamu mas..'' geram Yuna menatap kesal suami nya


'' hehehe...becanda Yang..'' ujar ata tersenyum kaku, ia tak habis pikir, bahwa Yuna, akan segalak dan Semarah itu


'' bercanda mu gak lucu mas..'' sungut Yuna menatap tidak suka ke arah ata


'' iya.. iya.., gak akan mas ulangi lagi..'' ujar ata sambil meraih Davina dari dekapan Yuna


'' mau kemana..'' tanya Yuna heran, ketika ata hendak beranjak dari duduk nya membawa Davina bersama ata


'' mau menemui mama.. hidangan nya cukup atau tidak..'' saut ata menoleh ke bawah di mana Yuna kini duduk


'' jangan bawa Davina nya dong mas..'' larang Yuna


'' gak apa,, sebentar aja kok? lagian mas lihat kamu dari tadi capek.. biar mas yang berganti menjaga nya..'' ucap ata seraya tersenyum lebar


Yuna hanya bisa menatap kepergian ata yang membawa Davina bersama nya, ia pun kini sejenak melurus kan ke dua kaki nya, yang sedari tadi ia tekuk


tak berapa lama, kini Hani dan juga Aldo menghampiri nya, untuk berpamitan pulang


'' kalian sudah makan..'' tegur Yuna ketika Hani sudah mendekat ke arah mereka


'' sudah dong,, rasa nya perut ku sudah tak muat lagi..'' ucap Aldo sambil terkekeh kecil


'' bagus lah,, eh.. ngomong-ngomong anak kalian kenapa gak di ajak..'' ujar Yuna pada ke dua nya


'' Kania demam, tidak tega membawa nya, si kembar pun agak rewel, jadi mama ngalah, mereka yang menjaga anak-anak, dan kami yang menghadiri acara mu..'' jelas Aldo pada Yuna


'' semoga lekas sembuh anak nya, kalau mau pulang... bawa untuk Tante sekalian..'' ujar Yuna


'' tidak usah lah,, kami sudah makan di sini saja sudah syukur.'' ucap ata


''' emang nya gue miskin amat, sampai gak bisa membawa kan kalian bekal..'' sungut Yuna

__ADS_1


membuat Aldo dan Hani menguat kan tawa renyah menggema melihat Yuna merengut kesal..


...****************...


__ADS_2