Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 110


__ADS_3

'' kalian habis dari mana, untung nya rumah ini kunci nya di pegang oleh adik ipar mu..'' omel mama ata ketika mereka melihat kemunculan ata


'' baru datang kah, atau bagai mana..'' bukan nya menjawab, ata malah bertanya balik


sedang kan Yuna menyalami ke dua mertua nya, tidak mungkin ia berlaku tidak sopan kepada kedua mertua nya


'' sudah dari semalam, kata adik ipar mu, kalian sudah lama tidak kembali, tapi mereka tidak menjelas kan sedetail mungkin kepada kami, membuat kami menjadi bingung..'' ucap papa ata


'' kami lama tinggal di kota di mana Abang ipar ku tinggal, karena Yuna tak bisa berperjalanan jauh..'' saut ata


sedang kan leana memilih membantu Yuna untuk masuk ke dalam, ia tak mungkin menyuruh ata, sedang kan orang tua nya sedang berkunjung ke rumah menantu nya


'' Yuna kenapa, apa dia sakit parah..'' ucap mama ata dengan nada panik, seketika itu juga mama ata mengejar Yuna yang sudah masuk ke dalam bersama leana


'' aduh.. menantu ku.. kamu kenapa..'' tanya mama atanketika menghampiri Yuna


'' Yuna tidak papa kok besan, dia hanya kelelahan saja, dan untuk sementara waktu tidak boleh mengerjakan pekerjaan berat..'' ucap leana menatap sang besan sambil tersenyum ramah


'' apa ada penyakit serius kah.. sampai tak boleh mengerjakan pekerjaan berat..'' tanya papa ata yang menyusul masuk ke dalam rumah


kini mereka tengah berkumpul di ruang tamu, di mana Yuna duduk bersandar kan bantal sofa untuk membuat pinggang nya sedikit nyaman


'' tidak ada penyakit serius,, Yuna hanya menjaga penerus keluarga Bramasta Wijaya saja..'' saut ata santai


membuat ke dua orang tua nya menatap ata bingung dengan perkataan putra mereka yang terkadang membuat mereka kesal


'' maksud dari perkataan mu itu apa ata... mama tidak mengerti sama sekali..'' ucap mama ata menatap ata dengan seksama begitu juga dengan sang papa


ata berjalan mendekat ke arah Yuna dan duduk di samping Yuna, ia pun mengangkat tangan nya dan mengelus perut Yuna yang sudah mulai terlihat sedikit memucit


'' di sini, ada penerus ku, Bramasta Wijaya junior..'' ucap ata seraya tersenyum, membuat ke dua orang tua nya kaget dan sekaligus senang mendengar kabar berita tersebut


'' apa Yuna sedang mengandung saat ini ata..'' tanya mama ata antusias


ata hanya tersenyum lebar saja, menanggapi pertanyaan sang mama, begitu juga dengan leana, ia ikut bahagia dengan kebahagiaan anak-anak nya

__ADS_1


'' aah... papa... kita akan memiliki cucu..'' teriak mama ata begitu girang nya


sedang kan sang papa hanya bisa mengucap kan syukur, karena sudah sejak lama ia mengingin kan cucu dan penerus Wijaya,


'' kita harus mengadakan syukuran besar-besaran ma... untuk menyambut kehadiran cucu kita pewaris kita..'' ucap papa ata senang


'' gak bisa pa... Yuna tak bisa beraktivitas berat, apa lagi ada syukuran besar-besaran seperti apa yang papa ucap kan,, ata tidak setuju..'' bantah ata cepat


'' tapi papa mau mengadakan syukuran ata, apa salah nya..'' ucap papa ata tak mau kalah


'' tidak ada, kalau mau, syukuran sekedar nya saja, kalau tidak mau, tidak ada sama sekali,..'' ucap ata tak terbantah kan


Yuna dan leana hanya bisa menghela nafas berat saja, ia tak mau ikut campur urusan ke dua orang yang sedang berdebat di depan mereka


'' hei.. kalian kenapa jadi bertengkar sih,, lihat Yuna itu, menjadi stres gara-gara kalian berdua..'' ucap mama ata yang melihat Yuna terdiam sejak tadi


sedang kan leana hanya mengusap bahu sang putri untuk menenang kan nya, mereka baru sampai, di sambut dengan perdebatan yang membuat anak nya pusing


'' papa sih.. '' ucap ata sewot ke arah sang papa


anak dan istri nya sama saja, selalu menyalah kan nya, walau pun masalah yang ia tidak ketahui sama sekali, pasti ia yang akan mendapat imbas nya


'' mama pulang dulu ya.. Yuna, lagian di sini ada mama mertua mu, mama mau melihat rumah bagai mana bentuk nya..'' pamit leana pada Yuna


'' loh... kak, kok? pulang sih,, di sini saja, biar aku ada teman nya..'' pinta mama ata


'' mau pulang sebentar saja, aku ingin melihat rumah ku, seperti apa bentuk nya..'' ucap leana pada sang besan


'' gak mungkin berubah kan rumah nya..'' saut mama ata sambil mengulas senyum nya..


'' memang tidak akan berubah bentuk, takut nya sudah menjadi kapal pecah, karena sudah lama ku tinggal kan..'' jawab leana


.jawaban leana membuat mama ata mengerut kan kening nya, seberapa lama mereka tinggal di negeri orang, sampai besan nya berucap demikian


leana tetap kekeh hendak pulang, ia bukan tega meninggal kan Yuna yang sedang membutuh kan nya, namun leana memberi besan nya waktu untuk berkumpul dengan anak menantu nya

__ADS_1


'' balik lagi nanti mi.'' pinta ata, leana hanya mengangguk kecil saja menanggapi permintaan sang menantu


Yuna hanya menatap kepergian leana saja, tanpa mau melarang nya, ia tau mama nya tidak mau membatasi antara diri dan juga sang mertua


'' wah.. ini kabar gembira untuk keluarga kita ma,, akhir nya papa akan mendapat kan pewaris..'' ucap papa ata senang


sedang kan mama ata juga merasa kan hal yang sama, karena selama ini, itu lah yang ia harap kan,


'' mama akan menjaga Yuna dengan sebaik mungkin..'' ucap mama ata begitu semangat nya


'' apa maksud mama..'' ata keherana mendengar perkataan sang mama


'' mama akan menjaga Yuna di sini,, papa kalau mau pulang, ya.. pulang saja lebih dulu..'' ucap nya pada sang suami


'' eh.. gak bisa gitu dong ma.. papa sama siapa nanti di sana..'' ucap papa ata protes pada istri nya


'' terserah kalian lah mau apa di rumah ini,, ata mau membawa Yuna untuk beristirahat..'' ucap ata memapah Yuna kembali


ia mengajak Yuna untuk masuk ke kamar mereka, ia tak ingin lagi mendengar apa yang di debat kan oleh ke dua orang tua nya


'' kok? di tinggal masuk sih.. mas,, kasian mereka, baru bertemu dengan mu..'' ucap Yuna menoleh kebelakang sejenak


'' biar kan saja, nanti kan berhenti sendiri, lagian apa kamu gak lelah..'' tanya ata merangkul Yuna


'' aku kan banyak istirahat nya mas,..'' ucap Yuna apa ada nya


'' temani mas saja,, mas lelah belum ada tidur ..'' pinta ata


Yuna yang tak mau membantah perkataan sang suami pun, hanya bisa menurut saja dengan ajakan ata pada nya


sore hari, setelah mandi, ata dan Yuna baru keluar dari dalam kamar, mereka menatap sejenak ruang tamu, apa kah ada orang nya atau tidak


'' kemana mama dan papa pergi nya..'' ata keherana melihat ruang tamu kosong tidak ada orang sama sekali


...****************...

__ADS_1


__ADS_2