Penantian Cinta

Penantian Cinta
pc 131


__ADS_3

waktu berlalu begitu cepat, kebahagian menyelimuti keluarga Yuna, terutama yuna, betapa bahagia nya Yuna ketika ia mendapat kan anak laki-laki, kini harta kekayaan nya sudah lebih dari cukup


kebahagian, kekayaan, anak yang sepasang, dan hidup yang mewah, jauh dari cemohan orang, penderitaan Yuna, yang beberapa tahun silam, kini terganti kan dengan kebahagian tiada Tara


'' mau di beri nama siapa ini kak, Beby boy nya..'' tanya Yudis yang berkunjung ke rumah Yuna


ia menyempat kan diri dari kesibukan nya, untuk melihat kehadiran keluarga baru mereka, kebahagian mereka terbayar kontan ketika penerus Bramasta lahir


'' mau di beri nama devano Bramasta Wijaya..'' ujar Yuna pada Yudis


'' wah.. wah..wah,, ini gak lucu, kenapa semua nya ikut nama dari Daren sih...'' keluh Yudis


yang di sambut kekehan oleh Yuna, ia menatap adik bungsu nya yang prustasi dan geleng kepala,


'' gak apa lah Yudis,, nama nya juga satu keluarga, apa salah nya sih..'' Yuna terkekeh geli


''gak salah sih, malah lebih bagus,.. mau acara apa ini yang mau di selanggara kan..' tanya Yudis


'' acara seperti biasa aja, tasyakuran dan bersedekah ke anak panti, kamu tolong urus bisa...'' tanya Yuna


'' untuk kakak ku tercinta, apa sih yang gak bisa,, mau undang keluarga bang Yuda tidak ini..'' ucap Yudis pada Yuna


'' emang nya kamu punya kontak nya..'' tanya Yuna


'' punya dong, Kakak tau tidak,, kalau bang Yuda sudah memiliki anak kandung.. kembar lagi..'' ucap Yudis begitu semangat nya


'' apaa... yang benar kamu Yudis..'' tanya Yuna tak percaya


'' iya kak,, selama ini bang Yuda telah di tipu oleh Sinta, yang mengata kan bang Yuda lah yang tak bisa memiliki anak, nyata nya, bang Yuda malah sudah memiliki anak dengan istri nya yang ini, sudah ada lima malah..'' ujar Yudis dengan semangat nya


'' limaa.. yang benar saja, menikah nya, pas kakak mengandung Davina itu kalau tidak salah..'' ujar Yuna berpikir keras


'' Yap... Anda benar sekali..'' ujar Yudis terkekeh kecil


'' yang benar saja, sudah memiliki anak lima, sedang kan Davina saja, baru jalan lima tahun, dua bulan lagi baru genap lima tahun..'' ucap Yuna sedikit kaget dengan kabar berita dari Yudis


'' itu,. lah, aku saja shok mendengar kan nya, apa lagi kakak kan..'' kata Yudis lagi


obrolan mereka pun sudah entah sampai mana, menyisakan ata yang sibuk sendiri mengurus setumpuk pakaian devano dan Davina, belum lagi pakaian Yuna yang menumpuk


Dania dan leana mengiap kan makan siang untuk anggota keluarga, sesekali memantau Davina dan Daren yang berlari kesana kemar


***


seminggu sudah berlalu, kini di mana rumah Yuna di penuhi oleh anak panti, dan para tetangga sekitar,


di mana acara tasyakuran devano di gelar sangat mewah dan penuh warna warni, seluruh ke luarga berdatangan, mulai dari Ella dan Adam, Aldo yang hadir sendiri

__ADS_1


Yuda yang sudah di repot kan oleh ke lima anak nya yang begitu aktif, belum lagi kesibukan para tetangga yang berada di dapur, membuat suasana semakin ramai dan riuh


'' bang,,makan dulu..'' pinta ata kepada Yuda yang sedari tadi sibuk memindah kan anak kembar nya yang terlalu aktif


'' iya.. sebentar lagi... ipar mu masih makan,, tunggu dia selesai makan, baru Abang..''' saut Yuda seraya tersenyum lebar kepada ata


'' biar ata yang mengganti kan sebentar bang, ini sudah lewat jam makan siang, bentar lagi acara akan di mulai, aku takut Abang tak sempat makan nanti..'' ujar ata mengambil alih dua kembar yang di jaga oleh yuda


sedang kan sang istri Yuda kini tengah menjaga yang lain nya, bersama dengan leana dan juga Dania,


'' gak apa ini, kalau Abang tinggal makan..'' ujar Yuda sedikit sungkan kepada ata


'' kayak sama siapa aja bang..'' saut ata sambil terkekeh kecil


'' baik lah, Abang titip mereka ya..'' ujar Yuda bangkit dari duduk nya dan berjalan masuk ke dalam untuk makan


dalam pikiran ata, begitu mudah menjaga dua bayi sekaligus, nyata nya ia kuwalahan menjaga dua Bebi twins yang sedang aktif-aktif nya berjalan


'' adu sayang, om kesusahan menjaga kalian..'' ujar ata merangkul ke dua nya membawa masuk ke dalam rumah


'' eh... itu keponakan aku mau di apa kan bang..'' tanya Yudis melihat ata membopong dua bayi kecil dalam dekapan nya


'' mau Abang sayur SOP... kayak nya lebih segar..'' ujar ata memasang wajah serius


'' jangan dong bang,, baru ini aku lihat keponakan aku ada banyak..'' ujar Yudis


'' bilang apa barusan..'' ucap Yuda mmberkacak pinggang kepada Yudis


'' bang ata itu bang, anak Abang mau di sayur SOP..'' tunjuk Yudis kepada ata


membuat Yuda mendelik tajam ke arah ata yang kewalahan meladeni dua anak yang di tangan nya


'' eh.. enggak bang,, ata hanya bercanda saja,, mana mungkin saya tega dengan dua bayi imut ini..'' ujar ata mencari jalan aman untuk diri nya


'' awas aja kalian berdua,, kalau nanti mereka besar, aja aku ajar kan mengahabis kan uang kalian berdua..'' ujar Yuda menahan tawa


sedang kan ata tertawa lepas mendengar ucapan Yuda barusan,


'' ada-ada saja Abang ini,, Abang sendiri pun banyak uang, untuk apa mengajar kan anak Abang menghabis kan uang kami,, sedang kan uang Abang sampai tujuh turunan pun tak akan habis..'' ucap ata masih dengan tawa lepas nya.


'' aku gak ikutan bang..'' ujar Yudis melari kan diri dengan langkah cepat


'' hei.. mau kemana kau..'' ujar Yuda geram kepada adik bungsu nya itu


mereka pun mengikuti ke mana arah langkah kaki Yudis pergi, dengan ata yang masih mengangkat dua malaikat kecil milik Yuda


'' mas,, ambil Davina mas, lihat itu, asik bermain air kemasa gak ada berhenti nya sejak tadi...'' suruh Yuna pada ata

__ADS_1


'' aduh.. ini mau di taruh di mana..'' ucap ata kebingungan menaruh dua bayi kembar yang bersama nya.


'' itu, kasih sama Tante Ella saja..'' tunjuk Yuna kepada Ella


ata menuruti apa yang di ucap kan oleh Yuna, setelah itu, ia pun mengangkat putri nya yang sudah tak berbentuk lagi, pakaian nya sudah basah kuyup


'' aduh... anak papa,, kenapa jadi begini nih,, ini bukan kolam sayang..'' ujar ata mengangkat tubuh Davina dari tempat nya


Yuna yang menatap ata mengurus Davina hanya bisa tersenyum senang dan bahagia, kebahagian mereka begitu banyak ujian. dan rintangan nya,


di mana Yuna selalu di uji dengan kesabaran dan ketabahan hati, namun Yuna bisa menang sampai di titik ini


penantian cinta yang Yuna tunggu bukan lah berlabuh kepada Agam, pemuda yang ia tunggu kehadiran nya, malah meninggal kan nya dengan menikahi wanita lain selain diri nya


berbagai masa telah di lalui Yuna dengan hati yang sabar dan juga tabah, namun siapa sangka, derita yang di alami Yuna selama ini, kini tengah berbuah manis


menikah dengan orang yang tepat, makan wanita akan menjadi rayu, bukan babu, namun selangkah kita salah memilih, maka kita akan terjatuh ke jurang yang paling dalam sedalam dalam nya


'' ayo Poto kita Poto bareng..'' ajak ata kepada keluarga besar Yuna


sedang kan keluarga ata, tak nampak ada sama sekali, entah apa yang membuat keluarga tidak menghadiri acara Yuna yang di gelar,


'' assalamualaikum..'' ucapan lirih terdengar di keramaian acara Yuna yang hampir selesai


'' waalaikumsallam..'' saut serempak banyak orang, yang mana membuat mereka mendongak ke arah sumber suara


'' maaf kan mama Yuna, mama banyak salah sama kamu, mama menyesal Yuna, telah membuat kamu tertekan di rumah kamu sendiri, mama banyak salah sama kamu Yuna..'' ujar mama ata bersimpuh di kaki Yuna


'' ma.. jangan gitu lah,, gak enak di lihat orang


banyak,..'' ucap Yuna melirik ke seliling nya yang tengah menatap mereka berdua keheranan


'' mama minta maaf Yuna, mama menyesal..'' ujar mama ata tetap bersimpuh di hadapan Yuna


'' mama tenang saja,jauh-jauh hari, Yuna sudah memaaf kan mama kok..'' ucap Yuna dengan tulus


''terima kasih Yuna, mama sudah banyak saja salah pada mu, mama tidak tau lagi harus berkata apa pada mu..'' ujar mama ata tersenyum bagaima,,


ternyata Yuna tak seburuk apa yang di ucap kan kaila, nyata nya kini ata telah membangun satu pendidikan menengah bawah, bagi orang yang tidak mampu


kebahagian Yuna kini telah sepenuh nya sempurna, di mana kini mertua nya telah kembali baik pada nya, dan cinta ata tentu nya hanya milik Yuna seorang


penantian cinta yang selama ini yuna nanti kan berakhir dengan bahagia, walau bukan dengar orang yang Yuna tunggu,


ternyata Allah telah menyimpan satu kebahagian untuk nya, manusia hanya bisa berencana, dan Allah lah yang memberika jalan dan ketentuan


TAMAT........

__ADS_1


__ADS_2