Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 88


__ADS_3

'' apa sih mas.. bang ata nya hanya bertanya saja.. bukan mau lamaran sekarang..'' tegur Dania seketika


sedang kan ata terkekeh kecil melihat tingkah laku Yudis yang humoris menurut ata, padahal asli nya pemarah dan pendiam


'' mas hanya bercanda Dania..'' ujar Yudis meraup wajah Dania dengan gemas


'' Dania pikir serius mas..'' ujar Dania pada yudis


sedang kan Yuna sudah terdiam dan terpelongo mendengar permintaan ata, ia tak tau harus berucap apa, karena ini di luar dugaan nya, Yuna tidak pernah berpikir sejauh itu, karena mereka baru bertemu satu hari pun belum genap


'' tidak? mas hanya bercanda saja, lihat tuh.. wajah kak Yuna sudah tegang sekali..'' Yudis menunjuk ke ara Yuna yang mana kedua orang yang sedang ada di sana menatap Yuna langsung, begitu juga dengan Bramasta


'' mbak Yuna gak apa..'' Dania mengoyah kan lengan Yuna karena Yuna hanya terdiam sejak tadi


'' mbak gak apa Yuna,..'' Yuna menatap Dania sambil tersenyum,


Yuna menutupi kegugupan nya, tidak mungkin ia baik-baik saja, ketika ada seorang pria yang tiba-tiba melamar nya, dalam tempo waktu singkat, seperti ini


'' mbak mau ke kamar dulu..'' ujar Yuna mencoba menghindari suasana malam ini


''' eh.. mau kemana kamu, belum menjawab juga..'' ata menarik tangan. Yuna mendekat pada nya, ia tidak melepas kan Yuna begitu saja


'' aku butuh waktu untuk menjawab nya..'' saut Yuna tanpa menoleh sedikit pun pada ata, karena ia merasa gugup saat ini


'' baik lah, aku hanya sebentar ada di sini, mungkin dua hari lagi aku kembali ke kota ku, jadi? aku harap aku sudah mendapat kan jawaban nya besok, aku akan kembali lagi menanyakan nya besok..'' perlahan ata melepas kan cekalan tangan nya pada Yuna


'' kau akan kembali ke kota mu, bukan nya om Adam memperkerjakan mu di kafe Aldo..'' Yuna menoleh cepat ke arah ata


'' tidak? aku di sana hanya kemauan ku saja, sekalian mencari informasi tentang mu..'' ata tersenyum lebar pada Yuna


membuat Yuna mengeryit kan kening nya pertanda ia kini sedang bingung


' sudah lah, kenapa kita malah membahas pekerjaan,. kau mau kan menjawab nya besok, aku butuh kepastian cepat, agar orang tua ku tidak lagi menjodoh kan ku..'' ujar ata pada Yuna


'' besok aku akan menjawab nya, aku harus berpikir dulu semalaman..'' ucap Yuna dengan gugup, ini kedua kali nya, ada seorang pria melamar nya mendadak

__ADS_1


'' oke kalau begitu.. aku akan pulang dulu malam ini, besok pagi, aku akan menjemput mu kemari, karena mobil mu tertinggal di kafe..'' ata bangkit dari duduk nya


'' Abang mau pulang..'' tanya Yudis buka suara


sejak tadi kedua nya hanya menjadi pendengar setia saja, tanpa Mau menyela perkataan satu sama lain,


'' iya dis... mami kemana tadi..'' ata mencari keberadaan leana


'' tunggu sebentar, biar Dania saja yang memanggil kan mama..''dania beranjak dari duduk nya,


setelah berpamitan dengan semua orang yang ada di rumah Yuna, ata melenggang pergi meninggal kan rumah Yuna


****


pagi hari aktivitas Yuna seperti biasa nya, datang melihat butik sebentar, setelah itu, lanjut lagi pergi ke kafe, untung saja Yuna tak lagi melihat kebun sawit Aldo yang baru di rintis


'' kamu masih kerja di kafe Aldo lagi Yuna.. gak mau berhenti aja, lagian adik kamu kan sudah ada penghasilan nya sendiri..'' tegur Yuna di kala mereka semua menikmati sarapan pagi


'' Yuna belum ada ngomong sama Aldo nya ma.. takut nya nanti, kalau Yuna berhenti tiba-tiba? Aldo nya terkejut pula..'' ujar Yuna


'' coba nanti Yuna bicara kan lewat telepon ma, takut nya Aldo belum bisa menghendlel pekerjaan nya saat ini..''


'' kalau bisa secepat nya ya.. mama gak mau kamu terlalu lama bekerja, sudah cukup lah penghasilan mu dari butik mu itu, kalau bisa kamu kembangkan lagi butik mu itu..'' saran mama, membuat Yuna berpikiran sama dengan sang mama


'' iya nanti Yuna pikir kan.. Yuna berangkat kerja ma..'' Yuna menyalami sang mama, lanjut pergi bekerja,


seperti janji ata semalam, kini ia telah menunggu di depan rumah, menjemput Yuna, karena mobil nya tertinggal di kafe


'' silah kan masuk tuan putri..'' dengan senyuman lebar, ata membukakan pintu mempersilah kan Yuna untuk masuk ke dalam mobil nya


'' aku tidak terlambat kan..'' ata menaik turun kan ke dua alis nya menatap yuna sambil tersenyum


'' tidak kok? ini malah kecepatan bagi ku..'' ungkap Yuna apa ada nya


selama perjalanan mereka, ata lah yang lebih banyak bercerita dari pada Yuna, terkadang Yuna hanya tersenyum saja menjawab perkataan ata

__ADS_1


'' akhir nya, sudah sampai juga di sini..'' ata memarkir kan mobil nya dengan benar, dan memutar arah, untuk membukakan kembali pintu mobil untuk Yuna


'' jangan sampai larut malam pulang nya..'' pesan ata membuat Yuna mengkerut kan kening nya bingung


'' kau mau kemana..'' spontan Yuna bertanya, karena heran, bukan kah ata bekerja dengan nya di kafe ini


'' biasa, kita pemburu dolar, agar kau nanti hidup dengan ku tak perlu lagi bekerja..'' senyum manis ata selalu terukir kepada Yuna, membuat Yuna tersipu malu


'' kalau aku tak mau hidup dengan mu bagai mana..'' ujar Yuna mendorong sedikit bahu ata


'' kau yakin dengan perkataan mu,..'' ata mencoba menggoda Yuna


'' yakin lah,, siapa juga yang mau hidup dengan mu..'' sungut Yuna


'' kau jangan kejam kali dengan ku,, bisa mati perjaka aku ini nanti..'' ujar ata


'' apa perduli ku, kalau kau mau mati.. ya..mati saja..'' dengan cuek, Yuna berucap, sebenar nya dalam hati, Yuna tak mengingin kan hal itu


'' hemm... kau terlalu kaku sekali, membuat ku semakin gemas saja..'' ata mencubit ke dua pipi Yuna dengan gemas


'' aduh.. sakit tau,, kau ini, kira-kira lah..'' Yuna memukul lengan ata pelan


'' asuh.. aku kira tidak sakit... maaf kan aku..'' ata mengelus kedua pipi Yuna yang tadi ia cubit


'' kau ini, seperti pria yang banyak simpanan nya..'' ujar Yuna menepis tangan ata dari pipi nya


' aku berlaku seperti ini hanya pada mu saja,, tidak dengan wanita lain..''


'' aku tidak percaya..'' ucap Yuna bersedekap tangan


'' baik lah.. terserah kau saja, mau percaya atau tidak, yang terpenting, aku sudah berkata yang sebenar nya... sudah ya.. besok kita bertemu lagi, dan aku akan meminta jawaban mu besok.. sekarang aku mau bekerja untuk masa depan kita, kau yang hati-hati ya.. kerja di sini..'' ucap ata sambil mengusap kepala Yuna yang terlapisi dengan hijab nya


'' hati-hati di jalan, mengemudi nya jangan asal-asalan..'' pesan Yuna yang membuat hati ata jadi berbunga-bunga


'' tambah sayang deh.. sama kamu..'' sekali lagi ata menaruh hidung Yuna dengan gemas

__ADS_1


...****************...


__ADS_2