Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 105


__ADS_3

'' Yang cepetan, mama dan yang lain nya sudah selesai berkemas, kenapa kamu lama sekali sih..'' ata melonggok kan kepala nya mengintip Yuna yang sedang berada di dalam kamar


'' bentar mas, Yuna mau memberes kan ini lebih dulu..'' ucap Yuna memasuk kan sebagian peralatan wajah nya ke dalam tas kecil


hari ini mereka akan menghadiri acara pernikahan Yuda yang entah di mana berasal, namun, mereka tetap akan menghadiri nya, karena bagi mereka ini adalah moment yang paling berharga


bagai mana tidak, seorang Yuda bisa berpaling meninggal kan istri nya, yang dulu sangat ia cintai, sampai melukai saudara nya sendiri pun ia rela, asal kan ia tetap bersama Sinta


kini semua mungkin sudah berakhir, terbukti dengan Yuda menikah lagi dengan wanita asing, mungkin ini lah saat nya keluarga Yuna di persatu kan dan akan hidup damai dan bahagia


'' ya.. ampun, sampai sebanyak ini bawaan kita, padahal kita cuman berdua loh ini..'' ata sampai geleng kepala melihat apa saja yang di bawa oleh sang istri


'' hehe.he.., takut kehabisan mas..'' ucap Yuna cengengesan menatap ata


'' kenapa kalian malah berdebat sih.. bukan nya lebih cepat sedikit, nanti kita ketinggalan pesawat loh ini..'' omel leana kepada anak dan menantu nya


'' Yuna nih mi... entah apa saja yang ia bawa..'' ucap ata menunjuk ke arah Yuna dan barang bawaan Yuna


'' sudah-sudah, cepatan sesidikit, mama gak mau terlambat datang nya..'' ucap leana menghenti kan pertengkaran antara dua orang


'' iya.iya ma..'' ujar Yuna masuk ke dalam mobil,


begitu juga dengan leana dan ata, yang duduk di kemudi mobil, dalam perjalanan, yang menempuh jarak begitu jauh, membuat leana tidak memudar kan semangat nya untuk menemui anak pertama nya yang selama ini selalu menjau dari keluarga mereka


sesampai nya di lokasi acara yang mau di adakan pesta, kini Yuna malah berdebat dengan Yudis yang tak mau membagi Daren untuk nya


Yuna menatap kesal sang adik, pasal nya sejak tadi Yuna meminta, namun Yudis tak mau melepas kan Daren untuk Yuna


'' sebenta saja dengan ku Yudis, kenapa kau menjadi adik yang pelit seperti ini sih..'' Yuna berdecak kesal ketika Yudis terus saja mengabai kan permintaan yuna


'' aku juga mau dengan Daren kak, aku baru ini banyak waktu untuk nya, selama ini aku tak ada waktu untuk bersama nya..'' saut yudis tak mau kalah sama sekali

__ADS_1


'' ya.. ampun, sama-sama di jaga, jangan berebut begitu, yang gantian gendong nya, kasian itu Daren nya jadi rebutan terus..'' omel leana geleng kepala menatap ke arah Yudis dan Yuna


'' Yudis sudah sedari tadi ma.. Yuna hanya ingin mengangkat nya sebentar saja..'' pinta Yuna agar sang mama mau membantu nya


ata yang melihat itu, menjadi iba pada Yuna, namun mau bagai mana lagi, itu bukan lah anak mereka, melain kan anak adik Yuna


'' nanti kita buat sendiri aja Yang..'' ata merangkul Yuna ke dalam dekapan nya


membuat Yudis terkekeh kecil, melihat Yuna merajuk, ia pun sebenar nya tak tega, namun ia pun membutuh kan waktu lebih banyak untuk bersama anak nya


'' ngalah aja mas.. biar Daren sama mbak Yuna saja..'' Dania menarik tangan Yudis, dan mengangkat Daren dari dekapan Yudis


'' aku juga membutuh kan waktu lebih lama bersama Daren bunda..'' ucap Yudis menatap Dania


'' nanti malam kan sama mas terus, jaga sampai pagi lagi..'' ucap Dania menyerah kan Daren kepada Yuna


membuat Yuna dengan senang hati menyambut Daren ke dalam dekapan nya, melupakan ata yang semula memeluk nya


membuat diri nya di tertawakan oleh Leana dan Yudis, tak lupa juga dengan Dania, sedang kan yang di sindir tak merasa sama sekali, ia sibuk dengan Daren berdua


'' ini pada kemana tuan rumah nya, apa mungkin kita di abai kan terus menerus seperti ini..'' ata melirik ke sekitar, tak menemui ada nya tanda-tanda orang yang akan mempersilah kan mereka masuk ke dalam rumah


'' iya.. ya, apa kita datang nya terlalu cepat ya..'' ucap Yudis menatap ke arah ata dan leana


sedang kan leana sudah harap-harap cemas, takut perkataan Yudis dan ata ada benar nya, apa mungkin Yuda akan mempermain kan mereka sekeluarga seperti dulu lagi


'' kita tunggu satu jam lagi, kalau tetap sama, kita akan mencari hotel terdekat di sekitar sini,..'' Yuna ikut menipali perkataan ata dan Yudis


'' iya.. benar apa kata Yuna, kita tunggu sebentar lagi, kalau tidak ada yang mempersilah kan kita masuk, lebih baik kita pulang saja..'' ucap leana pasrah


sebelum berangkat dari rumah, leana sudah mempersiap kan diri untuk bertemu dengan Yuda, ia begitu senang nya ketika anak pertama nya mengabari diri nya, bahwa Yuda akan menikah lagi dengan wanita lain

__ADS_1


satu jam berlalu, namun tidak ada perubahan sama sekali, malah semakin parah, mereka di abai kan, tidak ada yang perduli dengan mereka, bertanya kepada para pekerja pun tidak ada guna nya, karena tidak ada yang tau di mana tuan rumah mereka berada


'' ayo kita pulang saja..'' ajak leana. dengan lesu


'' loh.. kok pulang mi? kita lebih baik menginap saja di hotel, kasian dengan Daren jika kita harus pulang lagi..?'' ucap ata kasian kepada Daren


'' bagai mana baik nya saja lah, mama sudah tak mau ada di sini..'' ujar leana. sendu


Yuna yang menatap sang mama menjadi tidak tega, ia pun mendekat ke arah sang mama dan memeluk nya, memberikan rasa nyaman, agar leana tidak terlalu memikir kan pengabaian Yuda


'' mama mau duduk di sebelah mana..'' tanya Yuna lebut ketika Yuna menuntun sang mama ke arah mobil


'' mama di mana saja pun jadi..'' saut leana


Yuna pun membawa sang mama untuk duduk di depan, sedang kan daniah di suruh mengalah,


begitu mereka semua sudah naik, dan hendak pergi, satu mobil masuk ke pekarangan rumah yang tengah di dekor


'' kenapa mobil ini menghalangi kita..'' ucap Yudis heran


'' mobil apa..'' leana mendongak ke arah depan, dan mendapati hal yang sama


bukan nya menyingkir, pintu mobil tersebut pun terbuka lebar, dan menampil kan Yuda yang tergesa-gesa mendatangi mobil yang mereka naiki


begitu sampai, Yuda pun mengetuk jendela kaca mobil, Yudis yang awal nya enggan membuka pun terpaksa, karena sang mama menatap nya dengan wajah sendu


'' maaf kan Yuda ma.. Yuda lupa kalau hari ini mama akan datang..'' ucap Yuda begitu jendela kaca mobil terbuka


Yudis yang mendengar permintaan maaf Yuda kepada sang mama, ia pun membuka kunci pintu mobil, Yuda pun langsung membuka pintu mobil tersebut dan memeluk sang mama ketika sang mama begitu keluar dari dalam mobil


...****************...

__ADS_1


__ADS_2