Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 65


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa klik tanda ⭐ dan juga klik tanda ❤. Terima kasih buat semuanya.



Sebuah mobil sedan mewah kini sedang melaju membelah jalanan kota yang tidak terlalu padat, mobil yang harganya lumayan menguras kantong ini ternyata milik Ardan.


Ardan sendiri kini sedang mengemudikan mobilnya kerumah seorang sahabat dari orang yang berada di samping kemudinya. Ya dia adalah Nindy, alias mamanya Arya.


Cukup butuh banyak waktu untuk membujuk nindy mau diantarkan oleh Ardan. Banyak sekali alasan yang di lontarkan nindy untuk menolak niat baiknya. Tapi setelah perdebatan yang panjangakhirnya nindy mau diantar olehnya, itupun karena Arya, anaknya tidak mau berpisah dari Ardan. Dan itu menjadi kesempatan emas bagi Ardan untuk mendekati nindy.


Tadi sebelum pergi , Ardan kembali keruangan pertemuanmya tadi dengan kliennya dan berpamitan untuk pulang terlebih dahulu karena ada urusan. setelah itu Ardan menyuruh sekertaris nya untuk ke kantor duluan karena Ardan akan pergi mengantarkan nindy kerumah temannya yaitu Nayla.


Ketika Ardan lewat di depan kasir ,Ardan tidak sengaja mendengar kalau mereka sedang membicarakan tentang pemilik cafe. Ardan tidak menyangka kalau nindy adalah pemilik cafe ini, Ardan hanya mengangguk-angguk kepalanya mengerti. dan ketika sudah hampir sampai depan ointu, tiba-tiba langkahnya berhenti karena mendengar status Nindy sekarang. Hatinya terasa sakit mendengarnya tapi ada sebagian dari hatinya yang bersorak bahagia mendengar itu.


Senyum Ardan langsung terbit, dia sampai mengangkat tangannya refleks karena mendengar berita bahagia itu. Setelah itu dia bergegas ke luar cafe dan menemukan nindy dan Arya yang kini sedang menunggunya duduk di sebuah kursi di depan cafe AND.


"Maaf menunggu lama, tadi ada masalah sebentar jadi harus diselesaikan dulu." Setelah menjelaskan kepada Nindy, Ardan kemudian mengalihkan perhatiannya pada anak kecil yang berada di atas stroler..


" Maafyah sayang udah buat kamu jadi menunggu Om.Kalau begitu kita sekarang ke mobil langsung saja yah,kasihan Arya jadi kepanasan..?"Ardan menggendong Arya di tangannya yang satu, sedangkan tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk membawa tas perlengkapan Arya.


Bagi orang yang tidak tahu, mereka pasti mengira kalau mereka adalah pasangan suami istri yang baru menikah dan mempunyai anak kecil.


Tit


Bunyi kunci otomatis terbuka dari sebuah mobil warna hitam yang terparkir di antara mobil yang lain, Ardan membukakan pintu samping kemudi untuk nindy, sedangkan nindy yang di perlakukan seperti itu hanya biasa saja. Nindy hanya mengucapkan terima kasih dan tersenyum sekilas pada Ardan.


"Terimakasih Mas Ardan. kalau begitu biar saya yang gendong anak saya, takutnya mas Ardanmalah repot jika harus menyetir sambil menggendong Arya...!!"

__ADS_1


"Santai aja Dy... Insya Allah aku bisa." Ardan menolak tangan nindy yang berniat meminta Arya dari gendongannya. Ardan merasa justru ini kesempatan baginya untuk mendapatkan hati anaknya.


Masalah Nindy nanti saja dipikirkan, Ardan juga tahu nggak mungkin bagi Nindy untuk menerima lelaki lain secepat ini. Pasti ada trauma kecil di hati nindy sekarang, maka dari itu Ardan sekarang hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Sang pencipta.


Allah pasti tahu yang terbaik untuk umatnya, nyatanya setelah sekian lama dia tetap bertemu dengan nindy walaupun tidak pernah di sengaja, tapi justru itu.... karena ketidaksengajaan itu yang malah membuat Ardan yakin kalau nindy adalah jodohnya.


Selama perjalanan berlangsung Nindy menatap khawatir Arya yang terlihat bahagia sekali berada di atad pangkuan Ardan. Diam-diam, Nindy juga melihat wajah Ardan yang tetap menampilkan ekspresi biasa saja dan santai, walaupun ada Arya di atas pangkuannya.


Setelahmemasuki Sebuh pemukiman warga, mobil sedan itu berhenti di sebuah rumah yang cukup besar jika dibandingkan dengan rumah Nindy yang sekarang. Ardan membuka seatbelt nya dan bergegas keluar untuk membuka pintu mobil untuk nindy, walaupun sambil menggendong Arya tapi Ardan tetap santai melakukan apapun.


Arya yang sudah mulai rewel karena ingin minum susu ,mulai menangis dan mencari mamanya. Ketika dia melihat Nindy didekatnya ,Arya langsung mengulurkan tangannya kepada Nindy. Sedangkan Arya yang melihatnya malah dengan rese nya malah sengaja memundurkan majukan badannya ,jadi seakan-akan Arya tidak bisa menggapai nindy.


Nindy yang melihat tingkah laku Ardan ikut tertawa bersamanya, dan Arya yang sudah tidak sabar akhirnya menangis dengan keras. Karena mendengar tangisan Arya yang begitu keras , akhirnya ardan memberikan Arya kepada Nindy,m namanya arya.


Nayla yang mendengar tangisan anak kecil di depan rumahnya, memilih melongok dari jendela kamarnya. Nayla memicingkan matanya melihat siapa lelaki yang bersama sahabatnya.


Nayla juga menatap sosok lelaki yang kini sedang membuka pintu bagasi mobil mewahnya hanya bisa berdecak kagum melihat parah tampan lelaki tersebut.


Nindy itu emang hoki banget kalau masalah cowok. Dari dulu sampai sekarang, yang deketin nindy pasti orangnya gantengnya di atas rata-rata. Dulu saja banyak yang suka sama nindy tapi Nindy yang emang orangnya cuek jadi tidak perduli dengan mereka semua, kecuali si bangs*t itu. Bersyukur banget gue, sekarang nindy udah lepas dari jeratan cowok itu.


Nindy yang menyadari kehadiran Nayla langsung tersenyum manis menyambut kedatangan Nayla. Nindy meminta Arya yang kini sedang menyusu padanya untuk berhenti dahulu sebentar. Setelah membetulkan letak baju dan jilbabnya, nindy menggendong Arya di pelukannya dan berjalan menghampiri Nayla yang masih terdiam di depan pintu gerbang rumahnya.


Nindy yang melihat kearah mana pandangan Nayla hanya bisa tersenyum kecil,pasti Nayla akan mencercanya dengan banyak pertanyaan tentang seputar siapa lelaki itu.


Sedangkan yang sedang di perhatikan malah santai saja sambil mengeluarkan barang-barang nindy dari bagasinya.


"Assalamualaikum ukty....!!" Nindy sengaja mengucapkan salamnya dengan penuh penekanan, agar Nayla sadar keberadaan Nindy didepannya.

__ADS_1


Nayla yang baru sadar telah mengabaikan keberadaan Nindy,,, langsung mengalihkan pandangannya ke pada nindy.


"Wa'alaikumsalam kesayangan nya Tante." Mereka saling berpelukan sebentar kemudian bercipika cipiki. Nayla yang berniat menggendong Arya malah ditolak oleh Arya, sedangkan Arya sendiri malah mengeluhkan pandangannya kepada lelaki yang berada di samping mobil sedan tersebut.


Arya mengulurkan tangannya ke udara seperti hendak meminta rdan untuk menggendongnya, seakan mengerti, Ardan langsung menghampiri Nindy dan juga Nayla. Arya yang sudah tidak sabar ingin di gendong Ardan ,mulai m as rah dan menggoyangkan kakinya cepat sampai membuat Nindy kewalahan.


Ardan yang melihat itu langsung berjalan cepat dan mengambil Arya di gendongan nindy. Nayla yang melihat itu langsung menyeringai kepada Nindy, dan Nindy langsung melengos menatap seringai aneh di wajah Nayla untuk nya.


"Pa..pa..pa...pa..." Nayla makin menyeringai mendengar Arya yang memanggil Ardan dengan sebutan papa. Nindy makin slah tingkah melihat kejadian tersebut, entah kenapa wajahnya langsung bersemu merah.Nindy mencoba mengipasi wajahnya yang terasa panas.


Ardan dan Arya yang jadi tersangkanya malah terlihat biasa saja, justru mereka malah aibuk dengan urusannya mereka sendiri. Ardan membawa Arya untuk bermain pesawat-pesawat dan. Jadi Arya di buat seperti terbang dan Ardan memutar-mutar kan tubuh mereka. Arya sangat bahagia, dia sampai tertawa cekikikan.


"Sepertinya Arya tahu mana orang yang benar-benar tulus padanya nin. Dan feeling anak kecil jarang ada yang salah. Jadi lebih baik lo pikirin lagi masak-masak untuk memberikan sosok ayah yang baik untuk anak lo. Ya contohnya ada didepan Sono, Lagian lo bisa lihat sendiri anak lo bisa langsung nemplok ke cowok itu berarti itu bukan sebuah kebetulan kan. Gue tahu Arya itu susah kalau dengan orang yang baru dia tui. Jadi siapa lelaki itu? Apa dia adalah calon ayah dari Arya?.."


"Ckckck.....dari pada lo nanya mulu,lebih baik lo suruh gue buat masuk dulu kedalam rumah lo. Karena gue haus banget? Lo tahu sendiri kalau orang menyusui cepat laper kan..?!" Nindy mencoba mengalihkan perhatian Nayla padanya. Sedangkan Nayla yang tahu kalau Nindy takkan pernah mau membahas masalah seperti ini pada siapapun ,hanya bisa menghela nafas saja melihat sifat nindy yang masih tertutup padanya.


Dulu saja waktu masalah Bagas,Nindy sma sekali tidak mau membahasnya. Apalagi sekarang. Nayla lebih memilih mengalah dari pada harus membuat Nayla pergi dari rumahnya. Sebelum itu Nayla meminta nindy untuk mengenalkannya kepada Ardan. karena Nindy teman yang baik akhirnya nindy mau mengenalkan Ardan pada Nayla.


"Mas ardan..!!!" Ardan yang mendengan panggilan dari nindy padanya langsung tersenyum manis pada nindy. Dia tidak mengira nindy mau memanggilnya 'mas' di depan temannya. sedangkan Nayla yang mendengar panggilan nindy pada Ardan, tidak bisa untuk tidak curiga. Apalagi melihat gelagat dari lelaki yang sedang tersenyum pada nindy, dia pasti menyukai sahabatnya.


"Mas ardan... ini kenalin sahabat saya namanya Nayla." Ardan langsung mengulurkan tangannya pada Nayla dan disambut balik oleh Nayla dengan tersenyum manis.


"Ardan." "Nayla"


Setelah perkenalan antara Nayla dan Ardan akhirnya Nayla menyuruh tamunya untuk masuk kedalam rumahnya. Nayla mempersilahkan tamunya untuk duduk sementara Nayla memanggil suaminya dan juga anaknya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2