
Hari ini, Yuna harus mengikuti keinginan ata, mereka hari ini terbang meninggal kan kota E. ke kota ata tinggal, membuat Yuna sedikit gugup
'' aku sangat gugup ata..'' ujar Yuna membuat ata menoleh ke arah Yuna
'' apa yang kau gugup kan, kau hanya duduk di samping ku, menguat kan ku. dan menemaniku meminta restu pada papa dan mama ku.'' pinta ata menggenggam tangan Yuna yang terasa dingin dan sedikit gemetaran
'' apa aku bisa..'' tanya Yuna meragu kan diri nya sendiri
'' pasti bisa .? ata tersenyum lebar kepada Yuna yang ada di samping nya
selama menempuh perjalanan, ata selalu menggenggam tangan Yuna dan mengatakan yang membuat Yuna lebih rileks dan tenang,
kini tiba lah mereka di kediaman ata, rumah megah dan mewah, sudah terpampang jelas di hadapan Yuna, membuat Yuna bertambah gugup, dan gemtaran,
rumah ini tiga kali lipat dengan rumah Bram mantan suami nya dulu, membuat Yuna menoleh ke arah ata yang malah tersenyum lebar pada nya
'' ayo masuk..'' ajak ata sambil tersenyum manis ke arah Yuna
'' kau jangan tersenyum manis begitu,, aku tidak suka..'' ujar yuna pada ata
'' hei.. ada masalah apa, jika aku tersenyum pada mu..'' ujar ata sambil terkekeh kecil
'' kau tersenyum begitu, seperti mengejek ke gugupan ku.. aku tidak suka itu..'' ujar Yuna membuang wajah nya ke samping
'' mana ada aku seperti itu, aku hanya ingin melihat mu tenang dengan senyuman ku ini..'' ucap ata jujur
'' itu tidak benar menurut ku, kau seperti itu, seakan tengah menertawakan ku dalam hati mu.. kau mengaku saja lah, jangan kau berbohong pada ku seperti itu..'' ucap Yuna sinis
membuat ata tertawa lepas, mendengar perkataan Yuna, membuat Yuna memukul lengan ata berkali-kali
'' jangan kau tarik baju ku, nanti robek... sudah baju pinjam.. nanti di suruh gantiin gue..'' ujar ata membuat Yuna menghenti kan tarikan di lengan ata yang hampir membuat baju Yudis robek
__ADS_1
'' salah sendiri, datang-datang penampilan gembel betul, membuat ku ingin membuang mu jauh saja..'' ujar yuna pada ata
'' itu demi diri mu Yuna..'' ata mencolek pipi Yuna
seketika ata mendapat kan tepisan dari Yuna, dengan sadis, membuat ata terkekeh kecil, melihat Yuna selalu saja membuat nya selalu merasa di tolak oleh Yuna
'' ayo cepat masuk, mungkin papa dan mama sudah menunggu kepulangan ku..'' ujar arah dengan santai nya
'' kau tau dari mana..'' tanya Yuna menatap ke arah ata dengan ekspresi wajah bingung
'' papa ku kan banyak mata-mata,, kau bersiap lah, untuk menemani ku..'' ujar ata membuat nyali Yuna yang tadi nya masih tuju puluh persen, kini hanya tinggal sepuluh persen
'' kau jangan membuat ku semakin takut ata..'' ucap yuna langsung
'' aku tidak membuat mu takut, apa pun 6ang terjadi, tetap lah di samping ku..'' ujar ata semakin menggenggam erat tangan Yuna
mereka berdua pun jalan masuk ke dalam rumah Mega ata, yang membuat Yuna tak bosan memandang nya, membuat yuna seolah nyaman berada ada di dalam rumah tersebut
'' tuan ada di mana bik.'' tanya ata ketika mereka berjalan masuk ke dalam rumah megah tersebut
'' ada di belakang Tuan muda, sedang berkumpul di meja makan..'' ucap nya sambil menunduk sopan pada ata
'' terima kasih bik..'' ujar ata dengan sopan juga
'' sama-sama tua muda..'' ucap nya sambil tersenyum ramah
tanpa banyak kata, ata menarik tangan Yuna berjalan ke arah meja makan, di mana di sana telah berkumpul banyak orang, membuat yuna semakin gugup tidak karuan
'' akhir nya, anak yang melati kan diri pulang juga, apa sudah habis uang mu, sudah tidak bisa hidup tanpa kemewahan kan..'' ujar papa arah tersenyum mengejek ke arah ata dan Yuna
'' papa salah, kalau bukan karena wanita terhormat ini, mungkin saat ini ata tidak akan memijak kan kaki lagi di sini..'' ujar ata sambil menatap ke arah Yuna yang ada di dekat nya
__ADS_1
'' ya.. ampun,, apa bagus nya wanita tertutup itu, lebih bagusan aku kemana-mana..'' ujar wanita lebih muda dari Yuna, yang duduk tidak jauh dari mama ata
'' itu menurut mu, tapi beda dengan ku, ini wanita sempurna luar dalam..'' jawab ata tegas, membuat wanita tadi bungkam
'' apa kau tidak memiliki kesopan lagi ata.. sampai kau berbicara seperti itu..'' tukas mama ata melihat ke arah Yuna dan ata secara bergantian
'' aku sudah tidak memiliki kesopanan, jika berhadapan dengan setiap orang yang juga tidak memiliki kesopanan dengan ku..'' ucap ata melirik ke arah wanita yang berpakaian terbuka tersebut
'' lihat lah Tante.. anak Tante sudah di cuci otak nya dengan wanita itu,, apa pantas wanita itu menjadi menantu Tante..'' ujar kaila mengejek ke arah Yuna
'' ata..? apa maksud mu membawa wanita itu kemari, kau harus menikahi kaila secepat nya, tidak ada yang bisa menghalangi rencana ku untuk menjadikan kaila menantu ku..'' ujar sang mama, membuat ata hanya melirik sekilas kepada sang mama dan kaila
'' kalau mama ingin kan kaila berada di rumah ini, suruh saja papa menikahi nya, kan kaila akan tetap di rumah ini menemani mama kemana saja..'' ucap ata melirik sang papa yang menatap nya tajam
'' apa yang kau bicarakan ata.. kau mau menjadi anak durhaka kah..'' geram sang mama menatap ke arah ata
'' mama ingin kaila menetap di rumah megah yang tidak memiliki ke Adilan ini kan, mama ingin ada teman nya di sini kan..? suruh saja papa menikahi kaila, kan selesai, tanpa harus menarik ata ikut andil dengan rencana mama itu..'' ujar ata membuat sang mama berdiri dari duduk nya
kesal sudah pasti di rasakan oleh sang mama, membuat hati ata juga sakit mendengar perkataan nya sendiri, sedang kan Yuna hanya menatap bingung ke arah orang yang ada di depan nya saat ini
''begini kah.. cara kalian menyambut tamu, tidakbada sopan santun nya sama sekali..'' ata melirik ke arah Yuna yang diam saja sambil memegang lengan nya
'' jaga bicara mu ata.. kami ini orang tua mu yang harus kau hormati..'' tukas sang papa kepada ata
'' oh... haus akan kehormatan ya..? baik lah baik.. lah.. bisa ku kabul kan itu, dengan kalian merestui ku, untuk menikahi kekasih ku ini..'' ujar ata santai
'' sampai kapan pun papa tidak akan merestui kau dan wanita yang tidak papa kenal, apa lagi tidak jelas asal usul nya dan bibit bobot nya..'' ujar papa ata lagi
'' papa mengenali nya, papa itu sebenar nya mengenali nya, sangat mengenal nya, tapi sayang nya papa lupa siapa wanita yang sedang berdiri di samping ku ini kan..'' tanya ata membuat sang papa ke bingungan....
...****************...
__ADS_1