
Aku memeluk erat tubuh suamiku, kini kami sedang berada di dalam kamar. Setelah melewati hari yang begitu panjang. Aku merebahkan kepalaku di atas dada bidang nya. Mas Bagas masih bertahan dengan keterdiamannya.
Seperti nya dia masih marah sama aku,karena perbuatan ku tadi.Aku mendongakkan kepala untuk menatap wajah mas Bagas. Ku usap rahangnya yang tegas dan mas Bagas masih tetap dalam mode diamnnya . Aku yang mulai tidak tahan akhirnya memberanikan diriku untuk mendekatkan wajahku dengan wajahnya.
Jarak wajahku dengan nya hanya tinggal beberapa Senti saja, tapi dia masih tetap tak terpancing denganku. Aku menutup mataku dan ******* bibirnya dengan lembut, aku menyusupkan tanganku ke lehernya dan memperdalam ciuman*nku.
Setelah beberapa saat tak ada perlawanan darinya ,aku berniat menyudahi nya dan menarik wajahku menjauh.
sreettt
Cup
Tiba-tiba mas Bagas menarik wajahku dan ******* bibirku rakus. Aku sampai kehabisan nafas mendapatkan ciuman darinya. Aku mencoba mendorong tubuhnya tapi dia seakan tak memperdulikan nya. Dan aku akhirnya hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan nya.
Setelah lelah melahap habis bibirku, sekarang dia malah menempelkan dahinya di dahulu, kami saling menghirup udara dengan rakus. Dia mengusap lembut bibirku yang sudah bengkak karena di gi*"** olehnya.
"Hari ini kamu sudah membuat mas hampir mati jantungan, kamu tahu ? Mas pulang berniat untuk memberikan surprise buat kamu, tapi yang mas temui malah keadaan rumah yang berantakan dan makanan yang mendingin tanpa ada yang menyentuhnya..."
"Apalagi waktu Mas lihat wajah kamu tadi di telfon, mas sudah berfikiran yang tidak tidak. Mas hampir saja menabrak pagar rumah sendiri saking paniknya mau ngeluarin motor sampai lupa belum membukanya. Dan setelah sampai sana ,mas di buat terkejut dengan keadaan yang tidak pernah mas bayangkan.Mas sebenarnya sudah berniat menghajar Rian, tapi mas rasa itu tidak perlu lagi. Aku tahu Rian dan nayla salah, tapi yang penting sekarang mereka sudah menentukan pilihan mereka sendiri. Jadi kita harus mendukung mereka."
"hmmmm... iya nindy juga tahu mas. Cuma rasanya nindy tuh masih tidak menyangka saja kalau mereka pacaran nya sudah sejauh itu mas. Makanya selama ini aku tidak pernah mau pacaran,karena takut akan terjerumus dalam godaan setan yang terkutuk."
"Iya makasih yah sayang,kamu sudah mau menunggu mas dengan setia tanpa terikat dengan lelaki manapun. Tapi dulu mas denger , katanya kamu pernah di tembak sama anak maintenance waktu lagi acara family day tahun kemarin yah...?"
Aku langsung merotasikan bola mataku malas buat membahas masalah kejadian tahun kemaren. Aku langsung mengerucutkan bibirku sebal.
cup
"Hei mas belum mendapatkan jawabannya, mas tuh penasaran banget tahu nggak sih."
"ckckck. nggak usah deh mas. Malu aku jelasinnya."
__ADS_1
"No nonono. harus jawab dulu baru mas biarin kamu tidur. Pokoknya kalau kamu nggak mau jawab sekarang,mas bakalanencium kamu smapai besok pagi." Aku langsung menatapnya ngeri.
"Iya iya-iya. Lagian bukannya dulu mas juga ada di situ juga yah...?"
"Loh emang kamu lihat mas disana? "
"Nggak usah ngeles deh mas. Lagian mas mau ngumpet di lubang semut pun orang pada tahu keberadaan mas dimanapun berada ."
"Kok kamu tahu sih? Jangan jangan kamu juga udah naksir sama mas sedari dulu yah? hayo ngaku...??" Aku langsung terkekeh geli mendengar tuduhan mas Bagas yang tidak ada buktinya.
"Sekarang aku mau jawab soal anak maintenance yang waktu itu nembak aku. Dia itu namanya si Gilang, aku emang kenal tapi tidak terlalu dekat. Anaknya emang baik terus ganteng lagi 11 12 lah sama kamu mas. kkkkk"
Cup
"Kok nyium aku sih mas?"
"Lagian kamu main muji cowok lain di depan suami kamu sendiri."
"Ya udah , mas akan tahan rasa cemburu akang lah sama si Eneng." Aku tersenyum lebar mendengarnya. Aku memeluk mas bagas dengan erat. Aku dengar detak jantungnya yang berdegup keras.
"Dia tuh dulu suka benerin mesin anak final test, dan kebetulan kan dia tuh sering banget kalau ngecek mesin sama si jali. Tahu kan mas sama si jali? "
"Hmmm..."
"Masih mau dengerin lagi nggak ceritanya mas. kalau nggak ya nggak masalah ."
"Lanjutkan."
"Si jali kan anaknya emang selalu bisa membawa suasana menjadi lebih ceria apalagi mendengar lawakannya. Nah dari situ katanya si Gilang suka sama aku mas. Katanya dia tuh suka melihatku yang selalu bercanda ria sama si jali. Tapi karena aku yang masih setia menunggumu datang melamarku makanya aku tolak dia, Lagian aku nggak suka sama dia. Kan aku sukanya sama kamu mas..!"
"Berarti dulu kamu udah suka sama aku nin..?"
__ADS_1
"Bukan begitu maksud aku mas. Maksudnya aku tuh belum mau pacaran waktu itu, dan hatiku emang belum sreg Sam dia. Dan untuk mas Bagas, dulu waktu pertama kali lihat mas Bagas itu aku tuh sempet kagum sama mas. karena di usia yang masih cukup muda sudah bisa jadi manajer. itu saja. Aku memang anaknya tidak pernah mau berangan-angan yang muluk-muluk mas. Lagian dulu mas pertama kali datang saja sudahembuat anak orang jejeritan kayak ngelihat idola mereka datang. Kkkkk. Kalau kata Nayla dulu tuh , dibelakang mas tuh kaya ada sinarnya yang membuat mas bersinar di antara yang lain.!!"
cup
"kkkkk ternyata dulu pesona mas tidak terlalu mempan sama kamu yah nin? Padahal dulu pertama kali melihat kamu, mas tuh langsung jatuh cinta lih sama kamu. Senyuman kamu memang sangat cantik, wajar saja jika si gilang suka sama kamu. Tapi kayaknya nggak cuma Gilang deh yang suka sama kamu, masih ada anak line lain yang suka sama kamu."
"Loh kenapa malah mas yang tahu dari pada aku yah. ? Aku saja tidak tahu mas."
"Wajar jika kamu nggak tahu nin. soalnya kamu kan termasuk orangnya cuek dengan orang yang tidak kamu kenal, iya kan?"
"Heemmm. Lagian aku nggak suka basa-basi mas. pusing mikirin diri sendiri aku mah mas.hehehe"
Mas Bagas mengelus rambutku dengan sayang.
"Justru itu yang membuat mas semakin yakin kalau mas harus mendapatkan hati kamu nin. Dulu mas sempet menyerah waktu tahu banyak yang suka sama kamu, tapi setelah melihat kamu yang cuek bebek tidak perduli dengan mereka semua, mas jadi merasa tertantang untuk menjadikan kamu sebagai pendamping hidupku."
"Aku hanya tidak ingin memberikan harapan kosong kepada mereka mas. Lebih baik aku sendiri dan menunggu lelaki yang benar benar serius melamarku. Dan ternyata kamu mas, aku dulu sempat ragu karena banyak yang menyukaimu juga mas. Aku takut tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu nanti, tapi setelah perjalanan ku ke pantai waktu itu aku jadi sadar ternyata aku memang sudah jatuh cinta sama kamu mas."
"Makasih yah sayang. Mas cinta banget sama kamu. cup"
"Tapi...kapan kamu ke pantai nin? Perasaan waktu terakhir kamu bilang masih di Mall sama nayla kamu langsung pulang kerumah deh...?!"
"Ooohhh itu. Sebenarnya Nayla waktu itu yang menyarankan ku untuk berlibur ke villanya dia yang ada di sana. Karena melihatku yang seperti orang gila pusing mikirin jawaban buat kamu mas.hehehe"
"Maaf yah sayang...! Tapi kamu kesana sama siapa saja nin? kalian nggak mungkin pergi hari itu juga kan?"
"ha-ha-ha. Gilanya kami begitu mas, tanpa membuang waktu Nayla menghubungi Rita dan Dinda dan mengajak mereka malam itu juga. Dinda membawa mobilnya dan menyopiri kami sampai tempatnya.hehehe"
"Wahhhh, Mas salut banget sama persahabatan kamu sayang. Kalian saling menolong ketika ada teman kalian yang kesusahan. Mungkin nanti mas bisa traktir mereka buatengucapkan terimakasih karena berkat mereka kamu bisa berfikir jernih dan memilih mas. "
"Hmmmm..."
__ADS_1
Tbc