Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 95


__ADS_3

hari-hari berlalu begitu saja, tanpa kabar apa pun dari ata, membuat Yuna kini tidak lagi mengharap kan ata untuk menepati janji nya


membuat Yuna menjadi putus asa, dengan yang nama nya cinta, ia kini hanya bisa menerus kan hidup tanpa memikir kan siapa pun, karena bagi Yuna, semua itu hanya membuat Yuna semakin terpuruk di dalam satu titik


'' Yuna.. kau di mana, Dania mau melahir kan ini..'' leana panik sambil berlari tunggang langgang mencari Yuna yang ada di butik


mulai dari pagi, hingga ke sore, Dania dan diri nya berada di butik, mengerjakan setiap pesanan yang di order oleh pemesan,


kini Yuna tidak lagi bekerja di kafe alni, sudah ada dimas yang menggantikan nya, dan satpam butik kini di ambil alih oleh Abang nya Dimas, anak pak Bambang yang pertama


'' aduh kemana sih anak itu, padahal butik sudah tutup, sudah mau magrib juga..'' leana mengomel sendiri mencari keberadaan Yuna


'' ada di dalam buk bos nya ma..'' ucap satpam baru tersebut, pada leana


leana sengaja, menyuruh setiap pegawai Yuna memanggil nya mama, agar semua karyawan Yuna juga merasakan ada nya seorang mama, walau pun leana tidak berperan banyak,


'' ada di dalam dia Deni..'' tanya leana menunjuk ke arah dalam


'' iya ma.. ada sekitar lima belas menit yang lalu masuk nya..'' tunjuk Denis lagi ke dalam butik


'' aduh.. ada apa lagi anak ini kemari.. apa pekerjaan nya belum juga selesai..'' omel Yuna masuk ke dalam dengan tergesa-gesa


'' Yuna.. Yuna.. kau ada di mana sih..'' ucap leana mencari ke dalam butik


'' Yuna ada ma... lagi di dalam gudang..'' teriak Yuna, agar sang mama mendengar nya


'' aduh... kamu ngapain ada di dalam sana sih..'' ucap leana masuk ke dalam gudang


'' Yuna.. aduh...'' lenaa mencoba mengatur nafas nya yang terburu-buru


'' apa sih ma.. Yuna ada di sini.. kenapa mama panik begitu..'' Yuna menoleh ke arah sang mama dengan santai, mencari sesuatu yang Yuna ingin kan


'' Dania mau melahir kan Yuna, kamu ini,, mama sampai ngos-ngosan begini loh..'' ucap leana kesal


'' loh.. kok? bisa, tapi tadi Dania tidak apa-apa ma..'' Yuna menatap leana sejenak

__ADS_1


'' mana mama tau, kata nya sih.. sudah dari pagi tadi merasakan nya, baru ini parah-parah nya..'' ucap leana


'' ngapain mama kemari.. bukan nya Dania nya di temani.. ini malah lari kemari,, gimana sih ma..''' Yuna pun jadi panik, sendiri,


awal nya ia biasa saja, Yuna pikir, sang mama hanya bergurau saja, apa lagi. pagi tadi, Dania masih tampak baik-baik saja..


'' mama tentu saja memanggil kamu.. ayo kita bersiap, agar Dania cepat di bawa ke rumah sakit nya..'' ajak leana sambil menarik tangan Yuna


Yuna hanya bisa pasrah, ketika leana menarik tangan nya keluar dari dalam gudang, Yuna yang semula ingin mengambil kain persegi empat, yang mau di jadi kan sapu tangan oleh Yuna


'' pelan jalan nya ma.. nanti kita sama-sama terjatuh, kan gak lucu ma..'' ucap Yuna menegur sang mama


'' kelamaan tuh...yang ada Dania nya nanti kasihan, bagai mana kalau terjadi sesuatu lagi.. pada Yuna..'' leana sedikit panik, karena meninggal kan Dania di rumah seorang diri


'' Yudis kemana ma..'' tanya Yuna di sela jalan mereka yang tampak terburu-buru


'' Yudis pamit ke kantor tadi pagi, tapi, ketika mama menghubungi ponsel nya, tidak bisa sama sekali Yuna.. mama jadi panik sendiri..'' ujar leana masuk ke dalam rumah bersama dengan Yuna


sampai nya ke dalam, betapa terkejut nya leana dan juga Yuna, Dania sudah mengejan di atas ranjang yang tidak terlapisi apa pun, hanya seprai anti air yang mereka pakai


'' jangan tanya aku mbak, aku sedang pokus..'' ucap Dania membuat Yuna semakin kalut


'' kita ke rumah sakit aja Dania, ini mama siap kan perlengkapan nya..'' ujar leana menunjuk kan satu koper kecil di tangan nya....


'' gak sempat ma... udah gak bisa di tahan, kepala nya sudah di ujung..'' ucap Dania menarik nafas dalam dan menghembus kan nya,


Dania mengulangi itu beberapa kali, membuat Yuna sedikit ke bingungan


'' aduh mama... biar Yuna panggil kan bidan Yanga da di dekat jalan besar saja..'' ucap Yuna berlari ke arah depan


tanpa memikir kan kaki nya yang tidak memakai alas kaki, Yuna berlari cepat ke arah rumah bidan yang membuka praktek untuk bersalin dan lain


'' assalamualaikum buk bidan..'' Yuna menyolong masuk ke dalam rumah begitu saja


'' eh.. ada apa buk Yuna..'' tanya sang bidan muda keheranan melihat Yuna yang baru saja masuk

__ADS_1


'' aduk buk bidan.. adik saya mau melahir kan.. tolong cepat bantu buk bidan... ini darurat..'' ucap Yuna dengan nafas ngos-ngosan


'' apa tidak bisa di bawa kemari saja buk Yuna..'' tanya bidan itu lagi


'' udah gak bisa buk bidan, kata nya kepala nya udah dekat..'' ucap Yuna apa ada nya, begitu lah Dania tadi menyampai kan nya pada diri nya


'' baik lah.. saya siap kan keperluan lain nya, ibu tunggu sebentar ya..''


Yuna hanya mengangguk saja, ia pun berdiri dengan wajah panik nya, menunggu sang bidan berkemas membawa alat nya untuk proses persalinan


Yuna dan bidan tadi pun tergesa-gesa masuk ke dalam rumah, tanpa memperduli kan apa pun di depan nya


'' di kamar mana ibu, pasien nya..'' sang bidan menoleh ke arah Yuna yang masih mengatur nafas


'' ini kamar nya buk bidan.. ayo sini..'' ucap Yuna melambai kan tangan nya agar sang bidan mendengar ucapan nya


begitu masuk ke dalam, dengan terburu-buru sang bidan membenar kan posisi Dania dan juga sang bidan bersiap menyambut nya


tak butuh lama, tangisan bayi baru lahir terdengar menggema di kamar yang Dania tempati, membuat Yuna dan leana yang semula panik, kini menatap mungil nya bayi Dania, membuat mereka tersenyum lebar


'' tolong siap kan air hangat nya..'' pinta sang bidan pada Yuna


'' baik buk bidan..'' Yuna berlari ke dapur untuk menyiap kan air hangat untuk anak Dania


'' perlengkapan di bayi ada di mana buk..'' tanya sang bidan pada leana


'' aduh... kenapa aku melupakan nya sih...'' langkah cepat, leana pun membuka lemari Dania satu persatu untuk mencari perlengkapan bayi .


'' tolong di bantu Bu.. saya mau mengurus mama nya terlebih dahulu..'' ucap bidan menyerah kan anak Dania ke tangan leana


'' aduh.. cucu Oma... laki-laki atau perempuan.ini.. Oma belum tau apa jenis nya...'' leana berbicara sendiri kepada sang cucu yang baru lahir tersebut


'' wah.. imut sekali ma..'' Yuna ikut kagum melihat bayi merah Dania


...****************...

__ADS_1


__ADS_2