
'' kak, tadi om adam. telepon, kata nya, anak Aldo lahiran juga di sana..'' ucap Yudis ketika Yuna menyerah kan Daren kepada Dania
'' wah... kabar bagus dong, jaran berapa bulan sih.. kok? udah lahiran aja.?'' saut Yuna terkejut, dengan lahir nya anak Aldo
'' anak bang Aldo kembar kak.. wajar lebih awal lahir nya.. berbeda dengan anak tunggal..'' ucap Yudis menjelas kan
''' oh.. begitu ya.. kakak malah kurang tau..'' ucap Yuna manggut-manggut tanda mengerti
'' ini Yudis kan lagi memberi tau..''
'' iya..iya... kapan kesana untuk jenguk ya... jadi kepengen kesana deh..''' ucap yuna
'' nanti aja kak... kalau sudah di bawa kemari lagi, lagian lahiran nya di kota A? bukan di sini..'' ucap Yudis lagi
'' iya.. semenjak Aldo menikah, kesibukan nya bukan lagi di kafe? melain kan di rumah, mengurus istri dan anak angkat mereka..'' ucap Yuna
'' iya.. Yudis pun tau itu, bang Aldo keren ya.. kak, walau pun bukan anak nya, tapi bang Aldo mau urus tentang anak angkat nya itu..'' ucap Yudis, ia bangga dengan sikap Aldo yang mau ikut andil mengurus anak angkat nya
'' iya.. Aldo sayang sekali dengan anak nya, apa lagi anak itu selalu menempel sama Aldo,..'' ucap Yuna ketika Aldo selalu bercerita bahwa anak angkat nya begitu dekat dengan nya
****
hari berlalu begitu cepat, tanpa tau menau, kini Yuna di hadap kan dengan seseorang yang hampir saja ia lupakan,
datang begitu cepat, bagai kan seekor burung yang hinggap di hadapan Yuna lagi ini dengan tampilan yang begitu acak-acakan,
membuat Yuna terbengong dan terdiam memandang seseorang yang ada di hadapan nya saat ini,
'' apa yang terjadi, kenapa kau seperti ini..'' Yuna memandang ata dari atas sampai ke bawah,
__ADS_1
'' jangan tanya kan kenapa? aku begini juga karena memperjuang kan mu..'' dengan nafas ngos-ngosan ata berucap, membuat Yuna semakin keheranan
'' kenapa dengan ku..?'' Yuna menunjuk ke arah diri nya sendiri
''' papa dan mama ku? tidak merestui ku dengan mu, mereka pikir, kau wanita yang hanya mengingin kan harta ku saja..'' ujar ata
'' kenapa bisa begitu..'' tanya Yuna keheranan
'' mereka tidak tau, kalau kau itu teman masa kecil ku, mama papa tau nya, aku lelaki yang mencari perempuan asal saja..'' ucap ata
'' mereka tidak merestui ku untuk melamar mu, dan mereka juga mengurung ku, dan menjaga ketat di setiap langkah kaki ku, ponsel kena sita, pasilitas lain nya juga kena ambil, mereka hanya membuat kan ku. ketika aku pergi bekerja dengan supir pribadi yang mereka sewa dan beberapa bodyguard lain nya.. membuat ruang gerak ku sedikit susah..'' ata memngehebus kan nafas nya berulang kali ketika ia harus menyampai kan nya pada yuna
'' jadi? kenapa kau bisa sampai di sini'' tanya Yuna kemudian
'' yang pasti nya.. aku melari kan diri dari rumah, ketika ada seorang wanita yang tidak aku suka di jodoh kan dengan ku..'' ucap ata lagi
'' kenapa mesti lari sih..? lebih bagus kan, kau terima saja perjodohan mu itu, dari pada kau sampai begini, lihat lah tampilan mu? sudah seperti orang yang tak mampu saja..'' tunjuk Yuna ke arah ata yang bersandar duduk di teras bersama Yuna
'' hei.. sakit lah..? sungut Yuna sambil mengusap lengan nya, yang terkena pukulan dari ata
'' apa? lebih sakit lagi aku,, ketika mendengar perkataan mu yang tidak bermutu bagi ku..'' ujar ata geram.
ingin rasa nya ata meremas wanita pujaan nya yang ada di hadapan nya saat ini, namun itu tidak mungkin ia lakukan, karena ata amat menyayangi yuna, wanita keras kepala dan tak mudah, menakluk kan hati nya
'' aku benar kan, lebih baik kau terima saja perjodohan mu itu,, dari pada kau seperti pengamen begini..'' ujar Yuna Kembali
'' lebih baik aku begini, dari pada harus menerima wanita lain di hati dan hidup ku..'' ucap ata sedikit sewot pada Yuna
'' kenapa begitu,, kau memilih hidup mu susah, dari pada tinggal enak nya saja..'' Yuna menoleh ke arah ata sekilas
__ADS_1
'' karena aku sedang memperjuangkan hati seorang wanita yang tidak perna peka akan perasaan ku..'' ujar ata terkekeh kecil
'' siapa dia.. apa kah aku mengenali nya..'' tanya Yuna cepat, membuat ata semakin terkekeh
'' Yap... kau tau siapa orang nya.. tak perlu lah ku sebut kan..'' ujar ata membuat Yuna kebingungan
'' siapa yang ku kenal, beri tau aku, agar aku tak penasaran...'' pinta Yuna membuat ata menghela nafas panjang
'' tentu saja itu diri mu,.. siapa lagi yang akan ku perjuang kan? aku rela seperti ini pun demi diri mu, dan apa yang aku dapat dari mu, malah kau mengatakan aku seperti pengamen..'' ucap ata sedikit kesal
Yuna yang mendengar itu terdiam sejenak sambil berpikiran, dan menyaring apa yang di sampai kan oleh ata pada nya
'' memang kau seperti pengamen kok? lihat saja wajah mu di cermin dan penampilan mu itu,,'' tunjuk Yuna lagi pada baju kumuh yang ata gunakan
'' aku begini karena mu,, setidak nya? kau mengatakan hal yang menyebabkan kan aku, walau hanya sedikit saja, dan puji aku. walau hanya satu kata. '' ungkap ata, membuat Yuna menatap lekat ata
'' aku tidak mau terlalu berharap lagi dengan pria mana pun, karena mereka telah membuat ku terlanjur begini..'' ungkap Yuna
'' kau tidak bisa menyamakan aku dengan mereka Yuna.. aku benar-benar mengingin kan diri mu..'' ucap ata sedikit kesal, mendengar perkataan Yuna barusan
'' kau pun sama, tiga hari sebelum kau pergi, kau begitu manis, dan hingga aku mendapati kenyataan yang tak sesuai kembali, aku kecewa kembali, aku terluka kembali.. apa kau tau itu..'' ucap Yuna menuang kan isi hati nya
'' aku kan sudah menjelas kan nya pada mu Yuna.. orang tua ku tidak mengingin kan ku untuk melamar mu, karena mereka tidak tau siapa diri mu,, aku datang kemari untuk mengajak mu bertemu dengan ke dua orang tua ku..'' pinta ata
'' kalau aku kembali kecewa bagai mana..'' tanya Yuna meminta kepastian
'' tidak akan,, aku menjamin itu,, orang tua ku hanya perlu mengenal mu, setelah itu, terserah apa tanggapan mereka.. aku tidak perduli, aku akan tetap menikahi mu, ada atau tanpa restu dari mereka..''
'' kau jangan nekat ata.. semua itu butuh restu orang tua, agar jalan kita membina rumah tangga itu lebih mudah dan di berkahi..'' ucap Yuna, mencoba memberi sedikit nasehat pada ata
__ADS_1
'' aku tidak mau tau, apa pun yang terjadi, aku ingin kau tetap berada di samping ku, sampai aku menutup mata nanti nya..'' ujar ata sedikit kesal
...****************...