
"Lo sakit nin?"
"Ehm... Dari kemarin perut gue sakit banget." Aku makin menyamankan sandaran ku di bahu Nayla. Walaupun kelihatan nya dia menyebalkan, tapi aslinya sangat penyayang.
"Lo udah periksa ke dokter apa belum? kalau sudah tahu sakit,ngapain lo maksain kesini?" Ucap Nayla pelan sambil mengusap lembut punggung ku.
"Ini sudah mendingan kok. Semalam mas Bagas jagain gue semalaman."
"Beruntung banget sih lo nin, bisa dapetin pak Bagas. Udah ganteng, baik, perhatian lagi. Ya Allah...tolong sisakan satu orang yang seperti pak Bagas Ya Allah." Aku hanya mengamini saja doa dari Nayla.
"Aamiin. Tapi emang cowok lo kenapa?"
"Nggak tau gue. Sepertinya dia cuma manfaatin gue doang, selama ini dia selalu deketin gue kalau ada maunya doang, giliran kalau lagi gue butuhin dia malah ngulang nggak tau kemana. Fuuuuhhh.." Aku langsung memeluk erat tubuh Nayla, aku tau selama ini pasti dia sudah berkorban banyak demi cowoknya.
"Sabar yah nay.!! Nanti Allah pasti akan memberikan jodoh yang baik untuk kamu. Kalau kamu ada apa-apa, kamu bisa kasih tahu gue. Jangan sungkan oke..!!"
"Gaya lo nin,udah kaya apa bae. Kemarin kemarin lo kemana aja..? gue ajakin nongkrong juga lo nggak mau...?!"
"Hehehe... Maaf deh. Lain kali kalau ada kesempatan insya Allah gue ikut. Tapi lo tenang aja nay,gue akan selalu dukung lo apapun keputusan yang lo ambil. "
"thanks yah nin. Lo emang sahabat gue yang paling terbaik."
Cup cup cup
Aku langsung memalingkan wajah ku geli melihat kelakuan si nay nay. Akhirnya waktu sholat Maghrib pun tiba, aku juga melihat mas Bagas dan kliennya sudah turun dari lantai atas. Aku ijin kepada teman-teman ku yang masih disini untuk sholat, mereka belum tahu kalau mas Bagas ada disini kecuali Nayla.
Aku beranjak pergi meninggalkan meja mereka dan bergabung dengan suamiku dan kliennya. Mas Bagas mengajakku untuk ikut turun mengantar Pak David dan Bu Wati sampai di depan mobil mereka.
Sreettt
Aku tersenyum melambaikan tangan kepada klien mas Bagas. Setelah mobil mereka sudah tak terlihat lagi mas Bagas mengajakku keatas sambil tetap melingkarkan tangannya di pinggang ku.
"Kamu sudah selesai makannya sayang?"
"Sudah mas tadi barengan sama yang lainnya. Mas pasti belum makan kan? Aku pesenin makan buat mas dulu yah, biar nanti kalau kita selesai sholat makanan sudah siap dan mas bisa langsung makan. Gimana? " Aku menoleh kesamping wajah mas Bagas, dan mas Bagas hanya mengangguk pelan sambil tersenyum manis padaku.
__ADS_1
Aku langsung berhenti dan memesan makanan buat mas Bagas kepada pelayan yang sedang lewat. Kami melanjutkan menaiki tangga untuk mencapai ruangan mas Bagas.
Setelah sampai kami langsung mengambil air wudhu dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat berjamaah di musholah kecil yang ada di cafe.
Selesai sholat kami berdzikir sebentar dan setelahnya kami pergi meninggalkan musholah untuk ke ruangan kerja mas Bagas.
ceklek
Aku membuka pintu ruangan dan ternyata makanan mas Bagas sudah datang dan di taruh di atas meja. Mas Bagas langsung duduk di sofa dan mengambil makanannya dan di suapkannya ke dalam mulutnya.
Aku yang sedang membetulkan jilbab ku di depan kaca kecil di atas wastafel hanya bisa tersenyum kecil melihat nya. Aku tahu pasti mas Bagas cape banget hari ini.
Aku berjalan mendekat,dan duduk di sampingnya persis. Aku tersenyum manis dan meminta sendok yang sedang di pakai mas Bagas,dia memberikan nya dan aku menaruhnya di atas piringnya. Aku mengambil nasi dan lauknya dengan tanganku kemudian aku menyuapkan nya ke mulut mas Bagas.
Mas Bagas pertama cukup terkejut melihatku yang akan menyuapinya dengan tangan, tapi setelah sadar dia malah mengulurkan tangannya untuk memegang pergelangan tangan ku dan ikut membantu ku untuk menyuapkan nya kedalam mulut mas Bagas.
Dia tersenyum sangat manis menatapku, dia mengelus lembut wajahku dengan sayang. Tak perlu makan di restoran mewah kalau ingin melakukan hal romantis dengan pasangan,cukup makan sepiring berdua dengan pasangan juga sudah romantis. Tinggal di bumbui dengan belaian dan ungkapan cinta pasti pasanganmu akan klepek-klepek di buatnya. hahahaha
"Perutnya masih sakit nggak beb? " Aku yang mendengar pertanyaan mas Bagas langsung mendongak dan menatap wajah mas Bagas.
Aku membalikkan badanku dan melihat mas Bagas yang sedang minum air putih di gelasnya. Aku mendekati nya lagi dan dia langsung mengulurkan tangannya padaku tanda dia ingin aku duduk di pangkuannya. Aku menurutinya dan sekarang aku duduk di atas paha mas Bagas.
greebbb
Mas Bagas memeluk erat pinggangku. Dia menyusupkan wajahnya di leherku, aku yang merasa geli karena hembusan nafas mas Bagas yang menggelitik menembus area leherku yang memang sensitif.
"Mas geli ah. Jangan gitu..malu mas... takutnya nanti ada pegawai mas yang kesini. "
"Biarin aja. Lagian kamu kan istri mas ,jadi mas berhak dong ngelakuin kaya gini sama kamu."
"Iya...tapi nggak disini juga mas. Nindy malu kalau ada orang yang lihat."
"Ehmmm oke deh. Ayo sayang... kita pulang sekarang? Mas pengin bermanja-manja sama istri mas sepuasnya."
Aku terkekeh geli melihat mas Bagas yang tiba-tiba mengajakku pulang. Dia mengambil tasku yang ada di atas meja dan mencantolkannya di atas bahunya. Kemudian di menggenggam tanganku dan menariknya keluar ruangan.
__ADS_1
Senyumku merekah malu melihat manisnya kelakuan suamiku. Kami menuruni tangga untuk sampai lantai bawah dan menuju tempat parkiran motornya berada.
Setelah sampai di depan motornya , dia mengambil helmnya dan memakaikanny padaku. Aku menaiki belakang motornya dan berpegangan pada jaketnya.
Motor mas Bagas mulai meninggalkan area cafe menuju rumah kami berada. Di saat mas Bagas sedang mengemudikan motornya di jalanan, dia menarik tanganku dan memintaku untuk memeluknya dari belakang. Aku yang tahu maksudnya hanya bisa tersenyum kecil dan mengeratkan pelukanku di perutnya. Aku menyandarkan kepalaku di punggung mas Bagas. Mas Bagas kadang kadang juga mengecup punggung tanganku dan mengusapnya lembut.
Kami melewati perjalanan pulang dengan hati bahagia. Sampai di depan rumah, aku turun dari motor untuk membukakan pagarnya. Mas Bagas memasukkan motornya ke dalam garasi di sebelah mobilnya berada.
Mas Bagas mengajakku masuk kedalam rumah sambil merangkul pinggang ku mesra. Kami langsung menaiki tangga untuk menuju kamar kami berada, aku berjalan ke arah kamar mandi untuk cuci muka dan ganti baju dengan yang lebih santai.
Ketika aku sedang melepaskan baju, dengan tiba-tiba mas Bagas masuk kedalam kamar mandi dan membuatku reflek berteriak.
Aaaaaa
Blushhh
Aku langsung reflek menurunkan kembali bajuku dan memukul lengan mas Bagas. Kebiasaan banget deh, aku kan masih malu kalau di lihatin kalau lagi nggak pake baju.
"Mas...!! jangan suka nyelonong gitu dong. Aku kan malu mas~~."
"Buat apa malu sih sayang. Lagian mas juga sudah lihat semuanya, buat apa malu.!" Aku mengerucutkan bibirku sambil menggerutu.
"Sudah nggak usah malu gitu sayang. Mas cuma mau cuci muka sama gosok gigi, sama sekalian mau wudhu buat sholat 'isya."
"Iya iya. Ya udah nindy ganti baju di luar aja deh mas. Nanti nindy nyusul wudhunya setelah ganti baju. "
Aku melangkah keluar Untuk berganti baju dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat berjamaah dengan suamiku di rumah.
Ketika selesai sholat aku merasa ada yang basah di celana ku,dan ketika mengeceknya ternyata darah yang keluar. Aku langsung lemas, aku kira...Aku bisa langsung hamil. Ternyata Allah belum mengizinkanku untuk menjadi seorang ibu secepatnya.
Maafin nindy yah mas kalau belum bisa memberikan ***kebahagiaan yang lengkap di keluarga kecil kita.
Hiks***
Aku menutup mulutku takut mas Bagas mendengar suara tangisanku.
__ADS_1
Tbc