
'' kenapa tidak ada kabar dari ata sama sekali ya.. aku harus bertanya pada siapa..'' ucap Yuna mengetuk kan pena di atas meja kerja nya yang ada di butik
hari ini ia tidak ke kafe, ia berdiam diri di dalam ruangan yang biasa di pakai Dania, kini Dania nya sedang menemani Yudis periksa kan kesehatan sang suami dan juga memeriksa kan kandungan nya, bagai mana pertumbuhan anak mereka
'' buk bos.. ada Tamu..'' Raina mengetuk pintu ruangan Yuna dari luar
'' masuk..'' saut Yuna masih dengan meletakan wajah nya di atas meja
'' ini ada pelanggan baru buk bos, tapi biasa nya di hendlel sama mbak Dania, tapi sayang nya, mbak Dania nya sedang pergi..''
'' biar saya tangani..'' ucap Yuna sedikit bangkit dari duduk nya
sebenar nya Yuna enggan menemui tamu tersebut, namun itu harus ia laku kan, demi mencukupi ke butuhan sehari-hari mereka
'' kira-kira tamu dari mana kali ini Raina..'' ujar Yuna, menoleh ke arah Raina yang ada di belakang nya
'' anu buk.. itu..'' ucap Raina kebingungan
'' anu itu apa..'' tanya Yuna ikut bingung nya
'' huuu.... males sekali aku bertemu dengan nya,, mana kemari mau pesan gaun pengantin lagi..'' gerutu Raina yang tentu saja di dengar oleh Yuna
'' kau ini kenapa sih.. kenapa aku yang kebingungan di sini..'' ucap Yuna tampaknke heranan dengan Raina
biasa nya, Raina lah yang paling semangat, jika ada tamu sedang mencari gaun pernikahan, kenapa kali ini Raina sedikit ke bingungan
Yuna yang melihat itu, ia pun memutus kan untuk keluar menemui pelanggan nya tersebut, sedang kan Raina masih berdiam diri di ruangan Yuna, ia tak mau ketahuan oleh pelanggan nya, yang ada nanti Raina. di jatuh kan oleh mereka,
Raina tak mau itu terjadi, maka dari itu, ia lebih memilih duduk diam di ruangan Yuna, karena ia tak mau ada keributan nanti nya
'' Raina.. Raina.. tolong kau tunjuk kan dulu pada ku, di mana tamu nya berada,,'' ujar Yuna menoleh ke arah belakang nya
'' di mana sih orang nya...'' Yuna celingukan mencari keberadaan Raina
__ADS_1
namun Yuna tidak menemukan Raina ada di belakang nya, membuat yuna sedikit keheranan di buat oleh Raina,,
'' Syifa.. tolong kau panggil kan Raina ada di dalam ruangan ku, mungkin dia tertinggal di sana..'' ucap Yuna menyuruh Syifa yang baru saja datang dari arah gudang
'' baik buk bos..'' jawab Syifa cepat, melangkah ke arah ruangan Yuna
sedang kan Yuna berhenti sejenak di dekat meja kasir, ia menoleh ke kanan dan kiri, begitu banyak nya para pengunjung yang datang hari ini
'' bos memanggil saya..'' ucap Raina di saat sudah di samping Yuna
'' kau ini bagai mana, bilang nya ada tamu, tapi tidak menunjukan kepada ku tamu itu, malah bersembunyi di ruangan ku, seperti akan di kejar penagih hutang saja..'' omel Yuna
'' maaf buk bos.. saya lupa..'' ujar Raina cengengesan merasa bersalah
'' coba kau tunjuk kan di mana sekarang pelanggan nya, setelah itu, terserah kau mau kemana..'' kesal Yuna di buat oleh Raina
'' aduh.. aku salah orang untuk mencari pertolongan..'' gumam Raina pelan yang masih di dengar oleh Yuna
'' pertolongan apa..'' tanya Yuna cepat
Yuna hanya mengikuti saja langkah kaki Raina, sampai lah mereka di ruangan sebelah kanan, dan Yuna hendak masuk ke dalam, namun Raina tidak mengikuti nya,
membuat Yuna keheranan, dengan sikap Raina, ingin menanyakan, namun itu tidak mungkin, Yuna melanjut kan langkah kaki nya, menemui pelanggan yang Raina katakan tadi
'' selamat siang, ada yang bisa saya bantu..'' ujar yuna sedikit sopan
'' apa kah anda pemilik butik ini..'' tanya nya kemudian
'' ya.. benar, ada apa ya..'' tanya Yuna penasaran
'' aahh.. senang nya, bisa bertemu dengan anda langsung,.. ini, istri saya sedang mengandung, dan mengidam, ia ingin di buat kan baju gaun namun, yang ada gambar Poto pemilik toko ini..'' ucap sang suami, yang menuruti kemauan sang istri
membuat Yuna tercengan dan terbodoh di tempat, ada acara ngidam seperti itu.. ujar Yuna dalam hati sambil tertawa dalam hati juga
__ADS_1
'' bisa atau tidak buk..'' tanya sang suami sekali lagi, menatap Yuna penuh harap, membuat yuna tak tau harus berbuat apa
'' saya tanyakan pada asisten saya dulu ya.. pak... karena sebelum nya, saya tidak memegang kendali di sini..'' saut Yuna,
Yuna tak mau mengwcewa kan pelanggan nya, walau pun terkadang permintaan pelanggan nya di luar nalar, namun Yuna tetap memenuhi ke inginan pelanggan nya
'' saya tidak mau orang lain yang membuat kan nya buk, saya ingin dari tangan ibu langsung..'' ucap sang wanita yang berperut cembung tersebut kepada Yuna
'' baik lah,, saya akan ambil kan alat saya lebih dulu,, agar ibu bisa memilih bentuk seperti apa..'' ucap Yuna bangkit dari duduk nya ke arah ruangan kerja nya
'' ada-ada saja pelanggan kali ini, membuat ku mumet saja, mana lagi hamil, kalau tidak, sudah ku tolak itu..''' Yuna menggerutu pelan sambil berjalan ke arah ruangan nya
setelah mendapat kan kertas yang ia cari, Yuna pun berjalan kembali ke ruang tamu, di mana tamu yang tadi ia tinggal kan
'' kenapa balik lagi buk bos..'' tanya Raina ketika melihat Yuna melintas
'' mau menunjukan ini, kata mu, pelanggan yang akan memesan gaun, tapi ini sedikit berbeda..'' ucap Yuna menoleh ke arah Raina yang tidak jauh dari Syifa
'' eh.. iya kah.. saya kira mereka akan memesan gaun.. ternyata bukan ya.. buk bos..'' Raina cengengesan di hadapan Yuna
'' tidak jelas kau, lebih baik aku pergi saja dari mu,..'' sinis Yuna
membuat Raina mengkerut dengan gertakan Yuna barusan, ia pun tidak habis pikir dengan tamu yang datang,
'' kenapa kau gugup begitu sih..'' tanya Syifa yang melihat raut wajah Raina agak berbeda setelah tamu tersebut datang
'' aku pernah melakukan kesalahan dengan pria itu, tapi sekarang, ku lihat dia sudah bahagia, aku tak mau ketika ia melihat ku, menjadi perusak rumah tangga nya..'' Raina sedikit menunduk sedih
'' maksud nya bagai mana..'' ucap Syifa yang mengingin kan penjelasan lebih
'' kau tau aku kan,, dulu nya aku wanita seperti apa sebelum masuk bekerja dengan bos Yuna..'' ucap Raina
'' iya.. aku tau itu.. kau wanita penghibur di klub malam kan..'' ucap Syifa
__ADS_1
'' nah.. itu salah satu pelanggan setia ku di sana, aku tidak tau, kalau dia sudah berumah tangga, dan aku juga tidak tau banyak tentang nya, namun aku dan dia, sedikit menyimpan rasa..''
...****************...