
Di sebuah taman ada seorang perempuan yang sedang duduk termenung sendiri. Dia adalah Nindy, perempuan yang cantik dan Sholehah. Dia mendongak menatap langit untuk mencegah air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya seakan siap tumpah kapan saja.
Dia menarik nafasnya sebentar dan membuangnya, dia mencoba menghalaunya tapi sepertinya air matanya mendesak untuk tumpah dan membasahi wajah cantiknya.
Dia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan kesedihannya, tapi seakan alam pun tahu keadaan sang perempuan itu. Awan gelap mulai menyelimuti langit hari ini, .
tik
Nindy mendongak ke atas dan merasakan tetesan air hujan mulai membasahi wajahnya secara perlahan. Dia menadahkan tangannya dan tersenyum kecil merasakan dinginnya air hujan yang mulai deras mengguyur tubuhnya.
Dia terkekeh pelan sambil menutup kelopak matanya, kemudian dia bangun dari kursi taman dan berjalan kearah hotelnya berada. Sudah 2 jam suaminya tidak menghubunginya, jadi dia memutuskan untuk menunggunya di kamar hotel saja.
Kan nggak lucu masa lagi bulan madu malah sakit. Setelah sampai di depan pintu loby hotel,nindy menuju lift yang akan membawanya ke kamarnya. Orang-orang disekitarnya menatap kasihan padanya. Nindy mencoba acuh dan tetap berjalan tanpa memperdulikan mereka semua.
Ting
Suara pintu lift terbuka membuat Nindy berjalan masuk kedalamnya ,dan ketika sudah mencapai pintu lift tiba-tiba ada sebuah jas yang tersampir di atas kepalanya. Dia melihat lelaki yang tadi bertemu di Gardens By The Bay sedang menatapnya khawatir.
Dia berniat melepaskan jas yang menutupi kepala dan tubuhnya tapi Ardan menolaknya.
"Pakai saja..!!"
Setelah berkata seperti itu Ardan pergi meninggalkan nindy tanpa mau repot-repot membawa jas nya. Nindy yang melihatnya merasa sungkan dan hendak mengejar Ardan tapi dia sudah di desak oleh orang-orang yang akan naik lift supaya cepat masuk. Akhirnya nindy hanya bisa membiarkan jas pemberian Ardan melindungi tubuhnya dari hawa dingin.
Ting
Setelah sampai lantai kamar hotelnya, nindy berjalan mencari dimana letak kamarnya berada dan setelah menemukan nya dia berniat masuk tapi lupa kalau kartu kuncinya ada di suaminya. Dia mencoba menekan bel yang ada di depannya,berharap suaminya sudah pulang duluan. Tapi setelah di tunggu beberapa saat pintu kamarnya tetap tidak terbuka.
Akhirnya dengan menahan hawa dingin yang mulai menjalari tubuhnya,dia berniat turun dan meminta kunci serep di resepsionis. Siapa tahu mereka bisa memberikan nya.
__ADS_1
Tetapi langkahnya terhenti melihat kedatangan sosok suaminya yang sedang menatapnya lurus. Dia mencoba tersenyum tapi yang terlihat hanya sebuah ringisan.
Bagas berjalan melewati Nindy dan tidak memperdulikan keadaan istrinya yang menggigil kedinginan,dia bahkan dengan sengaja membuang jas yang melindungi tubuh istrinya.
Bruk
Nindy hanya melihat punggung suaminya berlalu dari hadapannya dan masuk kedalam kamar mereka, dia juga melihat jas milik Ardan yang tergeletak di lantai lorong kamar hotel. Dia berniat mengambilnya dan akan di kembalikan nya nanti,atau akan menitipkan nya di resepsionis.
Dia masuk kedalam kamar mereka yang sengaja tidak ditutup oleh suaminya . Dia menaruh jas Ardan di depan cantelan kayu yang terletak di samping pintu. Dia memasuki kamar mandi dan mengacuhkan suaminya yang sedang menatapnya di ranjang.
ceklek
Dia melepaskan semua atribut yang menutupi tubuhnya dan menaruhnya di keranjang baju kotor. Dia menyalakan shower dan menyeting nya dengar air hangat.
Dia berdiri di bawah shower yang sedang mengguyurnya dengan air hangat, dia memejamkan matanya untuk mengingat perlakuan suaminya. Dia menertawakan dirinya sendiri.
Hanya masalah kecil suaminya tega menyakitinya, apa memang dia yang belum terlalu mengenal suaminya selama ini.
ceklek
Omona
Nindy terkejut menemukan Bagas berada di hadapannya sekarang, dia mengusap dadanya sambil mencoba untuk berjalan menghindar dari suaminya. Tapi ketika nindy berjalan kesamping, suaminya pun mengikuti langkahnya jadi membuat Nindy menjadi bingung.
Nindy yang mulai merasa kedinginan akhirnya meladeni kelakuan suaminya
"Permisi mas. Kalau memang ada yang mau dibicarakan ,bisakah mas membiarkan aku untuk memakai bajuku dahulu....?"
Bagas yang melihT bibir istrinya yang mulai membiru akhirnya mempersilakan nindy untuk berganti baju dahulu. Dia mengikuti istrinya yang akan mengambil baju di lemari,dan nindy yang sadar di ikuti oleh suaminya berpura-pura tidak mengetahui nya.
__ADS_1
Ketika Nindy memakai bajunya di kamar, Bagas melihat tubuh polos istrinya yang terdapat banyak bercak merah karena perbuatannya semalam. Bagas yang baru sadar kalau dia telah menyakiti istrinya langsung mendekap istrinya Ya sedang memakai bajunya.
Untung nindy sudah memakai dalaman dan tinggal menurunkan dres pendeknya saja. Karena waktu Bagas mendekapnya dia sudah hampir selesai memakai dresnya.
"Maaf sayang karena sudah menyakiti mu hari ini. Mas janji tidak akan menyakitimu lagi, maaf sayang....maafin aku. Kamu boleh kok mukulin mas biar mas juga bisa merasakan rasa sakit seperti yang kamu rasakan. Sayang...please...jangan diem aja. tolong bicara sayang...!!"
"Padahal mas dulu pernah janji nggak akan pernah nyakitin kamu. Tapi ternyata mas tetap menyakitimu. Mas emang lelaki yang brengs*k ,mas emang b*jing*an."
Bug bug bug
Nindy hanya membiarkan suaminya yang memukuli dirinya sendiri, sebenarnya dia tidak tega tapi untuk kali ini biar suaminya menghukum dirinya sendiri.
Setelah beberapa saat,nindy mendekat ke arah suaminya. Dia mengambil tangan suaminya yang sedang menjambak rambutnya sendiri, dia melepaskan cengkraman tangan suaminya dan membawanya ke dalam dekapannya.
Bagas menangis terisak dan meminta maaf pada istrinya dan tetap menyalahkan dirinya sendiri yang sudah tega menyakiti istrinya.
Nindy menghapus air matanya melihat suaminya yang sedang menangis terisak di pelukannya. Dia mencoba untuk mendorong tubuh suaminya tapi Bagas bersikeras tidak mau dan mengeratkan pelukannya pada tubuh nindy.
"Aku yang harusnya minta maaf mas karena sudah membuatmu marah. Seharusnya aku tidak pergi sendirian dan menunggu mas selesai dengan urusannya. Pasti ini tidak akan terjadi. Maafin Aku yah mas...!!"
"Nggak sayang. Mas yang harusnya minta maaf karena disaat kita bersenang-senang malah mengurusi urusan lain. Mas yang salah Dan maaf juga sudah berbuat kasar pada kamu tadi sayang. Mana yang sakit sayang? Mas mau lihat...mas akan mengobatinya sayang. Mana sayang...?"
Nindy mencoba menahan tangan suaminya yang akan membuka bajunya. Dia menangkup wajah suaminya dan menatap wajah suaminya yang sudah basah oleh air mata nya.
"Bolehkah aku minta sesuatu sama kamu mas?"
"Kamu mau minta apa sayang? Mas akan memberikannya asalkan kamu bisa memaafkan mas,mas akan melakukan semuanya demi kamu?" Bagas menatap nindy penuh rasa cinta. Dia merasa beg* karena telah dibutakan api cemburu dan membuat nya menjadi hilang akal dan menyakiti istrinya.
"Kendalikan amarahmu .! Hanya itu yang aku minta sama kamu mas? Jangan pernah gunakan emosimu jika terjadi kesalahpahaman seperti ini. Yang rugi itu kamu mas... bukan aku. Karena emosi sesaat mu membuatmu menyakiti ku dan Allah tidak pernah suka dengan umatnya yang menyakiti umat yang lainnya.!"
__ADS_1
"Ya sayang. Mas emang sudah berdosa karena telah menyakitimu. Mas janji tidak akan terbawa emosi lagi sayang. Sayang kamu mau kan maafin mas...?" Nindy mengangguk menjawab pertanyaan suaminya. Bagas langsung mendekap istrinya dengan erat. Dia mencium kepala istrinya sambil mengucapkan maaf berkali-kali.
Jika kalian sedang di kuasai emosi. sebaiknya kalian tenangkan diri kalian dengan mengambil air wudhu dan sholat dan memohon ketenangan kepada Allah SWT.