
Bagas POV
Sudah 6 bulan pernikahan ku dengan nindy berlalu, entah kenapa aku merasa hubungan ku dengannya malah mulai menjauh. Sejujurnya aku merasa bersalah karena sering mengabaikan nya,tapi entah kenapa semenjak kedatangan siska,, aku merasa seperti kembali seperti dulu waktu kuliah lagi.
Siska adalah gadis yang cantik dan berpikiran luas, jadi ketika aku mengobrol dengannya aku selalu lupa dengan nindy. Sampai kadang aku berpikir kenapa aku dulu tidak menikah dengannya...Mungkin kalian berpikir aku adalah lelaki yang tidak baik.
Terserah kalian mau menganggap ku apa,,,yang jelas aku masih tetap menafkahi istriku secara lahir dan juga batin. Ya...walaupun tidak seperti waktu awal-awal menikah, sekarang waktuku lebih sering di habiskan dengan Siska.
Siska sekarang bekerja di pabrik yang sama denganku,tapi beda bagian. Kami sering makan bersama ketika waktu istirahat, sebenarnya banyak yang menatapku tidak suka dengan kedekatan ku dengan Siska. Tapi aku memilih mengacuhkannya karena aku merasa tidak merugikan mereka.
Aku dan Siska berkenalan ketika waktu semester awal kuliah,dulu kami tidak sengaja bertemu di perpustakaan dan semenjak itu kami menjadi teman. Banyak yang mengira kalau kami pacaran tapi aku dan Siska hanya mengabaikan mereka semua.
Siska yang selalu manja terhadap ku membuatku menjadi terbiasa dengan kelakuan nya. Pantas orang beranggapan kalau kami pacaran, karena aku sendiri juga merasa kalau kedekatan kami memang sedikit banyak melakukan skinship. Dari bergandengan tangan, berpelukan, bahkan cipika-cipiki itu sudah biasa kami lakukan.
Pernah suatu ketika kami melakukan kesalahan yang membuat kami pernah canggung selama beberapa hari, tapi setelah itu kami kembali bersama lagi dan sejak saat itu kedekatan kami makin intensif. Walaupun tidak ada ucapan saling cinta kami sering berciuman dan melakukan hal hal layaknya orang oacaran.
Tapi hubungan kami mulai renggang semenjak kepergiannya dan kami jarang berkomunikasi, dan di saat itu aku melihat Nindy dan mulai merasakan getaran di hatiku saat pertama kali melihatnya. Tapi aku yang masih di bayang bayangi oleh Siska memilih diam saja dan menyimpannya di dalam hati.
Lambat laun aku mulai merasa tidak puas hanya dengan memperhatikan nya saja dan mulai mendekati nindy secara langsung. Karena aku tidak rela melihat Nindy di miliki oleh lelaki lain, makanya aku memintanya untuk menjadi istriku.
Aku tahu banyak cowok yang patah hati melihatku mendapatkan nindy, dan aku merasa beruntung bisa mendapatkan nya. Tapi ketika kejadian di Singapura, hatiku merasa cemburu karena melihat Nindy dekat dengan lelaki yang tidak kukenal. Apalagi dia berani menyentuh nindy, hatiku bergejolak panas dan akibatnya aku menyakiti istriku sendiri.
Karena aku begitu mencintainya aku meminta maaf pada nindy dan untungnya nindy adalah perempuan yang baik dan juga dia sangat menghormati ku, dia mau memaafkan ku asalkan aku tidak menyakitinya lagi.
Setelah kejadian itu aku semakin membatasi ruang gerak nindy,karena aku tidak mau nindy dekat dengan lelaki lain selain aku. Aku tidak pernah mengijinkan nindy untuk pergi keluar rumah sendirian, kalaupun harus pergi itu harus pergi denganku.
Tapi sekarang aku melihat Nindy mulai berubah dan menjadi lebih diam, tapi dia tetap melayani ku dengan baik dan tidak pernah menolak apa yang aku suruh. Nindy pernah menanyakan kedekatan ku dengan Siska tapi segera ku tepis dan mengatakan kami hanya bersahabat saja tidak lebih. Dan dia hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis. selama ini aku memang belum pernah mengenalkan siska secara langsung kepada Nindy, karena bagiku itu tidak terlalu penting.
Dan entah kenapa hatiku sekarang mulai bercabang, disisi lain aku tidak mau jauh dari Siska tapi aku juga tidak mau kehilangan istriku.
Seperti sekarang aku dan Siska sedang pergi makan malam bersama, padahal aku bilang kepada istriku kalau aku sedang lembur. Dan dia hanya tersenyum kecil sambil mengucapkan hati hati kerjanya. Kadang aku juga merasa bersalah pada nindy tapi mau gimna lagi, hatiku bergerak sendiri.
"Gas, besok malam Minggu kamu bisa kan nemenin aku buat nonton?" Aku menatap wajah Siska dan dia menatapku memohon. Dan aku hanya bisa mengangguk menuruti kemauan Siska.
"Beneran gas? Wahh.... makasih yah gas. Kamu emang bisa selalu diandalkan."
"Iya buat apa aku bohong sama kamu."
__ADS_1
Kami melanjutkan acara makan kami sambil mengobrol dan bercanda tawa. Ketika kami aku berniat untuk cuci tangan tiba-tiba tanganku di tarik oleh seseorang.
Sreettt
Plak
Aku mengusap wajahku yang di tampar oleh seorang wanita,dan ternyata dia adalah sahabat dari istriku, Nayla. Aku mendengus pelan sambil menatap wajahnya.
"Apa maksud kamu menampar saya?" Aku bertanya sambil menatap tajam Nayla. Bisa bisanya dia menampar saya di tempat seperti ini.
"Itu buat kelakuan lo yang sudah dengan tidak tahu dirinya mempermainkan hati sahabat gue."
plakk
"Dan ini buat mewakili setiap air mata yang kau keluarkan dari mata nindy. Puas lo..!! Sudah menyakiti hati Nindy, selama ini gue selalu mengelak dengan semua omongan temen gue yang menuduh kalau kamu selingkuh dengan wanita ini. Tapi setelah melihat dengan kepalaku sendiri, gue nggak terima karna lo sudah menyakiti sahabat gue. Hehhh...Ternyata seorang Bagas Suseno yang gue anggap cinta mati sama istrinya ternyata hanya lelaki biasa yang akan mencampakkan wanita setelah mendapatkannya. Wahhhh.... gue bener bener....sumpah gue samperin nggak bisa berkata apa-apa melihat kelakuan lo. Nyesel dulu gue pernah mengidolakan lo. Banci lo emang.. !!!"
Aku melihat kepergian Nayla dengan wajah penuh emosi, atas dasar apa dia menghakimiku seperti ini. Aku mengusap wajahku dengan menahan marah. Kemudian aku meminta Siska untuk pergi dari tempat ini.
Siska yang melihat kejadian itu terdiam dan hanya menatapku kasihan. Aku tetap mengendarai mobilku dengan tenang, aku hanya sedang tak ingin di ganggu. Setelah mengantarkan Siska sampai rumahnya aku berbalik arah untuk pulang menuju rumahku.
Greekk
Setelah pagar terbuka sempurna aku membawa masuk mobilku ke dalam garasi, aku turun dari mobil dan disambut oleh nindy dengan senyuman manis. Sejenak aku melupakan betapa sakitnya tamparan Nayla padaku tadi, apalagi melihat Nindy yang mencium tanganku. Aku mengusap kepalanya yang tertutup kerudung.
Aku berjalan masuk terlebih dahulu dan langsung naik ke lantai atas. Aku berniat mandi untuk mendinginkan pikiranku, ketika memasuki kamar aku melihat bajuku sudah di siapkan oleh nindy di atas kasur.
Deg
Apa benar aku sudah menyakiti hati istriku?
Aku mulai berfikir dengan apa yang aku lakukan selama ini, sudah lama aku tidak memanggil nya dengan penuh sayang. Aku juga merasa kalau aku dan Nindy mulai menjauh, nindy lebih banyak diam dan aku berfikir kalau itu adalah wajar.
Ckckck
Nambah beban pikiranku saja.!!
Aku memasuki kamar mandi dan mulai melepaskan baju yang melekat di tubuhku, aku menyalakan kran dan berdiri di bawah shower.
__ADS_1
Bress
Aku membiarkan air ini membasahi tubuhku, aku memejamkan mata menikmati setiap air mengaliri setiap inci tubuhku. Setelah cukup aku mengambil sabun dan juga shampoo untuk membersihkan tubuhku dari debu atau apapun yang melekat di tubuhku.
Aku mengambil handuk dan memakainya di sekitar pinggangku. Aku keluar dari kamar mandi dan beranjak ke ranjang untuk mengambil bajuku, aku melihat sekitar tapi tidak menemukan nindy dimanapun. Aku memakai baju dan celana ku, kemudian mencari keberadaan istriku.
Setelah turun ke lantai satu aku menemukan istriku yang sedang terdiam menonton drama kesukaannya. Sepertinya nindy melamun sampai dia tidak sadar kedatangan ku, aku duduk di sampingnya dan dia masih diam melamun.
pluk
Aku menepuk pundaknya dan dia langsung terkejut menatapku, setelah sadar dia langsung tersenyum. Entah kenapa aku melihat kalau senyumannya sekarang tidak seperti dulu.
"Ada apa mas? Mas butuh sesuatu?" Nindy bertanya padaku sambil berniat berdiri tapi aku mencegahnya dengan menarik tangannya. Aku merebahkan kepalaku di pahanya dan menarik tangannya untuk mengusap rambutku yang masih setengah basah.
Aku merasa nindy cukup terkejut dengan kelakuan ku yang tiba-tiba,tapi kemudian seperti sadar dia langsung mengikuti kemauanku dengan mengusap rambutku pelan. Aku memejamkan mataku dan merasakan kenyamanan yang sudah lama aku tinggalkan, aku menyusupkan kepalaku di perutnya dan dia hanya diam saja , biasanya kalau seperti ini dulu nindy akan tertawa karena geli. Tapi sekarang nindy hanya diam sambil tetap mengusap rambutku.
"Apa yang kamu lakukan hari ini dirumah selama aku kerja?" Aku mencoba untuk membuka percakapan diantara kami.
"Hari ini, aku menanam bunga di taman belakang dan membaca buku terus menonton drama. Gimana hari ini kerjanya mas? Pasti lelah sekali yah mas?" Aku terdiam mendengar pertanyaan nindy.
"Ya begitulah, kamu tahu sendiri gimana kerjaan ku selama ini. Ohya besok hari Sabtu mas ada acara sama temen jadi pulangnya mungkin malam.
Sreettt
Tiba-tiba tangan nindy berhenti mengusap rambutku, dan aku menatap wajah nindy yang seperti memikirkan sesuatu dan aku tidak tahu apa itu. Setelah terdiam cukup lama nindy mulai mengusap rambutku kembali.
"Jika itu membuat mas bahagia aku tidak apa-apa mas."
Aku mengerutkan keningku bingung mendengar jawaban dari nindy. Aku melihat wajah nindy yang hanya menatap tv tapi dengan tatapan kosong.
tbc
Terimakasih saya ucapkan untuk reader yang baru membaca cerita baruku. semoga kalian suka dan tetap meninggalkan jejak kalian yah.
Saya juga menerima kritik dan saran tentang tulisanku.
sekali lagi saya ucapkan terimakasih.😍😍😍😍
__ADS_1