Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 130


__ADS_3

'' mah... seperti nya Yuna mau buang air kecil terus..'' ujar Yuna kepada leana.


siang ini, leana dan juga Yuna sedang bersantai di ruang tamu, sambil melihat ke arah televisi di ruang tamu yang berisi kan mereka berdua bocah yang berlarian ke sana kemari


'' mungkin kontraksi palsu aja itu..'' ucap sang mama mengabai kan keluhan Yuna


'' mungkin..'' saut singkat yuna,,


hingga larut sore, namun ke adaan Yuna semakin merasakan pulas, dan sakit di area perut bawah nya, namun masih sanggup ia tahan kan,


'' ma... Yuna pulang dulu,, itu Davina masih main sama Daren..'' ujar Yuna kepada leana


'' ata apa sudah pulang Yuna..'' tanya leana


'' belum ma, palingan bentar lagi, Yuna mau mandi dulu..'' ujar Yuna pada sang mama


leana tak menjawab, ia hanya mengangguk kan kepala nya saja, setelah itu Yuna pun beranjak dari duduk nya berlalu pulang ke rumah,


tak terasa, malam pun tiba, ia masih sanggup melayani ata makan dan menemani nya, Yuna masih mengabai kan rasa sakit nya, yang tidak terlalu parah menurut Yuna


***


" mas.. bangun mas..." Yuna menggoyah kan lengan ata tepat jam dua belas malam


Hhhmm


Ata hanya menyahut dengan gumaman saja, tanpa membuka mata, namun Yuna merasakan perut nya semakin sakit tak tertahan kan,


" Maass.. bangun ih..." Yuna berdecak kesal ketika ata tak kunjung bangun


" Apa sih Yang.. ngantuk nih.." ujar ata memiring kan tubuh nya menghadap yuna


" Perut Yuna sakit banget mas,, pinggang Yuna juga.." ucap Yuna ketika ia hendak duduk,


Namun perasaan tidak nyaman itu muncul kembali, membuat Yuna sejenak memejam kan mata nya menahan sakit di area bawah perut


" Mas.. baru tidur sayang, ngantukk banget ini.." ucap ata lagi tanpa melihat ekspresi wajah Yuna menahan sakit


" Tapi? Perut Yuna sakit mas.,?' ujar Yuna kembali

__ADS_1


" Makan apa tadi, sampai sakit begitu perut nya.." ujar ata sambil merebah Yuna yang ada di samping nya


" Gak ada mas,, tapi kayak nya, yuna mau lahiran deh.." ucap Yuna sedikit merabah b*k*Ng nya


Ada air yang membasahi baju tidur Yuna, membuat Yuna semakin gelisa di buat nya, melihat atabtak kunjung bangun,


Yuna memilih berjalan kaki ke arah kamar mandi, mengganti semua pakaian nya yang terasa tidak nyaman, ia pun mengguna kan daster bersih lain


Sampai jam empat subuh, ata tak kunjung bangun, Yuna sampai geleng kepala melihat ata yang tak mau merespon nya sedari jam dua belas malam


" Bangun mas,, aku sudah tidak tahan lagi.." ujar Yuna mencoba membangun kan ata kembali


" Mas, bangun mass..." Teriak Yuna, membuat ata terjingkat kaget di buat oleh Yuna


Yuna yang sudah tidak tahan lagi, ia pun duduk lesehan di bawah ranjang tanpa alas apa pun, membuat ata bingun melihat Yuna yang duduk di bawah sambil menahan sakit


" Kami kenapa Yang.." ujar ata, buru-buru turun dari atas ranjang menghampiri Yuna yang mendecis menahan sakit


" Sakit mas,, aku mau lahiran kayak nya.." ucap Yuna lirih,


Membuat ata kalang kabut, ia pun kebingungan sendiri ketika melihat Yuna yang sudah mengejan di tempat


" Gak sempat mas,, lebih baik panggil kan mama saja.." ujar Yuna berucap lirih


Ata pun segera melompat, dan berlari ke luar kamar dan mengendor sekencang mungkin rumah mertu nya


Untung nya leana sudah bangun dan hendak melaksanakan sholat subuh, mendengar suara ata yang heboh di luar, pirasat leana mendadak tidak enak


Ia pun dengan cepat berjalan ke arah depan rumah dan membukakan pintu untuk ata, begitu pintu di buka, ata pun langsung saja menarik tangan nya


" Eh.. ada apa ini.." ujar leana kebingungan melihat menantu nya sedang panik


" Udah mi.. ikut ata saja. Dulu,, yuna mau lahiran.." ucap ata denga nafas tersengal-sengal


" Tunggu dulu ata,, mami mau tutup dulu pintu nya..," ucap leana menahan tarikan tangan ata


Ata pun segera berbalik badan, " biar ata aja mi,, mami duluan sana, lihat Yuna,.." ucap ata, leana hanya mengangguk saja dan menuruti apa kata ata pada nya


Begitu ata sudah mengunci pintu rumah Yuna, ata pun berjalan mengikuti langkah leana dari belakang dengan keadaan panik

__ADS_1


" Kamu tinggal kan di mana Yuna nya ata..," tanya leana menoleh sejenak ata yang ada di belakang nya


" Ada di kamar mi.." saut ata cepat


Mereka berdua pun berjalan terburu-buru ke arah kamar Yuna, untung nya kamar Yuna tak ada lantai dua nya, kalau ada, itu akan menyulit kan mereka untuk segera sampai


" Ya...allah... Huuuh... " Yuna berulang kali menarik nafas dalam-dalam mencoba menetralisir kan rasa sakit yang ia alami


" Ya.. Allah Yuna, kamu masih bisa berdiri tidak.." ujar leana yang melihat Yuna terkapar di bawah,


Tepat nya di lantai, yang begitu dingin, leana takut Yuna akan mudah masuk angin


" Gak bisa ma... Sudah gak tahan..," ujar Yuna sesekali menahan rasa yang hendak keluar dari bawah perut nya


Beberapa kali mengejang Yuna pun berhasil melahir kan anak nya di lantai kamar mereka, membuat leana mau pun ata kelabakan mengangkat anak yang baru lahir


" Ata.. coba kamu panggil kan bidan yang di depan sana, mami bingun ini, mau putus tali pusar nya pakai apa.." ujar leana kepada ata


" Baik mi.." ata pun meninggal kan Yuna dan leana dengan keadaan setengah panik,


Bukan ini yang ata mau, ia sedikit takut, jika terjadi sesuatu kepada Yuna, pasti lah ia lah orang yang pertama yang akan di salah kan


Untuk saja, pergerakan bidan tersebut sangat cepat, membuat leana mudah, membantu Yuna untuk merebah kan tubuh Yuna,


" Syukur lah, ibu dan anak nya sehat,.." ucap sang bidan menghembus kan nafas lega ketika melihat Yuna dan bayi nya baik-baik saja


" Kenapa diam di situ ata, cepat panas kan air, dan mana perlengkapan bayi dan Yuna.." tegur leana ketika melihat ata hanya terbengong


" Eh... Iya mi... Tunggu sebentar.." ucap ata berlalu pergi meninggal ka. Leana dan yang lain nya


" Ma.. haus.." ucap Yuna lirih


Ia sudah lemas sedari tadi, namun ia harus berjuang untuk anak yang akan lahir kedunia, melihat anak nya begitu sehat, dan suara tangisan nya begitu kencang,


Membuat Yuna bersemangat kembali, ia menatap sendu anak yang sedang di bersih kan oleh bidan, sebelum membersih kan diri nya


'' anak nya cowok, dua kali saya membantu di keluarga ini dalam ke adaan yang sama..'' ujar bidan tersebut, dengan tersenyum bahagia


'' iya ya.. buk bidan, kalau yang ini saya yang salah, telah mengabai kan perkataan anak saya, sudah mulai dari pagi sudah cerita dan mengeluh, tapi saya pikir itu hanya kontraksi palsu saja pada umum nya..'' ujar leana merasa bersalah kepada Yuna

__ADS_1


...****************...


__ADS_2