Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 127


__ADS_3

'' ini pak bos,, yang anda minta..'' ujar elang pada ata yang sudah mengambang kan senyum nya sejak tadi


'' hmm... ini yang ku tunggu..'' ujar ata tersenyum lebar pada elang


'' ada yang anda butuh kan lagi pak bos..'' ujar elang kemudian


'' tidak ada, aku sangat berterima kasih pada mu elang, nanti aku akan mengirim kan mu bonus..'' ujar ata seraya mengambil amplop coklat yang ada di tangan elang


'' coba mama lihat ini, dan buka mata mama lebar selebar nya, aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain Yuna, dan asal kan mama tau, aku tidak akan tinggal diam kalau keluarga ku di usik kebahagiaan nya..'' ujar ata sambil membuka amplop tersebut dan membaca nya di depan sang mama dan juga papa, sedang kaila sudah tenggang lebih dulu


'' apa-apaan ini kaila, kau menipu Tante..'' ujar mama ata menatap kesal ke arah kaila


karena hasil yang di baca kan oleh ata, tak sesuai seperti apa yang di ucap kan oleh mama nya, bahwa anak kaila adalah anak nya juga


'' kamu kenapa main tes DNA tanpa sepengetahuan aku, kamu sengajakan, agar bisa menipulasi hasil tes DNA nya, itu bisa saja terjadi, jika kau membayar dokter untuk membuat surat tes DNA palsu..'' bantah kaila


'' aku tidak sepicik diri mu kaila,, aku masih punya akal sehat,, kalau kau mau bermain, bermain lah dengan cantik dan benar, mungkin mama ku akan tertipu, tapi tidak dengan ku ...'' ucap ata sambil tertawa sumbang


'' sekarang mama tau kan, siapa yang tidak pantas menjadi menantu mama.. ku harap mama jangan pernah lagi mengganggu kehidupan kami, dan sekarang, semua kalian keluar dari rumah Yuna ini, kami akan menetap di sini,.''


'' bagai mana bisa, seorang tuan rumah, tidak tinggal di rumah nya sendiri karena tamu yang tidak tau diri..'' ucap ata menatap sinis ke arah kaila dan juga anak nya..


usai mengatakan hal itu, ata semakin mempercepat mengeluar kan barang kaila dan juga milik anak nya


'' apa aku haruselakukan hal yang sama juga dengan pakaian orang mama dan papa..'' ujar ata menatap ke dua orang tua nya


'' kami juga harus terusir ata..'' ujar mama ata terkejut mendengar penuturan ata barusan

__ADS_1


'' ya.. dan pintu rumah Yuna sudah terbuka lebar, silah kan angkat kaki kalian dari rumah ini, aku sudah muak dengan datang nya kalian..'' ujar ata lantang sangat lantang


mama ata yang mendengar hal itu hanya bisa mendengus sebal, berbeda dengan sang papa, ia mengetahui apa maksud dan tujuan nya, namun ia tak mau mengacau kan rencana anak nya


'' ayo ma, berkemas..'' ajak papa ata kepada mama ata,


sebenar nya, papa ata tau akan maksud dan tujuan ata, namun papa ata tidak mau mama ata tau, biar lah semua nya berjalan seperti apa rencana allah


'' kamu tega ata mengusir mama..'' ujar mama ata yang masih tidak terima dengan perbuatan ata


'' iya.. karena ini bukan lah rumah ata,, melain kan ini rumah milik Yuna..'' ujar ata


padahal, dalam segala hal, Yuna tak pernah mempermasalah kan apa pun yang terjadi di rumah mereka, Yuna bahkan membawa semua nya dengan santai dan bijak


'' awas saja kalian ya.. kalian akan menerima akibat telah durhaka pada mama..'' ujar mama ata kesal bukan main


'' mama... '' teriak papa ata sudah terlanjur kesal pada sang istri


'' mama ini apa-apaan sih,, keterlaluan sekali dengan anak sendiri, mama sadar ma,, mama bakal tua nanti nya, siapa yang akan merawat kita jika kita nanti sudah menjadi tua rentan, kalau bukan anak dan cucu menantu kita..'' ucap papa ata sudah tidak bisa menahan emosi nya


'' papa kok? ikut marah dengan mama sih..'' ujar mama ata menatap tidak suka ke arah papa ata


'' terserah mama deh,, papa mau pulang ke kota papa, kalau mama tidak mau ikut silah kan, namun? jangan salah kan papa akan mencari pengganti mama..'' ancam papa ata


menurut nya sang istri tidak bisa lagi di beri toleransi atas perbuatan nya selama ini kepada menantu mereka


'' apa... awas saja papa, kalau berani cari pengganti mama..'' ujar mama ata menatap tidak suka ke ara suami nya

__ADS_1


'' mama saja tidak mau di ganti kan, apa lagi Yuna, wanita mana pun, tak akan pernah mau melihat suami nya mencerai kan nya secara tidak wajar, apa lagi tanpa ada alasan dan sebab..''


'' mama tau, perbuatan mama ini sudah kelewat batas, apa lagi kurang nya Yuna, dia baik cantik berkarir, dan sudah memberi kan kita keturunan, dan mama mau menuntut apa lagi dari Yuna,..'' lanjut papa ata


'' apa mama mau menikah kan anak mama dengan perempuan yang belum tentu benar hidup nya, apa lagi kalau sampai nanti kita salah memilih menantu yang pasti nya akan menghabis kan harta yang kita cari selama ini dengan susah payah,, apa mama mau jadi gelandangan di jalanan seperti dulu..'' ujar papa ata lagi, ia sudah tak bisa menahan emosi nya


semua unek-unek di hati nya di keluarkan semua, papa ata sudah terlanjur kesal kepada sang istri yang terlalu ikut campur perkara rumah tangga anak nya,


padahal menurut papa ata, Yuna adalah gadis yang baik dan Soleha, tambah lagi gadis itu memiliki bidang usaha sendiri, tanpa menghambur kan uang ata sedikit pun


'' sekarang terserah mama,, papa sudah lelah menghadapi sikap egois mama,, papa mau pulang, kalau mama bertahan di sini silah kan, tapi ingat, ini rumah milik Yuna, bukan milik anak kita,, anak kita tinggal ongkang kaki di rumah ini menikmati hasil Yuna..'' ujar papa ata memberi penjelasan lagi pada sang istri


berharap sang istri mau membuka pikiran nya, karena selama ini perbuatan nya sudah salah besar, dan merugi kan orang lain, terutama anak dan menantu nya


'' bagai mana dengan kaila pa...'' ujar mama ata bertanya bagai mana nasib kaila


'' kaila akan di jeblos kan kepenjara, karena pencemaran nama baik, dan telah mencuri anak orang, dan mengakui itu adalah anak nya..'' ucap ata santai


membuat mama ata syok seketika di tempat, ia telah di tipu mentah-mentah oleh kaila, yang terlihat canti dan berwibawa, ternyata telah menipu nya hanya karena harta semata


'' Tante,, bukan Tante... itu tidak benar..'' ujar kaila mengelak akan hal tuduhan yang di buat oleh ata kepada nya


'' kau jangan banyak bertingkah di negara orang lain, kau akan mendapat kan pasal yang setimpal oleh perbuatan mu,, tahan dia elang, sebentar lagi akan ada polisi yang akan menjemput nya kemari..'' perintah ata pada elang


'' baik pak bos..'' ucap elang dengan sigap menahan kaila yang meronta minta di lepas kan


...****************...

__ADS_1


__ADS_2