Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 63


__ADS_3

"Dan lo nggak niat buat jadi bujang lapuk kan..?"


"Sialan lo mbak. tolong mulutnya di jaga yah..!! Nanti kalau malaikat denger bisa dikabulin doa jelek lo gue recokin lo seumur hidup..lo mau hahh!!"


"Lagian lo nunggu apalagi sih dan. Lo itu udah tua juga? Emang selama ini lo nggak berminat apa buat jatuh cinta sama perempuan? atau lo itu....?" kakak perempuan Ardan yang bernama Ramadhani atau biasa di panggil Ara oleh keluarganya,menatap Ardan dengan pandangan menyudutkan.


Sementara Ardan yang di tatap oleh Ara seperti itu menjadi sebal sendiri. Ardan paham maksud dari pandangan Ara padanya.


"Gue masih suka sama cewek cantik dan seksi yah mba. Nggak usah melotot-lotot gitu natap gue Napa nya? Kalau orang lain udah gue colok mata lo." Ucap Ardan pelan ketika di akhir ucapannya. Mana berani Ardan berbuat seperti itu kepada kakaknya.


"Lah terus kenapa lo masih bertahan sendiri kayak gini..? Gue yang lihatnya aja empet banget sama lo. Kasihan burung lo takut lumutan karena nggak di pake pake. Hahahaha.." Ara tertawa sendiri memikirkan nasib burung nya Ardan.


"Ckckck...emang mba tuh mulutnya nggak pernah di sekolahin kayaknya..asal njeplak aja. udah sana urusin anak-anak lo itu yang pada brisik mulu." Usir Ardan kepada kakaknya , supaya Ardan bisa istirahat di kamarnya.


"Gue doain biar Lo nikah sama janda punya anak..!! biar tahu rasa lo.!"


"Aamiin....!!" Ara yang berniat pergi dari kamar Ardan menghentikan langkahnya mendengar Ardan mengaminkan doanya.


"Wahhhh otak lo emang udah rusak lo yah Dan. ngapain lo aamiinin doa gue ogeb...Apa lo emang beneran suka sama janda? Yah...kasih tau gue...Ardan......gue nggak akan pergi dari kamar lo sebelum lo jawab pertanyaan gue."


Ara menarik-narik selimut yang di pake Ardan buat menutupi tubuhnya, sementara Ardan yang tahu kalau Ara sedang menarik-narik selimutnya malah justru makin mengencangkan pegangannya supaya selimutnya tidak bisa terbuka oleh Ara.


Ara yang sudah kehabisan tenaga akhirnya mengalah dan duduk di samping adiknya yang masih betah menutup tubuhnya dengan selimut.


"Bun...adik mau minum susu katanya." Teriak suami Ara yang berada di lantai bawah. sedangkan Ara dan Ardan berada di lantai atas , tepatnya di kamar Ardan. Ara yang mendengar panggilan suaminya , akhirnya memilih pergi dari kamar Ardan dan sebelum itu dia menepuk kencang tubuh ardan.


Plak.....


Aaaaa


"Mbak Ara ngapain sih mukulin gue..? Hahh.... Untung sayang..." Ardan mengusap pantatnya yang di pukul oleh Ara tadi. Ardan yang mengingat percakapan nya tadi bersama kakaknya jadi teringat dengan sosok wanita yang pernah membuat jantungnya berdebar ketika melihatnya.


"Gimana kabar Lo Dy? Semoga lo baik-baik saja disana. Andai kita bertemu sedari dulu Dy, mungkin saat ini gue udah jadi suami lo Dy bukan dia. Ya Allah jika memang dia jodohku tolong dekatkanlah,,,tapi kalau dia memang bukan jodohku tolong hilangkan perasaan ini. aamiin."


Ardan menatap langit-langit kamar nya yang berwarna putih, di usianya yang kini sudah berkepala 3,,Ardan sama sekali tidak terlalu kenal dengan lawan jenisnya. Karena yang selama ini Ardan lakukan hanyalah bekerja dan bekerja tanpa lelah. Dan itu membuat keluarga Ardan menjadi sedikit khawatir pada anaknya.


Bahkan orang tuanya saja sudah menyerah untuk menjodohkan Ardan dengan anak relasi bisnis mereka. Dari pada membuat malu karena ulah anaknya,jadi mereka lebih memilih membiarkan anaknya saja.

__ADS_1


****


Keesokan harinya Ardan sudah berkutat dengan dokumen-dokumen yang harus di tandatangani nya di kantor. Banyak pekerjaan yang harus di tangani oleh Ardan, dan banyak juga orang yang bergantung padanya. Maka dari itu, Ardan bekerja dengan sangat optimal, dia tidak mau membuat sebuah kesalahan dan berakhir dengan pengurangan karyawan dan itu yang tidak di inginkan oleh Ardan.


Ardan adalah tipe lelaki yang sangat perfeksionis,jadi dia tidak mau ada cacat di kerjaannya. Tapi Ardan sangat loyal kepada karyawannya, dia sering memberikan bonus kepada karyawannya jika menang tender bernilai triliunan yang mereka tangani berhasil. Maka dari itu karyawannya menjadi lebih semangat dalam bekerja karena upah yang mereka dapatkan sangat menjanjikan.


tok tok tok


."Masuk...!!"


"Permisi tuan ,hari ini ada jadwal dengan klien di sebuah cafe yang terlentak di daerah X,.."Sang sekertaris yang bernama Doni memberitahukan jadwal Ardan hari ini.


"Jam berapa saya pergi..?"


"Jam setengah 12 tuan. Mereka meminta kita untuk membahasnya sekalian makan siang di sana."


"Baiklah sepertinya kita harus pergi sekarang supaya mereka tidak menunggu kita terlalu lama."


"Baik tuan. saya akan menghubungi supir untuk menyiapkan mobil untuk Tuan Ardan "


Doni mengikuti langkah Ardan yang berada di depannya, kini mereka sedang berada di dalam lift menuju loby perusahaannya.


"Aku akan istirahat sebentar, nanti jika memang sudah sampai kamu bisa membangunkan saya."


"Baik tuan." Setelah memberi tahu Doni, Ardan mulai memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak. Selama perjalanan berlangsung, tak ada yang berani mengganggu bos mereka,,, karena mereka tau kalau tuan mereka juga cape dengan semua kerjaannya selama ini.


Sangat jarang bos mereka meminta istirahat seperti ini, biasanya Ardan akan membahas masalah apa saja yang mengenai pekerjaan mereka. Tapi sepertinya Ardan kali ini begitu lelah,karena mereka mendengar dengkuran halus dari bibir Ardan.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit,akhirnya mereka sampai di tempat cafe AND, cafe yang mengusung gaya modern. Doni berniat membangunkan Ardan,tapi sepertinya tidak perlu karena Ardan sudah bangun sendiri.


Ardan menutup mulutnya karena dia menguap begitu lebar, Ardan juga meregangkan otot-otot nya yang pegal karena harus tidur di dalam mobil. Setelah dirasa cukup, Ardan membuka pintu mobilnya dan beranjak turun dari mobil untuk mendekati Doni yang sedang tersenyum menunggunya.


"Kita langsung masuk kedalam saja,,dan tolong pesan makan seperti biasa." Setelah memerintah Doni, Ardan melangkahkan kakinya memasuki sebuah cafe yang sangat bagus dan nyaman. Walaupun ramai, tapi tempat ini cukup tertarik tapi jadi tidak terlihat berantakan.


klingggg


"Selamat datang tuan..!! untuk berapa orang tuanya ?

__ADS_1


"Saya sudah membuat janji dengan salah satu pengunjung cafe ini. '


"Ohhh,,,kalau begitu tuan bisa mengikuti saya. Nanti akan saya antar tuan sampai tempatnya "


"Kalau begitu bisa tolong kau antarkan kami ke tempat pak Agung. Karena kami akan membahas masalah pekerjaan dengan mereka."


"Baiklah tuan,,, silahkan ikut saya."


Ardan dan doni mengikuti pelayan yang akan membawanya ke sebuah ruangan yang biasanya khusus buat acara formal. Sesampainya di depan ruangan ,Ardan disambut oleh pak Agung dan juga sekertaris nya. Mereka berjabat tangan sebagai bentuk rasa hormat mereka masing masing.


"Selamat siang pak Agung. Maaf lama menunggu yah?" Ardan menyapa pak Agung.


"Selamat siang juga Pak Ardan. Saya juga baru sampai pak."


"Baiklah kita langsung mulai saja pak,biar setelah ini kita bisa makan siang bersama."


Akhirnya ardan dan pak Agung mulai membahas masalah pekerjaan, sedangkan sekertaris masing-masing ikut menyimak, Bahkan kadang mereka ikut menyampaikan pendapat mereka. Setelah kurang lebih 45 menit akhirnya meeting pun selesai dan berakhir dengan kerja sama yang baik.


Ardan langsung menyuruh Doni untuk memesankan makanan untuk mereka semua,sedangkan Ardan pamit untuk ke toilet sebentar.


Brukkk


"Huwaaaa...ma....ma...."


Ardan yang melihat anak kecil terjatuh dan menangis akhirnya memutuskan untuk menolongnya terlebih dahulu, karena jarak Ardan dan anak kecil itu cukup dekat.


"Hai jagoan. Udah nggak papa, masa jagoan nangis sih. Kan jagoan pintar dan kuat,jadi nggak boleh nangis yah sayang. Cup cup cup..."


Tiba-tiba tangisan Anak kecil itu berhenti setelah mendengarardan berucap, Anak kecil itu melihat ke arah mata Ardan yang sedang menggendongnya. Ardan langsung tersenyum melihat ank itu sudah berhenti menangis dan malah sekarang anak itu tersenyum sambil menepuk nepuk wajah Ardan sambil berucap.


"Pa..pa..pa..pa.."


Deg


Ardan langsung menatap wajah sang bayi yang memanggilnya Papa, atau Ardan salah dengar.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like dan dukungannya yah teman teman. Terimakasih 😁😁😁😁


__ADS_2