Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 68


__ADS_3

Nindy dan anaknya kini sedang berada di sebuah supermarket, mereka sedang berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Arya yang di dudukkan di keranjang belanja ikut antusias melihat banyaknya aneka makanan dan juga kebutuhan rumah tangga lainnya.


Mungkin dalam benak Arya kalau yang ada di rak itu adalah mainannya, karena berwarna warni.


"Ma..ma..tu..tu." celoteh Arya kepada mamanya. Sambil menunjuk-nunjuk sebuah makanan bayi yang biasa diberikan nindy kepada Arya. Nindy tersenyum manis melihat arah tangan Arya yang menunjuk makanan kesukaan Arya kemudian Nindy mengambilnya.


"Kamu mau ini sayang..?" Nindy menghadapkan makanan itu kehadapan Arya, dan arya sangat senang melihatnya.


Arya bertepuk tangan sambil tersenyum lebar meminta makanan di tangan nindy, dan Nindy melihat tingkah menggemaskan Arya kemudian mencium pipinya gemas.


"Printer banget sih anak Mama ini, nih Mama kasih buat jagoan mama. Tapi di pegang dulu yah sayang, nanti kalau sudah di bayar baru dimakan oke..!"


"Ke..ma..!" rancau Arya kepada Nindy. kemudian Nindy melanjutkan acara belanjaannya yang tadi tertunda karena mengurusi Arya.


Nindy sengaja membawa botol susu yang sudah diisi dengan ASI, supaya Nindy gampang, dan tidak perlu menyusui di tengah khalayak ramai. Nindy memang memberi ASI kepada Arya tiap satu jam sekali, karena itu nindy sering kelaparan karena sari makanan yang di makan oleh Nindy langsung di ambil lagi oleh Arya lewat ASI.


Tidak heran tubuh Arya sangat sehat dan juga sangat aktif. Bahkan berat badan nindy sudah kembali seperti waktu masih gadis, tidak heran kalau orang menyangka kalau Arya adalah ponakannya bahkan ada yang mengira Arya itu adiknya.


Setelah menyelesaikan belanja,nindy mendorong keranjangnya ke kasir untuk membayar belanjaan nya. Ketika nindy sedang mengeluarkan barang-barang dari keranjang , tiba-tiba ada tangan yang membantu mengambil barang belanjaan nya. Nindy mendongak menatap siapa orang tersebut, dan ternyata dia adalah Ardan. Yang membuat nindy heran, kenapa bisa ada Ardan disini.


Setelah barang barangnya sudah habis di keranjang, sang kasir menghitung belanjaan nindy satu persatu. Nindy melirik ke arah Ardan yang sepertinya tidak terganggu dengan kasir wanita yang kadang-kadang melirik Ardan ,tapi tidak di tanggapi oleh Ardan sama sekali.


"Totalnya 421.000 kak, mau cash atau kartu kredit?"


"Ca.."


" Kartu kredit aja mba" Nindy yang berniat membayar belanjaan dengan uang cash jadi terhenti karena dengan tiba-tiba Ardan membayarkan belanjaan nindy dengan kartunya.

__ADS_1


"Silahkan masukan pin-nya kak" Tidak lama kemudian Ardan mengambil kertunya kembali yang dikembalikan oleh sang kasir, Nindy tertawa kecil melihat Ardan yang tidak menghiraukan kasir itu sama sekali.


"Kamu gendong Arya aja, biar belanjaan ini aku yang bawa."


"Tapi mas.."


"Udah nurut aja..!" Nindy melihat kearah anaknya yang masih duduk di atas keranjang dan ternyata anaknya sudah mengantuk, jadi Nindy mengalah dari Ardan dan memilih menggendong Arya kedalam dekapannya.


Srett


Ardan berniat membawa semua belanjaan nindy dengan kedua tangannya,tapi ditahan oleh Nindy yang kini sedang menarik lengan jas nya.


"Kenapa Dy?"


"Em..itu mas Ardan bawanya pakai keranjang saja,biar nanti tidak terlalu kerepotan mas " Ardan menuruti perkataan nindy dan menaruh belanjaan nya ke dalam keranjang. Ardan mempersilahkan nindy untuk berjalan terlebih dahulu tapi Nindy menolak dan tetap berjalan di samping Ardan.


Tadi ketika dia sedang rapat dengan para dewan direksi ,tibatiba orang suruhannya memberitahu kalau Nindy dan Arya sedang berada di supermarket. Jadi setelah menyelesaikan rapat, Ardan pergi dari kantor hanya demi membantu Nindy berbelanja.


Tak ada kata menyerah bagi Ardan untuk mendapatkan hati Nindy, apapun akan dia lakukan agar bisa mendapatkan hati Nindy. Tapi kalian tennag saja,ardan tidak akan memakai cara yang keji untuk mendapatkan cinta dari Nindy.


Ardan akan dengan sabar menunggu Nindy mau menerima cintanya.



Sesampainya di tempat parkir Ardan menghentikan langkahnya di belakang sebuah mobil Mercedes, Nindy ikut menghentikan langkahnya karena melihat Ardan yang berhenti. Nindy yang Memeng tidak tahu kalau mobil yang ada didepannya adalah mobil mahal hanya biasa saja. Mungkin Nindy pikir mobil yang dibawa Ardan adalah mobil biasa ,siapa sangka ternyata harga mobil itu bisa membeli sebuah rumah dan juga perabotannya.


Kalau sampai Nindy tahu harga mobil ardan se-fantastis itu, pasti Nindy akan berfikir ulang untuk menaiki mobil Ardan.

__ADS_1


Setelah memasukan belanjaan nindy ke dalam kursi penumpang,ardan membukakan pintu untuk nindy masuk kedalam mobilnya.


"Maaf yah mas jadi ngerepotin." Sesal nindy kepada Ardan karena telah merepotkan Ardan. Sebenarnya nindy merasa sungkan karena sudah merepotkan Ardan, tapi dari pada dia harus mencari taxi online dan itu membutuhkan waktu.


"Aku nggak merasa di repot kan sama sekali Dy, justru aku malah senang direpotin sama kamu Dy..?"


Ardan yang pada dasarnya baru kali ini jatuh cinta kepada seorang wanita, dia tidak tahu harus berbuat apa agar wanita itu terkesan olehnya.


Sementara Nindy sendiri masih belum mau membuka hati untuk lelaki lain, bukan karena masih mengharapkan Bagas tapi Nindy masih trauma jika harus jatuh cinta lagi kepada seorang lelaki. Luka yang di berikan oleh Bagas cukup dalam, jadi itu membuat hati Nindy merasa kalau semua lelaki itu sama saja.


Sepertinya Ardan memang harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Nindy, karena untuk saat ini Nindy tidak memikirkan untuk dekat dengan lelaki manapun.


Tapi yang namanya manusia hanya bisa berencana dan yang memutuskan adalah Allah. Mungkin kini Nindy belum bisa membuka hatinya, tapi jika Allah sudah berkehendak kita tidak tahu besok atau kapan mungkin Ardan akan bisa meluluhkan hati Nindy.


Selama diperjalanan Ardan dan Nindy hanya fokus dengan pikiran mereka, Ardan tidak berani mengajak ngobrol nindy karena Arya kini sedang tidur dalam pangkuan Nindy.


Nindy sendiri tidak tahu harus membicarakan apa dengan Ardan, karena memang Nindy bukan orang yang pandai berbicara. Jadi selama sisa perjalanan mereka kerumah Nindy, mereka hanya saling diam dan kadang Ardan akan curi-curi kesempatan untuk melirik wajah Nindy yang begitu cantik.


Setiap menatap wajah Nindy, Ardan merasa ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya. Padahal setelah beberapa kali mereka bertemu, Ardan merasa nindy jarang memakai riasan tebal, tapi aura kecantikannya tetap terpancar. Selama ini yang Ardan temui kebanyakan adalah karyawannya, dan mereka semua memakai riasan kadang malah ada yang memakainya berlebihan.


***Sungguh indah sekali ciptaan engkau Ya Allah, dan semoga dia memang jodohku. Hamba hanya umatmu yang masih banyak dosa, tapi bolehkan hamba meminta mu untuk mengabulkan doa hamba ini? Tolong bukakan pintu hati nya untuk bisa menerima hamba menjadi belahan jiwanya. Aamiin


TBC


Jangan lupa like dan komen. dan juga dukung saya dengan memasukkan cerita saya di buku favorit kalian.


Salam dari Ardan untuk kalian semua😘😘😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2