Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 92


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu, namun kabar dari ata tetap saja tidak pernah ada, membuat Yuna putus semangat kembali,


'' kau sedang melamuni apa Yuna..''mama leana meraup wajah Yuna yang terbengong sendirian di teras rumah


'' eh.. apa ma..'' Yuna terpaksa tersadar dari lamunan nya karena sang mama


'' kamu kenapa, akhir-akhir ini, kamu sering mama lihat melamun, apa yang sedang kamu pikir kan..'' tanya leana dengan lembut


'' gak ada kok ma.. hanya perasaan mama saja..'' elak yuna, yang tak mau sang mama merasa kan apa yang Yuna rasa kan saat ini


'' ata tak pernah terlihat lagi, kemana dia nya pergi..'' pancing leana agar Yuna mau bercerita pada nya


'' Yuna tidak tau ma.. memang kenapa ma..''


'' mama hanya heran saja, hanya tiga hari saja ia terlihat, dan kini sudah sebulan lebih, ia tak pernah terlihat lagi..'' ujar leana


'' Yuna juga gak tau ma,, mungkin ada kerjaan yang tak bisa ia tinggal kan..'' saut Yuna. sambil menghela nafas panjang


membuat leana melirik sejenak Yuna yang menghela napas dalam dan panjang, ia tau kekalutan hati Yuna saat ini,


namun leana tidak bisa berbuat lebih, hanya doa yang bisa leana panjat ka. pada yang kuasa, membuat Yuna bahagia, jangan ada lagi yang menyakiti Yuna seperti dulu lagi


'' setelah lahiran, Yudis dan Dania mau pindah rumah.. menurut kamu gimana..'' leana menatap sejenak ke arah Yuna yang malah bertopang dagu


'' bagus dong ma,, berarti Yudis sudah bisa membawa keluarga kecil nya untuk hidup lebih baik, kalau menurut Yuna sih.. lebih baik di dukung..''yuna Masih di posisi yang sama


'' tapi apa gak sunyi nanti rumah kita ini, kamu terkadang pulang pergi kerja, mama gak ada teman di rumah..'' ucap leana menghela nafas


'' bentar lagi Yuna akan di butik aja.. kalau mama merasa kesepian, mama kan bisa ke butik, bantu-bantu apa di sana, entah ajak mereka bercerita, itu lebih baik, dari pada di rumah terus mengurung diri..'' suruh Yuna pada leana


'' mama kurang bisa membawa suasana Yuna, takut nya karyawan kamu ilfil lagi lihat mama..'' ucap leana


kini kedua nya malah dalam posisi yang sama, menghadap ke jalan raya dalam keadaan bertopang dagu, dengan satu kaki di naik kan ke atas bangku yang mereka duduki


'' kalian pada ngapain, kok? begitu..'' Yudis Barru pulang entah dari mana, heran melihat ke dua wanita yang ada di hadapan nya saat ini

__ADS_1


'' kami lagi mikirin kamu..'' jawab kedua nya kompak, tanpa menoleh ke arah Yudis


membuat Yudis mengerut kan kening nya bingung, ada apa dengan diri nya, sampai-sampai kakak dan mama nya harus memikir kan nya


'' ada apa dengan ku, apa aku ada berbuat salah..'' Yudis keheranan di buat dua wanita yang ada di hadapan nya


'' gak ada..'' saut ke dua nya lagi membuat Yudis kebingungan sendiri


'' lebih baik aku masuk saja, dari pada ikut gila nya..'' Yudis masuk ke dalam rumah, tanpa memperduli kan kedua nya,


setelah kepergian Yudis, ke dua nya terdiam cukup lama dengan pemikiran mereka masing-masing


'' ma.. kenapa masih di luar aja..'' tegur Dania yang baru saja pulang dari butik


'' eh... kamu sudah pulang..'' leana memiring kan kepala nya untuk melihat ke arah Dania


'' iihh.. mama kenapa, Dania kok? jadi takut ya..?'' ucap Dania bergidik ngeri melihat leana yang memutar kepala ke arah nya


'' mama kenapa rupa nya..'' tanya leana santai


'' mama kok? alhasil aneh begitu, Dania jadi takut ma..'' ujar Dania


membuat tawa Yuna pecah seketika, ia sudah tak kuat menahan diri, membuat Yuna mengerut kan kening nya bingung sendiri melihat kelakuan Yuna dan leana


cepat-cepat Dania masuk ke dalam mencari keberadaan Yudis, ia melihat mobil Yudis sudah terparkir di halaman depan,


'' mas...mas.. kamu di mana sih.. itu mama dan mbak Yuna kenapa..'' dengan nada panik Dania mencari keberadaan Yudis


'' apa yang... mas.. ada di dapur ini...'' saut Yudis yang Dania dengar berasal dari dapur


Dania berjalan cepat ke arah dapur untuk mencari keberadaan Yudis, dengan nafas ngos-ngosan ia mendekat ke arah Yudis


'' kamu kenapa, kok? kayak gitu nafas nya..?'' tanya Yudis merasa heran dengan Dania


'' itu mama dan mbak Yuna kenapa mas, Dania jadi takut sendiri..'' Dania menunjuk ke arah depan teras

__ADS_1


'' mas juga gak tau ya.. tadi pas pulang, mama dan kak Yuna sudah seperti itu..'' ujar Yudis pada Dania sambil mengedik kan bahu nya


'' kok aneh gitu ya mas.. jadi ngeri Yuna lihat nya... apa jangan-jangan kesambet ya mas .'' ucap Dania sambil melebar kan mata nya


'' jangan bicara asal kamu yang.. apa ia ya..'' Yudis juga ikut penasaran dengan ke dua nya


'' ambil air putih mas,, terus di bacain doa-doa.. Baru siram kan ke wajah mereka berdua mas..'' ucap Dania mengeluar kan ide nya


'' bener juga kamu ya.. tadi mas pulang pun sudah seperti itu..'' ucap yudis sependapat dengan Dania


langkah cepat, Yudis mengisi air dalam gelas, dan ia pun duduk sejenak di meja makan, yang semula ia ingin mengisi perut, lantaran dengan ide Dania, Yudis mengurung kan niat nya


setelah air putih selesai di doai, Yudis berjalan ke arah depan di ikuti oleh Dania di belakang nya, setiba di depan, Yudis masih mendapati posisi ke dua nya seperti yang tadi


'' ashaduallailahailalah waashadu anan Muhammad darosulullah..Allah huakbar..'' ujar Yudis sambil memercik kan air ke wajah ke dua nya dengan cepat


'' apa yang kamu laku kan dis,, basah semua nya ini..'' Yuna menatap ke arah Yudis nyalang,


Yuna dan leana terkejut dengan aksi Yudis, .barusan?membuat semua nya basah Yudis sejenak menghenti kan aksi nya


'' ya.. ampun dis, apa yang sedang kau lakukan, lihat ini...jadi basah semua,'' Yuna berdecak sebal menatap ke arah Yudis


'' siapa suruh melamun aja sedari tadi.. bikin orang takut aja..'' ujar Yudis


'' aahh... memang kalian berdua sangat menyebal kan..'' sungut Yuna


'' salah sendiri..'' ujar Yuna tak mau kalah dengan Yuna


Yudis pun berjalan masuk meninggal kan ketiga nya, sedang kan Dania bingung jadi nya, karena itu adalah ide nya, ia takut Yuna dan sang mama akan marah pada nya


'' anak ini, kalau nyiram, gak kira-kira... jadi basah semua deh..'' leana bangkit sambil menggerutu hebal, pasal nya ia juga ikut basah


Yuna dan leana pun akhir nya mellmilih masuk ke dalam untuk salin, sedang kan Dania hanya bisa mengikuti langkah kedua nya tanpa banyak berkata, karena ia takut di salah kan


...****************...

__ADS_1


__ADS_2