Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 99


__ADS_3

" apa maksud mu, sejak kapan aku mengenal nya, kau jangan mengada-ada.." saut papa ata menaut kan ke dua alis nya bingung


" sejak kecil, atau? mungkin juga sejak lahir.." ucap ata enteng membuat sang papa semakin mengerut kan kening nya


" kau selalu saja membuat orang bingung dengan perkataan mu itu..," ujar sang papa geleng kepala


" papa saja yang tidak pernah mengerti dengan ucapan ata.." ucap ata pada sang papa


" ini pembahasan nya sampai kemana sih,, jangan membuat orang semakin pusing saja..," saut sang mama cepat


" mama yang selalu membuat ata pusing, sampai ingin rasa nya bunuh diri saja.kalau tidak memikir kan bunuh diri itu berdosa besar, mungkin ata sudah melakukan nya..," saut ata membuat ke dua orang tua nya langsung menatap tajam ke arah Yuna


" semakin ngaur saja pembicaraan mu itu ata.. kau mau nya gimana ini.. apa yang ingin kau bicara kan, dengan kami, sampai kau berani mendatangi kami di saat waktu menunjuk kan makan malam..'' papa ata mengetuk meja makan berulang kali sambil melirik ke arah ata dan Yuna secara bergantian


'' kan? sudah berulang kali ku katakan, aku ingin melamar kekasih ku, tapi kalian sibuk menjodoh kan ku dengan wanita baju kurang bahan seperti itu..'' tunjuk ata ke arah kaila


'' jaga bicara mu ata, kau bisa menyinggung perasaan kaila,,'' ujar sang papa menatap tajam ata yang masih setia berdiri bersama yuna


'' memang benar kan, lihat lah cara pakaian nya, seperti baju bayi yang di paksa masuk ke dalam tubuh nya..'' ata melirik ke arah kaila yang menasang wajah marah


'' ataa.... kau jangan keterlaluan begitu? kasian kaila, kau harus nya mencoba membuka hati mu untuk menerima kaila apa ada nya, jangan kau terus membuat ia sakit hati .'' bentak papa ata dengan geram, melihat anak nya yang malah memilih orang lain, dari pada pilihan nya


" aku tidak mau pa.. aku datang kemari hanya ingin meminta restu dari kalian, jika kalian tidak mau merestui ku, aku akan tetap menikahi Yuna tanpa restu dari kalian.. selama ini ata sudah cukup patuh dengan kemauan papa dan mama, dan kali ini ata tidak akan mau lagi mengikuti apa yang papa dan mama minta.." putus ata sepihak.


membuat sang papa dan mama semakin geram melihat ke arah ata, seketika itu juga emosi sang papa memucah mendengar penuturan ata


" baik.. silah kan kau keluar dari rumah ini tanpa membawa apa pun.." ujar sang papa meminta semua pasilitas yang ada pada ata

__ADS_1


" papa sudah lupa ya.. sebelum nya, bukan kan semua pasilitas ata, papa sita semua,, apa papa melupakan nya, atau hanya pura-pura lupa.." ata berucap santai,


Yuna semakin tegang saja melihat perseteruan antara ayah dan anak yang ada di hadapan nya saat ini, jika Yuna tau, akan begini jadi nya, mungkin Yuna tidak akan mau ikut dengan ata


" aku lebih baik pulang saja.." Yuna melepas kan genggaman nya pada ata


ata melirik sekilas pada Yuna, ia menaut kan kening nya heran ketika melihat wajah Yuna yang pucat pasi, seperti tidak ada aliran darah yang di masuk ke dalam tubuh Yuna,


'' kau tidak apa Yuna.''' bisik ata pelan


Yuna hanya menggeleng kan kepala nya saja, kini ia kembali menegak kan kepala nya menatap ata, Yuna melihat, ada sedikit hawatir di wajah ata untuk nya,


di sela ata dan yuna adu pandang, papa dan mama ata menatap ke arah mereka berdua dengan tatapan yang menyirat kan peperangan,


'' kau sekarang mulai berani membangkang kepada papa dan mama mu ata, apa yang kau lihat dari wanita itu,'' tunjuk papa ata kepada Yuna


'' terserah apa kata papa pada ata, tapi jangan hina Yuna, karena Yuna lah yang ata ingin kan sedari dulu? dan Yuna bukan wanita seperti apa yang papa dan mama pikir kan,'' ata melirik sekilas ke arah papa dan mama nya


'' tidak masalah, aku masih bisa hidup beimang harta bersama yuna, karena Yuna tidak semiskin yang papa dan mama pikir kan, .'' ucap ata tersenyum sinis


'' dasar kamu ya..'' geram sang papa melihat ata yang seolah mengejek nya


'' satu hal yang papa dan mama harus tau,...'


''yuna ini adalah anak papi Tio dan mami leana, jadi? aku tetap akan sukses tanpa harta dari papa, dan aku masih bisa mencari pundi-pundi rupiah, tanpa bantuan dari papa..'' ucap ata santai


sedang kan sang papa yang mendengar nama Tio sedikit terkejut, begitu juga dengan sang istri, mereka berdua langsung menatap ata untuk meminta penjelasan,

__ADS_1


agar mereka tidak dalah mendengar nama yang sudah lama yang tidak pernah lagi di dengar kedua nya


'' maksud mu Tio dan leana mana..'' cecar sang papa pada ata, karena ata menyebut kan papi dan mami, mereka langsung teringat akan sebutan itu


'' mereka adalah tetangga kita dulu, waktu kecil aku kan sering kalian titip kan bersama mereka, apa mama dan papa lupa jg,''' pengakuan ata barusan, membuat mereka terdiam sambil berpikir,


'' maksud mu, Tio dan leana, yang tinggal di kota E itu..''' tanya sang papa mulai serius mendengar kan apa yang akan di sampai kan atau


'' Yap ..' papa benar sekali, dan ini lah putri nya,'' ujar ata


'' kenapa kau tidak bilang dari awal..'' ujar sang mama mendekat ke arah ata


'' mama jangan mendekat, aku tidak mengijin kan mama menyentuh Yuna ku..'' larang ata cepat, membawa Yuna kebelakang nya, seketika membuat sang mama menghenti kan langkah kaki nya


'' kau kenapa sih.. selalu saja bikin kesal..'' ujar sang mama menatap tidak percaya kepada ata yang melarang nya mendekat kepada Yuna


'' mama yang membuat aku seperti ini,, sekarang terserah kalian mau apa.. Minggu ini aku akan menikah dengan Yuna, papa dan mama kalau mau datang silah kan, kalau tidak ya.. silah kan..'' ucap ata cepat


ata pun menggandeng tangan Yuna keluar kembali dari rumah Mega yang tiada keramahan dalam penyambutan tamu,


Yuna yang awal nya gugup, kini bertambah kebingungan di kala ata menarik tangan nya keluar dari dalam rumah calon mertua nya


'' ata.. kau mau kemana.... ini gimana pa..'' mama ata panik ketika ata pergi berlalu tanpa menghirau kan panggilan nya


'' papa juga gak tau ma.. ini semua karena mama kan..'' ujar sang suami menyalah kan


'' kok? jadi mama sih.. ?'' ujar nya terkejut melihat suami nya malah menyalah kan diri nya

__ADS_1


'' nasib kaila gimana Tan..'' kaila pun tak ingin usaha nya berakhir dengan sia-sia


...****************...


__ADS_2