Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 50


__ADS_3

kruuuyuukkk


Ahhhh


Aku terbangun dengan rasa lapar yang menderaku. Aku membuka mataku perlahan dan melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 2 dini hari. Aku menatap tangan besar yang memeluk erat tubuhku,dia adalah suamiku Bagas Suseno.


Aku mendengus sebal mengingat bagaimana dia menghabisi ku semalam, Bayangkan saja dari jam 8 sampai jam 12. Badanku terasa sakit semua. Bahkan aku bisa melihat banyak bercak merah di sekitar da** ku yang polos tak memakai baju yang kini tertutupi oleh selimut, entah dimana lagi aku pun tidak tahu. Yang aku tahu sekarang perutku lapar dan butuh asupan makanan buat mengobati rasa lapar ku.


Aku melepaskan tangan mas Bagas yang berada di atas tubuhku dengan pelan. Aku mengernyit perih menahan ngilu di sekitar area bawahku. Aku mengambil kemeja mas Bagas yang terletak di bawah ranjang, aku menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polos ku dan memakai kemeja mas Bagas.


Aku juga memakai celana dalamku tanpa memakai br* ku. Aku beranjak bangun dari tempat tidur untuk menuju kulkas yang ada di dapur mini kamar hotel ini.


Mas Bagas menyewa kamar dengan fasilitas yang komplit, walaupun tidak sebesar rumah yang sesungguhnya tapi fasilitas yang disediakan cukup lengkap.


Aku berjalan pelan sambil memegang pinggang ku yang lumayan pegal karena aktivitas ranjangku semalam. Aku membuka kulkas dan menemukan aneka cemilan ,buah,dan juga minuman dingin.


Aku mengeluarkan kripik kentang dan juga buah pir dan minuman bersoda.


cesss


Bunyi desing kaleng soda yang terbuka membuatku langsung menengok ke arah lelaki tampan yang sedang terlelap dalam tidurnya. Aku berdecak heran kepada suamiku, apa dia tidak merasa lapar, aku saja sudah kelaparan minta ampun.


glek glek glek glek


haahhhh


Aku menaruh kaleng soda di atas meja bar kecil, aku membuka kemasan kripik kentang yang aku ambil tadi.


kriuk kriuk kriuk


Aku berjalan ke arah tas kecilku dan mengambil ponsel ku. Ketika aku melihat ponsel mas Bagas yang menyala, aku segera mengambilnya dan mengerutkan kening ku bingung menemukan sebuah telfon dari nama perempuan di dini hari seperti ini.


Aku menengok kearah suamiku yang masih terlelap dan kembali ke ponselnya yang masih menyala. Aku bimbang apakah aku harus mengangkatnya atau tidak, tapi aku penasaran.


Wanita seperti apa yang dengan berani menelfon suami ku selarut ini. Apa mas Bagas selingkuh dari aku? Tapi masa iya sih ..Mas Bagas tega melakukan itu padaku

__ADS_1


Tring


Ketika telfon berhenti ada sebuah pesan yang masuk dan ternyata dari nomor perempuan yang tadi. Aku membaca nya sekilas dari layar depan tanpa membukanya.


Gas. lo lagi dimana? gue tanya sama pegawai lo......


Aku segera mendekat ke arah ranjang dan duduk di samping suamiku, aku melihat nomor tadi menelfon lagi. Dan dengan sengaja menempelkannya ke telinga mas Bagas.


Plak


Dengan emosi aku menepuk lengannya dan pergi meninggalkan nya untuk kembali ke dapur. Aku mendengar suara mas Bagas yang mengaduh karena pukulan ku tadi. Aku duduk menghadap ranjang dan melihat mas Bagas yang masih setengah sadar sedang mengucek matanya.


ckckck


Aku berdecak kesal menatapnya,walaupun dalam keadaan bangun tidur pun dia masih tetap mempesona. pantesan banyak yang menginginkan nya. Dengan santai aku memberi tahu kalau ada telepon masuk dari perempuan dan dia malah langsung bangun mendekatiku tanpa melihat kondisi tubuhnya yang polos.


Blushhh


"Pakai dulu celana kamu apa mas..!!" Aku membuang muka dan memilih berpura-pura melihat pemandangan indah dari jendela kaca yang aku buka sedikit tadi.


"Nggak usah lah sayang, toh nanti juga sama kamu di lepas lagi. Iya nggak sayang..?"


cup


Aku langsung memalingkan wajah ku , aku tau mas Bagas berniat mencium bibirku tapi aku sedang malas dengannya. Dengan acuh aku pergi ke ranjang dan mengambil ponselnya dan melemparkan nya kepada mas Bagas.


Hap


"Hei...kenapa istri cantik ku ini tega melempar ponsel suaminya. Ada apa hmmm?"


"Lihat sendiri!! aku mau ke kamar mandi."


Brakk


Aku pergi meninggalkan suamiku yang sedang mengecek ponselnya dan membanting pintunya dengan kencang. Aku menyalakan shower dan niat mandi junub, aku melepaskan baju yang aku pakai tadi, dan membasuhnya dengan sabun dan shampoo yang tersedia di kamar mandi. Setelah selesai aku sengaja membiarkan air mengalir mendinginkan pikiranku yang sedang panas. Aku menutup kelopak mataku sambil merasakan air mengaliri setiap inci tubuhku, tanpa memperdulikan jam berapa sekarang aku tetap membiarkan tubuhku tersiram air dingin.

__ADS_1


Aku merasakan tangan besar sedang mengusap perutku sambil menciumi punggungku. Aku hanya mendengus sebal tanpa mau memperdulikan kehadirannya.


Sreettt


Cup


"Kamu nggak usah cemburu sayang, dia itu hanya teman mas waktu kuliah. Dia hanya menanyakan kabar saja." Aku menatapnya diam tanpa mau mengeluarkan sepatah kata pun. Dia yang mulai tidak sabar melihat keterdiamanku berniat mencium bibirku, tapi aku mundur dan berlalu dari hadapannya untuk mengambil handuk yang tergantung di sana dan memakainya langsung. Aku mengambil air wudhu dan bersiap-siap untuk pergi ke luar,ketika sudah mencapai pintu Aku berhenti dan menoleh sebentar ke arah mas Bagas.


"Ya mas aku mengerti."


ceklek


Aku menutup pintu kamar mandi dan berjalan ke arah koper untuk mengambil bajuku dan baju mas Bagas. Aku menaruh baju mas Bagas di atas ranjang yang sudah aku rapihkan, dan berniat untuk sholat tahajud sendiri.


Aku menggelar sajadah ku dan memakai mukena untuk melaksanakan sholat Sunnah tahajud.


ceklek


Setelah memanjatkan doa aku merapihkan sajadah ku dan melepaskan mukena yang aku pakai tadi dan menaruhnya di atas kursi. Aku mendatangi suamiku dan mencium tangannya sebagai wujud baktiku kepadanya.


Cup


Dia mencium keningku lama,dan menariku supaya aku mau duduk di pangkuannya. Dia memeluk pinggang ku erat dan menyusupkan rambutnya yang masih basah ke leherku. Hembusan nafasnya yang memburu membuat badanku meremang geli.


"Maaf yah sayang,bila mas membuatmu marah. Tapi mas bersumpah kalau dia bukan siapa-siapa buat mas,dia hanya teman kuliah mas. Kamu percayakan sama mas?"


Dia menarik wajahku agar mau menatap matanya,aku balas menatap matanya dalam-dalam untuk melihat apakah ada kebohongan di matanya. Tapi yang aku lihat hanya kejujuran di dalam matanya. Aku menghela nafas dan mencoba tersenyum tipis.


"Aku tidak tahu mas apa hubungan kalian. Yang aku herankan, kenapa seorang teman apalagi dia itu perempuan dengan berani menghubungi nomor lelaki yang sudah menikah di jam segini? Apa itu wajar mas ? Jadi bukan salah saya curiga kepada Anda."


"Iya mas tahu, kamu juga nggak salah. Lagian kalau sampai ada lelaki yang menghubungimu jam segini mas juga akan curiga. Jadi mas minta maaf atas kesalah pahaman ini. Kamu mau maafin mas kan sayang..?"


"Iya mas. Aku sudah memaafkan mas. Tapi lain kali kalau teman kamu menghubungi mas lagi ,tolong bilangin.... jangan menghubungi mas lagi karena istrinya ini cemburu..!! Kamu mengerti kan mas...?"


tbc

__ADS_1


__ADS_2