
mulai saat di mana Davina menjadi ke carian mereka, leana tidak pernah melepas kan kemana pun Davina pergi
leana selalu ada di sisi Davina, terkadang Dania yang membawa Daren pun, menjadi tangung jawab leana, walau pun umur sudah tak muda lagi, tapi leana masih mampu menjaga ke dua cucu nya yang terlalu aktif
'' ma... Davina mana..'' setiap pagi, pasti itunlah yang keluar dari mulut Yuna,
tak pernah lepas untuk mencari Davina kecil nya, yang selalu melarikan diri tak tau waktu, sampai terkadang Yuna kalang kabut,
di tambah lagi, pergerakan Yuna tak bisa selincah dulu, ia kini sudah hamil beras, tinggal menunggu kapan lahiran nya saja
'' Yang... mana baju kerja ku..'' teriak ata dari teras rumah mereka
'' aduh.. ampun deh,, enggak bapak enggak anak sama aja, bikin repot gue..'' Yuna geleng kepala melihat kelakuan anak dan ayah tersebut
'' iya.. sebentar, mau lihat Davina dulu..'' ucap Yuna juga ikut berteriak pada ata
'' aduh.. ini gimana sih,, mana nyangkut lagi baju nya..'' ujar Yuna membuka pintu pagar rumah leana
karena ke dua cucu nya sangat aktif, ata menyempat kan diri untuk memasak pagar pintu sang mama mertua, agar anak dan keponakan nya aman tak bisa keluar sesuka hati mereka
'' Davina lagi makan Yuna,, mau apa..'' tanya leana menatap putri yang yang baru muncul di dapur
'' aku pikir pergi jauh ma,, kalau begitu Yuna pulang lagi ma..'' ucap Yuna berbalik arah dan pulang ke rumah membiar kan Davina di urus oleh oma nya yang masih terlihat kuat mengurus cucu nya
'' aneh sekali mama mu itu Davina..'' ujar leana menatap ke arah Davina
'' Oma... Daren lagi Nasih nya..'' pinta Daren pula pada sang Oma
'' oh.. iya,, sebentar ya..sayang..'' ucap leana menatap cucu laki-laki nya dengan lembut
sedang kan Yuna kini berjalan kembali ke rumah nya, dan mendapati ata yang tidak mengenakan baju sedang duduk di sofa ruang tamu
'' kemana baju mu mas,, kenapa kau tidak mengenakan nya..'' ucap Yuna ketika ia baru masuk ke dalam rumah
'' aku mencari kemeja hitam ku, tapi aku tidak dapat melihat nya,, tolong cari kan untuk ku..'' pinta ata pada Yuna dengan lembut
'' di lemari paling atas mas,, apa mas tidak melihat nya di sana..'' ujar Yuna berjalan ke arah kamar yang di ikuti oleh ata
'' mas sudah lelah mencari nya sayang, lihat ini, mas sudah Bermandi kan keringat lagi...'' ujar ata seraya menunjuk ke arah tubuh nya sendiri
__ADS_1
'' Hem.. memang ya.. kalau para pria ini, selalu menggunakan mulut untuk mencari, bukan nya tangan dan mata..'' kesal Yuna menatap ata
'' sembarangan saja kalau bicara,, mana lah mas tau, kalau baju nya di sana, mas mencari nya di sini..'' ujar kena. menunjuk lemari bawah
'' mana ada di situ mas, itu kan? baju kaos semua..'' ujar Yuna geleng kepala menghadapi ata yang super ribet
'' Davina kemana lagi ini sayang..'' ujar ata yang tak melihat putri nya pagi ini..
'' biasa mas,, sudah di rumah mama.. aku lama-lama pusing kalau begini terus, mana adek bayi nya aktif kalau lagi pagi gini..'' keluh Yuna pada ata
'' mas minta maaf ya,, telah membuat kamu hamil lagi..'' sesal ata menatap ke arah yuna
'' apa sih mas,, geli aku lihat ekspresi wajah mu..'' ujar Yuna, sedikit mendorong wajah ata kebelakang
'' imut kan..'' ucap ata dengan pede nya
'' imut-imut.? Narsih iya,, sok paling keren sedunia aja kamu mas .'' ujar Yuna kepada ata
'' itu harus dong,, kalau tidak, mana bisa aku memikat bidadari surga ku ini .'' ujar ata kembali menggoda yuna
'' lebay deh kamu mas,,'' ucap Yuna terkekeh kecil
'' mas... apa mas gak kerja..'' tanya Yuna menatap wajah ata sekilas
membuat Yuna menatap aneh ke arah ata yang mulai mendekat ke arah nya,
'' jangan aneh-aneh kamu mas,, udah mandi loh..'' ujar Yuna menatap horor ke arah ata
'' mandi yang ke dua kali nya belum..'' ucap ata tersenyum simpul
'' hadeh.. payah bapak-bapak satu ini, sudah tua juga..'' ucap Yuna terkekeh kecil
'' sudah tua dari mana,, gini-gini.? mas, masih bisa buat kamu hamil sepuluh kali..'' ucap ata menaik turun kan ke dua alis nya
'' emang nya, mas mau punya anak banyak..'' tantang Yuna
'' gak mau,, cukup dua aja.., takut nya kamu gak kuat untuk mengurus nya, sedang kan Davina aja kamu kewalahan, apa lagi ini, jagoan papa yang belum keluar..'' ucap ata mendekat ke arah Yuna dan mengelus perut bucit Yuna yang sebentar lagi akan lahir ke dunia
'' jauh ih... mas, nanti kamu baut aku mandi lagi..'' Yuna menepis tangan ata yang berada di perut nya
__ADS_1
'' kamu tau aja,, memang itu tujuan mas..'' ucap ata tersenyum jahat
dan terjadilah, pagi ini Yuna harus mengulang ke dua kali nya mandi pagi, di mana ata tetap menerus kan niat nya,
membuat Yuna kewalahan di bawah nya adalah hal yang membuat ata tersenyum puas, dan merasa paling gagah dan kuat
***
siang hari, Yuna yang mengantuk berat harus membuka mata nya lebar-lebar ketika Davina merengek minta di temani pergi ke butik
" ma.. ayo,, Vina mau ketemu onti afa..'' ujar Davina kepada Yuna
'' onti nya lagi kerja sayang, janga. di gangguin ya..'' ucap Yuna lembut
'' main sama Daren ma..'' pinta davina lagi
'' mama mengantuk sayang, kita tidur siang saja ya..'' ucap Yuna mencoba merayu Davina
sedang kan ata setelah aktivitas pagi tadi, kini ia tengah bekerja, dan tinggal lah Yuna dan Davina di rumah, sedang kan leana pergi kumpul bersama teman arisan nya
'' ayo lah.. ma,,'' ajak paksa Davina lagi
dengan malas-malasan Yuna pun bangkit dari rebahan nya, ia menuruti apa yang di ingin kan putri kecil nya yang super aktif
'' ya..sudah ayo,, tapi jangan lama ya.. mama ngantuk berat ini..''' ucap yuna mencoba menuruti apa yang di ingin kan oleh Davina
ketika Yuna mengijin kan nya, Davina pun dengan senang bersorak gembira, membuat Yuna tersenyum simpul
kebahagian anak kecil, tak selalu dengan uang, terkadang butuh peran ibu yang siap siaga menjadi teman nya bermain dan bercerita
'' siang Bu bos..'' sapa satpam baru yang berjaga di depan pintu butik
'' siang juga pak..'' saut Yuna sopan
satpam tersebut pun membuka kan pintu untuk Yuna dan juga Davina, begitu Yuna masuk, sudah di hadap kan dengan Daren yang berkacak pinggang sambil mengacak-acak seisi gudang
'' Daren, kenapa semua jadi berantakan seperti ini..'' ujar Yuna menatap ke arah Daren
'' mama jahat mi... Daren gak boleh main..'' uca Daren mengadu kepada Yuna
__ADS_1
membuat Yuna hanya bisa menghela nafas berat ketika di hadap kan oleh Daren, belum lagi di. tambah anak nya yang selalu berbuat ulah
...****************...