
Indah menarik napasnya dalam - dalam, kemudian ia mengambil ponselnya. Dengan ragu ia memencet angka - angka yang ada di kartu nama itu.
^^^"Halo..."^^^
"Siapa?"
Tanya orang itu dengan nada suara ketus. Indah Meneguk air ludahnya, dia sangat taut mendengar suara orang itu.
^^^"I... Ini Sa.... Saya pak. In... Indah pegawai Cafe teman bapak" jawab Indah dengan sedikit gugup.^^^
"Hmm.... Kenapa? Apa kamu sudah memilki jawababnnya? Jangan membuat saya lama menunggu1 Kalau kamu ngak bisa, saya bisa cari wanita lain" kata Dika, masih dengan nada ketus.
^^^"Tida pak, janan cari oang lain, saya bersedia kok buat jadi istri kontrak bapak" ucap Indah cepat.^^^
Dika tersenyum mendegarna, dia sangat senang mendengarr jawaban gadis itu. " Baiklah kalau gitu, besok temui saya di cafe XXXX !'" ucap Dika.
^^^"Apa tidak sebaiknya, kita betemu di Cafe tempat saya bekerja saja , pak." kata Indah, menyangga printah Dika, karena dia tidak mungkin bisa ke Cafe yang di maksud pria itu, karena tempatnya sangat jauh dari tempatnya bekerja.^^^
"Hmmm..Baik lah!"
^^^"Baik pakk."^^^
___
Seperti biasa Indah sudah berada di cafe, tepat waktu. Indah sedan membersihkan dapurnya, dia terliihat sangat menikmati pekerjaanya.
Lala datang dengan senyum sumriangnya, dia sangat penasaran dengan pekerjaan baru Indah, tadi malam dia menghubungi Indah, tapi nomor adis itu sibuk dna tak bisa di hubungi.
"Good morninggg Indah, cantik~" teriak Lala, sambil memeluk Indah dari belakang.
"Mbak Lala, aku kaget loh, ku kira siapa yang tiba - tiba meluk." ucap Indah, Lala hanya tersenyum tanpa dosa.
"Gimana?" tanya Lala
"Apanya?" tanya Indah bingung.
"Pekerjaan baru kamu tu" tanya Lala.
"Ohh...Nggak tau kak, aku belum tau gimananya, tapi nanti pulang kerja , temannya boss itu ngajakin aku ketemuan." jelas Indah.
__ADS_1
"Memangnya, kerja apa sih, Ndah?" tanya Lala.
"Mbak Lala kepo deh" jawab Indah.
___
DIka sedang duduk di dalam ruangannya, dia memandang sebuah foto di tangannya. Tadi pagi dia dapat laporan dai anak buahnya.
Kemaren, setelah pulang dari Cafe Baim, Dika menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang identitas lengkap Indah. Dan betapa kagetnya dia, kalau tenyata Indah pegawai Baim adalah Indah yang sama dengan Indah yan di carinya selama ini.
"Bagaimana bisa aku tidak menyadari kalau kamu ada di dekat aku selama ini..."gumam Dika.
"Aku pastikan kalau kali ini aku nggak akan melepaskan kamu dan aku akan ikat kamu biar nggak bisa lari lagi dari aku."
Dika tersenyum melihat foto indah, dia mengusap foto itu.
___
Sore harinya.
Indah menunggu Pria yang semalam di telponnya itu, dia menunggu sambil menatap kartu nama yang berada di tanganya.
"Nama ini seolah aku kenal, tapi sia" gumamnya.
"Apa kartu itu lebih menarik dari pada orang yang punya kartu?" tanya pria itu.
"Eh?...." Indah mendongak, tekejut dengansuara itu.
"Bapak, dari kapan duduk di situ?' tanya Indah menyimpan kartu nama itu.
"Sejak kamu menatap kartu itu" jawab pria itu
"Dan tolong kamu jangan panggil saya bapak! karena panggilan bapak itu terlalu tua dan aku juga tidak menyukinya" kata pria itu.
" Ba... Baik pak" Ucap Indah kaku.
"Baik lah, kita langsung saja ke intinya." kata Dika, tanpa basa basi. Indha hanya ddiam mendengarkan.
"Saya mau kam menjadi istri saya, dan kamu juga harus pura- pura menjadi kekasih saya selama inni di depan keluarga saya dan...." Dika menjelaskan bagaimana Indah harus bersikap di depan keluarganya. Dan apa - apa saja persyaratan untuk bekerja dengannya.
__ADS_1
"Bagaiimana? Apa kamu masih mau melanjutkan kerja sama ini?" tanya Dika setelah a menjelaskan semua kerjaan gads itu.
Indah tampak ragu, tapi mau bagimana lagi, dia sangat membutuh uang.
Indah meggukkan kepalanya," Iya pak, saya bersedia." ucap Indah.
"Bagus, nanti malam, kamu bersiaplah, karena malam ini akan ada jamuan makan malam, maka Dika akan mengajak Indah untuk menemaninya dia acara tersebut.
Karena dia tahu kalau ayahnya pasti akan selamat dan mendapatkan tindakan di rumah sakit.
"Mmmm... Pak, apa saya boleh minta uang muka untuk nya dulu pak?" tanya Indah. Dika pun mengerutkan keningnya.
" Untuk apa? Apa kamu taku dengan saya? Tenang saja, saya sudah menyiapkan semuannya" jawab Dika. Dia belum tahu, apa penyebab yang membuatkan Indah ingin menerima tawarannya.
___
Sepulang dari Cafe, dan mendapatkan sejumlah uang dari Dika. Indah langsung membawanya kerumah sakut, tempat ayahnya dirawat. Indah membayarkan semua tunggakan ayahnya.
Setelah semuanya selesai, Indah pergi menemui bundanya, dia melihat sang bunda yang sedang dudum sambil menguusap tangannya.
Arin terlihat sangt sedih melihat bundanya yang seperti itu.Indah meletakkan tangannnya di bahu Arin. Arin oun menoleh.
"Kamu kapan datang?"tanya Arin.
"Baru aja bun, bunda ngapain?"tanya Indah balik.
"Bunda habis melap badan ayah pake kain basa.ljawab Arin. Indah mengangguk.
"Kenapa? Apa ada masalah?"tanya Arin.
"Nggak ada bund aku hanya melihat bunda sama ayah aja. "jawab Indah
"Bund, tadi Indah ada rejeki dan Indah sudah membayar semua tunggakan ayah di rumah sakit ini"kata Indah
Arun langsung memandang Indah, dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu. "Uang dari mana?"tanya Arin
"Indah minjam dari teman"jawab Indah, dia tidak mungkin megatakan kalau uang itu adalah hasil dari dia menjual statusnya.
"Tapi ini terlalu banyak, nak"kata Arin.
__ADS_1
"udah bunda nggak usah memikirkan apa pun, yang jelas Buda harus sabar dan semangat.
...****************...