Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 55


__ADS_3

Setelah beberapa saat akhirnya nindy memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sambil berjalan...nindy berpikir dengan sikap Bagas yang berubah menjadi lebih emosional,hAnya gara-gara kesalahan kecil darinya. Padahal kesalahan Bagas sendiri lebih besar. Tapi kenapa Bagas marah besar padanya.


Sebenarnya nindy merasa bersalah dengan keputusan nya yang meninggalkan rumah disaat emosi seperti ini, tapi Nindy sudah terlanjur kecewa dengan Bagas.


Ketika tadi nindy sedang bersantai di ruang tv tiba-tiba Bagas datang menghampirinya sambil membentak bentak nindy.


"KAMU KENAPA PULANG TIDAK MEMBERITAHU AKU HAH...!! TADIKAN AKU SUDAH MENYURUH KAMU UNTUK MENUNGGUKU DISANA. APA KAMU TULI ATAU GIMANA HAH...?!!"


Deg


Nindy terperanjat kaget mendengar suara Bagas yang menggelegar, Matanya mulai berkaca-kaca mendengar Bagas yang membentaknya dengan begitu keras.


Digarapnya wajah sang suami yang kini masih marah menahan emosi kepada nya, Nindy tidak menyangka kalau Bagas akan semarah ini padanya,hanya gara-gara nindy meninggalkan nya.


Nindy yang baru tersadar dari keterkejutannya ,berjalan menghampiri suaminya yang berada didepannya. Dia mencoba meraih tangan suaminya tapi di tepis langsung oleh bagas, dan membuatnya jadi terjatuh kelantai dengan keras.


Bruk


"Jawab pertanyaan aku dulu..!Kenapa kamu pergi tanpa menghubungi aku dulu hah..?!"


"Kamu kenapa sih mas, datang-datang malah marah marah sama aku?" Nindy masih mencoba bertanya dengan baik-baik kepada Bagas, tapi Bagas yang sudah dikuasai oleh amarah hanya mendengus mendengar pertanyaan nindy padanya.


"Nggak usah belaga sok nggak tau deh kamu nin. Kamu sengaja kan ninggalin aku disana sendirian.?!"


Nindy mengerutkan keningnya bingung mendengar tuduhan yang terucap dari bibir bagas. Nindy mengangguk-angguk mencoba bersabar dengan prasangka Bagas padanya.


"Bukannya seharusnya aku yang bertanya seperti itu sama kamu mas..?"


"Maksud kamu apa Hahh..?!"

__ADS_1


"Seharusnya yang marah disini adalah aku,bukan kamu mas. Kamu yang sudah tega meninggalkan aku istri kamu sendiri ,hanya demi wanita lain." Nindy mengeluarkan uneg-uneg nya pada Bagas


Plak


Nindy terdiam membisu sambil memegang pipinya yang terasa kebas dan juga telinganya yang mulai berdengung karena tamparan Bagas yang cukup kencang padanya.


Tes


Nindy menatap wajah Bagas dengan wajah yang masih shock dan berlinang air mata. Dengan tertatih nindy mencoba bangkit dari duduknya. Nindy mendekati Bagas yang kini sedang berkacak pinggang didepannya. Tak ada raut penyesalan di wajah suaminya,,dan itu semakin membuat hati Nindy berdenyut sakit.


Nindy tertawa mengejek kepada dirinya sendiri, kemudian nindy memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya dengan kasar.


"Tolong beri aku waktu untuk menenangkan diri, dan makasih atas tamparan kamu mas." Nindy berlalu dari hadapan Bagas sambil memakai jilbabnya yang berada di tangannya.


Sedangkan Bagas yang masih di selimuti amarah hanya memandang istrinya dengan diam tanpa mau mencegah kepergian Nindy dari rumahnya.


"Aaaaaaaa....!!" Bagas berteriak marah sambil memukul kursi yang ada di dekatnya.


Sepanjang jalan nindy merutuki dirinya yang kini sedang menangisi perlakuan suaminya. Nindy tidak percaya dengan perubahan Bagas yang begitu drastis seperti ini.


"Kamu berubah mas..hiks...kenapa kamu tega menyakiti aku sekarang..hiks...apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi mas...? hiks....!!"


"Apa ini memang sifat kamu mas yang sesungguhnya. hiks.... Kamu kasar sekali mas...hiks. Padahal dulu kamu begitu menjagaku dan melindungi ku. Tapi sekarang apa....? Kamu tega menampar aku hanya demi wanita lain mas..?! huhuhuhu."


Sesampainya di taman dekat rumahnya,nindy duduk di kursi dan mengangkat kedua kakinya sambil merebahkan kepalanya di atas lutut. Dia menangis tersedu-sedu sambil mengucapkan kata maaf pada kedua orang tuanya yang kini melihat Nindy begitu terpuruk dari atas sana.


Setelah beberapa saat Bagas datang dan meminta nindy untuk pulang kerumahnya, tapi Nindy menolaknya dan menyuruh Bagas untuk memberinya waktu untuk menenangkan hati nya.


Tapi Bagas malah semakin marah dan meminta nindy untuk tidak membesar besarkan masalahnya, nindy yang mendengarnya hanya tertawa mengejek.

__ADS_1


Setelah kepergian Bagas, Ardan datang menghampiri nindy. Tapi nindy yang suasana hatinya sedang tidak baik,akhirnya menyuruh Ardan untuk pergi dan membiarkannya sendirian, dan Ardan yang sadar diri akhirnya pergi dan meninggalkan jaketnya pada nindy.


Nindy melihat kepergian Ardan dengan perasaan campur aduk, tapi Nindy tidak mau membuat menyakiti hati siapapun disini. Sedangkan dirinya saja sedang sakit hati, setelah berpikir cukuo lama Nindy akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya sambil mengeratkan jaket pemberian Ardan padanya.


Sesampainya didepan rumahnya,nindy menatap bangunan berlantai 2 itu dengan pandangan nanar.


Ceklek


Nindy masuk kedalam rumah yang sepertinya sengaja tidak di kunci oleh Bagas. Nindy langsung masuk kedalam kamar tamu yang berada di lantai satu, dia mau menyendiri dahulu tanpa ada gangguan oleh siapapun tak terkecuali oleh Bagas suaminya.


Nindy berjalan masuk kedalam kamar mandi dan mengambil air wudhu dan memutuskan untuk sholat sendirian. Selesai sholat nindy memohon ampunan kepada Allah SWT atas sikap suaminya yang begitu kasar padanya. Dia juga meminta semoga Allah memberinya kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan pernikahan mereka yang masih baru ini, agar dia bisa melaluinya dengan baik. Aamiin


Sementara itu di kamar utama, Bagas Suseno yang kini sedang tidur terlentang sambil menutupi kedua matanya dengan lengan nya. Kini sedang mencoba meredam emosinya dengan memejamkan mata sambil mengatur nafasnya yang memburu.


Bagas masih menyangkal kalau semua ini adalah kesalahnya, yang dia tau kalau dia tidak salah karena telah membiarkan nindy sendirian sedangkan dia bersama dengan teman. Bisa dibilang temannya itu adalah teman dekatnya dahulu ketika mereka masih kuliah, dia adalah Siska sosok perempuan yang pernah dekat dengan Bagas waktu dulu kuliah. Dan mereka berpisah ketika Siska memutuskan pergi keluar kota dan meninggalkan Bagas sendirian tanpa ada komunikasi sama sekali.


Setelah beberapa tahun pergi meninggalkan Bagas,kini dia kembali lagi dan mencoba mendekati Bagas lagi untuk membantunya mencari pekerjaan untuknya.


Awalnya Bagas menolak karena memikirkan perasaan nindy,tapi setelah di desak oleh Siska akhirnya Bagas mau menuruti keinginan Siska dan mau membantu nya untuk mencari pekerjaan untuk Siska.


*****


"Ayah...ibu...jangan salahkan mas Bagas yah. mungkin ini memang kesalahan aku,jadi tolong jangan marah padanya. Nindy minta doanya saja dari kalian,semiga Nindy kuat dalam menghadapi cobaan ini."


Nindy memandang langit yang sudah terang karena keadaan yang sudah pagi. kini Nindy sedang berada di balkon lantai atas sambil memandang pemandangan di sekitarnya.


Setelah berpikir semalam,akhirnya nindy memutuskan untuk memaafkan Bagas dan mencoba berbaik sangka pada suaminya. Karena berburuk sangka juga akan menimbulkan kecurigaan yang akan memperburuk keadaan rumah tangga mereka.


Tbc

__ADS_1


Maaf ini adalah revisi baru dari chapter ini, setelah terjadi salah pencet. jadinya chapter 55 kehapus dan malah up chapter 63 disini.


jangan lupa like dan dukungannya yah. makasih


__ADS_2