
sudah hari ketiga, sejak ata mengantar kan Yuna di kafe, namun sampai saat ini, ata tak kunjung kembali menemui nya atau memberikan kabar untuk Yuna
hati Yuna yang sedikit mulai terbuka, kini perlahan meredup, karena Yuna tidak ingin ada lagi janji manis dari setiap laki-laki yang datang pada nya
di saat Yuna kini duduk menyendiri di sudut dapur kafe, tanpa sengaja ia mendengar suara seseorang yang sedang berbicara, membuat Yuna sedikit melebar kan pendengaran nya
'' rencana kamu kedepan nya bagai mana mas.. ini sudah tiga bulan dari perjanjian kita lih.. kata nya kamu akan cepat menyelesaikan nya..'' suara itu tak asing bagi Yuna, namun siapa nama nya Yuna lupa
'' kita sudahi saja rencana gila mu itu dek, lagian dia sudah tidak memiliki anak nya lagi, dia nya sudah keguguran..'' saut suara laki-laki yang Yuna kenali suara nya
'' bukan kah itu suara Ihsan, sedang apa dia nya di belakang..'' ucap Yuna seorang diri
'' yang benar kamu mas, jadi ini gimana, aku ingin cepat memiliki anak,..'' ucap wanita itu dengan sesunggukan
Yuna yang menjadi pendengar hanya diam saja, sambil menyimak apa sebenar nya yang sedang terjadi di belakang, kenapa hanya mereka berdua yang ada di sana, sedang kan yang lain nya sedang bekerja
'' kita cari cara lain, itu terlalu sadis dek, lagian kan ? kita masih bisa mengadopsi anak dari panti asuhan, tanpa menyakiti orang lain..'' ucap Ihsan lagi
'' kalau dari panti asuhan terlalu ribet mas, kalau kamu menikah lagi kan? gak susah mas, kita bisa menambah anak lagi dari nya..''
'' kamu bisa tidak, mengakhiri ide gila ini, aku tak mau ikut rencana mu lagi..'' ucap Ihsan dengan cepat
'' rencana ku ini juga demi kebaikan kita berdua mas.. apa salah nya, jika kamu turuti aku.. kamu sudah tidak sayang lagi dengan ku mas, aku ini istri mu loh..'' membuat Yuna mengkerut kan kening bingung dengan perkataan wanita tersebut
'' tapi ide mu ini di luar nalar ren.. kita tidak bisa melanjut kan ini semua, bagai mana kalau kita ketahuan, dan kena tuntut oleh keluarga nya, ini meneger di kafe ini loh.. kamu jangan main-main dengan keluarga bos mu sendiri, bisa-bisa kita berdua mendekam di jeruji besi atas kasus yang sama..'' Ihsan terdengar membantah ke inginan sang istri
'' kalau mas. nikah dengan nya, kan semesti nya tidak ada masalah kan..'' ucap nya masih mempertahan kan ide gila nya
'' loh.. mbak masih ada di sini..'' tegur Rio ketika melihat Yuna masih duduk di dapur
__ADS_1
sedang kan Ihsan dan sang istri terkejut bukan main ketika ada seseorang tengah bercakap-cakap tidak jauh dari mereka
'' iya.. mau masuk ke dalam ruangan, masih bosan..'' saut Yuna mengelak
'' mau saya temani mbak..'' ujar Rio menawar kan diri pada Yuna
'' kalau kamu gak sibuk sih,, kalau sibuk lebih baik kerjakan tugas mu saja..'' saut Yuna cepat
'' sibuk nya kalau ada pelanggan yang datang aja mbak, kalau lagi gini sih.. aman-aman aja..'' ujar Rio terkekeh kecil
tak berapa lama, muncul lah dua orang yang sedang berdebat tadi, Yuna pura-pura tidak tau, bahwa mereka keluar dari persembunyian mereka berdua
'' mbak Yuna..'' terkejut bukan main Ihsan ketika ia baru keluar, menemukan Yuna duduk di meja dapur, membuat Ihsan kalang kabut sendiri
Yuna hanya menatap sekilas saja, ia sudah tau, apa motip di balik, ihsan terus menerus menikah, ternyata semua itu adalah rencana mereka
'' kau habis dari mana dengan Rena..'' tanya Rio pada Ihsan yang baru muncul
'' oh..''
setalah itu, Yuna dan Rio bercerita kembali, Yuna yang duduk manis, sesekali menjawab perkataan Rio, Yuna masih tidak habis pikir dengan Ihsan selama ini, ternyata Ihsan penipu handal
'' ternyata ada di sini, aku cari-cari dari tadi tidak ketemu..'' entah sejak kapan ata muncul dari arah depan dan menatap Yuna tajam
'' memang nya kenapa, kalau saya ada di sini, anda keberatan kah..'' Yuna menoleh sejenak ke arah ata yang tak jauh dari mereka berdua
'' tentu saja keberatan, kamu itu tuan putri saya, tidak boleh lecet sedikit pun..'' ata mencmdekat ke arah Yuna,
sedang kan. Rio, hanya diam saja ketika ata mendekati Yuna, ia berpura-pura menyibukkan diri, agar ia tidak kenak salah kan, karena salah nYa sendiri
__ADS_1
'' gak usah lebay deh.. udah biasa kerja, jadi jangan jadi anak alay gitu..'' ucap Yuna besengut
'' ayo ke ruangan saja..'' ata mengulur kan tangan nya kepada Yuna
dengan jail nya Yuna mengambil satu ekor ikan mentah, berukuran besar, dan menaruh nya di tangan ata
'' hei.. apa ini, kenapa kau menaruh nya di tangan ku..'' ata menatap telapak tangan nya dengan perasaan jijik dan kesal
'' kenapa, mau marah..'' Yuna menatap ata sedikit melotot, membuat ata terdiam atas apa yang di lakukan oleh Yuna pada nya
'' kau ya.. terlalu nakal, awas saja kau nanti, akan ku beri kau hukuman yang pantas..'' ata pergi mencari wastafel, untuk mencuci bersih tangan nya yang terasa berlendir
sebelum ata datang, Yuna terlebih dulu pergi meninggal kan dapur, Yuna tak ingin ada keributan kecil di dapur
'' kemana pergi nya..'' ata datang sudah tak melihat ada nya Yuna duduk di sana
'' sudah pergi pak, setelah bapak mencuci tangan tadi..'' jawab Rio sedikit menunduk segan
'' ah.. aku di kerjai lagi oleh nya..'' ata berlalu begitu saja dari hadapan Rio
ata berjalan ke arah ruangan nya, untuk menemui Yuna, namun siapa sangka, kini Yuna malah adu mulut dengan salah satu karyawan di kafe
'' masih syukur Ihsan mau nikahin kamu, sok gaya nolak, udah hamil entah dengan siapa pun banyak gaya sekali..'' mulut tajam Rena membuat Yuna hilang sabar
'' kau ini berbicara apa, aku hanya tidak sengaja menabrak mu, kenapa kau berkata sampai aku tak paham dengan perkataan mu saat ini..'' Yuna memijat kening nya sambil menatap ke arah rena, yang sedang berkacak pinggang
'' dasar wanita belagu.. syukurin, keguguran kan anak h**am mu itu..'' ucap nya membuat Yuna seketika menatap tajam Rena
'' jaga mulut lancang mu itu, apa yang kau bicara kan saat ini tidak sama dengan ucapan mu barusan, kau berkata seolah aku ini adalah musuh terbesar mu, aku tidak pernah sekali pun mengurusi hidup mu, dan aku tidak pernah mau tau kehidupan mu, jadi? sebelum kau berkata yang bukan-bukan, tolong kau pikir kan dulu apa yang kau ucap kan dari mulut kotor mu itu..'' geram Yuna, ia sudah kehilangan kesabaran pada Rena yang sedang di hadapan nya saat ini
__ADS_1
...****************...