
tiga hari sudah Yuna di rawat di rumah sakit, kini ia sudah di perboleh kan pulang, namun tidak boleh menaiki pesawat untuk sementara waktu,
" yang pelan jalan nya sayang, aku takut terjadi apa-apa sama kamu dan calon anak kita.." ucap ata sambil memapah Yuna naik ke atas ranjang
Karena di larang oleh dokter untuk perjalanan jauh, ata memutus kan untuk tetap tinggal di kota yang Yuda tempati, dengan menyewa satu buah unit apartemen
Sedang kan Yudis dan Dania harus kembali pulang ke kota E, tidak mungkin Yudis meninggal kan perusahaan yang belum lama ini bangkit di tangan nya, begitu juga dengan Dania,
Ia masih sesekali di sibuk kan di dalam butik Yuna, ia tidak bisa meninggal kan butik begitu saja, walau suami nya sudah mencukupi kebutuhan mereka,
Namun Dania memilih untuk tetap bekerja di butik milik Yuna, karena itu adalah salah satu cita-cita dan hobi Dania,
Sedang kan leana, memilih untuk tetap tinggal bersama yuna, ia takut terjadi apa-apa pada yuna putri kesayangan nya
" Di suruh makan dulu Yuna nya,, agar bisa meminum pitamin nya, ini sudah mami sedia kan.." ucap leana membawa nampan yang berisi kan susu hamil dan bubur untuk Yuna
" Terima kasih mi,, mami jangan lupa makan juga.." ucap ata menoleh ke samping ranjang
" Kalau itu tentu saja, mana mungkin mami melupakan nya, mami harus tetap sehat, agar bisa melihat cucu-cucu mami kelak, mami ingin bermain dengan mereka.." ucap leana sambil tersenyum sendiri
Ia membayang kan, betapa ramai nya nanti rumah nya ketika semua cucu nya datang mengunjungi nya,
Ia sudah tidak sabar menunggu kan hal itu terjadi, melihat anak dan cucu nya kumpul bersama, dan bahagia
Itu lah harapan orang tua ketika ia sudah tidak kuat lagi berjalan dan tidak bisa lagi melangkah kan kaki nya terlalu jauh, harapan nya hanya satu, anak mantu dan beserta cucu nya hidup rukun dan damai
" Semoga Allah mengabul kan permintaan mami.." saut ata yang membuat leana tersenyum ke arah ata
__ADS_1
" Amin..., Ya sudah, mami tinggal dulu ya.. mami mau kebelakang lagi, tadi mami lupa mencuci piring bekas makan mami tadi.." ucap leana berlalu pergi ke dapur
Begitu leana pergi ke dapur, ata pun mengangkat mangkuk bubur yang leana bawa tadi, ia bersiap menyuap kan nya ke dalam mulut Yuna, yang menatap nya sejak tadi
" Ada apa, kenapa kau menatap mas seperti itu hhmm.." tanya ata lembut
" Tidak pa.pa, aku hanya kepirin saja mas, bagai mana pekerjaan mu di sana, kalau kita tetap berada di sini.." tanya leana menatap lekat ke arah ata
" Itu masalah gampang sayang, yang terpenting bagi mas, adalah kamu dan calon anak kita, kalau masalah pekerjaan mas, kamu jangan menghawatir kan nya, semua sudah mas atur, mas hanya sesekali mengecek email saja, mana tau ada yang membutuh kan tanda tangan mas.." ucap ata mencoba membuat Yuna tidak terlalu memikir kan pekerjaan ata yang mungkin sudah terbengkalai
Siang malam ata selalu berada di dekat Yuna, ia selalu setia menjaga dan mengurus Yuna layak nya anak kecil,
" Mas,, mau mandi, jangan kemana-mana.. kalau ada apa-apa panggil mas saja.." ucap ata mengecup singkat kening Yuna sebelum beranjak dari ranjang mereka menuju kamar mandi
" Apa sih.. mas, Yuna kan masih bisa berjalan.. Yuna tidak lumpuh mas.." protes Yuna sambil memanyun kan bibir nya
Melihat ata yang berlalu ke kamar mandi, membuat Yuna semakin kesal dengan ata, semua pergerakan nya jadi terbatas, apa lagi kini ia tengah mengandung,
Hanya berjalan beberapa langkah saja, ata sudah marah pada nya, membuat Yuna sedikit sebal, namun di pikir kembali, di kehamilan nya yang dulu, ia tidak mendapat kan kasih sayang dari ayah anak yang ia kandung, sampai anak nya meninggal kan nya untuk selama nya
Selesai mandi, ata masih melihat Yuna yang tetap duduk di atas ranjang, ia pun tersenyum simpul, ketika melihat Yuna masih saja merajuk pada nya
" Ayo keluar, tadi mau kemana.." ajak ata ketika ia sudah selesai mengenakan baju lengkap
" Aku mau ke mama, pengen cari teman mengobrol ." Ucap Yuna menatap ata penuh harap
" Mas..kan ada sayang.." tunjuk ata pada diri nya sendiri
__ADS_1
" Ini masalah wanita mas,, mas gak mungkin mengerti.." ucap Yuna
Sebenar nya, ia tidak ada hal penting dengan sang mama, tapi ia bosan selalu saja di kurung di dalam kamar mereka, Yuna jenuh setiap hari harus mendekam di kamar
Sudah mirip seperti penjara saja, namun beda nya, di pernjjara itu tidak ada kasur, yangada tikar plastik yang di gelar panjang
" Biar mami saja yang kemari, mas akan memanggil kan Mai untuk masuk ke dalam kamar..saja ya.." ucap ata agar yuna tidak berjalan agak jauh
" Yuna bosan mas, berada di dalam kamar terus, Yuna mau keluar mencari angin segar mas,," Rajuk Yuna, membuat ata tak bisa membantah lagi apa yang di ingin kan Yuna
" Oke baik lah, tapi jangan terlalu banyak berjalan ya.." ucap ata lagi
Yuna hanya mengangguk saja sebagai jawaban nya, ia tak berkata, ata pun mulai memapah Yuna keluar dari dalam kamar mereka
" Aku bisa berjalan sendiri mas,," kesal Yuna ketika sikap dan sipat posesif ata mulai keluar
" Mas.. hanya jaga-jaga saja, takut nya kamu terjatuh, dan mas tidak sempat menolong mu bagai mana ." Ata menatap sedikit kesal melihat Yuna yang selalu saja tidak mau di papah oleh nya
" Aku bisa mas,, mas tenang saja, Yuna masih mampu berjalan sendiri, lagian Yuna sudah mulai membaik kok.." protes Yuna
Melihat yuna yang keras kepala, membuat ata mengalah, ia tidak mau terus berdebat dengan Yuna yang dalam ke adaan mod yang kurang baik
Sesampai nya di ruang tamu, leana yang melihat anak nya ke laut kamar di dampingi oleh ata, mengerut kan kening nya,
" Kenapa nak,, apa ada yang kamu rasa kan lagi..,' tanya leana menatap lekat ke dua anak nya yang berjalan ke arah nya
" Tidak ada ma, Yuna hanya bosan saja berada di dalam kamar.." ucap Yuna tersenyum kepada sang mama, ia pun berjalan ke arah sang mama yang berada di ruang tamu sambil menonton televisi
__ADS_1
...****************...