
"Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu mas. Aku yang masih belum terbiasa dengan perhatian kamu,jadi membuatku merasa malu. Aku...Aku akan sebisa mungkin belajar menerima semua perhatian mu mas. Mas mau maafin nindy kan? " Aku menggenggam tangan suamiku dengan erat. Aku merasa bersalah karena membuat suamiku tidak nyaman dengan kelakuan katro ku.
Andai aku bisa memilih, aku juga ingin bertindak agresif kepada suamiku supaya dia bahagia. Tapi aku terlalu malu untuk melakukannya.
"Mas akan selalu memaafkan kesalahan kamu sayang. Dan mas akan lihat lihat sikon jika ingin bermesraan dengan kamu sayang, maaf yah sayang." Aku mengangguk untuk menjawab perminta maafnya. Suamiku langsung mengecup keningku dengan penuh cinta.
"Aku mencintaimu mas. Jangan pernah tinggalin aku yah mas..! Bila aku memang berbuat salah tolong tegur aku mas. Jangan hanya mendiamkannya. Aku...Aku..."
"Sstttt....!" Mas Bagas menutup mulut dengan telunjuk tangannya, Dia menatap mataku dengan penuh puja.
Duk
"Mas yang seharusnya bilang seperti itu. Jangan pernah tinggalin mas, mas benar-benar mencintaimu. Mas nggak akan pernah memaafkan diri mas sendiri jika sampai itu terjadi. Kau adalah tulang rusuk ku,jika kamu tidak ada mas bisa mati. Kamu mengerti kan sayang..! Jadi jangan pernah bermimpi untuk pergi jauh dariku yah sayang...!!".
Mas Bagas menempelkan keningnya pada keningku, kami saling menyelami manik mata kami. Aku menatap bayangan wajahku di dalam iris matanya, aku tidak pernah berfikir kalau aku akan menemukan seorang lelaki yang begitu mencintai ku seperti ini.
Dari sinar matanya aku bisa tahu kalau dia begitu mencintaiku,dan ada sinar ketakutan ketika dia berpikir aku akan pergi meninggalkan nya. Aku yang merasa terhanyut oleh tatapannya, mulai memajukan bibirku dan men*mpelkannya di bibir suamiku. Kupejamkan mataku dan mulai mencoba memangg*t bib** suamiku.
Aku melepaskan pagutan bib** kami. Aku membuka kelopak mataku dan bertatapan langsung dengan bola mata hitam pekat suamiku. Aku melepaskan pandangan kami dan berjalan ke arah pintu kamar dan menutupnya.
Ceklek
Aku mematikan lampu kamar dan berjalan mendekat ke arah sosok lelaki yang bersinar di bawah sinar rembulan dari jendela kamar kami. Aku hanya ingin memuask*n suamiku sekarang, jadi aku memberanikan memulai duluan. Walaupun rasa gugup menghinggapiku, aku berusaha melawannya demi suamiku.
Cup
*****
Fuuuuhhh
Aku terbangun dari tidurku, aku melihat jam yang menunjukkan pukul 4 pagi. Ku tatap wajah suamiku yang masih terlelap dalam tidurnya, dia yang semalam menemaniku menghabiskan malam yang dingin di kamar ini.
Aku menyusuri setiap jengkal wajahnya yang begitu sempurna. Hidungnya yang mancung,bulu matanya yang lembut,alisnya yang hitam,dan bibirnya yang membuatku tidak bisa menolak setiap ci*mannya.
Aku membelai lembut bibirnya agar tidak membangunkan tidurnya. Aku tersenyum tipis membayangkan perbuatan ku semalam, bagaimana bisa aku bisa menjadi seberani itu menggoda suamiku sendiri.
Aku menurunkan tanganku yang berada di atas bibirnya.
__ADS_1
greebbb
Aku membulatkan mataku kaget karena tiba-tiba mas Bagas menggenggam tanganku yang ada di atas bibirnya. Dia membuka kelopak matanya pelan dan tersenyum manis menatapku. Aku menggigit bibir ku menahan malu karena ketahuan sedang menikmati wajah tidurnya.
cup
"Selamat pagi sayang." Dia memeluk erat tubuhku yang tertutupi oleh selimut.
"Pagi mas. Maaf yah nindy gangguin tidur mas."
"Nggak ko sayang. Lagian ini sudah pagi." Dia tersenyum lebar sambil mencium keningku dengan sayang.
"Ayo.... Sekarang lebih baik kita mandi terus habis itu kita Sholat berjamaah dirumah."
"hmmm..."
Hup
Mas Bagas menggendong tubuhku dan membawaku ke kamar mandi. Sudah bisa di pastikan kami akan m*ndi bersama di bathup yang cukup menampung kami berdua.
Setelah selesai mandi dan mengambil air wudhu, kami melaksanakan sholat subuh berjamaah di rumah.
Tadi aku meninggalkan mas Bagas yang sedang membaca Al-Quran di kamar, mungkin sekarang sudah selesai. Karena masakanku sudah selesai,aku berniat memanggil suamiku untuk makan bersama.
Hari ini mas bagas masih libur jadi kami belum tahu akan melakukan apa dirumah. Kalau untuk bulan madu,kata mas Bagas dia ingin mengajakku ke Singapore bulan depan. Mas Bagas sudah mengurus semuanya selama kami berada disana, kata mas Bagas kami akan menghabiskan bulan madu sekitar satu Minggu di sana.
Aku yang tidak tahu apapun cuma bisa mengucapkan terimakasih atas niat mas Bagas yang mengajakku bulan madu. Sebenarnya mertuaku pun sudah memberikan pilihan untuk kami memilih antara Paris atau negara romantis yang lainnya. Tapi mas Bagas kan tidak bisa pergi lama lama meninggalkan kerjaan nya di pabrik.
Jadi kami memutuskan untuk ketempat yang tidak terlalu jauh dari sini, yaitu Singapore.
Tok tok tok
"Mas.... masakannya sudah siap. Ayo kita makan bersama."
ceklek
Keluarlah lelaki tampan yang memakai baju santai dan celana pendeknya. Rambutnya yang belum terlalu kering membuat nya jadi lebih segar.Dia langsung tersenyum manis sambil mengecup bibirku lembut.
__ADS_1
blushhh
"Ayo kita ke bawah sekarang, mas sudah tidak sabar ingin makan masakan istri tercinta mas ini."
"Apaan sih mas.kkkkk" . Aku memukul pelan da**nya. Dia malah terkikik geli menerima pukulan ku.
Kami berjalan bersama menuruni tangga menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur.
Mas Bagas duduk di kursinya,dan aku mengambilkan piring dan menaruh nasi beserta sayur dan juga lauknya. Untuk sop aku menaruhnya terpisah di atas mangkok kecil supaya tidak tercampur dengan makanan yang lainnya. Aku taroh piring di atas meja depan suamiku.
"Maaf yah mas, aku hanya memasak makanan sederhana seperti ini. Semoga kamu suka yah mas." Ku lihat mas bagas tersenyum kecil menanggapi ucapanku. Dia mengambil sendok dan mencicipi sop ayamnya duluan. Dia langsung menatapku kaget merasakan masakanku. Dia juga mengambil nasi dan juga sayur beserta lauknya dan di masukkan kedalam mulutnya dengan suapan besar.
Aku menunggu bagaimana respon suamiku tentang masakanku,tapi dia malah sibuk mengunyah makanannya.
"Mas...bagaimana? Apa rasanya enak..?" Aku harap harap cemas menanti tanggapannya. tapi sampai piringnya bersih dia malah tetap diam sambil menikmati masakanku dengan diam.
"Mas~~~~???" Aku yang mulai tidak sabar memilih menyuapkan nasi dan sayur ke dalam mulutku.
"Apa sayang...!" Dengan tenang mas Bagas menjawabnya sambil mengelap bibirnya dengan tisu yang ada di atas meja. Aku menelan makananku dan menatap wajahnya dengan sabar.
"Gimana masakan aku mas..? Lumayan nggak?"
"Kok lumayan sih. Justru masakan kamu itu enak banget loh sayang. lihat....piring mas saja sampai bersih seperti ini.!"
"Makasih mas pujiannya. hehehe"
"Sini mas suapin.! Lagian dari tadi kenapa nggak ikut makan waktu mas makan. Malah sibuk ngelihatin mas Mulu. Iya mas tahu kalau mas itu ganteng, tapi nggak usah segitunya dong yank. Tenang mas nggak akan kemana mana kok, mas akan selalu ada di hati kamu sayang."
plak
Aku memukul lengan mas Bagas pelan. Dia mulai menyuapkan nasi dan sayur ke dalam mulutku. sampai piringku bersih mas Bagas tetap menatapku dengan penuh cinta. Setelah selesai makan aku membawa piring bekas makan kami ke tempat cucian piring,ketika aku hendak mencucinya tiba-tiba mas Bagas berdiri di sampingku dan mengambil alih spon yang aku pegang dan mengusapnya di piring kotor.
Indahnya bila pasangan suami istri tahu bagaimana peran mereka masing masing. Dan tidak membebankan pekerjaan kepada satu orang saja. Harus ada kerja sama diantara mereka.
TbC
jangan lupa like and coment nya yah. teman teman supaya tambah semangat aku lanjutin ceritanya.
__ADS_1
Terimakasih