Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 53


__ADS_3

"Mas nanti sepulang kerja kita belanja yah? bahan makanan kita sudah mulai habis. Dan aku juga ingin membuat kue mas,buat cemilan. hehehe."


"Iya sayang. Nanti sepulang kerja mas akan menemani ratu ku ini buat belanja. Ya udah mas berangkat dulu yah sayang? Kamu hati-hati dirumah dan jangan lupa rindukan suamimu ini yah. I love u sayang. emmuuachhh...!!"


"hmmmm. Mas juga hati-hati dijalan dan juga kerjanya. Nanti jangan lupa bekelnya di makan yah sayang. I love you too mas. emmuuachhh..!!"


Aku mengantarkan suamiku sampai depan gerbang rumah. Aku melambaikan tangan melihat kepergian nya.


Hari ini mas bagas sudah mulai bekerja kembali setelah menghabiskan masa bulan madu kami yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Bayangkan saja, setelah kejadian waktu itu akhirnya kami memutuskan untuk menghabiskan masa bulan madu kami hanya di kamar hotel saja.


Dia sekarang jadi lebih protektif terhadap ku. Dia tidak pernah mau membiarkan ku untuk pergi ke luar sendiri tanpa ada pengawasan darinya, dan aku tidak terlalu memikirkan nya. Karena pada dasarnya Aku lebih suka menghabiskan waktu ku di rumah saja.


Tapi selama sisa waktunya di gunakan oleh suamiku dengan menggempur ku habis habisan. Tidak ada kata lelah dalam kamus suamiku, dan aku yang harus mengimbanginya. Untung mas Bagas selalu memberikan makanan yang begizi jadi bisa membuat stamina kami cepat kembali pulih.


Dan untuk masalah jas, mas Bagas sudah menitipkan nya di resepsionis. Sekarang aku sedang menonton TV di ruang santai sambil membawa cemilanku berupa kripik kentang


Drrrtt drrrtt


Aku melihat nomor Nayla sedang menghubungiku, aku meletakkan remot tv dan beralih mengambil ponsel dan mengangkat panggilan telepon nya.


Assalamualaikum


^^^*Wa'alaikumsalam. Ada apa nay?^^^


Lo udah pulang honeymoon nya?


^^^Udah kemaren.^^^


Gimana honeymoon nya? seneng kan lo bisa honeymoon di Singapore. Gue jadi pengin kesana jadinya...?


^^^kkkkk Ya tinggal lo atur aja kan gampang tuh!^^^


Tidak semudah itu koneng. gue sekarang kan lagi tekdung jadi nggak di bolehin naik pesawat sama nyokap gue. Haaahhhh padahal gue pengin banget kesana...?


^^^Ya udah besok saja kalau sudah melahirkan. Nanti kalian bisa pergi honeymoon yang ke dua. hehehe.^^^


Sial*n lo malah ngetawain gue.


^^^Hushhh ibu hamil nggak boleh ngumpat, nggak baik di denger sama calon Dede bayi.^^^


Upzzz maaf yah sayang. Mama keceplosan. habis tantemu yang satu ini suka sekali menertawakan Mama sih. Maaf yah sayang*.


Aku yang mendengar Nayla yang sedang berbicara dengan calon anaknya hanya bisa berdoa semoga aku bisa secepatnya mempunyai anak.


Nayla mengatakan untuk hadir di hari pernikahan nya Minggu depan. Dan sepertinya aku harus meminta mas bagas untuk menemaniku membeli kado buat Nayla nanti.


Jam berlalu begitu cepat, sekarang aku sedang berada di sebuah mall di temani oleh mas bagas untuk membeli kado buat Nayla. Setelah dipikirkan aku akhirnya membeli sebuah gamis beserta jilbabnya di sebuah butik ternama disini. Aku tidak bermaksud apa-apa,aku hanya ingin saja suatu saat nanti Nayla bisa mengenakan pakaian yang menutupi aurat nya. Kan sebagai teman yang baik,kita harus mengajak teman kita ke jalan yang benar jangan membiarkan mereka terlena dengan gemerlapnya dunia ini.


"Mas ini aku saja yang bayar yah."aku menghentikan niat mas Bagas yang akan membayar belanjaan.


"Loh kenapa sayang..?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin memberikan kado kepada sahabatku dengan uangku sendiri mas. Nggak apa-apa kan mas..?"


"Baiklah mas ikut saja apa kemauan istri mas ini. Tetapi emang kamu masih ada uang sayang..?"


"Tabunganku masih ada mas."


Mas Bagas mengusap kepalaku dengan sayang. Dia merangkul pinggangku dan mengajakku untuk pergi keluar butik setelah membayarnya tadi. Setelah ini kami berencana untuk makan malam dulu baru setelah itu belanja kebutuhan dapur di supermarket.


greebbb


Ketika kami sedang berjalan menuju tempat makan yang ada di Mall, tiba-tiba ada seorang wanita yang dengan berani nya memeluk tubuh suamiku. Aku yang terkejut langsung melepaskan rangkulan tanganku di lengan mas bagas.


Aku menatap mas Bagas yang sama terkejut nya, tapi dia hanya diam saja tanpa mau membalas pelukan wanita itu.


"Gas kok kamu tega sih blokir nomor aku. Jangan kamu kira setelah kamu memblokir nomorku kamu bisa lari dari aku yah. Kamu nggak tau yah kalau aku tuh lagi butuh banget temen curhat, dan yang aku inginkan itu kamu bukan yang lainnya. Karena kamu yang paling ngertiin aku selama nin."


Mas Bagas menatap ku dengan wajah yang pucat, dan aku hanya bisa menahan rasa sakit melihat kedekatan mereka. Mungkin wanita ini yang dimaksud mas Bagas kemaren. Aku masih tetap dalam posisi ku berada sekarang, aku tidak memperdulikan keadaan disini yang masih ramai pengunjung dan menjadi tontonan mereka semua.


Aku hanya menyunggingkan senyum miris melihat mas Bagas yang masih diam tanpa mau melepaskan pelukan dari wanita ini.


Deg


Haahhhh.... dan sekarang tangan mas Bagas sudah mulai mengusap punggung wanita itu di depanku, ISTRINYA sendiri.


Wow


Aku menghapus air mataku yang tiba-tiba menetes melihat kelakuan suamiku dengan wanita lain yang bukan mahramnya. Aku berniat pergi dari sini tapi di cegah oleh suamiku.


Aku paling tidak suka di perhatikan dan apalagi mereka memandang ku seakan aku orang yang pantas di kasihani, memilih diam dan membalikkan badan ku.


"Aku hanya ingin duduk di kursi itu, tidak akan kemana mana. Kalian lanjutkan saja nanti jika kalian sudah selesai dengan urusan kalian , kamu bisa menemuiku lagi. Permisi.!!"


Aku melangkahkan kakiku menuju kursi yang tersedia di depan sebuah toko baju. Aku mengambil ponselku dan berniat menghubungi Nayla tapi aku mengurungkan nya. Aku lebih memilih memejamkan mataku yang terasa panas.


Aku memukul dadaku meredakan rasa sesak yang ada di dalam dadaku. Aku berulangkali menarik nafas dan membuangnya. Aku masih mendengar rancauan suara wanita itu dan sahutan dari suamiku. Entah terbuat dari apa hatiku ini, seharusnya aku melarang suamiku dan memarahinya. Tapi aku tidak bisa melakukannya, aku hanya berdoa semoga masalah ini cepat selesai.


Aku tidak menyangka Allah memberikan cobaan kepada kami setelah kami telah menikah. Aku kira setelah menikah kami bisa berbahagia selamanya, tetapi itu ternyata hanya mimpiku saja. Sekarang aku harus bisa menghadapi cobaan ini dengan lapang dada sambil memohon kepada Allah SWT supaya aku bisa melaluinya dengan baik.


krek


Aku merasa kursi di sebelah ku ada yang mendudukinya,aku tak berniat membuka mataku karena aku berpikir itu tidak penting. Aku hanya akan menunggu mas Bagas datang dan membawaku pulang.


"Bukankan yang didepan sana adalah suami kamu..?" Aku langsung membuka mata dan melihat kesampingku dan ternyata dia adalah lelaki yang kemarin aku temui di Singapore. Tapi kenapa dia bisa berada disini,bukankah dia orang penting, untuk apa dia disini.


"Hei kenapa malah melamun." Aku yang tersadar dari lamunan ku mulai menggeser dudukku agar berjarak. Dia yang melihatnya malah tertawa kecil.


"Aku tidak menyangka kita bertemu lagi disini? Aku kira kita tidak akan bertemu kembali, tapi sepertinya takdir sedang berbaik hati padaku. hehehe..!" Aku melihat kearah mas bagas yang sudah berpindah posisi,kini mereka sedang duduk di restoran depan. Kapan mereka perginya kenapa aku tidak tahu. Aku menghela nafas dan mencoba menghilangkan prasangka buruk tentangnya.


"Kenapa kamu bisa disini? sedangkan suamimu sedang bersama wanita lain sekarang.Apa kamu tidak cemburu dengan mereka?" Aku tetap mengabaikan semua ucapan lelaki di sebelah ku. Aku berpura-pura sibuk memainkan ponselku.


"Kalian kapan pulang kesini?"

__ADS_1


"Oh ya seharusnya kamu tidak perlu mengembalikan jasku kemarin."


"Tak apa kamu mengabaikan ku,yang penting aku bisa melihatmu lagi. Sebenarnya waktu pertama kali melihatmu,aku kira kamu masih lajang. Tapi ternyata kamu sudah mempunyai suami. hehehe "


Drrrtt drrrtt


Aku melihat nomor Nayla menelfon ku dan aku langsung mengangkatnya.


Lo lagi sama siapa sekarang?


Aku mengerutkan kening melihat salam pembuka dari Nayla. Aku melihat lelaki yang di sebelah ku yang kini sedang menyeruput minuman sodanya.


^^^*Maksud lo?^^^


Cowok di sebelah lo siapa? Dan suami lo kemana? jangan bilang lo selingkuh yah nin. Wah lo tega yah duain idola kita semua. tega banget loh*...!!


Aku beranjak pergi untuk mencari keberadaan Nayla yang sepertinya sedang berada di Mall ini juga.


"Mau kemana dy? Bukannya suami kamu belum menjemput mu.?" Aku berhenti mencari cari keberadaan Nayla,dan menatap balik ke arah Ardan. lelaki yang sedari tadi aku cuekin.


"Apa anda sudah sedari tadi melihat kami disini ...?"


"Ya bisa di bilang seperti itu. Kebetulan tadi saya dan sekertaris saya sedang ada bisnis di sekitar sini,dan melihat kejadian yang cukup menegangkan. Yah kamu tahu sendirilah...!!"


Aku menunduk malu dan baru tersadar kalau sambungan telepon ku masih menyala.


^^^Lo dimana sekarang?^^^


*Gue ada di dalam toko. Dan maksud omongan cowok tadi apa? menegangkan yang seperti apa nin? tolong kasih tahu gue? Apa perlu gue yang nyamperin lo sekarang juga?


^^^Nggak usah...bukan apa-apa kok. Lo lanjutin belanja lo aja, gue bentar lagi juga mau balik.^^^


Gue kesitu TITIK.


Tut Tut Tut*


Aku memasukkan ponsel ku dan melihat kedalam toko yang memperlihatkan Nayla dan calon suaminya yang sedang menenteng belanjaan. Aku berdiri menyambutnya dengan rasa canggung, aku takut Nayla akan marah padaku karena membiarkan suamiku yang sedang asyik dengan teman wanitanya.


Ardan tetap duduk ditempatnya tanpa mau memperdulikan keadaanku yang canggung sekarang. Nayla langsung menarik tanganku dan membawanya menyingkir sedikit.


"Suami lo mana?"


"Kenapa memangnya?" Aku berbalik menanyakannya. Sepertinya Nayla belum tahu keberadaan mas Bagas sekarang.


"Lagian lo ngapain disini sendirian,mana sama cowok lagi. Ingat nin Lo sudah menikah? Lo nggak boleh suain pak Bagas. Yang ada lo nanti yang dosa karena sudah selingkuh dari suami lo."


"Lo kalau ngomong jangan asal yah nay. Kasihan anak lo. Lagian siapa sih yang selingkuh. Gue disini juga lagi nungguin suami gue kok. Dan cowok di sebelah gue itu cuma lagi numpang duduk,kalau nggak percaya lo bisa nanya sama dia..!!"


"Terus mana suami lo sekarang? biasanya juga dia nggak bisa jauh jauh dari lo."


"Dia lagi ada urusan sama temannya." Jawabku tidak yakin. Aku menatap ke dalam restoran dan menemukan sosok suamiku yang sedang di gelayuti oleh wanita yang tadi. Aku langsung memalingkan wajahku ke Nayla dan mengubah raut wajahku agar Nayla tidak curiga. Aku nggak mau ada keributan disini,biarlah aku merahasiakannya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2