Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 91


__ADS_3

'' pada dasar nya kau tidak tau di untung, sudah benar Ihsan mau menerima mu dan anak mu, tapi kau malah menolak nya..'' dengan wajah sombong nya rena berucap


'' aku tidak butuh apa pun itu dari ihsan, karena kehamilan ku kemarin bukan lah aib, kehamilan ku adalah anugrah yang terbesar .. apa yang harus aku syukuri dari ihsan .. sedang kan aku bukan lah pembuat jinah yang handal..'' saut Yuna cepat


'' hei.. apa sih kau Rena..'' Ihsan. yang entah datang dari mana menarik rena untuk menjauh, namun Rena nya enggan untuk pergi


'' lepas kan aku mas,,'' Rena meronta minta di lepas kan dari Ihsan


'' jangan buat keributan di sini, kalau kau tidak mau malu sendiri..'' ata mendekat ke pada Yuna


'' jangan ikut campur dengan urusan ku,'' dengan lantang Rena berucap pada ata


membuat ata menghela nafas jengah melihat keangkuhan Rena, ia tidak habis pikir dengan karyawan yang tidak ada sopan santun nya sama sekali


'' kau tau, kau sedang berhadapan dengan siapa..'' ucap ata menatap marah ke arah rena


'' aku tidak perduli sedang berhadapan dengan siapa, aku hanya ingin membuka lebar-lebar mata wanita ini, yang sudah berulang kali menolak lamaran Ihsan..'' ujar Rena menunjuk ke arah Yuna


'' oh.. bagus dong.. Yuna sangat tepat menolak lamaran nya, untuk apa dia menerima lamaran orang seperti itu, kalau masih ada yang lebih menerima dia apa ada nya, tanpa imbalan apa pun..'' saut ata masih dengan menahan emosi nya yang kapan saja siap untuk meledak


'' kau jangan ikut campur masalah ini, ini bukan urusan mu..'' Rena masih saja mengirit di depan Yuna dan ata


'' apa pun, kalau menyangkut tentang Yuna, aku lah yang akan lebih dulu untuk maju.. kau.. lihat saja, akan ku buat perhitungan yang setimpal pada mu..'' ata sudah geram menghadapi manusia yang tidak tau diri seperti Rena


'' aku tidak takut dengan mu..'' tantang Rena


'' bagus lah,, kau lihat saja, apa yang ku perbuat pada mu..'' ujar ata merangkul Yuna masuk ke dalam ruangan mereka tanpa menghirau kan teriakan dan makian Rena


sedang kan Ihsan sudah kuwalahan menghadapi sikap angkuh Rena, ia cukup kesabaran untuk menghadapi nya, kini emosi Ihsan meluap


'' aku akan mengurus surat perceraian kita, aku sudah tidak sanggup berhadapan dengan mu..'' Ihsan meninggal kan Rena begitu saja di tengah keramaian


'' apa yang kau bicara kan laki-laki sialan, aku tengah membantu mu, kenapa kau malah ingin mencerai kan ku..'' sungut Rena mengejar Ihsan yang sudah berlalu pergi,


sedang kan di dalam ruangan, kini Yuna duduk dengan diam, apa yang membuat Rena Semarah itu pada nya, sedang kan Yuna tidak pernah membuat masalah dengan siapa pun

__ADS_1


'' sudah lah.. jangan kau pikir kan hal itu, aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengurus nya di pengadilan nanti..'' ujar ata mendekat ke arah Yuna yang sejak tadi terdiam


'' aku tidak habis pikir, ada ya.. wanita seperti itu,..'' ucap Yuna geleng kepala


ata hanya terdiam sambil tersenyum melihat ekspresi wajah lucu Yuna,


jam empat sore, mereka kembali ke rumah Yuna, dengan ata yang menggeringing mobil Yuna dari belakang karena Yuna membawa mobil nya tadi pagi


sesampai nya di rumah, ata duduk di sofa, dengan Yuna yang langsung masuk ke dalam kamar meninggal kan ata bersama mama leana


selesai mandi, Yuna menghampiri ata yang tampak duduk sendirian di sogmfa, entah pergi kemana leana Yuna hanya melihat ata seorang saja di ruang tamu


'' kemana pergi nya mama..'' tanya Yuna duduk di dekat ata


'' mami pergi bersama Dania, entah kemana, aku juga tidak tau..'' saut ata apa ada nya


'' oh..


'' sini duduk lebih dekat lagi..'' pinta ata pada Yuna


'' lebih dekat lagi, aku ingin bertanya pada mu..''


'' kau mau menanyakan apa..'' Yuna menuruti apa yang di ucap kan ata


'' mau lamaran seperti apa..'' tanya ata sambil tersenyum lebar pada Yuna


'' sudah membahas lamaran saja, belum tentu juga di terima..' ujar Yuna membuat ata menoleh cepat ke arah Yuna


'' hei.. nona.. aku tidak butuh penolakan mu ya.. aku butuh kepastian mu..'' sungut ata yang mendengar perkataan Yuna


Yuna hanya tertawa mendengar ocehan ata, membuat ata menoleh ke arah Yuna yang sedang menertawa kan nya


'' malah tertawa pula. aku tidak butuh tertawa mu nona.. simpan saja tawa mu, untuk nanti.. di hari bahagia kita..'' ucap ata mencolek dagu Yuna


membuat Yuna seketika menepis tangan ata yang kelewat jahil nya,

__ADS_1


" kenapa harus ada lamaran, bagai mana kalau langsung ada kan resepsi saja.." usul Yuna yang tak mengingin kan ada nya lamaran antara diri nya dan juga ata


" Oke.. itu ide yang bagus, aku akan membawa seluruh keluarga ku nanti, kau bersiap lah menyambut kami nanti nya..," dengan tersenyum ata mengucap kan nya


" Untuk apa aku menyambut mu, membuat daftar pekerjaan ku semakin banyak saja.." Yuna menatap sekeliling hanya ada mereka berdua, entah kemana pergi nya Yudis dan Dania,


" Kau mencari siapa.." rupa nya ata tengah memperhati kan nya sejak tadi


" Bukan mencari siapa-siapa kok? Hanya ingin melihat sekeliling saja.." jawab Yuna


" Ini sudah larut malam, aku ingin kembali ke penginapan ku, kau baik-baik lah di sini, jaga diri mu, aku menyayangi mu..," ata bangkit dari duduk, ia memsejajar kan


'' aku memang selalu baik..''


'' ah.. sudah lah, berbicara pada mu tidak akan ada habis nya, lebih baik aku pulang saja..'' ata celingukan. ke arah dapur dan kamar


'' kau mau mencari siapa..'' tanya Yuna yang ikut celingukan sama seperti ata


'' mami kemana ya.. aku mau pamit pulang..'' ujar ata setelah nya


'' mama sudah tidur, biar aku saja yang menyampai kan, kau pulang saja sana..'' ucap Yuna


'' baik lah kalau begitu.. kau baik-baik di rumah ya.. aku mungkin akan mengambil penerbangan cepat, aku mau mengurus keperluan kita di sana, jangan mencari ku ya..'' ucap ata lembut pada Yuna sambil berjalan ke luar di ikuti oleh Yuna


'' siapa juga yang mencari mu.. ke pedean sekali anda..'' saut Yuna Santai


'' ah... kau membuat ku kesal saja..'' dengus ata merasa kesal dengan jawaban Yuna


Yuna hanya terkekeh saja, Yuna merasa lucu dengan ekspresi wajah ata, Yuna tidak pernah tertawa sesenang ini, baru dengan ata ia mudah tersenyum


setelah berpamitan ata pun perlahan meninggal kan perkarangan rumah Yuna, dengan Yuna yang menatap ke pergian ata yang mulai menjauh, setelah itu ia pun masuk ke dalam


menutup pintu dengan rapat, dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat malam ini


...****************...

__ADS_1


__ADS_2