
Nindy POV
Penantian cinta ku kini telah berakhir kepada seorang lelaki baik hati dan juga sangat mencintai ku. Dia adalah Mas Ardan Ardiansyah, Umur kami terpaut cukup jauh tapi itu tidak menjadi kan kami berbeda. Justru karena perbedaan itulah yang membuat kami menjadi saling memahami satu sama lain.
Aku berharap tidak ada lagi kesakitan yang aku rasakan dulu. Aku belajar dari masa lalu ku untuk bisa menjadi istri yang lebih baik lagi. Kini aku hanya akan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.
Setelah acara pernikahanku dan mas ardan selesai paginya kami pulang kerumah atau bisa di sebut juga istana. Mas Ardan memboyongku ke istananya sendiri, rumah yang begitu luas dan megah. Mas Ardan sudah menyiapkan semuanya untuk ku dan arya.
Dari pelayan yang cukup banyak untuk merawat rumah ini, dan dia juga menyediakan baby sister yang akan membantuku merawat arya. Dia ingin aku tidak perlu capek-capek bekerja mengurus rumah dan dia juga ingin aku hanya fokus merawat Arya. Masa Ardan sengaja menyediakan paviliun buat para pelayan tinggal, karena mas Ardan tidak mau ketika saatnya quality time kami terganggu dengan keberadaan orang lain.
Dia juga memberikan kenyamanan yang sangat besar untuk ku, karena semua pelayan disini adalah perempuan. Dia hanya memperkejakan laki-laki sebagai satpam atau bodyguardnya saja. Itupun mereka tidak boleh memasuki rumah kalau tidak di ijinkan oleh mas Ardan.
Aku sempat berfikir masa Ardan terlalu lebay, tapi dia malah menjawabnya dengan santai.
"Aku hanya mau membuatmu nyaman berkeliaran dirumah kamu sendiri tanoa perlu khawatir akan ada orang yang melihatmu tidak memakai hijabmu sayang."
Aku langsung memeluk masa Ardan waktu itu, untuk pertama kalinya ada seseorang yang memikirkan aku seperti dia. Aku makin yakin dengan pilihanku. Dia adalah sosok imaam keluarga yang sangat banyak di idam idamkan oleh semua wanita di dunia ini.
Hari ini sudah satu Minggu aku tinggal di istana ini bersama mas Ardan dan juga arya. Mas Ardan sedang berada di lantai bawah sedang berenang dengan Arya. Sedangkan aku kini sedang mengambilkan makanan dan juga cemilan untuk suamiku dan juga anak ku.
Aku turun menuruni tangga dwngan membawa nampan berisi makanan, aku menuju kolam renang yang ada di sebelah samping rumah . Masa Ardan sengaja mengusir semua pelayan agar tidak ada yang mengganggu.
Aku menghampiri masa Ardan da Arya yang kini berada di tepian kolam renang, aku sengaja mengenakan dress tanpa lengan corak bunga-bunga kecil. ini adalah pilihan dari masa Ardan sendiri, jadi aku mengenakannya hari ini.
Tak
Mas Ardan yang menyadari kehadiran ku langsung tersenyum lebar, dia mengangkat 'T tubuhnya yang hanya memakai boker perndeng tanpa baju. Aku langsung memalingkan wajahku malu.
__ADS_1
"Cantik sekali kamu honey, cup..!" Aku memejamkan mata mendapatkan ciuman di keningku. Aku menarik rambutku kebelakang telinga mendengar pujian darinya. Aku yang malu langsung memberikan handuk kimono berwarna putih ke arah masa Ardan.
Aku mengambil alih Arya yang kini sedang dalam gendongannya. Aku menatap Arya yang kini sedang tersenyum sambil berceloteh. Di umurnya yang baru menginjak satu tahun lebih Arya memang belum terlalu jelas berbicaranya, baru sedikit kata-kata nya yang jelas. Tapi itu memang wajar kata Mama mertuaku.
Aku memberikan cemilan untuk Arya supaya aku bisa memakaikan bajunya. karena Arya akan rusuh jika tidak ada makanan atau mainan di tangannya ketika akan di pakaikan baju.
"Mas hari ini kita mau kemana?" Aku bertanya kepada masa Ardan yang kini masih berdiri mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil. Dia langsung duduk di sebelah ku dan langsung menarik pinggangku agar lebih dekat dengan nya.
Untung arya tidak jatuh.
Cup
"Kamu mau kemana honey?"
"Loh kok nanya balik sih mas."Tangan masa Ardan kini sudah melingkar di area perutku. Dia bahkan berkali-kali mencium bahuku yang terekspos.
"Aku sedang tidak ingin kemana-mana. Yang aku inginkan hanya ingin bersamamu saja honey."
Cup
Aku menggigit bibirku menahan ******* yang mendesak ingin keluar dari mulutku. Tangan masa Ardan sudah bergerilya mengusap tubuhku. Dia bahkan dengan seenaknya membuat tanda merah di sekitar area bahuku.
"Bagai mana honey , apakah kamu mau menghabiskan hari ini dengan ku saja...?" Aku langsung menatap mas Ardan yang kini sedang menunggu jawabanku.
"Arya belum tidur mas."
"Aku sudah menghubungi mama, dan dia dengan senang hati mau menjemput Arya hari ini. mungkin sebentar lagi Mama akan sampai." Aku tertawa melihat mas Ardan yang dengan tengilnya mengedipkan matanya padaku. Aku yang sudah selesai memakaikan baju pada arya langsung mengangkatnya dan di taruh di atas pangkuan mas Ardan.
__ADS_1
Aku berdiri dan berkacak pinggang di depan mereka. Mas Ardan memandang ku bingung.
"Kalau begitu mas bisa menunggu sebentar ,karena aku akan membereskan baju dan perlengkapan Arya yang akan di bawanya nanti. Ok sayang."
Dengan sengaja aku mengedipkan mataku kepada mas Ardan dan dia langsungenciumi wajah Arya dan aku pergi menuju kamar arya. Dengan wajah memerah aku berlari kecil sambil mengipasi wajahku yang tiba-tiba terasa panas.
Setelah memasukan beberapa pasang baju ake adalam tas kecil aku berjalan keluar dari kamar arya dan menemukan ada Mama dan mba ara. Untung aku tadi sudah memaki sweater jadi mereka tidak akan melihat tandan merah di bahu ku.
Dengan terburu-buru aku mendekati mereka dan kemudian mencium tangan Mama dan cipika-cipiki dengan mba ara. Aku menyerahkan tas kecil ke mba ara yang langsung di terimanya dengan senyum menggoda. Aku hanya bisa menebalkan mukaku supaya tidak terlihat slah tingkah. Tapi Mama yang Memeng mengerti kalau anaknya butuh waktu berduaan denganku hanya bisa menggodaku dan juga mendoakan agar kami bisa memberikan aduk untuk Arya.
Aku dan mas ardan mengantarkan kepergian mereka sampai depan rumah. ketika mobil mbak ara sudah tidak terlihat mas Ardan langsung menarik ku kedalam rumah.
Jebret
ceklek
Srett
Cup
"Ayo kita lanjutkan lagi honey." Masa Ardan langsung mengangkat tubuhku dan membawaku ke dalam kamar kami yang ada di lantai atas.
Aku tidak bisa memberitakukan apa yang akan kami lakuakan, tapi kalian pasti mengerti dong. Dan inilah Akhir cerita PENANTIAN CINTA ku. Salam cinta buat kalian semua.
--------
Terimakasih buat para pembaca ceritaku yang masih setia menunggu cerita tentang nindy. Buat kalian yang sudah mendukung ceritaku aku ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya. Dan semoga akhir cerita tentang nindy ini tidak membuat kalian semua kecewa.
__ADS_1
Sampai jumpa di cerita aku yang lainnya.