Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 103


__ADS_3

'' bangun ata.. ini sudah mau lepas subuh, apa kah kau masih mau tidur saja..'' Yuna amat kesal pagi ini, ketika membangun kan ata yang tak kunjung bangun


'' bentar lagi Yuna.. masih mengantuk ini..'' ujar ata memiring kan tubuh nya membelakangi yuna


'' ampun dah ini anak..'' a


Yuna geleng kepala melihat ata yang tak kunjung bangun dari tidur nya


'' ya.. sudah, kalau kau tak mau bangun, aku akan pergi saja..'' Yuna pun beranjak dari dalam kamar nya, meninggal kan ata yang masih betah dalam tidur nya


'' mau kemana..'' panggil ata lirih, dengan suara kas bangun tidur


'' mau cari suami baru saja..'' ujar Yuna bercanda


membuat ata beranjak dari tidur nya, mengejar Yuna yang ada di ambang pintu kamar, mana mungkin ata rela Yuna mencari suami baru, sedang kan diri nya baru saja menikah dengan Yuna semalam


'' kau berkata apa barusan..hhm..'' tanya ata merangkul Yuna cepat


membuat yuna terkejut dengan keberadaan ata, ia tidak menyangka akan secepat itu ata bangun dari tidur nya


'' eh... kau sudah bangun, sana mandi dan sholat, sebelum waktu subuh habis..'' ujar Yuna tersadar dari terkejut nya


'' kau tadi bilang apa.. coba ulangi..'' tanya ata kembali


'' aku bilang apa,, aku tidak ada berkata apa pun..'' ucap Yuna mengelak dari ata


'' jangan mengelak, aku tadi mendengar apa yang tengah kau ucap kan pada ku..'' ucap ata sambil menatap Yuna tajam


'' salah sendiri, di suruh bangun tak mau, kan lebih baik aku pergi saja..'' ucap Yuna terkekeh kecil sambil meraup wajah ata yang begitu menyeram kan bagi Yuna


'' awas saja kau berucap begitu lagi, aku tak akan segan menghukum mu..'' ancam ata tegas pada Yuna yang ada dalam dekapan nya


'' tergantung sih.. jika kau masih tidur terus,..'' ucap Yuna singkat, sambil membuang pandangan nya mengarah ke lain arah


" aku tidak mau tau, pokok nya, aku tak ingin mendengar perkataan itu lagi, awas saja kalau kau berucap seperti itu lagi pada ku.." ujar ata mengancam Yuna

__ADS_1


" baru nikah kemarin sore, anak aja belum punya, dan aku pun masih belum mati lagi, sudah mau cari suami baru saja.." gerutu ata kesal membawa Yuna kembali masuk ke dalam kamar


" aku mau keluar ata, bosan di dalam kamar terus.." ujar yuna tak ingin berada di dalam kamar


" kau tunggu di sini saja, aku mau mandi dan sholat, awas saja jika kau lari..," ujar ata menyuruh Yuna untuk duduk di tepian ranjang


setelah mengatakan hal itu, ata kembali ke arah pintu, dan mengunci pintu nya dari dalam, tak lupa dengan kunci yang ia genggam, takut Yuna akan melari kan diri ketika ia mandi


" ya.. ampun, pintu nya di kunci... ata bawa kemari kunci nya, jangan kau bawa ke kamar mandi, nanti hilang.." pinta Yuna, namun ata tak membiar kan Yuna pergi begitu saja


lelah menunggu, Yuna pun bermain ponsel, melirik ke arah kamar mandi, namun ata tak kunjung keluar dari dalam,


Yuna hanya bisa menghela nafas lelah, dan membolak balik kan badan nya di atas ranjang, untuk menghilang kan rasa bosan nya


" mau bulan madu kemana Yuna.." tanya ata ketika ia sudah selesai sholat


" memang nya harus ya..," Yuna melirik ke arah ata yang berdiri di depan nya


" enggak sih.. cuma, kayak nya seru aja, hitung-hitung? menghilang kan jenuh aja ." ucap ata kembali


'' tidak juga.. kebanyakan sih, mereka yang bukan madu itu. jalan-jalan berdua..'' ucap ata sambil mengelus dagu


'' lebih baik di rumah saja, kan seru juga..'' saut Yuna


'' kau ini,, kalau di rumah saja bosan Yuna..'' ucap ata gemas melihat tingkah laku Yuna


'' lebih baik uang nya di simpan, aku mau buat rumah sendiri, walau pun ini rumah ku, tapi tidak mungkin kita akan tinggal di sini kan..'' Yuna yang tak mau menghambur kan uang begitu saja


membuat ata mengerut kan kening nya, mencoba mencerna apa yang baru saja di katakan sang istri, membuat ata hanya bisa geleng kepala ketika ia tau apa yang di ingin kan Yuna


'' itu hal mudah Yuna, kau ingin rumah seperti apa, akan ku bangun kan untuk mu.hhmm..'' ata membawa wajah Yuna menghadap ke arah nya


'' kita kok jadi membahas yang lain sih, ayo kita keluar, aku sudah lapar nih..'' ajak Yuna pada ata


'' nanti katakan pada ku, rumah impian seperti apa yang kau ingin kan..'' ujar ata mereka berdua pun keluar kamar, untuk mengisi perut yang tengah kosong

__ADS_1


'' sudah bangun toh.. kok cepet? bangun nya..'' ledek Yudis yang berbarengan keluar dari kamar


'' Daren mana..''tanya yuna, bukan nya menjawab, Yuna malah kembali bertenya pada Yudis


'' ada di dalam kamar, lagi mandi..'' tunjuk Yudis ke arah kamar nya


'' ah.. aku rindu dengan anak ku itu..' Yuna melepas kan genggaman tangan ata, dan meninggal kan nya,


mencari keberadaan Daren, itu lah tujuan Yuna masuk ke dalam kamar Yudis, ia sudah lama tak bersenda gurau dengan Daren, apa lagi setelah kesibukan nya selama mempersiap kan acara pesta mereka


'' mami datang Daren..'' teriak Yuna heboh seorang diri,


'' Daren di dalam kamar mandi mi..'' saut Dania dari dalam kamar mandi


'' wah... ternyata mandi rupa nya..'' Yuna melongok kan kepala nya ke dalam kamar mandi


selesai mandi, Dania memakai kan baju nya, di bantu oleh Yuna, begitu siap, Yuna pun mengangkat Daren membawa nya keluar dari kamar Dania


'' anak mami sudah bersih, wangi lagi..'' ucap Yuna terus menciumi pipi Daren


'' aduh mi... bonyok anak nya..'' ucap Yudis ketika melihat Yuna membawa anak nya


'' mana ya.. kamu ini..'' ucap yuna, menatap sinis ke arah Yudis


'' gak percaya banget sih, lihat tuh.. sampai merah pipi nya..'' ujar Yudis


sedang kan ata, hanya bisa geleng kepala saja, ketika Yuna berdebat dengan Yudis, sedang kan leana yang tak jauh dari mereka, pun menghela nafas nya


'' memang begini sih pipi nya..'' ucap Yuna tidak terima


'' ma... lihat tuh kak Yuna.. kesel deh Yudis lihat nya..'' ucap Yudis mengadu pada leana, menunjuk ke arah Yuna


'' aduh... kalian berdua ini, kayak anak kecil aja, kamu lagi Yuna, kalau menjadi seorang kakak itu, jangan terlalu keras kepala?, kau... jangan terlalu ribut, apa mungkin kakak mu akan membunuh anak mu..'' ucap leana menatap secara bergantian mendua anak nya,


sedang kan ata hanya bisa geleng kepala saja, melihat ke dua nya....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2