Penantian Cinta

Penantian Cinta
chapter 62


__ADS_3

1 tahun kemudian


Author POV


"Sayangnya Mama printer banget sih. Sudah bisa jalan, tapi lain kali hati-hati yah sayang biar nggak jatuh lagi. Ok sayang?" Nindy memangku anak laki-laki nya yang baru saja bisa berjalan. Kini Nindy sudah bebas tanpa ada yang mengikatnya lagi. Setelah kelahiran anak pertamanya,akhirnya nindy meminta bercerai dari suaminya alias Bagas Suseno.


Nindy sudah tidak sanggup lagi jika harus hidup bersama dengan Bagas lagi dan harus di bayang-bayangi wanita lain.


Sebenarnya Bagas dulu juga menolak untuk menceraikan nya,tapi Nindy bersikeras untuk tetap bercerai dan membesarkan anak nya sendiri. Keluarga nya sempat menyayangkan keputusan nya, tapi akhirnya mereka ikut saja dengan keputusan nindy.


Menurut nindy...Buat apa hidup bersama tapi hanya saling menyakiti, jadi dari pada Bagas dan Nindy tersakiti satu sama lain, lebih baik mereka berpisah. Seenggaknya Bagas juga tidak berdosa lagi karena sudah terbebas dari ikatan pernikahan, dan Bagas bisa dengan bebas berhubungan dengan Siska seenaknya, Mereka akan bebas bisa memadu kasih dimanapun mereka berada, tanpa perlu takut ada yang tersakiti.


Sekarang setelah bercerai.... Nindy memutuskan untuk hidup di rumahnya yang dulu di kontrakan ke saudara tetangga nya. Kini kesibukan Nindy adalah mengurusi anaknya sendirian dan juga usaha yang diberikan oleh sang mertua.


Ibu dan ayah juga sangat menyayangkan keputusan Bagas dan Nindy,tapi mereka juga tidak bisa melihat penderitaan nindy yang berlarut-larut karena ulah anak mereka. Dan memilih mengikhlaskan nindy dan Bagas untuk bercerai.


Sang mertua yang sangat menyayangi mantan menantunya itu, memberikan sebagian hartanya kepada Nindy dan cucu mereka. Mereka tidak rela jika nindy harus bekerja keras lagi, jadi...sekarang walaupun nindy dirumah dia mempunyai hasil dari sebuah cafe yang di berikan oleh sang mertua.


Sedangkan Bagas sendiri dia wajibkan oleh orang tuanya untuk selalu memberikan jatah uang bulanan untuk anaknya, walaupun tidak banyak tapi itu bisa buat di tabung buat anaknya kelak nanti.


Waktu pertama kali mendengar Nindy meminta cerai pada Bagas, Mertuanya langsung memarahi anaknya. Karena sudah bodoh menyakiti hati Nindy, mereka mengganggap Bagas itu lelaki yang tidak bertanggung jawab,karena sudah menyia-nyiakan wanita sebaik nindy.


Tapi memang dasarnya Bagas sudah di butakan oleh cinta Siska, dia hanya diam saja tanpa mau membela dirinya. Bagas tahu kalau dia salah makanya dia diam saja.


Sedangkan nindy yang melihat itu hanya bisa menangis dalam diam, mungkin ini jalan terbaik bagi nindy dan Bagas. Tak pernah terbayangkan oleh nindy kalau dia akan menjadi seorang janda di usianya yang masih muda. Tapi apalah daya hatinya sudah tidak sanggup untuk menahan rasa sakit yang diberikan Bagas padanya.


Cinta yang dulu pernah hadir di hidupnya ,kini sudah hilang tergantikan dengan rasa sakit yang di berikan oleh Bagas.


Sementara itu sang mertua juga sebenarnya menawarkan untuk membelikan nindy sebuah rumah baru tapi Nindy menolaknya,karena dia tidak mau bergantung kepada mereka lagi.

__ADS_1


Cukup ini saja , Nindy sudah bersyukur. Yang penting Nindy dan bayinya bisa makan juga Alhamdulillah.


Cafe yang di berikan kepada Nindy terletak di sebuah tempat yang strategis dan banyak di kunjungi oleh kaum anak muda dan juga khalayak umum. Nindy selama ini baru sekali ketempat itu.


Tapi tadi pagi karyawan kepercayaan nya, memberitahukan kalau ada sesuatu hal penting yang harus di bahas dengannya secara langsung. Karena biasanya mereka akan membahanya lewat ponsel saja,dan sepertinya ini urgent jadi nindy harus datang ke cafenya langsung.


Nindy sudah memesan taxi online untuk mengantarnya ke tempat cafenya, sementara itu nindy sudah bersiap siap dengan keperluan anaknya yang akan dia bawa. Supaya dia tidak perlu repot repot mencari-cari lagi.


Kita berkenalan dulu dengan sosok anak nindy yang tampan yang kini berusia 11 bulan. Namanya adalah Aryady Suseno, wajahnya adalah perpaduan dari Bagas dan Nindy. Setiap kali Nindy melihat arya, dia akan teringat tentang bagas dan itu membuatnya menjadi mengingat lagi tentang rasa sakit yang di berikan oleh Bagas.


Walaupun ada benci di hatinya tapi Nindy tidak mau memupuk nya, karena hanya akan membuat hatinya terluka saja. Yang Nindy pikirkan sekarang adalah bagaimana kehidupannya nanti dengan arya.


Nindy sudah tidak mau memikirkan bagas lagi,karena sosok yang selama ini dia anggap akan menjadi pendampingnya seumur hidup kini telah berbalik membuat luka yang dalam di hatinya.


Nindy tidak akan menyalahkan siapapun disini, mungkin Allah memang belum menghendakinya mendapatkan lelaki yang baik untuk menemaninya seumur hidup.


Nindy melongok ke pintu depan dan melihat kalau jemputan nya sudah datang, dia bergegas meminta bantuan supir taxi itu untuk membantunya membawa stroler anaknya dan di masukkan ke dalam bagasi mobil.


Sementara nindy sendiri membawa tas berisi perlengkapan anaknya dan juga menggendong Arya. Nindy mengunci pintunya kemudian keluar dari rumahnya untuk menghampiri mobil jemputan nya


jebret


Nindy masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang, selama perjalanan Nindy sengaja membiarkan Arya anaknya untuk tidur. Supaya nanti ketika sampai di cafe dia tidak rewel karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru lagi.


Sesampainya di cafe, nindy meminta tolong untuk supir taxi untuk membantu mengeluarkan stroler anaknya dan menaruh Arya di stroler. Setelah membayar ongkos taxi tadi nindy berjalan memasuki sebuah cafe yang cukup besar karena mempunyai 2 lantai.


Impiannya yang dulu kini benar-benar terwujud berkat bantuan sang mantan mertua. Nindy mempunyai cafe sendiri dan juga banyak disukai oleh banyak orang.


Dia membuka pintu kaca yang menghubungkan antara luar dan dalam ruangan cafenya. Hawa dingin langsung menyejukkan tubuhnya karena udara luar yang sedang panas-panasnya. Para karyawan yang melihat kedatangan pemilik cafenya langsung membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.

__ADS_1


"Tidak usah terlalu formal begitu kalian cukup menyambut ku dengan senyuman saja itu sudah lebih dari cukup."


"Baik Bu Nindy. kalau begitu kita langsung keruangan ibu saja dan membahas masalah nya disana. bagaimana Bu Nindy..?"


"Kalian bisa memanggil nama saya saja,tanoa ada embel-embel yang lain. saya tidak setua itu hehehe."


Setelah berbicara sebentar dengan para bawahannya,nindy dibantu salah satu karyawannya yang bernama Riri membawa tasnya kedalam ruangannya yang terletak di lantai 1. Nindy sengaja memilih ruangan nya disini agar memudahkan dia menjaga anaknya.


"Makasih yah ri, kamu bisa lanjutkan lagi pekerjaan kamu."


"Baik mba nindy. kalau begitu saya permisi dulu."


Setelah kepergian riri kemudian nindy mulai fokus dengan masalah yang akan di bahas dengan orang kepercayaan nya,yaitu pak Rama.. dia adalah sosok yang selama ini dipercayai oleh mantan mertuanya untuk membantu Nindy mengelola cafenya. walaupun sudah berumur 40 tahun tapi semangat bekerjanya patut di acungi jempol.


Pak Rama dulu adalah orang kepercayaan ayah mertuanya, jadi bisa dipastikan dia adalah orang yang sangat kompeten dalam bekerja.


Selama ini kadang mantan mertuanya juga ikut membantu mengurusi Arya jika mereka sedang berkunjung kerumahnya, sedangkan Bagas sendiri nindy tidak tahu kabarnya. Setelah perceraian berakhir mereka tidak pernah bertemu kembali.


Setelah pembahasan selesai nindy menyuruh pak Rama untuk kembali lagi ke tempatnya,sementara nindy melakukan pekerjaannya yang belum selesai. Nindy bekerja sambil tetap memantau Arya yang kini sibuk dengan mainannya di stroler.


"Makasih yah sayang, kamu mau nemenin mamah disini. Dan karena kamu sudah menjadi anak baik hari ini Mama akan membawa kamu buat main kerumah Tante nay buat bertemu dengan kakak Juna. Arya seneng kan bisa bermain dengan kakak Juna...?"


Arya yang belum bisa berbicara hanya bisa tertawa lebar sambil memperlihatkan giginya yang baru tumbuh 4, diatas dan bawah. Makin membuat Nindy semakin gemas ingin mencium Arya. Nindy memenadang wajah Arya dengan rasa syukur. tak pernah terlintas di pikirannya akan bisa mendapatkan ujian seperti ini.


Dibalik sebuah masalah pasti akan ada hikmahnya. Sekarang nindy sudah menjadi wanita yang lebih baik lagi dari pada yang dulu. Yang Nindy butuhkan Sekarang adalah dukungan dari orang terdekatnya saja. Dan untuk masalah jodoh nindy berpasrah kepada yang diatas.


Terima kasih sayang karena kamu sudah hadir untuk melengkapi hidup maama. semoga kau kelak bisa menjadi orang yang Sholeh dan pintar dalam agama. Aamiin


Tbc

__ADS_1


__ADS_2