
'' jadi bagai mana selanjut nya..'' tanya Syifa mendekat ke arah Raina
'' ya.. tak gimana-gimana.. aku masuk ke dalam jeruji besi satu bulan, lalu bertemu dengan bos Yuna, aku meninggal kan dunia hitam ku, dengan dorongan bos Yuna yang selalu ada di belakang ku, perlahan? elang juga keluar dari cara kerja nya yang kotor, jadi lah kami sekarang ini..'' ucap raina, membuat Syifa manggut-manggut mengerti
'' hebat juga ya.. buk bos, aku juga sama, tapi kita dari kalangan yang berbeda, namu. nasib kita juga sama, sama-sama dari orang susah..'' ucap Syifa menatap lurus ke depan, ia begitu sakit, jika harus mengingat bagai mana dulu nya
'' kau kenapa bisa bertemu dengan buk bos..'' ucap Raina
memang ia lah pertama kali masuk ke dalam butik ini menjadi karyawan kecil, dan tak berapa lama, Yuna pun membawa Syifa ketika ia sudah ada tiga bulan kerja bersama Yuna
'' aku dulu hampir saja di jual oleh ayah ku sendiri.. kalau bukan karena buk bos datang, mungkin aku sekarang entah menjadi apa..'' ucap Syifa
'' yang benar saja kau.. bisa-bisa nya ayah mu menjual mu, kemana pikiran nya saat itu..'' ucap Raina geleng kepala
'' entah lah, semenjak kepergian ibu, ayah sering keluar malam, mabuk-mabukan berju** dan lain nya, mungkin ayah terlalu prustasi di tinggal ibu.. sampai tak terasa hutang ayah ku banyak, di sana sini ada, sampai aku sendiri kebingungan membayar nya bagai mana, dan ayah hanya menyerah kan ku ke salah satu oenangih hutang nya, dengan imbalan semua hutang nya lunas.. tanpa memikir kan prasaan ku saat itu..'' ujar Syifa
'' wah.. sadis sekali.. labih buruk dari kami berdua..'' ucap Raina
'' hei.. kalian berdua.. bukan nya membantu ku.. malah enak-enakan bercerita di situ..'' gertak Yuna keras
membuat ke dua nya terkejut dengan suara lantang Yuna, tapi mereka tidak sakit hati sama sekali dengan ucapan Yuna barusan, mereka malah tertawa kecil melihat Yuna memarahi mereka berdua
'' maaf buk bos,, apa yang bisa kami bantu..'' ujar Raina mendekat ke arah Yuna yang kerepotan membawa pakaian para pembeli
'' ambil lagi di sana.. jangan asal yang tertinggal..'' tunjuk Yuna ke arah ruang tamu di mana tempat nya tadi menerima tamu
tanpa pikir panjang, Raina dan Syifa berjalan cepat ke arah Yuna tunjuk tadi, ia tidak ada kepikiran hal lain
'' mungkin yang ini tadi, yang di katakan oleh buk bos..'' ucap Syifa menunjuk ke arah dua keranjang baju yang terisi penuh
'' iya.. mungkin,, ah.. bawa saja lah.. nanti kan buk bos tau yang mana..'' ujar Raina
Raina tidak menyadari, ada empat pasang mata melihat ke arah nya secara bersamaan, Raina sibuk mengambil keranjang baju yang menumpuk di aras meja bersama Syifa
__ADS_1
'' Raina.. kau bekerja di sini sekarang..'' tanya seseorang pelanggan Yuna tadi
seketika, Raina tersadar dengan apa yang ia hindari tadi, membuat Raina sejenak menatap ke arah orang tersebut, setelah itu,
tanpa menjawab, Raina melari kan diri tanpa menunggu syifa yang kerepotan membawa keranjang yang satu nya
'' kenapa kau meninggal kan ku..'' sentak Syifa ketika ia sudah berada di meja kasir
'' tak apa, aku hanya ingin menyelesaikan tugas ku saja, kau kenapa lama sekali..'' Raina menoleh ke arah Syifa
'' kau lihat lah, berapa banyak nya yang ku bawa, sedang kan kau lihat itu keranjang mu..'' tunjuk Syifa pada keranjang baju Raina
Raina yang mengikuti arah tunjuk Syifa, baru menyadari apa yang sudah ia lakukan pada teman kerja nya,
'' maaf Syifa, aku terburu-buru tadi..'' ucap Raina sambil cengengesan
'' kau tidak jelas sekali.. sekarang tugas mu menghitung itu..'' tunjuk syifa m
ke arah tiga keranjang yang ada di meja kasir
sedang kan Yuna kini kembali ke dalam ruangan nya, ia tidak lagi keluar, karena pekerjaan nya sudah selesai di luar,
'' buk bos.. ini mau di tarus di mana..'' tunjuk Syifa pada belanja yang sudah di hitung oleh Raina tadi
'' itu semua di kirim ke panti asuhan terdekat, nanti saya tulis alamat nya, suruh elang mengantar kan nya pada alamat yang saya tulis kan..'' ucap Yuna
Yuna pun menulis kan alamat yang di ucap kan oleh pelanggan nya tadi, selesai menulis, Yuna pun memberikan nya kepada Syifa, untuk di beri kan kepada elang
sedang kan raina, ia kini tengah pokus menghitung, namun tanpa ia sadari, ada seseorang yang tengah berdiri di depan nya saat ini, ia masih saja menghitung semua total jumlah belanjaan yang ada di depan nya
'' total berapa semua..'' ucap pria Yang ada di hadapan Raina, membuat Raina tersentak kaget
'' eh.. maaf, ini total nya semua..'' ujar Raina memberikan kertas jumlah nya kepada pria Yanga da di hadapan nya saat ini
__ADS_1
Raina hanya menunduk saja, ia tidak berani menatap ke arah pria tersebut,
'' kau tambah cantik sekarang ya..'' puji nya membuat Raina mendongak ke arah nya
'' bayar saja, yang tertara di sana..'' ucap Raina tanpa melihat ke arah pria itu
membuat sang pria tersenyum geli melihat tingkah lucu Raina, ia tidak menyangka, akan bertemu lagi dengan Raina di sini
'' ini sudah ku bayar, ini ada lebih nya, mau tidak..'' tanya nya lembut pada Raina
'' tidak terima kasih..'' tanpa menoleh Raina menjawab lagi
'' baik lah, sampai berjumpa lain waktu..'' ucap nya tersenyum, namun Raina tidak mau melihat nya sedikit pun
setelah kepergian pria itu, Raina baru lah mendongak, dan pemandangan pertama yang di lihat nya adalah Yuna,
'' eh.. buk bos..'' ucap Raina kaget
'' kenapa kaget begitu, jangan kau ingat lagi masa lalu mu..'' ucap Yuna pada Raina tanpa belas kasihan
'' iya buk bos.. aku tidak akan mengingat nya kembali..'' dengan menyamar kan rasa di hati yang berkalut
'' kau, kalau ada lelaki yang mendekati mu, tolong beri tahu aku, aku juga ingin tau, seperti apa yang sedang kau dekati..'' ucap Yuna bersedekap tangan
'' itu sudah pasti buk bos..''ujae Raina cengengesan
setelah itu, Yuna pun pergi meninggal kan Raina dan Syifa yang sedang mengemas paketan yang akan di kirim sore nanti
'' kenapa sudah balik Yuna..'' tanya sang mama melihat kedatangan Yuna.
'' mau makan ma..Yuna lapar sekali..'' ujar Yuna pada leana
'' makan sana.. mama tadi masak sayur ikan asam manis kesukaan Yudis..'' ucap leana
__ADS_1
Yuna yang mendengar ikan asam manis, membuat nya tergiur seketika, ia pun cepat melangkah ke arah dapur, untuk mengisi perut nya yang tengah lapar
...****************...