
Double up buat hari ini. dan jangan lupa like dan komennya yah. TERIMAKASIH 😍😍😍
"Tolong lo jelasin siapa cowo ganteng didepan sono? dan apa hubungan lo sama dia...? Dan sejak kapan Arya kenal sama cowo tersebut..? Lo nggak lagi jalan sama laki orang kan nin..?"
Pletak
Nindy memukul punggung Nayla dengan bantal yang ada disampingnya.
"Bisa nggak lo nay, sebentar........saja buat gue duduk tenang.? Lagian kepo Lo kok nggak hilang-hilang sih nay..? Harusnya lo tuh tobat, nggak usah ngurusin hidup orang Mulu. "
"Diiihhh,,,sok main rahasia-rahasia segala lo sama gue. Tinggal jawab aja sih nin,susah amat sih lo terbuka sama gue ? Selama ini gue diem aja bukan karena gue nggak peduli sama lo, tapi justru karena gue sahabat lo nin makanya gue ngehargain lo. Gue berusaha untuk tidak bertanya apapun sama lo,,dan gue nunggu mungkin suatu saat lo akan datang sendiri ke gue, kehadapan gue... sambil bercerita tentang masalah lo." Nayla berhenti berbicara karena suaranya tercekat di tenggorokan, dia juga menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir tanpa diminta olehnya.
Nindy yang melihat bahwa sahabatnya menangis,berusaha meminta maaf padanya. Tapi nayla seakan tahu maksud nindy, berusaha melanjutkan kembali ucapannya yang selama ini mengendap di hatinya
"Tapi apa nin...? Lo sama sekali nggak ngubungin gue sama sekali. Disaat lo terpuruk lo malah milih memendamnya sendiri, hiks...Dan gue....sahabat lo sendiri...hiks... justru malah denger dari orang lain....hiks... Gue waktu pertama kali denger lo pisah sama dia ,gue langsung sujud syukur nin. Asal lo tau,laki lo itu dulu pernah gue pergokin jalan bareng si cewek sial*n itu. Dan lo tau nin.? Apa yang gue lakuin waktu itu sama suami lo..?"
Nindy menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu menahu masalah itu. Nindy ikut menangis mengingat masa lalunya, padahal nindy sudah berusaha melupakannya dan tidak mau mengingat masa kelamnya.
"Cihhh..pantas saja lo masih adem ayem sama dia dulu. Gue dulu nampar dia kenceng banget,,, Saking gregetnya gue sama kelakuan laki lo dulu. Heran gue sama dia..? Padahal dulu dia kelihatannya cinta mati banget sama lo, tapi ternyata sama aja kaya cowo brengs*k lainnya."
Nayla menceritakan tentang bagas dulu dengan penuh emosi. Nayla dan Nindy yang sibuk bercerita tidak memperhatikan sekitar mereka. Sedangkan Ardan yang sedari tadi bersama arya, ternyata mendengarkan percakapan antara Nindy dan Nayla.
Ardan mengepalkan jari tangannya mendengar cerita tentang kehidupan Nindy. Kalau sampai dia ketemu sama tuh mantan laki, udah Ardan beri pelajaran, biar tahu kalau wanita sebaik Nindy tidak boleh ada yang menyakitinya.
Ardan semakin yakin untuk mendekati Nindy,dan membuatnya untuk menjadi miliknya. Jika Nindy mau menerimanya, Ardan berjanji akan membuat Nindy menjadi wanita yang paling istimewa di hidupnya.
Drrrtt drrrtt
Ardan mengambil ponselnya yang bergetar, setelah melihat nama id se menelfon Ardan langsung mengangkatnya.
"Hmmmm..." Sambil tetap bermain dengan arya, Ardan menerima telfon dan mendengarkan setiap ucapan si penelepon dengan baik. Kadang Ardan mengernyitkan dahinya ketika mendengar informasi yang diberikan oleh sang penelfon.
"Oke. Kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu dengan baik. Dan untuk hari ini saya tidak bisa kembali ke kantor lagi, ada urusan penting."
"........"
"Hmmm"
Klik
__ADS_1
Setelah mematikan telponnya, Ardan bermain kembali dengan Arya. Dia akan merasa sangat beruntung jika bisa menjadi ayah sambung bagi Arya.
Di pandangnya Arya yang kini sedang bermain dengan Ajun anak dari sahabat nindy, sedangkan suami Nayla sendiri tadi ijin mau pergi membeli susu dulu buat anaknya. Karena sekarang Ajun sudah berumur hampir 3 tahun jadi dia sudah tidak minum asi lagi,mekainkan susu formula.
Ardan yang sudah terbiasa mengasuh ponakannya jadi dia merasa tidak begitu kaget dengan anak kecil. Justru Ardan sangat suka dengan anak kecil, Ardan sendiri ingin mempunyai anak yang cukup banyak tapi Ardan kembalikan lagi kepada calon istrinya nanti, apakah dia bersedia mempunyai anak banyak atau berapa. Ardan tidak akan memaksa istrinya untuk menuruti keinginannya. Yang Ardan mau itu ,istrinya bahagia dan tulus ikhlas hidup bersamanya.
Nindy dan Nayla memilih menghampiri Ardan yang kini sedang bermain dengan anak-anak mereka. Nayla yang sudah tidak sabar untuk mewawancarai Ardan langsung gercer agar tidak di sambar oleh nindy.
"Ehm...permisi pak Ardan. kalau boleh tahu ada hubungan apa yah sama nindy temen saya..?" Nindy yang mendengar pertanyaan dari Nayla hanya menggerutu, sementara Ardan yang kini sedang duduk di karpet langsung tersenyum menatap nindy. Melihat ekspresi nindy, sepertinya dia tidak nyaman dengan pertanyaan Nayla pada Ardan.
"Jujur saya dan Nindy itu tidak ada hubungan apapun. Di bilang dekat juga tidak, kita berdua hanya orang yang pernah saling kenal itupun karena ketidaksengjaan waktu itu." Nayla yang bingung dengan penjelasan Ardan , menengok ke arah Nindy meminta penjelasan darinya. Sedangkan Ardan sendiri dia malah tetap santai sambil bermain dengan Arya.
"Maksudnya gimana yah, kok gue nggak ngerti yah...?"
"Maksud saya. Kami bertemu itu hanya beberapa kali,dan itu keadaannya cukuo tidak terlalu baik buat nindy sendiri."
Nayla makin bingung, dia sampai menggaruk rambutnya yang tiba-tiba terasa gatal. Sedangkan Nindy dia hanya senyum-senyum saja melihat raut bingung Nayla.
"Ma..ma..mi.mi.."
"Ah iya sayang sini..sama Mama.. Maaf mas Ardan saya bawa Arya dulu yah. Sepertinya dia haus."
Nayla yang melihat Ardan yang memperhatikan kepergian Nindy, jadi makin yakin dengan prasangka nya, kalau sebenarnya Ardan itu suka sama nindy.
"Bisakah Anda jelaskan dengan jujur tentang perasaan Anda pada sahabat saya..? Karena saya tidak akan mengijinkan lelaki yang berniat mendekati nindy hanya karena kasihan saja. Cukup sekali saja saya melihat sahabat saya tersiksa oleh lelaki brengs*k seperti mantan lakinya dulu, gue nggak mau ada lagi lelaki yang tidak bertanggung jawab seperti itu lagi mendekati Nindy." Ardan menatap Nayla dengan penuh percaya diri.
"Oke gue mau jujur karena lo adalah sahabat baik Nindy. Jujur gue udah jatuh cinta waktu pertama kali bertemu dengannya."
"Kapan?" Sela nindy tidak sabar.
"Sekitar tiga tahun yang lalu."
"Wow, cukuo lama juga..? tapi tunggu dulu... bukannya waktu itu nindy udah nikah yah...? Dan dimana kalian bisa bertemu? Sedangkan setahu gue , mantan lakinya dulu kan sangat over protektif pada nindy...?"
"Yap bener banget. Tapi dengerin dulu..!!"
"Oke oke oke..gue nggak akan nyela ceeita lo..!"
"Dulu itu gue sama nindy itu lagi sama-sama nggak fokus dengan sekitar dan akhirnya gue sama nindy tabrakan dan membuat nindy jatuh ke lantai, gue berniat menolongnya tapi dia nolak uluran tangan gue. Dan itu membuat hati gue cukup tersentil, ada juga yah cewek yang nggak mau di tolong sama gue. Tapi seengganya dia nggak nolak waktu gue ajak kenalan, tapi setelah itu dia pergi. " Ardan menjeda ceritanya yang cukup panjang ini. Dia melihat raut antusias di wajah nayla,dia jadi ikut bersemangat untuk menceritakan kisahnya pada nayla.
__ADS_1
"Setelah beberapa saat,masih di tempat itu juga, kami berpapasan dan waktu itu nindy dengan senyum ramahnya nyapa gue. Gue yang terpesona sampai melupakan kehadiran lelaki disampingnya. Aku menghentikan langkah mereka dan menanyakan keadaan nindy, tapi cowok itu langsung mengeklaim bahwa nindy adalah suaminya. Aku yang terkejut hanya bisa melihat nindy, setelah kulihat ada raut kesakitan di wajah nindy dan aku mencoba memberitahu cowok itu. tapi yang ada dia malah marah dan menarik nindy pergi keluar."
"Ckckck sial*n tuh Bagas, kalau gue ketemu gue tonjokin tuh cowok." Nayla yang tidak bisa menahan emosinya sampai memukul bantal
yang ada di pangkuannya.
"Mau lanjut lagi nggak nih...?" seakan tersadar Nayla langsung mengangguk kan kepalanya.
"Lanjut...!!"
"Masih di hari itu juga, gue yang berniat untuk keluar dari hotel malah..."
"Tunggu-tunggu...Maksudnya kalian itu ketemu dimana sih? tolong di jelasin.!!"
"Di Singapore."
"Oh jadi lo ketemu mereka waktu bulan madu toh.!!"
"Bulan madu..?"
"Iya mereka itu baru nikah sekitar satu bulanan deh kalau nggak salah. "
"Hmmmm..."
"Ya udah lanjutin..." Akhirnya Nayla mendengarkan semua ceeita oanjang tentang Ardan dan Nindy. Nayla makin mendukunga Ardan untuk mendekati sahabatnya itu.
Setelah ceritanya selesai Ardan melihat kedatangan Nindy yang sedang menggendong Arya yang tertidur di pelukannya.
Ardan berdiri dan meminta nindy untuk memberikan Arya kepada nya, sedangkan Nindy yang bingung malah diam saja. Nayla yang melihat kelemotan nindy akhirnya memberitahukan maksud Ardan pada temannya itu.
"Lo kasih Arya sama Ardan, biar Ardan yang gendong Arya dan lo nemenin gue buat masak hari ini."
"Ah....seperti itu.Tapi apa mas Ardan tidak cape dari tadi bermain dengan anak saya?"
"Udah kasih aja nin, mumpung ada yang bantu lo buat jagain anak lo, Lagian lo juga harus bantuin gue di dapur. Pak Ardan bisa make kamar tamu buat menidurkan Arya, dan kalian juga bisa bersantai disana. Sementara gue sama nindy masak di dapur? Gimana oke nggak?"
Nayla menyeringai menatap Nindy. Untuk kali ini dia akan memberikan kesempatan untuk Ardan mengambil hati Nindy. Nayla berharap semoga Ardan bisa menjadi lelaki yang bertanggung jawab dan juga mau menerima keadaan Nindy.
Tbc
__ADS_1